Harmony Blog

Simak Cara Sukses Berternak Lele Menggunakan Teknologi

Diupdate Feb 24th, 2021
0

SHARES

PEMBACA

Pin

Pada saat ini pebisnis mencari cara mengatasi masa kesulitan keuangan untuk mengembangkan bisnisnya, apalagi saat terjadinya pandemi sudah mengubah sistem kerja bahkan pendapatan juga berkurang. Solusi bagi pebisnis dimasa kini yaitu dengan berbisnis dengan cara berternak lele menggunakan teknologi.

Melalui cara berternak lele menggunakan teknologi, akan memudahkan pebisnis dalam melakukan budidaya lele dan memantau keuangan yang sudah dikeluarkan. Disamping itu, cara berternak lele menggunakan teknologi bagi para pebisnis juga dapat digunakan sebagai usaha sampingan walaupun Anda bekerja dikantor.

Berternak lele menggunakan teknologi dapat dibagi menjadi dua tipe yaitu pertama pemeliharaan budidaya lele saja dan kedua membesarkan budidaya lele untuk siap dikonsumsi.

Tentu bagi Anda yang ingin memiliki sebuah bisnis budidaya lele sebagai usaha sampingan, artikel ini akan menjelaskan bagaimana cara menggunakan 2 tahap budidaya ikan lele.

Jika Anda ingin memiliki budidaya lele yang menguntungkan, mari kita simak video dibawah ini yang merupakan pengusaha terkenal budidaya ikan lele dicirebon. Pak Suganda adalah pemilik budidaya lele yang memiliki luas lahan 45 Hektar dengan total kolam ikan sekitar 390 yang menggunakan teknologi pakan ikan efishery.

Cara Budidaya Ikan Lele Secara Tradisional Di Ember

Sebelum membahas bagaimana cara sukses berternak lele menggunakan teknologi, kali ini ada pembahasan yang sedang viral yaitu melalui cara budidaya ikan lele di ember. Akan tetapi, solusinya untuk Anda yang baru merintis budidaya lele yaitu dengan cara budidaya ikan lele di ember. Untuk melakukan budidaya lele khusus pembibitan ada beberapa cara yang perlu Anda lakukan seperti dibawah ini :

1. Pilihlah Indukan Lele

Dengan memilih indukan dan pembenihan lele seharusnya dimulai sejak calon induk berukuran 5 -10 cm. Usahakan dalam memilih ikan lele yang mempunyai keunggulan dan tidak cacat. Selanjutnya pilihlah ikan lele bentuk tubuh yang baik, serta gerakannya yang lincah. Kemudian pertumbuhannya paling cepat.

Indukan pada lele jantan baru bisa jika sudah berumur 8 bulan. Indukan pada lele betina minimal sudah berumur 1 tahun. Setelah induk lele di pilih, selanjutnya  pisahkan antara jantan dan betina. Untuk mempercepat pertumbuhan dari ikan lele berilah pakan ikan lele biasanya.

2. Cara Pemindahan Ikan Lele

Selanjutnya sesudah pemilihan bibit baik jantan maupun betina dan bibit ikan pun sudah berumur yang cukup. Langkah selanjutnya yaitu pemindahan atau mengawinkan ikan lele dilakukan dengan cara alami atau intensif. Ikan lele yang memerlukan campur tangan manusia memerlukan campur tangan manusia dalam  proses pembuahannya, dengan cara pemindahan lele secara intensif yaitu dengan penyuntikan hipofisa dan hormon serta pembuahan in vitro pada lele.

3. Cara Pemeliharaan Bibit Lele

Pada proses pekawinan dan pembuahan pada bibit lele, yang akan dilakukan selanjutnya yaitu pemisahaan dari bibit lele dengan induknya. Supaya pemindahan tersebut dengan baik air kolam bibit lele harus terjaga kualitasnya supaya lele tersebut dapat tumbuh dengan baik pada suhu berkisar 28-29o  C.

Makanan bibit lele pun berupa kuning telur yang sudah direbus, setelah itu haluskan kuning telur kemudian campurkan dengan 1 liter air. Bagi satu liter air cukup menampun 100.000 bibit lele. Jika bibit lele sudah berumur 1 minggu, maka berikan makanan berupa cacing sutra. Batas makanan cacing sutra pada bibi lele diberikan hingga berumur 3 minggu, setelah itu berikan makanan pakan lele.

4. Tahap Melepaskan Benih Ke Kolam Besar

Dengan melepas benih ikan lele ke tempat pembesaran lele sementara, merupakan tempat pemantauan yang dilakukan di kolam kecil dengan peraturan pertumbuhan ikan lele. Namun, pemantauan ikan lele perlu dilakukan karena ikan masih rentan terhadap hama dan perubahan cuaca lingkungan.

5. Hasil Panen Budidaya Lele

Tanpa melalui cara berternak lele menggunakan teknologi, pengusaha dapat menghasilkan benih ikan lele dalam waktu yang cukup lama sampai 8-9 minggu sejak benih menetas. Namun, kekurangannya ukuran benih lele siap panen berkisar 5-7 cm. Setelah menetapkan biaya produksi pada bibit lele. Kegiatan selanjutnya hasil panen budidaya lele siap dijual, dengan cara mengeringkan air kolam terlebih dahulu secara pelan sampai ikan berkumpul pada titik yang dalam, setelah itu ambil ikan lele dengan jaring yang halus.

Mungkin Anda juga tertarik untuk mempelajari strategi pemasaran, berikut artikel yang dapat membantu Anda yaitu Positioning Dalam Bisnis : Pengertian, Tujuan, dan Manfaatnya

Sebagai cara sukses berternak lele dimasa kini yang sudah maju, tentu penting untuk memiliki pembukuan yang rapih dan akurat dengan prinsip standar akuntansi di Indonesia. Manfaatkan layanan profesional untuk menyewa jasa pembukuan Anda walaupun tidak memiliki akuntan sekalipun. Dengan menggunakan jasa pembukuan, juga dapat membantu perhitungan dan pelaporan pajak untuk membantu para pengusaha yang sibuk setiap harinya.

Cara Berternak Lele Menggunakan Teknologi

Adanya karakter seorang pemimpin dalam sebuah bisnis merupakan faktor penting untuk mencapai keberhasilan sebuah perusahaan. Telah terbukti Pak Suganda berhasil selama 15 tahun memiliki bisnis yang terus berkembang dan didukung oleh sumber daya yang ada.

Salah satu peluang bisnis yang menguntungkan yaitu dengan cara berbisnis budidaya lele. Namun, bagaimana langkah bagi peternak lele pemula yang ingin mengetahui cara berternak lele menggunakan teknologi? Simak langkah-langkahnya berikut ini :

1. Buatlah Lahan Kolam

Dalam membuat lahan kolam budidaya lele dapat terbuat dari tanah, terpal, maupun semen dengan ukuran yang sangat besar. Untuk menebar bibitnya, sebelumnya Anda harus menunggu beberapa hari supaya lumut dan fitoplankton terbentuk sehingga air kolam tidak mudah keruh.

Jika sudah beberapa hari berikan jarak dari permukaan agar ikan lele tidak kepanasan dan mati. Dengan menggunakan teknologi cobalah alat cek suhu air kolam ikan lele yang disarankan dimulai dari 20 hingga 28 derajat celcius. Pada penambahan kolam ikan dapat berupa eceng gondok atau daun talas agar dapat menyerap racun air kolam dan memberi keteduhan bagi ikan.

2. Memisahkan Bibit Ikan Lele & Siapkan Proses Kawin

Pada benih ikan lele yang berkualitas akan memiliki beberapa ciri seperti :

• Ikan lele jantan memiliki ciri perut ramping, tulang kepala pipih, warna lebih gelap, lincah, agresif dan kelamin berbentuk runcing.

• Ikan lele betina memiliki ciri perut lebih besar daripada punggungnya, kepala cembung, gerakan lamban, agresif dan kelamin berbentuk bulat.

• Pada proses kawin pada ikan cobalah lihat ciri ikan lele yang siap kawin dari warna kelaminnya. Cara supaya dapat melihat alat kelamin jantan akan berwarna merah dan betina berwarna kuning.

• Selanjutnya, sel telur yang menempel pada sarang dengan jangka waktu 24 jam, akan dibuahi oleh ikan lele. Kemudian pembuahan telur akan menetas dan menjadi anakan ikan lele yang siap dipisahkan.

Berlangganan newsletter kami
Dapatkan Berbagai Tips & Update Artikel Menarik Lainnya dari Harmony, langsung di email Anda!

3. Pisahkan Bibit Lele Untuk Pengembangbiakan

Dalam pengembangbiakan ikan lele, cobalah siapkan terlebih dahulu ember yang diisi air kolam untuk menampung bibit lele. Cara seperti ini supaya lele tidak mengalami stres yang bisa menyebabkan kematian, ketika sudah menyiapkan kebutuhan bibit lele. Pindahkan bibit lele dari ember ke dalam kolam pada malam atau pagi hari setelah air kolam dikurangi menggunakan teknologi penyerapan air yaitu sekitar 10 hingga 20 cm, dan biarlah bibit lele tersebut dapat beradaptasi.

4. Memberikan Pakan Ikan Lele

Pakan ikan lele berupa pellet, keong mas, plankton, cacing, atau sentrat 781-1, kandungannya sangat dibutuhkan perkembangan ikan lele. Cobalah untuk memberikan makan 3 kali sehari sekitar pukul 7 pagi, 5 sore, dan 10 malam. Hingga saat ini ada cara mudah memberikan makan ikan lele dengan teknologi seperti alat canggih pemberian makan ikan lele yang pemberian makannya dapat teratur dan ikan dapat berkembang. Misalnya seperti video diatas oleh bapak suganda yang memberikan makan ikan lelenya dengan alat canggih otomatis yang menghasilkan keuntungan dan efesiensi waktu.

5. Berikan Pemisahan Ikan Lele & Promosikan Bisnis

Biasanya budidaya ikan lele siap dipanen setelah 3 bulan, bahkan warna air kolam juga akan berubah menjadi merah saat lele siap panen. Selanjutnya ikan lele yang siap panen memiliki ukurannya sekitar 5-7 cm atau 9-12cm.

Sebelum membersihkan kembali kolam dengan menggunakan teknologi penyerapan air, setelah sudah diserap siapkan air baru bibit ikan untuk dihuni benih-benih lele yang baru, lakukan terlebih dahulu penyortiran ikan dengan hati-hati.

Dimasa teknologi sekarang Anda dapat mempromosikan bisnis ikan lele yang sangat bervariasi melalui media sosial seperti Whatsapp, Facebook, Twitter, Instagram, E-mail dan LinkedIn.

8. Menggunakan Pengelolaan Keuangan

Sebelum Anda menjual kepada pembeli, pastikanlah Anda telah menentukan harga jual yang cocok dengan pasar Anda. Sehingga Anda akan menerima keuntungan sesuai prediksi.

Dalam video inspirasi diatas, Pak Suganda berkolaborasi dengan anaknya yaitu Fatima. Belajar dari Bu Fatima, beliau memahami betul bahwa pengelolaan keuangan yang baik akan menghasilkan kesuksesan dalam bisnis. Dengan begitu beliau mempercayakan Harmony untuk membantu bisnisnya dalam membereskan keuangan selama ini.

Menurut Bu Fatima, jarak dari Cirebon ke Jakarta tidak menjadi masalah karena Harmony dapat di akses dimana saja dan jika ada kendala bisa langsung melihat video tutorial atau tanya di live chat.

Lalu, kapan Anda akan memulai untuk membereskan keuangan? Harmony telah membantu banyak pebisnis seperti Ibu Fatima dan Pak Suganda untuk memiliki laporan keuangan yang jelas dan mudah dipahami setiap bulannya. Teknologi akan membantu Anda untuk mencapai sebuah kesuksesan. Untuk itu, mulailah membereskan keuangan bisnis bersama Harmony dan dapatkan Gratis 30 Hari untuk bisnis Anda.

Pembukuan Lebih Mudah!
Coba Gratis 30 Hari dan Rasakan Perbedaannya!
Anda juga mungkin suka:
Harmony
Harmony
Harmony menyajikan artikel seputar bisnis, keuangan, perpajakan dan finansial untuk membantu para pemilik usaha kecil. Dapatkan cara mudah membereskan keuangan usaha Anda menggunakan Harmony dan coba gratis 30 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Follow Social Media Kami
Dapatkan konten terbaru dari Harmony
Gratis Tips & Trik Terbaru Harmony di Email Anda.
No spam, hanya Info terbaik kami kirimkan dan Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.
Artikel Popular Lainnya
Pembukuan Lebih Mudah!
Coba Gratis 30 Hari dan Rasakan Perbedaannya!
Daftar Isi
    Add a header to begin generating the table of contents
    Daftar Isi
      Add a header to begin generating the table of contents
      Daftar Isi
        Add a header to begin generating the table of contents
        Dapatkan Berbagai Tips & Update Artikel Menarik Lainnya dari Harmony, langsung di email Anda!

        Pembukuan Lebih Mudah

        Coba Gratis 30 Hari dan
        Rasakan Perbedaannya!

        Kontak Harmony