Harmony Blog

Seperti Apa Cara Lapor Pajak Pensiunan? Simak Selengkapnya

Diupdate Feb 24th, 2021
0

SHARES

PEMBACA

lapor pajak pensiunanPin

Mekanisme dan sistem perpajakan Indonesia secara umum mewajibkan setiap pemegang NPWP untuk tetap lapor pajak, meskipun sudah tidak lagi produktif dan berpenghasilan. Termasuk para pensiunan, masih wajib untuk lapor pajak pensiunan atau lapor SPT Tahunan.

Pensiunan dari Pegawai Negeri maupun swasta yang juga merupakan wajib pajak memang tidak lagi memiliki kewajiban untuk membayar pajak karena dianggap sudah tidak memiliki penghasilan. Maka itu, wajib pajak seperti ini sejumlah kewajiban pajaknya juga ditiadakan.

Meski sudah tidak aktif dalam kedinasan atau pekerjaan, tetapi para pensiunan tetap wajib lapor pajak pensiunan atau lapor SPT Tahunan.

Namun, jika seorang pensiunan tersebut memiliki penghasilan lain dari usaha yang ditekuni, maka pensiunan akan tetap memiliki kewajiban untuk membayar pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku atas penghasilan tersebut dan wajib lapor pajak pensiunan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Meskipun cara melaporkan SPT Tahunan untuk pensiunan sama dengan cara melaporkan SPT Tahunan orang pribadi secara umum, namun ada sedikit mekanisme yang berbeda untuk lapor pajak pensiunan. Berikut ini akan dibahas cara lapor pajak pensiunan.

Kewajiban Lapor Pajak Pensiunan

Bagi pensiunan yang tidak lagi memiliki penghasilan, maka akan dibebaskan dari kewajiban membayar pajak. Namun, pensiunan tetap memiliki kewajiban untuk melaporkan SPT Tahunannya atau wajib lapor pajak pensiunan. Kewajiban tersebut akan tetap berlaku selama yang bersangkutan masih memiliki NPWP. Setiap pemegang NPWP wajib melaporkan SPT Tahunan.

Pada dasarnya NPWP tidak dapat dihapuskan meskipun seorang pensiunan sudah tidak memiliki kewajiban untuk membayar pajak. NPWP hanya dapat dicabut setelah Wajib Pajak meninggal dunia yang dibuktikan dengan adanya lapor pajak pensiunan ataupun surat keterangan bahwa Wajib Pajak yang bersangkutan telah meninggal.

Artinya, selama Wajib Pajak atau pemilik NPWP masih hidup, maka masih memiliki kewajiban untuk selalu melaporkan SPT Tahunannya. Bahkan setelah pensiun dari pekerjaannya.

Walaupun sudah tidak lagi memiliki penghasilan, sebagian besar pensiunan masih memiliki sejumlah aset seperti rumah, tanah, uang tunai (tabungan), perhiasan, dan yang aset lain yang berguna baik untuk simpanan maupun kekayaan.

Dari berbagai aset tersebut, maka si pensiunan harus tetap lapor pajak pensiunan atas penghasilan yang diperoleh sehingga akan dikenakan sejumlah pajak nantinya.

Sebagai contoh, saat deposito jatuh tempo dan menerima sejumlah pendapatan bunga, maka pemungutan pajak akan dilakukan atas pendapatan bunga deposito tersebut.

Pendapatan dari bunga deposito akan dikenakan pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yaitu sebesar 20% dari bunga deposito. Pajak tersebut kemudian akan dimasukkan ke dalam laporan SPT Tahunan oleh seorang pensiunan.

Baca Juga : Penjelasan dan Cara Menghitung PPN Masukan dan Keluaran

Berlangganan newsletter kami
Dapatkan Berbagai Tips & Update Artikel Menarik Lainnya dari Harmony, langsung di email Anda!

Formulir SPT Tahunan untuk Pensiunan

Jika ditinjau dari penerapan pajaknya, ketentuan yang berlaku dalam pajak pensiunan akan sedikit berbeda dengan yang masih aktif bekerja. Perbedaan tersebut juga akan ditemukan dalam penggunaan jenis formulir SPT untuk pelaporan pajak tahunan. Seorang pegawai yang memiliki penghasilan lebih dari Rp 60.000.000,00 per tahun akan menggunakan formulir 1770 S untuk laporan SPT tahunannya. Bagi pegawai yang memiliki penghasilan kurang dari Rp 60.000.000,00 per tahun akan menggunakan formulir 1770 SS untuk laporan SPT Tahunannya.

Formulir tersebut akan terus digunakan setiap tahun untuk pelaporan SPT Tahunan hingga yang bersangkutan pensiun atau mengalami perubahan penghasilan. Saat memasuki usia pensiun dan tidak lagi memiliki penghasilan, maka wajib pajak akan menggunakan formulir 1770 yang secara khusus diperuntukkan bagi yang tidak memiliki penghasilan.

Pada formulir 1770, seorang pensiunan bisa mengisi seluruh data aset yang dimilikinya sampai akhir tahun masa pajak. Termasuk juga seluruh pergerakan aset tersebut secara detail, misalnya adanya pewarisan, hibah, penjualan, dan pembelian aset yang baru. Selain itu, penghasilan yang didapatkan dari aset atau investasi yang dimiliki pensiunan juga wajib dilaporkan setiap tahunnya. Misalnya, penghasilan dari bunga deposito, investasi, dan lain sebagainya.

Baca Juga : Pengusaha Wajib Tahu : Perbedaan Pajak dan Retribusi

Pengisian Formulir 1770 Bagi Pensiunan

Bagi seorang pensiunan yang tidak lagi memiliki penghasilan bisa mengisi formulir 1770 yang terdiri 5 lampiran, yaitu:

• Lampiran 1770-IV untuk mengisikan harta pada akhir tahun, kewajiban, dan daftar susunan anggota keluarga.

• Lampiran 1770-III untuk mengisikan data penghasilan yang dikenakan pajak yang bersifat final, misalnya deposito atau melakukan pengalihan hak atas tanah dan bangunan.

• Lampiran 1770-II untuk mengisikan daftar potongan PPh dari pihak lain, sehingga untuk pensiunan dak perlu mengisikan data pada lampiran ini.

• Lampiran 1770-I untuk mengisikan daftar neto penghasilan, jika tidak lagi melakukan usaha, sebaiknya tidak perlu diisi.

• Lampiran 1770 untuk mengisi tanggal, nama, serta NPWP.

Setelah semua lampiran terisi, maka bisa segera diserahkan ke PTKP yang bertugas. Namun, saat ini tersedia e-SPT pensiun yang bisa Anda unduh pada website DJPOnline. Melalui fitur ini, pensiunan bisa lapor pajak online, sehingga lebih mudah dan cepat. Anda juga bisa mengunduh aplikasi DJPOnline untuk HP Android sehingga lebih mudah membuat laporan SPT Tahunan Pensiunan Online.

Lapor Pajak Pensiunan tetap wajib bagi Anda meskipun sudah tidak lagi berpenghasilan. Sedangkan jika setelah pensiun Anda membuka usaha sendiri, maka wajib bagi Anda untuk membayar pajak sekaligus melaporkan dalam SPT tahunan, baik Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21, PPh Badan, PPN, dan lain sebagainya.

Jika Anda membuka bisnis setelah pensiun, maka kelola laporan keuangan usaha Anda dengan baik dan cermat. Caranya, dengan menggunakan software akuntansi Harmony. Anda hanya perlu melakukan registrasi disini dan menggunakan secara gratis selama 30 hari.

Gunakan juga Harmony Accounting Service, Anda hanya tinggal duduk manis dan dapat memonitor laporan keuangan setiap bulannya. Segera daftarkan perusahaan Anda disini.

Dapatkan tips dan berita terbaru seputar keuangan, bisnis, pajak dan lainnya? Kunjungi dan ikuti updatenya melalui Facebook, Instagram, dan LinkedIn Harmony.

Pembukuan Lebih Mudah!
Coba Gratis 30 Hari dan Rasakan Perbedaannya!
Anda juga mungkin suka:
Harmony
Harmony
Harmony menyajikan artikel seputar bisnis, keuangan, perpajakan dan finansial untuk membantu para pemilik usaha kecil. Dapatkan cara mudah membereskan keuangan usaha Anda menggunakan Harmony dan coba gratis 30 hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Follow Social Media Kami
Dapatkan konten terbaru dari Harmony
Gratis Tips & Trik Terbaru Harmony di Email Anda.
No spam, hanya Info terbaik kami kirimkan dan Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.
Artikel Popular Lainnya
  • Weekly
  • Monthly
  • All-Time

Memahami Tahapan Siklus Bisnis dan PenerapannyaMemahami Tahapan Siklus Bisnis dan Penerapannya Siklus bisnis tentu sangat berpengaruh pada fase naik dan turun output ekonomi secara berkala namun tidak teratur. Dalam fase nya dapat dilacak melalui indikator aktivitas…Pentingnya Mempelajari Ilmu Manajemen Untuk Mengembangkan Bisnis AndaPentingnya Mempelajari Ilmu Manajemen Untuk Mengembangkan Bisnis Anda Sebagian dari Anda mungkin pernah merasa tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengerjakan sesuatu. Sehingga beban tugas dan pekerjaaan bisa menumpuk walaupun mendekati deadline. Penyebabnya…Bukti Potong PPh 23, Cara Mudah Membuatnya Dengan e-BupotBukti Potong PPh 23, Cara Mudah Membuatnya Dengan e-Bupot Dalam sebuah perpajakan bukti potong PPh 23 adalah suatu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan bagi pengusaha kena pajak. PPh pasal 23 ini merupakan pajak penghasilan…10 Tips Meningkatkan Repeat Order Untuk Pelanggan Produk Anda10 Tips Meningkatkan Repeat Order Untuk Pelanggan Produk Anda Dalam dunia bisnis, tentu Anda pasti tahu mengenai apa itu repeat order. Namun bagi Anda yang belum memahami jelas mengenai apa itu repeat order, berikut…Penghasilan Kena Pajak (PKP), Ketahui Tarif dan Perhitungan LengkapnyaPenghasilan Kena Pajak (PKP), Ketahui Tarif dan Perhitungan Lengkapnya Yang dimaksud dengan penghasilan kena pajak adalah penghasilan yang digunakan untuk menghitung pajak penghasilan Pasal 23 dan juga Pasal 25. Untuk penghasilan kena pajak ini…

Memahami Tahapan Siklus Bisnis dan PenerapannyaMemahami Tahapan Siklus Bisnis dan Penerapannya Siklus bisnis tentu sangat berpengaruh pada fase naik dan turun output ekonomi secara berkala namun tidak teratur. Dalam fase nya dapat dilacak melalui indikator aktivitas…Pentingnya Mempelajari Ilmu Manajemen Untuk Mengembangkan Bisnis AndaPentingnya Mempelajari Ilmu Manajemen Untuk Mengembangkan Bisnis Anda Sebagian dari Anda mungkin pernah merasa tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengerjakan sesuatu. Sehingga beban tugas dan pekerjaaan bisa menumpuk walaupun mendekati deadline. Penyebabnya…Bukti Potong PPh 23, Cara Mudah Membuatnya Dengan e-BupotBukti Potong PPh 23, Cara Mudah Membuatnya Dengan e-Bupot Dalam sebuah perpajakan bukti potong PPh 23 adalah suatu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan bagi pengusaha kena pajak. PPh pasal 23 ini merupakan pajak penghasilan…10 Tips Meningkatkan Repeat Order Untuk Pelanggan Produk Anda10 Tips Meningkatkan Repeat Order Untuk Pelanggan Produk Anda Dalam dunia bisnis, tentu Anda pasti tahu mengenai apa itu repeat order. Namun bagi Anda yang belum memahami jelas mengenai apa itu repeat order, berikut…Penghasilan Kena Pajak (PKP), Ketahui Tarif dan Perhitungan LengkapnyaPenghasilan Kena Pajak (PKP), Ketahui Tarif dan Perhitungan Lengkapnya Yang dimaksud dengan penghasilan kena pajak adalah penghasilan yang digunakan untuk menghitung pajak penghasilan Pasal 23 dan juga Pasal 25. Untuk penghasilan kena pajak ini…

Memahami Tahapan Siklus Bisnis dan PenerapannyaMemahami Tahapan Siklus Bisnis dan Penerapannya Siklus bisnis tentu sangat berpengaruh pada fase naik dan turun output ekonomi secara berkala namun tidak teratur. Dalam fase nya dapat dilacak melalui indikator aktivitas…Pentingnya Mempelajari Ilmu Manajemen Untuk Mengembangkan Bisnis AndaPentingnya Mempelajari Ilmu Manajemen Untuk Mengembangkan Bisnis Anda Sebagian dari Anda mungkin pernah merasa tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengerjakan sesuatu. Sehingga beban tugas dan pekerjaaan bisa menumpuk walaupun mendekati deadline. Penyebabnya…Bukti Potong PPh 23, Cara Mudah Membuatnya Dengan e-BupotBukti Potong PPh 23, Cara Mudah Membuatnya Dengan e-Bupot Dalam sebuah perpajakan bukti potong PPh 23 adalah suatu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan bagi pengusaha kena pajak. PPh pasal 23 ini merupakan pajak penghasilan…10 Tips Meningkatkan Repeat Order Untuk Pelanggan Produk Anda10 Tips Meningkatkan Repeat Order Untuk Pelanggan Produk Anda Dalam dunia bisnis, tentu Anda pasti tahu mengenai apa itu repeat order. Namun bagi Anda yang belum memahami jelas mengenai apa itu repeat order, berikut…Penghasilan Kena Pajak (PKP), Ketahui Tarif dan Perhitungan LengkapnyaPenghasilan Kena Pajak (PKP), Ketahui Tarif dan Perhitungan Lengkapnya Yang dimaksud dengan penghasilan kena pajak adalah penghasilan yang digunakan untuk menghitung pajak penghasilan Pasal 23 dan juga Pasal 25. Untuk penghasilan kena pajak ini…

Pembukuan Lebih Mudah!
Coba Gratis 30 Hari dan Rasakan Perbedaannya!
Daftar Isi
    Add a header to begin generating the table of contents
    Daftar Isi
      Add a header to begin generating the table of contents
      Daftar Isi
        Add a header to begin generating the table of contents
        Dapatkan Berbagai Tips & Update Artikel Menarik Lainnya dari Harmony, langsung di email Anda!

        Pembukuan Lebih Mudah

        Coba Gratis 30 Hari dan
        Rasakan Perbedaannya!

        Contact Harmony