Penjelasan Lengkap Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM)
Harmony Blog
Tax
Penjelasan Lengkap Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM)
November 14, 2020
Berlangganan newsletter kami
Dapatkan Tips Seputar Pajak Dengan Berlangganan Newsletter Harmony, isi data berikut ini :

Mungkin Anda masih bingung, mengapa perlu membayar cukup tinggi pajak atas pembelian barang mewah Anda, seperti PPnBM mobil, PPnBM rumah, atau barang kena pajak mewah lainnya. Hal ini dikarenakan agar terciptanya keseimbangan pembayaran pajak antar masyarakat.

Pengenaan PPnBM ini sangat berpengaruh pada perekonomian Indonesia, guna menciptakan asas keadilan, mengatur pola konsumsi dan pendapatan masyarakat luas.

Berdasarkan undang-undang PPnBM atau pajak penjualan atas barang mewah merupakan pajak yang dikenakan pada barang yang tergolong mewah yang dilakukan oleh produsen (pengusaha) untuk menghasilkan atau mengimpor barang tersebut dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya.

Sesuai dengan nama pajak ini, objek PPnBM merupakan Barang Kena Pajak (BKP) yang termasuk dalam kategori barang mewah. Jika Anda membeli sebuah barang mewah maka Anda diwajibkan membayar PPnBM.

PPnBM ini merupakan pajak yang dikenakan oleh Pemerintah untuk menjalankan fungsi keseimbangan pembebanan pajak antara konsumen yang berpenghasilan rendah dan konsumen berpenghasilan tinggi, serta pengendalian pola konsumsi atas barang kena pajak yang tergolong mewah.

Kebijakan fiskal menjadi gambaran atas tindakan yang diambil pemerintah untuk mempengaruhi ekonomi negara dan sebagai bentuk pendapatan negara yang dikumpulkan dari masyarakat dan oleh pemerintahan dianggap sebagai pendapatan yang dapat digunakan sebagai kebutuhan Negara.

Di dalam pengenalan pajak penjualan atas barang mewah ini memiliki karakteristik yang sama dengan pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yaitu pajak yang dikenakan atas konsumsi barang atau jasa di dalam daerah pabean.

Karakteristik Pajak Penghasilan Barang Mewah

Berikut ini terdapat beberapa karakteristik pajak penjualan barang mewah, yaitu antara lain:

1. PPnBM salah satu pungutan tambahan yang dikenakan pada barang mewah disamping PPN. Maksud dari PPnBM ini agar setiap konsumen yang membeli barang mewah dan yang memiliki daya beli yang sangat tinggi, maka mereka juga harus memiliki beban tambahan pajak dibandingkan dengan konsumen yang berdaya beli rendah.

2. Pajak penjualan barang mewah hanya dipungut sekali saja, yakni pada saat impor BKP yang termasuk mewah atau saat penyerahan BKP mewah yang dilakukan oleh PKP pabrikan.

3. PPnBM tidak dapat dilakukan pengkreditannya dengan PPN. Namun demikian, apabila eksportir mengekspor BKP yang tergolong mewah, maka PPnBM yang telah dibayar pada saat perolehan dapat diizinkan.

4. Dalam penyerahan BKP yang tergolong mewah tidak memerhatikan apakah suatu bagian dari BKP tersebut telah dikenakan atau tidak dikenakan PPnBM pada transaksi sebelumnya.

Objek PPnBM

Menurut UU Nomor 8 Tahun 1984 yang sekarang sudah mengalami perubahan dalam UU Nomor 42 Tahun 2009 tentang perubahan ketiga pajak pertambahan nilai barang dan jasa dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), adapun terdapat beberapa objek PPnBM adalah sebagai berikut:

• PPnBM bukan merupakan barang kebutuhan pokok.

• Objek PPnBM hanya dikonsumsi demi status atau untuk menunjukkan status sosialnya.

• PPnBM hanya dikonsumsi oleh orang-orang atau masyarakat tertentu.

• Objek PPnBM umumnya hanya dikonsumsi oleh orang-orang yang memiliki penghasilan tinggi.

Berdasarkan apa yang sudah disampaikan di atas, maka kita dapat melihat dari contoh PPnBM mobil dan motor yang tergolong mewah, orang yang memiliki barang tersebut akan membayar pajak penjualan barang mewah yang mungkin jumlah nya tidaklah sedikit.

Baca Juga : Pengertian dan Jenis Status Kewajiban Perpajakan

Inilah Ketentuan Pada Tarif PPnBM

Ketentuan tarif PPnBM dari Pasal 8 Undang-Undang No. 42 Tahun 2009, yaitu sebagai berikut:

a. Tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah ditetapkan paling rendah 10% (sepuluh persen) dan paling tinggi 200% (dua ratus persen).

b. Ekspor Barang Kena Pajak yang tergolong mewah dikenai pajak dengan tarif 0% (nol persen).

c. Ketentuan mengenai kelompok Barang Kena Pajak yang tergolong mewah yang dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah dengan tarif sebagaimana dimaksud diatur dengan Peraturan Pemerintah.

d. Ketentuan mengenai jenis Barang yang dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah sebagaimana yang diatur berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan.

custom-form-newsletter

PPnBM yang Sesuai Prinsip Serta Pertimbangannya

Berikut beberapa prinsip serta pertimbangan yang terdapat dalam pajak penjualan barang mewah, yaitu:

1. Prinsip Atas Ketentuan PPnBM

Sebagai pajak penjualan atas barang mewah yang telah dibayar, tidak dapat dikreditkan sebagai pajak penjualan atas barang mewah yang terutang. Sehingga atas prinsip pemungutannya untuk 1 kali saja, yaitu pada saat:

a. Melakukan penyerahan dari pabrikan atau produsen barang kena pajak yang tergolong mewah.

b. Adanya impor barang kena pajak yang tergolong mewah.

Di dalam pemungutan pajak barang mewah ini (PPnBM) sama sekali tidak memperhatikan siapa yang mengimpor maupun seberapa sering produsen atau pengusaha melakukan impor tersebut (lebih dari sekali atau hanya sekali saja).

2. Pertimbangan Atas Ketentuan PPnBM

Menurut penjelasan pasal 5 ayat (1) UU PPN No. 41 Tahun 2009, terdapat beberapa pertimbangan atas pernyataan pemerintah Indonesia yang menganggap bahwa PPnBm sangatlah penting untuk diterapkan:

a. Pentingnya keseimbangan pembebanan pajak yaitu antara konsumen yang berpenghasilan rendah, dan konsumen yang berpenghasilan tinggi.

b. Pentingnya pengendalian pola konsumsi mengenai barang kena pajak yang tergolong mewah.

c. Perlindungan terhadap produsen kecil atau tradisional.

d. Mengamankan penerimaan negara.

Sudah dijelaskan dengan lengkap mengenai pajak PPnBM atau pajak penjualan atas barang mewah. Jika Anda adalah seorang pelaku usaha, menghitung dan melaporkan pajak penjualan adalah salah satu kewajiban yang harus Anda lakukan setiap bulannya

Selain membuat kemajuan dalam perekonomian Indonesia, Anda sebagai pelaku wajib pajak juga harus melakukan penghitungan dan melaporkan pajak setiap bulannya. Hal ini juga sangat penting bagi setiap pebisnis.

Namun masalah yang sering terjadi adalah, dibutuhkan waktu yang lama untuk mengelola dan melaporkan pajak penjualan secara manual.

Jika Anda seorang pebisnis yang sedang mencari solusi untuk kemudahan pembukuan usaha. Anda bisa mencoba menggunakan software akuntansi online untuk solusi kemudahan bisnis secara menyeluruh.

Sebab pembukuan yang lengkap dan tertata akan menghasilkan analisis yang tepat sehingga akan berpengaruh pada keputusan yang akan diambil. Keputusan yang baik harus berdasarkan informasi keuangan secara lengkap, sehingga Anda membutuhkan proses pembukuan yang akan menyediakannya dan memberikan gambaran secara jelas.

Perusahaan juga bisa memanfaatkan software ini untuk mengelola keuangan dan kinerja karyawan dengan lebih efisien. Kabar baiknya, software akuntansi dari Harmony ini menggunakan sistem cloud yang terintegrasi sehingga lebih efektif.

Daftarkan akun Anda sekarang juga dan dapatkan software Harmony GRATIS 30 hari. Untuk mendapatkan langkah pertama dengan cara mengkonsultasikan kebutuhan software akuntansi melalui live chat Harmony.

Harmony juga memiliki layanan jasa akuntansi untuk Anda yang tidak mau repot dalam mengelola pembukuannya dan ingin terima beres, Anda dapat menggunakan Harmony Accounting Service.

Untuk Anda yang ingin mendapatkan tips dan berita terbaru seputar keuangan, bisnis, pajak dan lainnya? Kunjungi dan ikuti updatenya melalui Facebook, Instagram, dan LinkedIn Harmony.

Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Subscribe Harmony Blog
Dapatkan laporan penuh ini dengan mencantumkan nama.
Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Apa tanggapan Anda mengenai artikel ini?
Email Anda tidak akan terpublikasikan
Terima kasih telah berlangganan.
Anda akan menerima informasi terbaru dan artikel menarik di email Anda.
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-up.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-down.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/main-features/