Apa Itu Rekonsiliasi Nilai Aset Tetap? Simak Selengkapnya
Harmony Blog
Accounting
Apa Itu Rekonsiliasi Nilai Aset Tetap? Simak Selengkapnya
August 13, 2020
Berlangganan newsletter kami
Dapatkan Tips Seputar Akuntansi Dengan Berlangganan Newsletter Harmony, isi data berikut ini :

Pada beberapa perusahaan, kadang-kadang mengalami kesalahan pencatatan nilai aset, sehingga harus melakukan rekonsiliasi nilai aset tetap yang dimiliki. Rekonsiliasi nilai aset tetap juga bisa disebabkan karena setelah beberapa periode terjadi penyusutan atas nilai aset tetap yang ada.

Dengan rekonsiliasi nilai aset tetap, maka keberadaan nilai dari aset tetap yang dimiliki dapat diperbarui sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Selain itu, rekonsiliasi nilai aset tetap juga diperlukan agar perusahaan dapat menemukan cara mengakui biaya yang dikeluarkan untuk penambahan aset tetap.

Aset tetap memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun dan biasanya nilainya sangat material.

Aset tetap adalah kekayaan yang dimiliki dan digunakan perusahaan untuk menunjang aktivitas operasional perusahaan serta tidak dimaksudkan untuk diperjualbelikan. Misalnya, aset tetap berwujud seperti gedung dan tanah, tentunya akan mengalami perubahan nilai dari setiap periode bisnis.

Contoh aset tetap lainnya yaitu mesin-mesin dan kendaraan yang digunakan untuk operasional perusahaan akan mengalami penyusutan nilai. Sehingga, terjadi ketidaksesuaian nilai aset pada laporan keuangan, khususnya pada neraca atau laporan posisi keuangan.

Pengertian Rekonsiliasi Nilai Aset Tetap

Rekonsiliasi aset tetap adalah susunan yang menjelaskan tentang perbedaan antara catatan perusahaan mengenai nilai aset tetap yang ada dari periode awal sampai dengan periode akhir. Rekonsiliasi nilai aset tetap dilakukan untuk mengungkapkan setiap kesalahan dan ketidakwajaran yang ada pada catatan perusahaan serta mencari sebab-sebab ketidakcocokan yang terjadi.

Penyajian aset tetap di neraca tidak akan lepas dari kesalahan pencatatan yang akan berpengaruh terhadap nilai aset tetap dan nilai akumulasi penyusutannya pada neraca serta nilai biaya penyusutan pada laporan laba rugi/laporan operasional. Kesalahan dalam pencatatan tersebut dapat mempengaruhi laporan keuangan secara keseluruhan sehingga perlu dilakukan kembali pengukuran aset tetap yang tersedia.

Baca Juga : Pengertian Aktiva Lancar dan Jenis-Jenisnya dalam Akuntansi

custom-form-newsletter


Pentingnya Rekonsiliasi Nilai Aset Tetap

Ada banyak hal yang menyebabkan kesalahan pencatatan nilai aset. Kesalahan tersebut dapat terjadi karena faktor kesalahan prosedur pembelian yang tidak mencatat aset tetap, ketidaktelitian SDM, atau faktor lainnya. Maka itu, perusahaan perlu melakukan inventarisasi fisik secara periodik pada saat pertama kali memperoleh aset tetap.

Selain itu, kesalahan dapat terjadi karena aset tetap yang tidak tercatat, terjadi duplicate entry, kesalahan identifikasi umur ekonomis aset tetap, dan sebagainya. Kesalahan-kesalahan tersebut dapat dikoreksi dan dilakukan penyesuaian dengan rekonsiliasi Nilai Aset Tetap.

Penyesuaian Kesalahan pada Nilai Aset Tetap

Setiap kesalahan pencatatan aset tetap yang terjadi, harus dilakukan penyesuaian agar dapat menjaga validitas laporan keuangan. Artinya, dengan rekonsiliasi ini, laporan yang tersaji sesuai dengan yang sebenarnya sehingga laporan keuangan tersebut dapat digunakan oleh para pihak yang membutuhkan. Selain itu, laporan keuangan yang benar tentu akan dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Secara khusus penyesuaian aset tetap perlu dilakukan selama diketahui ada ketidaksesuaian pencatatan aset tetap dan masih ada manfaat dari aset yang dimiliki. Untuk menyesuaikan data dari aset tetap, maka perlu dilakukan penghapusan jurnal sebelumnya dengan melakukan jurnal penyesuaian, kemudian melakukan pencatatan kembali jurnal yang benar.

Membuat rekonsiliasi atau penyesuaian aset tetap adalah kegiatan yang sangat memakan waktu dan biasanya akan sering terjadi jika Anda masih melakukan pembukuan manual. Semua laporan disusun untuk menyesuaikan saldo pada neraca saldo ketika tiba akhir periode akuntansi. Pencatatannya bermacam-macam sesuai jenis akun yang digunakan.

Belum lagi pembahasan mengenai aset-aset yang lain seperti aktiva berwujud dan aktiva tidak berwujud. Tentunya Anda harus memiliki alat bantu seperti software akuntansi.  

Untuk mempercepat proses pembukuan dan meminimalisir kesalahan dalam pencatatan akuntansi, Anda bisa menggunakan software akuntansi Harmony untuk optimalisasi seluruh proses pembukuan atau laporan keuangan.

Software akuntansi Harmony memiliki fitur lengkap dan mudah digunakan. Mau meningkatkan sistem akuntansi otomatis untuk perusahaan Anda? Nikmati software Harmony GRATIS selama sebulan penuh, dengan klik link ini.

Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Subscribe Harmony Blog
Dapatkan laporan penuh ini dengan mencantumkan nama.
Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Apa tanggapan Anda mengenai artikel ini?
Email Anda tidak akan terpublikasikan
Terima kasih telah berlangganan.
Anda akan menerima informasi terbaru dan artikel menarik di email Anda.
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-up.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-down.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/main-features/