Harmony Blog

Pengertian Studi Kelayakan Usaha dan Tahapan Penerapannya

Diupdate Feb 24th, 2021
2

SHARES

PEMBACA

studi kelayakan usahaPin

Dalam sebuah bisnis, jika ingin menjalankannya, perlu ada riset dan pembelajaran yang mendalam mengenai bisnis tersebut. Hal tersebut dinamakan studi kelayakan usaha atau bisnis. Studi kelayakan usaha atau bisnis ini dapat membuat para pebisnis dapat mengetahui cara memulai bisnis seperti apa termasuk mengetahui tipe-tipe customer.

Namun untuk perlu menjalankan studi kelayakan usaha atau bisnis ini disarankan untuk mengetahui definisi sebenarnya, apa manfaatnya dan bagaimana studi kelayakan usaha atau bisnis ini bisa dijalankan. Untuk itu simak terus informasi detail dibawah ini mengenai studi kelayakan usaha atau bisnis yang bisa jadi referensi Anda dalam menjalankan bisnis.

Studi Kelayakan usaha atau bisnis menjadi strategi tepat bagi para pebisnis sebelum menjalankan bisnisnya mengingat apakah bisnis tersebut layak untuk berkembang saat ini atau tidak.

Pengertian Studi Kelayakan Usaha atau Bisnis

Menurut Kasmir dan Jakfar (2012:7),” Studi kelayakan usaha atau bisnis adalah suatu aktivitas yang mendalami tentang sebuah usaha atau bisnis yang akan dijalankan, dalam rangka memutuskan layak atau tidak usaha tersebut diaplikasikan.”

Namun menurut Umar H (2007:5), “Studi kelayakan bisnis merupakan penelitian suatu rencana bisnis yang tidak hanya menganalisis layak atau tidaknya sebuah bisnis yang akan dijalankan, namun juga mengatur aktivitas operasional secara berkesinambungan dalam rangka pencapaian tujuan serta keuntungan yang maksimal.”

Berdasarkan pengertian dari para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa Studi kelayakan usaha atau bisnis merupakan sebuah  pertimbangan awal yang harus dilakukan sebelum menjalankan usaha atau bisnis dan mengetahui positioning dalam bisnis tersebut, dan untuk mengontrol aktivitas operasional agar mendapatkan profit yang maksimal.

Tujuan Adanya Studi Kelayakan Usaha

Dari definisi diatas, dapat disimpulkan memiliki tujuan studi kelayakan bisnis untuk menerapkannya dalam bisnis yang sedang Anda jalani saat ini. Dan tujuan studi kelayakan bisnis tersebut adalah sebagai berikut :

1. Memperlancar Sebuah Perencanaan

Dengan adanya prediksi untuk masa kedepannya, maka dapat mempermudah perencanaan. Perencanaan itu sendiri meliputi jumlah modal, waktu pelaksanaan, lokasi, tata cara pelaksanaan, besarnya keuntungan serta bagaimana pengawasan bila terjadi penyimpangan.

2. Agar Terhindar Dari Resiko Kerugian

Tujuan yang kedua adalah agar terhindar dari resiko kerugian yang dapat dikendalikan maupun yang tidak dapat dikendalikan, sehingga menyebabkan stagnansi dalam berbisnis.

3. Mempermudah Pelaksanaan Pekerjaan

Perencanaan yang diatur dapat mempermudah pengaplikasiannya, proses bisnis dapat dilakukan secara tersusun sehingga para karyawan dapat memiliki pedoman dan tetap fokus pada tujuan, sehingga rencana bisnis dapat tercapai sesuai dengan apa yang di rencanakan.

4. Mempermudah Pengawasan

Dengan pengaplikasian yang sesuai dengan perencanaan yang telah disusun, maka pengawasan dalam proses bisnis akan lebih mudah. Pengawasan dilakukan agar proses usaha sesuai dengan apa yang telah direncanakan.

5. Mempermudah Pengendalian

Bila terjadi penyalahgunaan dan penyimpangan, akan mudah untuk diperbaiki dan langsung dapat dikendalikan sehingga penyimpangan yang terjadi dapat diminimalisir. Contoh dalam kasus adalah pada keuangan bisnis Anda, untuk mempermudah pengendalian keuangan bisnisnya, bisa memanfaatkan kemudahan menggunakan software akuntansi.

Tahapan Penerapan Studi Kelayakan Usaha

Untuk melakukan studi kelayakan bisnis, setidaknya Anda perlu melakukan beberapa tahap. Di bawah ini adalah beberapa tahap yang harus kamu lalui.

1. Inisiatif Penemuan Ide dan Pengembangan Usaha

Ini merupakan tahap awal yang harus kamu lalui dalam melakukan studi kelayakan usahaa. Di mana, sebuah inisiatif timbul karena melihat adanya permintaan terselubung maupun pengembangan usaha yang dinilai memiliki peluang tersendiri.

Ide pengembangan usaha perlu diikuti proses penelitian, mengingat banyaknya pesaing usaha serta gagalnya pendirian yang tidak disertai penelitian dan persiapan yang matang.

2. Penelitian Potensi Inisiatif Pengembangan Usaha

Setelah melalui tahap inisiatif penemuan ide, tahap selanjutnya adalah dengan melakukan penelitian atau riset atas potensi inisiatif dengan melakukan penelusuran terhadap aspek studi kelayakan bisnis yang ada serta implikasi termasuk potensinya.

3. Evaluasi Studi Kelayakan Usaha

Evaluasi terhadap aspek-aspek yang ada seperti aspek teknis, aspek hukum, aspek manajemen, aspek keuangan, aspek sumber daya manusia, dan sebagainya. Kemudiann, kamu bisa menarik kesimpulan dari studi kelayakan bisnis usaha melalui pengkajian aspek keuangan dan dukungan keuangan yang ada melalui bentuk faktor-faktor produksi.

4. Penentuan

Menentukan kelayakan dijalankannya usaha tersebut. Jika dinilai tidak layak, tahap yang dilakukan adalah apakah perlu melakukan penelitian ulang atau pencarian inisiatif baru pengembangan usaha.

Di tahap ini, kamu juga haru melakukan pengambilan keputusan yang mungkin bisa menimbulkan risiko dan bagaimana cara mitigasi sehingga risiko bisa diminimalisir.

5. Tahap Perencanaan Pelaksanaan

Jika dinilai layak, tahap yang ditempuh yaitu perencanaan pelaksanaan dengan memulai penjadwalan dan persiapan pelaksanaan yaitu dengan mendapatkan komitmen dari para pihak yang terlibat manajemen, investor, kreditor, pemerintah serta masyarakat.

6. Pelaksanaan Usaha

Dalam tahapan pelaksanaan ini, terdapat dua tahap lagi, yaitu :

a. Tahap pelaksanaan usaha atau bisnis

Pada tahap ini akan muncul risiko dan hambatan, sehingga diperlukan perbaikan atau revisi terhadap perencanaan awal. Selain hambatan, mungkin juga terjadi adanya perubahan kondisi lingkungan yang diasumsikan di awal, sehingga diperlukan penyesuaian.

b. Tahap evaluasi terhadap perencanaan dibandingkan dengan kenyataan

Dalam studi kelayakan ini juga tidak menutup kemungkinan terdapat alternatif yang bisa dievaluasi bersamaan dan ditentukan inisiatif yang paling layak untuk diteruskan dengan pertimbangan akan sumber daya yang ada dengan alokasi modal yang diperlukan dan pengembalian yang dihasilkan.

Berlangganan newsletter kami
Dapatkan Berbagai Tips & Update Artikel Menarik Lainnya dari Harmony, langsung di email Anda!

Contoh Studi Kelayakan Usaha

Studi Kelayakan Usaha atau bisnis ini termasuk sistem yang cocok diterapkan dalam berbagai kategori bisnis termasuk bisnis dengan konsep bisnis model kanvas. Berdasarkan penerapan dan kategori bisnisnya, ada beberapa contoh studi kelayakan bisnis, seperti berikut :

1. Bisnis Properti

Contoh studi kelayakan bisnis pertama adalah pada sebuah property yang memiliki target pasar yang semakin luas. Ada beberapa ha yang menjadi pertimbangan bagi Anda dalam membangun bisnis properti, seperti kisaran harga perumahan yang akan dipasarkan, lokasi yang tepat, luas bangunan, spesifikasi rumah, dan lain-lain.

Jika dilihat berdasarkan aspek legalitas, Anda juga patut mempersiapkan hal-hal utama seperti status legalistas tanah, modal awal membangun bisnis properti, proses pemasarannya, dan lain-lain.

2. Bisnis Minuman

Jika Anda ingin membangun bisnis dibidang minuman, ada beberapa aspek yang diperhatikan. Dari aspek lingkungan tentukan target pasarnya seperti anak muda, mahasiswa, pelajar atau orang kantoran. Dari sisi aspek pemasaran dapat diperhatikan dari strategi pemasaran yang akan diterapkan mengingat banyaknya pesaing yang bermain di bisnis ini.

3. Bisnis Aplikasi Laundry

Semakin berjamurnya bisnis laundry membuat perkembangan bisnis ini menjadi sempit dan terkadang malah justru semakin saling memakan satu sama lainnya. Hal ini yang membuat Anda untuk terus berinovasi jika ingin berkecimpung di dunia bisnis ini.

Salah satunya dengan membuat aplikasi laundry, merupakan solusi yang cukup terkini untuk menjadikan bisnis Anda menjadi breaktrough atau pelopor di sekitar usaha Anda tersebut. 

Namun untuk membuat bisnis aplikasi laundry ini juga membutuhkan tahapan penerapan studi kelayakan usaha. Berdasarkan analisis kelayakan usaha bisnis tersebut, dapat dilihat dari aspek pemasaran, seperti menentukan target pasar, harga dari jasa yang ditawarkan di aplikasi, perhitungan biaya pembuatan aplikasinya.

4. Bisnis Rumah Sakit

Memulai bisnis rumah sakit juga membutuhkan studi kelayakan bisnis. Berdasarkan analisis kelayakan usaha, dalam pengembangan bisnis rumah sakit seperti menambah ruangan pada bangunan juga harus dilihat berdasarkan aspek-aspeknya, seperti menghitung biaya material, dan menghitung biaya tiap tenaga kerja dan masih banyak lagi.

Studi kelayakan usaha atau bisnis ini dapat menjadi acuan Anda dalam menjalankan bisnis Anda yang nantinya semakin berkembang.  Supaya bisnis Anda semakin terus berkembang, maka sangat penting untuk Anda memiliki pencatatan keuangan yang baik dan rapih. Untuk itu, Harmony dapat membantu Anda dalam membereskan pembukuan dengan praktis dan mudah.

Software Harmony akan membantu Anda menerima laporan keuangan secara real time dengan mudah walau tidak memiliki latar belakang sebagai akuntan sekalipun. Gunakan teknologi akuntansi jaman sekarang untuk membereskan pembukuan Anda sekarang juga bersama Harmony dapatkan Gratis 30 Hari untuk software Harmony dengan mendaftarkan akun secara Gratis disini.

Pembukuan Lebih Mudah!
Coba Gratis 30 Hari dan Rasakan Perbedaannya!
Anda juga mungkin suka:
Harmony
Harmony
Harmony menyajikan artikel seputar bisnis, keuangan, perpajakan dan finansial untuk membantu para pemilik usaha kecil. Dapatkan cara mudah membereskan keuangan usaha Anda menggunakan Harmony dan coba gratis 30 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Follow Social Media Kami
Dapatkan konten terbaru dari Harmony
Gratis Tips & Trik Terbaru Harmony di Email Anda.
No spam, hanya Info terbaik kami kirimkan dan Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.
Artikel Popular Lainnya
Pembukuan Lebih Mudah!
Coba Gratis 30 Hari dan Rasakan Perbedaannya!
Daftar Isi
    Add a header to begin generating the table of contents
    Daftar Isi
      Add a header to begin generating the table of contents
      Daftar Isi
        Add a header to begin generating the table of contents
        Dapatkan Berbagai Tips & Update Artikel Menarik Lainnya dari Harmony, langsung di email Anda!

        Pembukuan Lebih Mudah

        Coba Gratis 30 Hari dan
        Rasakan Perbedaannya!

        Kontak Harmony