Manajemen Perpajakan : Pengertian, Fungsi, dan Penerapannya
Harmony Blog
Tax
Manajemen Perpajakan : Pengertian, Fungsi, dan Penerapannya
September 16, 2020
Berlangganan newsletter kami
Dapatkan Tips Seputar Pajak Dengan Berlangganan Newsletter Harmony, isi data berikut ini :

Manajemen pajak atau tax management umumnya bertujuan untuk mengontrol tata laksana kewajiban wajib pajak agar dapat menghindari resiko hutang pajak yang tak terduga di masa depan. Dengan manajemen pajak wajib pajak mampu meminimalisir resiko ketidakpatuhan dalam transaksi perpajakan.

Manajemen Pajak dibutuhkan untuk menghindari resiko ketidakpatuhan perpajakan wajib pajak

Pengertian Manajemen Pajak

Definisi manajemen pajak adalah seluruh upaya yang dilakukan wajib pajak untuk mengelola aktivitas atau penerapan perpajakan secara ekonomis, efektif dan efisien sesuai dengan ketentuan peraturan UU perpajakan yang berlaku. Beban pajak berkurang tanpa harus melanggar peraturan perpajakan yang ada.

Sementara pengertian manajemen pajak menurut para ahli salah satunya Lumbantoruan: 1996 menyatakan manajemen pajak erat kaitannya dengan laba rugi perusahaan. Manajemen Pajak merupakan upaya memenuhi kewajiban perpajakan wajib pajak pada jalur yang benar namun berakibat beban pajak berkurang sehingga laba dan likuiditas sesuai dengan yang diharapkan.

Tujuan & Fungsi Manajemen Pajak

Seperti dijelaskan sebelumnya tujuan manajemen pajak adalah meminimalisir beban pajak yang dibayarkan oleh wajib pajak. Manajemen pajak sendiri perlu dilakukan untuk bisnis maupun perseorangan. Dalam penerapannya juga harus didukung oleh bukti-bukti konkret baik dari segi pencatatan akuntansi maupun dasar hukumnya. Fungsi manajemen perpajakan sendiri meliputi 4 aspek utama :

1. Planning : Perencanaan Pajak

2. Organizing : Pengorganisasian Pajak

3. Actuating : Pelaksanaan Pajak

4. Controlling : Pengawasan Pajak

Motivasi wajib pajak dalam melakukan manajemen pajak bisa pula karena banyak ketentuan perpajakan yang masih multitafsir. Menurut Simon James dan Christopher Nobes, manajemen pajak dilakukan untuk memenuhi asas keadilan dan kemerataan. Beban pajak yang besar tentunya harus setimpal dengan kualitas pelayanan publik yang disediakan pemerintah.

Baca juga : Apa saja Manfaat Membayar Pajak Bagi Perusahaan?

custom-form-newsletter

Penerapan Manajemen Pajak

Dalam penerapan manajemen pajak Anda bisa menggunakan beberapa teknik dasar dibawah ini :

• Buat rekonsiliasi data akuntansi meliputi pendapatan penjualan yang disesuaikan dengan SPT Masa PPN atau beban pajak pegawai dengan penghasilan SPT PPh Psl 21

• Pastikan sistem administrasi keuangan Anda mampu melakukan perhitungan pajak dengan tepat serta pembayaran pajak yang sesuai

• Kontrol sistem arsip dan dokumentasi bukti transaksi mulai dari perjanjian jual beli hingga korespondensi pajak dan pelaporannya

• Lakukan tax audit dengan menggunakan jasa pihak ketiga seperti konsultan pajak untuk memeriksa kewajiban pajak Anda

Dengan menerapkan manajemen pajak wajib pajak juga mampu melakukan estimasi pajak yang ditanggung. Manajemen pajak dibutuhkan untuk mengontrol transaksi rutin perpajakan sehingga menghindari koreksi fiskal yang terlalu banyak saat pelaporan SPT. Dalam penerapan manajemen pajak perusahaan juga perlu memperhatikan kerangka waktunya meliputi :

1. Routine Budget Process Time frame yang meliputi transaksi bersifat rutin baik jangka pendek maupun jangka panjang.

2. Build-in Under Corporate Planning Corporate tax management yakni ketika perusahaan memiliki strategi bisnis maka perlu dipikirkan pula strategi tax planning. Sebagai contoh pembukaan gerai baru tentu perlu sentralisasi PPN fund untuk mempermudah perhitungan PPN yang dipungut.

3. Incidental atau saat terjadi transaksi khusus pada waktu tertentu misalnya saja ketika pengambilalihan usaha maupun ketika perusahaan IPO tentu perlakukan pajaknya juga berbeda.

Contoh Penerapan Manajemen Pajak

Suatu perusahaan condong melakukan penjualan ekspor ketimbang dalam negeri. Bahan baku untuk memproduksi produk menggunakan bahan baku dari luar negeri. Setiap pembelian bahan baku tersebut tentu dikenakan tarif PPN 10 %. Sementara penjualan ekspor memiliki tarif PPN 0%. Hal ini nantinya berimbas pada PPN masukan lebih besar ketimbang PPN keluaran.

Penerapan manajemen pajak dalam kasus diatas bisa dengan mengelola faktur pajak masukan, voucher pembayaran hingga bank account. Tindakan ini untuk mengelola restitusi pajak yang berjalan. Selain itu pencatatan akuntansi dan rekonsiliasi bank harus tertata dengan baik dan sesuai.

Restitusi nyatanya bisa berdampak denda jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu gunakan Harmony Accounting Software. Kelebihan dari software ini adalah rekonsiliasi bank bisa dilakukan secara otomatis. Mampu menggunakan mata uang ganda sehingga pencatatan transaksi dengan mata uang asing lebih mudah dan cepat.

Belum lagi ditambah fitur pembuatan invoice dan laporan akuntansi lainnya. Anda bisa gunakan Software Harmony GRATIS 30 Hari dengan mendaftarkan akun disini. Harmony juga menyediakan jasa akuntansi jika Anda tidak mau repot dalam mengelola pembukuannya dan ingin terima beres, Anda dapat menggunakan Harmony Accounting Service.

Untuk Anda yang ingin mendapatkan tips dan berita terbaru seputar keuangan, bisnis, pajak dan lainnya? Kunjungi dan ikuti updatenya melalui Facebook, Instagram, dan LinkedIn Harmony.

Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Subscribe Harmony Blog
Dapatkan laporan penuh ini dengan mencantumkan nama.
Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Apa tanggapan Anda mengenai artikel ini?
Email Anda tidak akan terpublikasikan
Terima kasih telah berlangganan.
Anda akan menerima informasi terbaru dan artikel menarik di email Anda.
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-up.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-down.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/main-features/