Cara Membuat Laporan Keuangan Dengan Mudah Beserta Contohnya
Harmony Blog
Accounting
Cara Membuat Laporan Keuangan Dengan Mudah Beserta Contohnya
April 9, 2020
Berlangganan newsletter kami
Dapatkan laporan penuh ini dengan mencantumkan alamat email Anda. Kami akan mengirimkannya langsung ke email Anda

Seperti yang anda ketahui bahwa setiap perusahaan diharuskan memiliki laporan keuangan untuk mengetahui perkembangan atau pergerakan perusahaan. Anda bisa memantau perkembangan bisnis secara keseluruhan melaluilaporan keuangan. Namun setiap perusahaan memiliki cara tersendiri dalam membuat laporan keuangan. Bagi Anda yang ingin tahu cara membuat laporan keuangan dengan mudah, simak penjelasan lengkapnya di artikel ini ya.

Laporan keuangan berisikan informasi serta media penting mengenai pengambilan keputusan yang menyangkut posisi finansial.

Laporan keuangan biasanya dibuat secara periode, bisa tahunan, semester, triwulan dan bahkan bulanan tergantung dari perusahaan tersebut. Namun, karena ada banyak sekali jenis laporan keuangan yang dapat dibuat. Disarankan untuk Anda sebelum menyusun laporan keuangan untuk memahami terlebih dahulu jenis laporan keuangan yang sering digunakan dalam perusahaan.

Lalu, Bagaimana Cara Membuat Laporan Keuangan Dengan Mudah?

Berikut langkah-langkah yang Andabisa ikuti dalam membuat laporan keuangan dengan mudah, sebagai berikut:

1. Mengumpulkan dan Mencatat Semua Transaksi ke Dalam Jurnal

Mengumpulkan dan Mencatat semua bukti transaksi seperti kwitansi penjualan, pembelian, invoice, nota nota pembelian direkap di masukan debet-kredit ke dalam jurnal. Pembuatan jurnal umum ini dilakukan untuk mempermudah pencatatan transaksi ke buku besar. Dalam mencatat jurnal umum ini, debet dalam akuntansi adalah kolom kiri akun. Sebaliknya, kredit berarti kolom kanan akun. Anda dapat membuat dengan contoh yang sudah disediakan seperti diabawah ini.

Contoh Jurnal Umum

membuat laporan keuangan-contoh jurnal umum-harmony

Terlihat dalam contoh jurnal transaksi terdiri dari:

a. Nama akun dan jumlah debit,

b. Nama akun dan jumlah kredit,

c. Tanggal Transaksi dan Keterangan.


Ada 5 Jenis jurnal dalam akuntansi yang dapat Anda pahami. Namun yang sering digunakan adalah Jurnal Umum dan Jurnal Khusus. Penjelasan jurnal umum sudah kita dapatkan. Pengertian tentang Jurnal Khusus adalah jurnal yang dirancang dan dibuat secara khusus untuk mencatat transaksi yang bersifat sama dan sering terjadi berulang-ulang pada perusahaan.

Jurnal Khusus secara detail dapat Anda simak pada artikel berikut: Penjelasan Jurnal Khusus dan Contohnya

2. Pemindahbukuan (posting) dari Jurnal ke Buku Besar

Buku besar merupakan bukti pencatatan akuntansi yang berisi posting-postingan terpisah dari setiap akun kas, piutang usaha, persediaan, aset tetap, utang usaha, pinjaman, ekuitas pemilik, pendapatan penjualan, dan berbagai jenis beban. Buku besar di fungsikan untuk memisahkan mana postingan masing-masing agar sesuai dengan akun masing-masing.

Contoh Posting dalam Buku Besar

contoh buku besar- cara membuat laporan keuangan - harmony

Jika Anda kesulitan membuat buku besar, Anda bisa ikuti panduan berikut ini : Panduan Mudah Membuat Buku Besar

3. Menyusun Neraca Saldo

Neraca saldo merupakan daftar yang memuat seluruh saldo akun baik saldo debet di kiri dan saldo kredit di kolom kanan. Jumlah kolom debit dan kolom kredit neraca saldo harus sama.

Fungsi neraca saldo adalah untuk membuktikan kesamaan debit dan kredit setelah posting dari jurnal ke buku besar tuntas. Neraca saldo membantu menemukan kesalahan dalam jurnal akuntansi dan posting (pemindahbukuan). Neraca saldo juga menjadi data dasar dalam menyusun laporan keuangan yaitu debet-kredit harus seimbang.

Contoh Neraca Saldo



Untuk contoh lain dalam pembuatan Neraca Saldo, silahkan simak pada artikel berikut : Penjelasan Lengkap Neraca Saldo dan Contoh Praktisnya

4. Membuat Jurnal Penyesuaian

Jurnal penyesuaian disini dimaksudkan untuk memastikan dasar aktual dalam akuntansi dan untuk menyesuaikan nilai dalam neraca saldo. Dalam praktik, perusahaan seringkali membuat jurnal penyesuaian setelah tanggal neraca. Meskipun demikian, tanggal jurnal penyesuaian tetap dicatat sesuai dengan tanggal neraca.

Adapun beberapa akun-akun yang memerlukan ayat jurnal penyesuaian dijelaskan pada bagian berikut :

a. Beban dibayar di muka, sudah dibayar tunai tetapi belum digunakan. Seperti beban sewa, beban asuransi, beban iklan.

b. Beban yang masih harus dibayar, yang sudah terjadi tetapi belum dibayar tunai atau belum dicatat. Seperti beban bunga dll.

c. Pendapatan diterima di muka, kebalikan dari beban dibayar di muka. Seperti pendapatan jasa iklan.

d. Pendapatan yang masih akan diterima, kebalikan dari beban yang masih harus dibayar. Seperti contoh pendapatan bunga dll.

Contoh Jurnal Penyesuaian, sebagai berikut :

PT ABC membayar asuransi di bulan April untuk satu tahun ke depan sebesar Rp. 700.000. Di akhir periode, jumlah asuransi yang telah jatuh tempo adalah Rp. 300.000.”

Di sini sudah terlihat jelas bahwa nominal asuransi yang sudah terpakai atau jatuh tempo adalah Rp. 300.000, maka pencatatannya adalah sebagai berikut:

5. Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

Setelah membuat jurnal penyesuaian langkah selanjutnya adalah membuat Neraca Saldo setelah penyesuaian, hal ini difungsikan untuk memperkirakan neraca saldo tidak terpengaruh oleh jurnal penyesuaian. Jika perhitungan selesai, maka tinggal isikan hasilnya ke kolom neraca saldo setelah penyesuaian. Ingat untuk menjumlahkan saldo di kolom kredit dan debitnya untuk tahu apakah posisinya seimbang atau tidak.

Contoh neraca saldo setelah penyesuaian, sebagai berikut :



6. Menyusun Laporan Keuangan

Laporan yang sudah disusun di neraca saldo setelah penyesuaian tinggal di tulis dengan rapi sesuai ketentuan atau standar laporan keuangan. Hal ini karena dalam neraca saldo setelah penyesuaian sudah dipisahkan jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam neraca atau laporan rugi laba.

Itulah penjelasan mengenai cara membuat laporan keuangan. Di jaman sekarang, kini Anda tidak usah bingung menghitung satu per satu dari setiap laporannya loh, Anda dapat menggunakan alat bantu seperti software akuntansi seperti Harmony.

Harmony Software Akuntansi, menyediakan 20 lebih jenis laporan keuangan secara otomatis, dan real-time. Anda hanya perlu input transaksi yang ada di perusahaan maupun bisnis Anda. Harmony dapat digunakan dengan sangat mudah walaupun tidak memiliki background sebagai seorang akuntan sekalipun. Harmony telah membantu ribuan pemilik bisnis yang ingin memiliki laporan keuangan lengkap. Ingin menggunakan Harmony? Ada Coba GRATIS 30 hari Software Harmony disini.

Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Subscribe Harmony Blog
Dapatkan laporan penuh ini dengan mencantumkan nama.
Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Apa tanggapan Anda mengenai artikel ini?
Email Anda tidak akan terpublikasikan
Terima kasih telah berlangganan.
Anda akan menerima informasi terbaru dan artikel menarik di email Anda.
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-up.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-down.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/main-features/