Cara Membuat Buku Besar dan Contoh Mudahnya
Harmony Blog
Accounting
Cara Membuat Buku Besar dan Contoh Mudahnya
January 14, 2020
Berlangganan newsletter kami
Dapatkan Tips Seputar Akuntansi Dengan Berlangganan Newsletter Harmony, isi data berikut ini :

Buku besar atau general ledger merupakan salah satu contoh buku besar akuntansi yang termasuk bagian dari siklus akuntansi. Sehingga buku besar juga berisi kumpulan data transaksi historis yang termuat di jurnal umum dan jurnal khusus.

Pada format buku besar juga bisa terbilang sederhana, serta juga memiliki jenis-jenis buku besar seperti buku besar T, bentuk skontro, dan buku besar 3 kolom dan 4 kolom.

Namun ketika suatu bisnis memiliki volume transaksi yang banyak, rumit dan membuang banyak waktu, maka sebaiknya pencatatan tersebut menggunakan format buku besar 3 kolom.

Di dalam buku besar terdapat riwayat transaksi dan saldo keuangan pada suatu periode akuntansi. Pada akhir periode, buku besar tersebut berguna untuk sumber data dalam membuat laporan keuangan perusahaan. Berikut ini adalah format buku besar secara sederhana yang disertai dengan contoh permasalahan yang sederhana pula.

Buku besar adalah salah satu bagian dan memiliki peran penting pada siklus akuntansi.

Mengapa Membuat Buku Besar Penting?

Membuat buku besar adalah suatu kegiatan yang penting dalam proses akuntansi, di mana sebelum membuat buku besar ada baiknya memahami secara lebih dalam mengenai akun yang berkaitan dengan buku besar.

Secara umum buku besar adalah istilah dari ledger atau kumpulan atas akun-akun yang digunakan dalam meringkas suatu transaksi yang terjadi dan dicatat ke dalam jurnal.

Maka dari itu biasanya buku besar juga diartikan sebagai tahapan dalam mencatat ringkasan data akhir yang diklasifikasikan yang catatan tersebut didapat dari jurnal umum.

Dalam bentuknya buku besar dibagi menjadi 4 jenis, yaitu buku besar T secara sederhana, bentuk skontro, dan bentuk staffle. Di mana bentuk staffle ini juga memiliki ciri bentuk seperti buku besar 3 kolom dan buku besar 4 kolom.

Baca Juga : Contoh Laporan Stok Barang Gudang dan Cara Membuatnya

Apa Saja Fungsi Buku Besar dan Jenisnya

Adapun fungsi buku besar serta jenis-jenis buku besar yang harus Anda ketahui untuk diterapkan ke dalam bisnis Anda.

1. Fungsi Buku Besar

Untuk alat meringkas sebuah data transaksi yang tercatat ke dalam jurnal umum.

Menjadi sebuah alat dalam menggolongkan data keuangan dan mengetahui jumlah atau keadaan rekening dalam akun yang sebenarnya.

Untuk menggolongkan transaksi yang ada dan akan dicatat ke dalam jurnal.

Dapat dijadikan sebagai bahan serta informasi dalam menyusun laporan keuangan.

2. Jenis-Jenis Buku Besar

Berikut ini terdapat 4 jenis yang dikategorikan ke dalam buku besar dan menjadi kebutuhan perusahaan, yaitu meliputi :

Buku Besar Umum

Buku besar umum ada pada kolom berdiri sendiri dalam suatu periode, dan terbagi beberapa kolom meliputi kas, piutang, persediaan, utang dan beban.

Buku Besar Pembantu

buku besar pembantuk lebih identik terhadap transaksi yang spesial, dimana buku ini memiliki dua jenis transaksi yaitu pemasukan, dan pengeluaran serta kredit dan tunai. Oleh karena itu biasanya 2 jenis buku besar pembantu dapat dikategorikan buku besar pembantu utang atau piutang.

Buku Besar Debitur

berbeda dengan buku besar biasanya, buku debitur ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi dari penjualan. Dengan cara memberikan informasi tentang pelanggan mana saja yang memiliki hutang pada bisnisnya serta berapa banyak jumlahnya.

Buku Besar Kreditor

buku besar kreditor ini hampir mirip tujuannya dengan buku debitur, namun buku besar ini berfungsi untuk mengumpulkan informasi yaitu jurnal pembelian. Dimana buku ini memberikan informasi pemasok mana saja yang berhutang dan berap jumlah uangnya.

Baca Juga : Apa itu Wesel? Berikut Pengertian, Fungsi dan Jenisnya

Contoh Buku Besar Akuntansi Dari Jurnal Umum

Dalam membuat contoh buku besar akuntansi, dan sebelum mencatat jurnal umum. Maka sebaiknya asumsikan PT Sukses Kemilau mengetahui saldo normal dan memiliki daftar CoA sebagai berikut :

1. Mengetahui Saldo Normal dan Membuat Chart of Account (CoA)

Chart of Account (CoA) merupakan daftar lengkap akun-akun yang muncul dan digunakan di dalam jurnal umum dan entri buku besar. Di dalam buku besar, setiap akun-akun aktif dari daftar CoA disusun secara rapi dan diberi nomor yang berurutan sesuai dengan jenis dari akun itu sendiri. Misalnya :

a. Cara Mengetahui Saldo Normal

b. Cara Membuat Chart Of Accounts Pada Buku Besar

Setiap perusahaan bisa menggunakan kode yang berbeda dan lebih bervariasi karena disesuaikan dengan keberadaan aset dan biaya yang dimiliki.

Baca Juga : Apa sih Perbedaan Metode Persediaan FIFO, LIFO dan Average?

custom-form-newsletter

2. Membuat Entri Jurnal Umum

Jurnal umum adalah catatan untuk transaksi akuntansi yang didasarkan atas urutan kronologis, yaitu pada saat transaksi itu terjadi. Contohnya :

a. Contoh Jurnal Umum 1

Pada tanggal 1 Desember 2019, PT Sejahtera Selamat Sentosa (3S) menjual produk dagangnya kepada dua pelanggan secara kredit. Pelanggan pertama membeli produk PT Sejahtera Selamat Sentosa (3S) dengan nilai barang sejumlah Rp 4.000.000.

Sedangkan pelanggan kedua membeli produk PT Sejahtera Selamat Sentosa (3S) dengan nilai barang sejumlah Rp 3.500.000. PT Sejahtera Selamat Sentosa (3S) mengirimkan barang pesanan kedua pelanggan pada tanggal 2 Desember 2018. Maka Jurnal Umum dapat disajikan dengan cara berikut ini:

b. Contoh Jurnal Umum 2

Pada tanggal 8 Desember 2019, PT Sejahtera Selamat Sentosa (3S) membeli alat-alat kantor secara kredit dengan nilai transaksi sejumlah Rp1.500.000,00. Jurnal Umum dapat disajikan:

c. Contoh Jurnal Umum 3

Pada tanggal 12 Desember 2019, PT Sejahtera Selamat Sentosa (3S) menerima pelunasan atas penjualan kredit yang dilakukan oleh pelanggan pertama pada tanggal 1 desember 2019 sebelumnya.

Sedangkan pada tanggal 13 Desember 2019 PT Sejahtera Selamat Sentosa (3S) melunasi utang atas pembelian alat-alat kantor yang dilakukan pada tanggal 8 Desember 2019. Jurnal Umum tersebut dapat disajikan dengan data sebagai berikut:

d. Contoh Jurnal Umum 4

Pada tanggal 27 Desember 2019, pelanggan kedua melunasi pembeliannya kepada PT Sejahtera Selamat Sentosa (3S) atas transaksi yang terjadi pada tanggal 1 Desember 2019 sebelumnya.

Lalu terdapat pelanggan ketiga yang memesan produk PT Sejahtera Selamat Sentosa (3S) dan membayar secara tunai dengan nilai transaksi sejumlah Rp2.000.000.

Pada tanggal 28 Desember 2019, alat-alat kantor telah habis terpakai dengan nilai sejumlah Rp600.000. Berikut Jurnal untuk transaksi tanggal 27 dan 28 Desember 2019:

3. Memasukkan Entri Jurnal Umum ke Buku Besar

Sesuai dengan data jurnal umum yang terjadi pada bulan Desember 2013 PT Sejahtera Selamat Sentosa (3S), ringkasannya dapat disajikan dengan cara berikut ini:

a. Cara Membuat Buku Besar – Kas Tunai

b. Cara Membuat Buku Besar – Piutang Usaha

c. Cara Membuat Buku Besar – Persediaan

d. Cara Membuat Buku Besar – Utang Usaha

e. Cara Membuat Buku Besar – Harga Pokok Penjualan (HPP)

f. Cara Membuat Buku Besar – Pendapatan Penjualan

Baca Juga : 5 Jenis Pendapatan Lain lain dalam Pembukuan Perusahaan

g. Cara Membuat Buku Besar – Biaya Perlengkapan Umum

Itulah tadi gambaran umum mengenai cara membuat buku besar sebagai langkah kedua dalam siklus akuntansi yang cukup sederhana. Sehingga adanya buku besar dan transaksi penjualan, yang juga merupakan salah satu dokumen penting bagi perusahaan.

Bahkan tidak bisa diabaikan sehingga penulisannya harus detail dan jelas agar memudahkan pelaporan transaksi keuangan dalam perusahaan. Perusahaan yang besar tentu saja memiliki transaksi yang sangat banyak, maka dari itu sangat sulit untuk dikerjakan secara manual. Solusi untuk memudahkan pembuatan buku besar adalah dengan software akuntansi.

Harmony adalah software akuntansi online yang bisa membantu Anda mengelola keuangan usaha dengan cepat dan tanpa repot. Harmony juga membantu Anda dalam pencatatan jurnal secara otomatis tanpa perlu pusing debit dan kreditnya sampai terbitnya laporan keuangan secara realtime sehingga mempermudah Anda dalam menjalankan usaha.

Cobalah Anda manfaatkan Harmony yang memiliki banyak fitur seperti pemantauan stok, pembuatan invoice otomatis, rekonsiliasi bank transaksi secara otomatis, penghitungan aset, dan keuangan usaha. Gunakan Harmony sekarang juga GRATIS 30 hari di sini.

Bagi Anda yang sibuk dan membutuhkan jasa pembuatan laporan keuangan beserta analisanya bisa menggunakan Harmony Accounting Service. Dapatkan update informasi dari Harmony dengan mengikuti media sosialnya di FacebookInstagram dan LinkedIn.

Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Subscribe Harmony Blog
Dapatkan laporan penuh ini dengan mencantumkan nama.
Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Apa tanggapan Anda mengenai artikel ini?
Email Anda tidak akan terpublikasikan
Terima kasih telah berlangganan.
Anda akan menerima informasi terbaru dan artikel menarik di email Anda.
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-up.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-down.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/main-features/