5 Perbedaan Faktur Pajak Sederhana dengan Faktur Pajak Standar
Harmony Blog
Tax
5 Perbedaan Faktur Pajak Sederhana dengan Faktur Pajak Standar
October 8, 2020
Berlangganan newsletter kami
Dapatkan Tips Seputar Pajak Dengan Berlangganan Newsletter Harmony, isi data berikut ini :

Bagi pengusaha kena pajak pasti akrab dengan istilah faktur pajak. Menurut peraturan pajak, faktur pajak sederhana dibuat saat penerimaan pembayaran jasa maupun barang kena pajak baik secara tunai maupun kredit. Peraturan pajak menetapkan faktur pajak paling tidak memiliki informasi NPWP, jenis barang kena pajak, PPN, PPnBM hingga kode pajak.

Faktur pajak sederhana merupakan bukti taat hukum yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya untuk pemungutan dan penyetoran pajak.

Fungsi Faktur Pajak

Untuk dapat menggunakan faktur pajak sederhana maka pengusaha harus dikukuhkan dahulu sebagai pengusaha kena pajak atau sering dikenal dengan PKP. Berdasarkan peraturan pajak fungsi dari faktur pajak itu sendiri diantaranya adalah sebagai berikut :

• Merupakan bukti taat hukum dalam melakukan pemungutan pajak, penyetoran hingga pelaporan SPT maupun PPN sesuai dengan UU PPN yang berlaku

• Memudahkan pengusaha pajak dalam memenuhi kewajiban pajak atas usaha yang sedang dilakukannya

Faktur pajak ini terbagi atas 6 jenis yakni faktur pajak gabungan, sederhana, standar, faktur pajak pengganti dan cacat atau pembatalan. Dari semua jenis faktur pajak tersebut paling banyak digunakan adalah faktur pajak standar dan sederhana.

Perbedaan Faktur Pajak Sederhana dengan Faktur Pajak Standar

Berdasarkan peraturan pajak ada lima perbedaan utama yang bisa membedakan faktur pajak standar dan sederhana. Berikut perbedaan mendasar dari keduanya yang bisa Anda simak dibawah ini :

1. Dilihat Dari Pengkreditan Pajaknya

Kelebihan dari faktur standar ialah pajak masukannya bisa dikreditkan. Hal ini berimbas pada pajak terutang yang harus dibayar pada akhir periode SPT tahunan tidak terlalu besar. Sayangnya pada faktur sederhana pajak masukannya tidak dapat dikreditkan.

2. Identitas Pemotong dan Pembuat Faktur

Berdasarkan peraturan pajak identitas pemotong dan pembuat faktur standar dicantumkan secara lengkap. Terdapat nama, alamat NPWP yang melakukan penyerahan barang atau jasa kena pajak terpampang jelas. Berbeda dengan faktur pajak sederhana yang tidak diketahui identitas lengkapnya. Pembuat faktur sederhana biasanya pengusaha kena pajak eceran.

custom-form-newsletter

3. Perbedaan Isi Faktur

Isi faktur standar menurut peraturan pajak harus dilengkapi identitas pembeli dan penjual beserta NPWP, jenis barang atau jasa yang diperjualbelikan. PPN atau PPnBM yang dipungut, kode nomor seri dan tanggal faktur pajak. Faktur pajak standar juga memerlukan tanda tangan yang berhak menandatangani faktur pajak misalnya saja direktur.

Sementara faktur pajak sederhana tidak perlu mendapatkan izin dari siapapun. Isi dari fakturnya sendiri minimal ada identitas dari pembuat faktur pajak ini. Faktur pajak sederhana menurut peraturan pajak umumnya dibuat rangkap dua. Untuk faktur aslinya diberikan ke pembeli dan yang faktur copy disimpan oleh penjual.

4. Bentuk Faktur

Bentuk faktur standar kini berbentuk kuarto digital dengan penggunaan barcode. Sementara faktur sederhana tidak digital. Contoh faktur pajak  sederhana diantaranya adalah bon kontan, karcis, kwitansi hingga segi kas register. Bentuk faktur pajak ini juga bisa berupa sobekan layaknya karcis.

Bila faktur standar memerlukan kode dan nomor seri pajak yang diminta melalui E-nofa. Menurut peraturan pajak kode dan nomor seri faktur sederhana bisa dibuat sendiri oleh PKP.

5. Tujuan Penggunaan Faktur

Tujuan penggunaan faktur sederhana berdasarkan peraturan pajak seperti yang ditetapkan pada PER-58/PJ/2010 merupakan faktur untuk pedagang eceran. Sementara faktur standar untuk penyerahan barang dan jasa kena pajak yang memenuhi syarat material.

Syarat material ini adalah penyerahan barang maupun jasa diserahkan secara benar baik dilihat dari jumlah hingga nilainya. Fakturnya juga memenuhi syarat formal yang dimaksud pada isi faktur pajak standar.

Untuk membantu perhitungan pajak agar sesuai dengan peraturan pajak dan kebijakan fiskal maka gunakan Harmony Accounting Software.  Software ini bisa membantu perhitungan pajak dan akuntansi. Kelebihan dari Harmony Accounting Software adalah dapat membuat berbagai jenis laporan keuangan dan invoice. Dapat pula menggunakan mata uang ganda serta bisa dipakai untuk pembukuan UMKM.

Sistem rekonsiliasi bank yang menggunakan fitur automatch. Transaksi bank bisa menyesuaikan secara otomatis dengan pencatatan kas Anda. Selain itu software ini bisa Anda akses kapan saja dan dimana saja. Anda juga bisa menggunakannya secara gratis selama 30 hari penuh dengan mendaftar akun disini.

Masih bingung dengan penggunaan software akuntansi online untuk bisnis Anda? Mari konsultasikan kebutuhan Anda dengan kami. Konsultasi bisa dilakukan melalui live chat Harmony lho. Mudah dan simpel bukan? Jangan sampai kelewatan, segera daftarkan akun Anda dan Dapatkan Software Harmony GRATIS 30 Hari disini.

Tidak ingin repot dalam mengelola pembukuan dan ingin terima beres saja? Harmony juga memiliki layanan jasa akuntansi, Anda dapat menggunakan Harmony Accounting Service. Untuk mengikuti update Harmony lebih lanjut, silahkan kunjungi sosial media kami seperti FacebookInstagram, dan LinkedIn Harmony.

Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Subscribe Harmony Blog
Dapatkan laporan penuh ini dengan mencantumkan nama.
Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Apa tanggapan Anda mengenai artikel ini?
Email Anda tidak akan terpublikasikan
Terima kasih telah berlangganan.
Anda akan menerima informasi terbaru dan artikel menarik di email Anda.
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-up.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-down.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/main-features/