Seperti Apa Implementasi Sistem Ekonomi Pancasila Dalam Bisnis?
Harmony Blog
Finance
Seperti Apa Implementasi Sistem Ekonomi Pancasila Dalam Bisnis?
September 26, 2020
Berlangganan newsletter kami
Dapatkan Tips Seputar Pajak Dengan Berlangganan Newsletter Harmony, isi data berikut ini :

Mungkin kata ekonomi pancasila masih terdengar baru bagi Anda. Sistem ekonomi sendiri merupakan suatu sistem keseluruhan dari lembaga ekonomi yang dilaksanakan atau dipergunakan oleh suatu negara atau bangsa untuk mencapai cita-cita yang telah ditetapkan. Lalu apa itu ekonomi pancasila? Ini merupakan suatu konsep sistem ekonomi yang berasal dari keadilan sosial.

Dalam sebuah sistem ini memberikan kebebasan kepada setiap warga negara untuk berusaha atau membangun usaha perekonomian dengan batasan dan syarat-syarat tertentu.

Ekonomi pancasila adalah sebuah sistem perekonomian yang didasarkan pada lima sila dalam pancasila.

Ekonomi pancasila bercirikan keselarasan dan lebih mengutamakan masyarakat dan bukan kemakmuran perorangan. Maka bagaimana cara implementasi sistem ekonomi pancasila agar bisnis tidak hanya menguntungkan secara pribadi, namun juga berkontribusi pada masyarakat? Berikut perhatikan penjelasan dibawah ini :

Apa sih Sistem Ekonomi Pancasila?

 Di dalam setiap sistem ekonomi yang ditetapkan di berbagai negara memang sesuai dan berkaitan dengan filosofi suatu hidup negara tersebut, begitu pula dengan Indonesia.

Pengertian sistem ekonomi pancasila adalah suatu sistem ekonomi yang berlandaskan ideologi pancasila yang mengandung unsur kekeluargaan dan gotong-royong.

Di dalam sebuah sistem ekonomi pancasila ini memberikan kebebasan kepada seluruh warga negara untuk berusaha atau membangun aha perekonomian namun dengan batasan dan syarat-syarat yang  telah ditentukan. Hasil produksi masyarakat kebanyakan adalah usaha swasta yang berkaitan dengan perusahaan negara lain yang meliputi bidang pertambangan, transportasi, pertanian, perbankan, dan lain-lain.

Namun adapun terdapat sistem perekonomian Indonesia berdasarkan pada hasil amandemen UUD 1945 pasal 33 ayat 1, 2, 3, dan 4 yang berbunyi:

Ayat 1 : Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.

Ayat 2 : Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.

Ayat 3 : Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Ayat 4 : Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan, kemajuan, dan kesatuan ekonomi nasional.

Baca Juga : Instrumen Kebijakan Moneter : Penjelasan Lengkap dan Contohnya

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Pancasila

Dalam secara konsep sistem ekonomi pancasila ini mengutamakan unsur kolektivitas serta juga kekeluargaan dalam menjalankan perekonomian. Namun, tentu saja terdapat kelebihan serta kekurangan tersendiri yang terdapat di dalam sistem ekonomi ini.

Kelebihan Sistem Ekonomi Pancasila

• Bebas dalam mengembangkan potensi inisiatif dan kreasi setiap warga negara dengan sepenuhnya selama tidak merugikan kepentingan umum.

• Dapat memilih pekerjaan yang sesuai dengan keinginan warga negara.

• Hak milik perorangan diakui dan digunakan dengan tidak bertentangan dengan hajat masyarakat

• Bentuk perekonomian dibuat sebagai upaya bersama terhadap asas kekeluargaan

Kekurangan Sistem Ekonomi Pancasila

• Dapat mengurangi daya kreasi dan inovasi masyarakat karena negara mendominasi perekonomian.

• Perekonomian ini cenderung berjalan kurang efisien disebabkan sistem ekonomi ini mengutamakan proses demokrasi yang membutuhkan waktu.

• Terjadinya pengambilan keputusan ekonomi yang lambat dikarenakan harus menyesuaikan dengan kepentingan bersama.

Baca Juga : Apa itu Pendapatan Nasional? Berikut Penjelasan dan Manfaatnya

custom-form-newsletter

Inilah 5 Implementasi Sistem Ekonomi Pancasila Terhadap Bisnis Anda

Dalam dunia bisnis, implementasi dari sebuah sistem ekonomi pancasila sangatlah luas dan beragam.

Penerapan Untuk Sila Ke-1

Seperti yang telah diketahui sila pertama yaitu nilai ketuhanan. Nilai agama dan etika punya peranan penting dalam menjalankan sistem perekonomian. Dimana ketika melakukan sebuah pengelolaan sistem keuangan yang baik dan benar akan menghindarkan adanya kemungkinan permasalahan ekonomi baik itu kerugian dan potensi terjadinya penyalahgunaan keuangan perusahaan yang bertentangan dengan nilai agama atau ketuhanan yang maha esa.

Penerapan Untuk Sila Ke-2

Unsur sila kedua dalam pancasila adalah nilai kemanusiaan, dimana dalam sistem ekonomi ini mengutamakan prinsip humanis dan tidak eksploitatif.

Dengan memberikan jumlah gaji dan fasilitas karyawan yang sesuai dengan tingkat kinerja, tanggung jawab dan risiko yang diberikan pada perusahaan merupakan arti nilai kemanusiaan yang adil dan beradab.

Penerapan Untuk Sila Ke-3

Sila ketiga ini memiliki nilai persatuan yakni segala kegiatan ekonomi mengutamakan asa kekeluargaan demi menjaga persatuan.

Dalam menghasilkan produk usaha terbaik, maka itu tidak bertentangan dengan nilai dan norma masyarakat serta bermanfaat bagi seluruh rakyat Indonesia. Oleh karena itu dengan adanya produk yang baik dan bermanfaat bagi banyak orang maka kita bisa berharap bahwa produk itu bisa digunakan dan tidak menimbulkan masalah dalam pemanfaatannya.

Penerapan Untuk Sila Ke-4

Wujud penerapan dalam sila keempat ini adalah nilai musyawarah atau demokrasi sehingga sistem ekonomi yang dijalankan berdasarkan nilai-nilai demokrasi.

Dengan adanya kebersamaan dan musyawarah dalam perusahaan digunakan untuk memutuskan segala masalah menyangkut usaha yang mengutamakan adanya permusyawaratan.

Penerapan Untuk Sila Ke-5

Sila terakhir yaitu sila kelima menjelaskan bahwa nilai ke adilan yaitu pengelolaan dan penggunaan semua sumber daya ekonomi bertujuan untuk kemakmuran semua warga negara.

Adanya proses distribusi yang baik dan produk yang bisa dimanfaatkan banyak pihak, sehingga timbul pemerataan pemasaran terhadap produk hasil usaha adalah implementasi dari sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Contoh Penerapan Ekonomi Pancasila

Seperti yang Anda ketahui, pancasila ini merupakan ideologi negara Indonesia. Maka sistem ekonomi demokrasi ini hanya terdapat di Indonesia. Berikut terdapat beberapa contoh dari penerapan ekonomi Pancasila di Indonesia diantaranya ialah sebagai berikut:

Koperasi

Dengan adanya sebuah organisasi dari  koperasi merupakan salah satu wujud penerapan ekonomi pancasila yang dilihat dari institusinya. Organiasi koperasi merupakan usaha kolektif yang berdasarkan kekeluargaan.  Dalam pengelolaan dan distribusi kekayaannya dikuasai oleh para anggota sehingga kesenjangan ekonomi antar individu bisa diminimalisir. Koperasi merupakan lembaga keuangan simpan pinjam yang membantu para anggotanya untuk mendapatkan sejumlah uang, maupun pinjaman modal.

BUMN

Dengan adanya BUMN atau badan usaha milik negara menunjukkan eksistensi peran negara dalam mengelola perekonomian di berbagai bidang. Dalam sebagian BUMN merupakan hasil dari nasionalisasi perusahaan Belanda setelah proklamasi. Namun apabila BUMN mengalami privatisasi, maka bisa dilihat sebagai indikasi berkurangnya peran negara dalam pengelolaan perekonomian negara.

Serikat Buruh

Di dalam serikat buruh ini adalah sebuah bentuk gerakan kolektif kelas pekerja. Namun dari keberadaan serikat buruh ini memiliki tujuan untuk mengantisipasi atau juga meminimalisir terjadinya eksploitasi sumber daya manusia.

Diharapkan dengan adanya sistem ekonomi pancasila menjadi salah satu pondasi yang kuat bagi para pebisnis millennial di Indonesia. Sistem ekonomi pancasila dapat dijalankan apabila kondisi perekonomian dan keuangan dalam bisnis tersebut menjadi baik, bahkan tidak sedikit para pelaku bisnis mengindahkan hal tersebut.

Untuk menjalankan roda keuangan dan pembukuan keuangan sebuah bisnis tersebut diharapkan dapat menggunakan salah satu sistem pembukuan yang tepat guna dan bisa bersinergi dengan bisnis yang dijalankan, salah satu diantaranya adalah Harmony Smart Accounting Solution.

Melalui software ini Anda bisa membuat pencatatan bisnis mulai dari penghasilan sampai dengan pengeluaran bisnis lain. Dengan mudah, Anda bisa monitor keuangan bisnis Anda dimanapun dan kapanpun dalam satu aplikasi.

Software ini juga user friendly sehingga anda yang tak memiliki latar pendidikan akuntansi bisa menggunakannya. Ditambah lagi Anda bisa gunakan software ini secara gratis selama 30 hari penuh dengan daftar akun disini.

Harmony juga menyediakan jasa akuntansi jika Anda tidak mau repot dalam mengelola pembukuannya dan ingin terima beres, Anda dapat menggunakan Harmony Accounting Service. Untuk Anda yang ingin mendapatkan tips dan berita terbaru seputar keuangan, bisnis, pajak dan lainnya? Kunjungi dan ikuti updatenya melalui Facebook, Instagram, dan LinkedIn Harmony.

Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Subscribe Harmony Blog
Dapatkan laporan penuh ini dengan mencantumkan nama.
Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Apa tanggapan Anda mengenai artikel ini?
Email Anda tidak akan terpublikasikan
Terima kasih telah berlangganan.
Anda akan menerima informasi terbaru dan artikel menarik di email Anda.
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-up.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-down.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/main-features/