Harmony » Blog » 

5 Jenis Pendapatan Lain lain dalam Pembukuan Perusahaan

Fina Pratiwi
/
Diupdate 
Agustus 18, 2020

Di dalam bisnis, terdapat pendapatan operasional dan pendapatan lain lain yang sangat penting untuk bahan evaluasi dan nilai keberhasilan bisnis. Pendapatan operasional dan pendapatan lain lain merupakan suatu unsur harus dipertimbangkan ketika Anda akan melakukan suatu usaha.

Tentunya, sebelum mengenal pendapatan operasional dan pendapatan lain lain, Anda harus tahu pengertian pendapatan dan jenisnya secara mendalam.

Pendapatan dalam akuntansi adalah jumlah penghasilan yang diperoleh dari hasil pekerjaan dan biasanya dihitung setiap tahun atau setiap bulan.

Dalam usaha yang Anda lakukan, tentu Anda ingin mengetahui nilai atau jumlah pendapatan yang diperoleh. Pendapatan adalah jumlah barang dan jasa yang memenuhi tingkat hidup agar setiap orang memiliki tolok ukur kemajuan atau perkembangan secara ekonomi.

Pengertian pendapatan menurut para ahli sangat beragam, disesuaikan dengan ruang lingkup pendapatan tersebut, misalnya untuk kegiatan ekonomi, pembukuan perusahaan, activity based costing, dan sebagainya.

Dalam bidang ekonomi, pendapatan usaha adalah segala hal yang memberikan pengaruh bagi kelangsungan suatu usaha karena semakin besar pendapatan yang diperoleh maka akan semakin besar kemampuan suatu usaha untuk membiayai segala pengeluaran dan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan.

Dalam bisnis, perusahaan memiliki 2 jenis pendapatan, yaitu pendapatan operasional dan pendapatan non operasional. Pendapatan operasional merupakan pendapatan dari hasil penjualan pokok perusahaan. Sedangkan selain dari penjualan pokok disebut dengan pendapatan lain lain atau pendapatan non operasional.

Pendapatan Non Operasional atau pendapatan lain lain diperoleh dalam periode tertentu, akan tetapi bukan diperoleh dari kegiatan operasional utama perusahaan.

Secara garis besar, pendapatan non operasional terbagi menjadi dua macam, yaitu pendapatan yang berasal dari penggunaan aktiva atau sumber ekonomi pihak lain dan pendapatan yang bersumber dari penjualan aktiva di luar barang produksi.

Pendapatan yang diperoleh dari penggunaan aktiva atau sumber ekonomi perusahaan oleh pihak lain misalnya pendapatan bunga, sewa, royalti, dan lain sebagainya.

Sedangkan pendapatan non operasional yang diperoleh dari penjualan aktiva diluar barang hasil produksi misalnya penjualan surat-surat berharga dan penjualan aktiva tak berwujud.

Pendapatan lain lain seperti bunga, sewa, royalti, keuntungan (laba), penjualan aktiva tetap dan dividen merupakan pendapatan di luar usaha yang paling sering didapatkan oleh perusahaan-perusahaan manufaktur dan perdagangan. Secara lebih khusus, setidaknya ada 5 jenis yang cukup sering didapatkan oleh perusahaan, seperti berikut ini:

1. Pendapatan Bunga (Interest Earned)

Interest Earned atau pendapatan interest merupakan pendapatan dari bunga yang telah menjadi hak perusahaan atas jasa-jasanya memberikan pinjaman uang berupa uang kepada pihak lain. Pendapatan juga sering disebut dengan pendapatan bunga.

2. Pendapatan Sewa (Rent Earned)

Rent Earned atau pendapatan sewa merupakan pendapatan yang sudah menjadi hak perusahaan, karena jasa-jasanya dalam menyewakan sesuatu hartanya (aset) kepada pihak lain.

3. Pendapatan Dividen (Cash Dividend Earned)

Cash dividend earned atau penghasilan dividen kas adalah sejumlah uang atau penghasilan dan sudah menjadi hak perusahaan sebagai bagian laba (keuntungan) karena perusahaan memiliki saham-saham yang dikeluarkan oleh perusahaan lain.

Baca Juga : Mengenal Zero Based Budgeting Metode Anggaran Tak Bersisa

[elementor-template id="26379"]

 

4. Pendapatan Royalti (Profit Asset)

Profit merupakan keuntungan atau laba yang diperoleh perusahaan karena perusahaan tersebut menjual harta (aset/ royalti) selain barang-barang yang merupakan objek usaha pokoknya. Misalnya laba dan penjualan market securities, laba penjualan Office Furniture & Fixture, laba penjualan Machinery, laba penjualan Delivery Equipment dan lain sebagainya.

5. Laba Penjualan Aktiva Tetap

Pada dasarnya, laba penjualan aktiva tetap juga bisa menjadi salah satu sumber dana. Sebagai contoh kasus, aktiva tetap perusahaan berupa 1 unit gudang dibuat pada tahun 2017 dengan modal awal sebesar Rp 200 juta. Sedangkan, ketika dijual pada tahun 2018, laku seharga Rp 250 juta. Sehingga, terdapat laba 50 juta sebagai pendapatan lain-lain.

Baik pendapatan operasional maupun pendapatan lain lain, sangat penting dalam arus kas masuk, baik kas kecil maupun kas besar perusahaan. Oleh karenanya, pendapatan perusahaan Anda harus diolah secara baik dalam laporan keuangan perusahaan. Cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan menggunakan software akuntansi Harmony.

Dengan fitur-fitur yang disediakan, Anda bisa membuat laporan keuangan dengan cepat, tepat, dan akurat. Daftarkan sekarang juga untuk mendapatkan gratis uji coba 30 hari software akuntansi Harmony disini.

 

trial harmony
Pembukuan Lebih Mudah!
Coba Gratis 30 Hari dan Rasakan Perbedaannya!
COBA GRATIS
Anda juga mungkin suka:
Fina Pratiwi
Fina Pratiwi adalah seorang ahli strategi keuangan dengan lebih dari 5 tahun pengalaman dalam industri keuangan. Dia memegang gelar dalam bidang Keuangan dan dikenal karena kemampuannya untuk menyederhanakan konsep keuangan yang kompleks menjadi sesuatu yang mudah dipahami. Fina percaya bahwa pemahaman yang baik tentang manajemen keuangan adalah kunci sukses bisnis. Dengan pengetahuannya yang luas, dia berdedikasi untuk membantu bisnis memahami dan memanfaatkan software Harmony untuk mencapai tujuan keuangan mereka.
chevron-down
Scan the code
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram