Metode Penyusutan Aset Tetap Bisnis dalam Perhitungan Akuntansi
Harmony Blog
Accounting
Metode Penyusutan Aset Tetap Bisnis dalam Perhitungan Akuntansi
April 15, 2020
Berlangganan newsletter kami
Dapatkan Tips Seputar Akuntansi Dengan Berlangganan Newsletter Harmony, isi data berikut ini :

Aset tetap mempunyai nilai yang semakin berkurang dari suatu periode ke periode berikutnya. Dengan demikian, nilai aset tetap akan menjadi turun jika sudah dipakai atau digunakan dalam periode tertentu. Namun, ada cara untuk menghitung seberapa besar aset yang sudah dimanfaatkan atau yang sudah didapat dengan cara melakukan metode penyusutan aset.

Apa itu Metode Penyusutan?

Metode ini tidak berlaku bagi jenis aset lancar, dikarenakan cenderung berputar dengan cepat contohnya kas. Namun ada aset yang bersifat stabil dan nilainya tidak akan turun melainkan semakin tinggi yaitu tanah.

Tanah ini tergolong sebagai aset tetap dan dapat di revaluasi karena nilai tanah akan semakin tinggi dari waktu ke waktu dan nilainya dapat evaluasi kembali. Lalu aset apa yang nilainya akan turun?

Nilai aktiva tetap (aset tetap) akan menjadi berkurang karena adanya pemakaian dari aset tersebut sehingga dalam akuntansi dikenal dengan penyusutan aset bisnis. Penyusutan atau depresiasi merupakan pengalokasian suatu harga yang diperoleh dari suatu aset karena adanya penurunan nilai aset tersebut.

Baca Juga: Pengertian Aktiva Tidak Berwujud Dan Manfaatnya Bagi Perusahaan

Pengertian Metode Penyusutan

Penyusutan dapat diartikan sebagai suatu nilai dari suatu aset yang dapat disusutkan (depreciable assets) selama masa aset dimanfaatkan. Penyusutan merupakan bentuk penyesuaian dari harga suatu aset secara terus-menerus sesuai dengan penurunan kapasitas suatu aset, baik penurunan nilai, kualitas, dan kuantitas dari aset itu sendiri.

Dengan demikian, metode penyusutan dapat diartikan sebagai alokasi biaya perolehan atau sebagian besar harga perolehan suatu aset selama masa pemanfaatan aset tersebut. Besar nilai yang dapat disusutkan adalah selisih antara harga perolehan dengan nilai sisa, yaitu nilai aset pada akhir masa manfaatnya.

Setiap perusahaan memegang peranan penting dalam menentukan metode penyusutan yang akan digunakan karena akan berpengaruh pada besarnya beban penyusutan.

Jenis Metode Penyusutan Aset

Penyusutan aset dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu harga perolehan (acquisition cost), nilai residu (salvage value), dan umur ekonomis aset (economical life time).

Dalam akuntansi, setidaknya ada 5 jenis metode penyusutan yang dapat digunakan untuk mengetahui nilai aset bisnis. Pola penggunaan terhadap aset juga berpengaruh terhadap tingkat keausan aset. Berikut adalah beberapa metode penyusutan aset bisnis.

1. Straight Line Method

Straight Line Method (metode garis lurus) merupakan metode penyusutan aset dengan beban penyusutan tetap per tahunnya sama hingga akhir aset tersebut. Metode ini termasuk yang paling luas dipakai oleh perusahaan untuk penerapan matching cost principle.

Straight line method bisa digunakan untuk menyusutkan aset-aset yang fungsionalnya tidak terpengaruh oleh besaran volume dari produk atau jasa yang dihasilkan. Metode ini biasanya digunakan untuk aset seperti bangunan dan peralatan kantor.

2. Double Declining Balance Method

Double declining balance method (saldo menurun ganda) merupakan metode penyusutan aset yang ditentukan berdasarkan persentase tertentu dihitung dari harga buku pada tahun yang bersangkutan.

Persentase penyusutan aset besarnya dua kali persentase atau tarif penyusutan dari metode garis lurus (straight line method).

3. Sum of The Year Digit Method

Sum of the year digit method (berdasarkan metode jumlah angka tahun) merupakan metode penyusutan aset berdasarkan besarnya penyusutan aktiva tetap tiap tahun yang jumlahnya semakin menurun.

4. Service Hours Method

Service hours method (satuan jam kerja) merupakan beban penyusutan aset yang ditetapkan berdasarkan jumlah satuan produk yang dihasilkan dalam periode yang bersangkutan.

custom-form-newsletter

5. Productive Output Method

Productive output method (satuan hasil produksi) atau disebut juga dengan istilah Unit of Production Method merupakan beban penyusutan aset yang ditetapkan berdasarkan jumlah satuan produk yang dihasilkan dalam periode yang bersangkutan.

Beban penyusutan dihitung dengan dasar satuan hasil produksi, sehingga penyusutan yang terjadi tiap periode akan berfluktuasi sesuai dengan fluktuasi hasil produksi.

Penyusutan aset merupakan salah satu risiko atas penggunaan aset. Mulai dari penyusutan fungsi hingga penyusutan nilai. Namun, dengan adanya manajemen aset, perusahaan akan lebih mudah melakukan monitoring terhadap penyusutan aset bisnis.

Selain itu dengan manajemen aset, perusahaan dapat menjaga nilai aset hingga menciptakan manajemen resiko. Harmony adalah software akuntansi online yang membantu perusahaan Anda dalam mengelola aktiva (aset) dan menghitung penyusutan aset tetap dengan mudah, cepat, aman, dan nyaman.

Anda dapat mencatat, menyimpan daftar aset, dan memonitor aset beserta nilai dari masing-masing aset yang Anda miliki. Harmony akan membantu Anda menghitung nilai penyusutan secara otomatis dan menyediakan laporan aset secara instan dan realtime. Anda dapat menggunakan Harmony Gratis Selama 30 Hari dengan mendaftar disini.

Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Subscribe Harmony Blog
Dapatkan laporan penuh ini dengan mencantumkan nama.
Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Apa tanggapan Anda mengenai artikel ini?
Email Anda tidak akan terpublikasikan
Terima kasih telah berlangganan.
Anda akan menerima informasi terbaru dan artikel menarik di email Anda.
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-up.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-down.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/main-features/