Amortisasi : Pengertian, Cara Menghitung dan Perbedaannya Dengan Depresiasi
Harmony Blog
Accounting
Amortisasi : Pengertian, Cara Menghitung dan Perbedaannya Dengan Depresiasi
January 9, 2021
Berlangganan newsletter kami
Dapatkan Tips Seputar Akuntansi Dengan Berlangganan Newsletter Harmony, isi data berikut ini :

Biasanya amortisasi digunakan untuk menurunkan sebuah nilai buku pinjaman ataupun nilai aset tetap yang tidak berwujud. Sehingga amortisasi adalah bagian dari penyusutan yang juga berkaitan dengan depresiasi dan deplesi.

Perlakuan depresiasi dan amortisasi ini juga dapat mempengaruhi komponen aset tetap berwujud dan tidak berwujud, sehingga nilai dari suatu aset tersebut akan berkurang dan juga mempengaruhi biaya perusahaan setiap periodenya.

Dengan demikian secara umum amortisasi bertujuan untuk melunasi cicilan secara bertahap yang dianggap sebagai utang, sehingga biaya yang akan dilunasi dapat melalui pembayaran pokok serta bunga. Oleh sebab itu ketika Anda ingin memiliki aset tentunya juga harus mengeluarkan biaya lainnya, yang biasanya biaya tersebut dikeluarkan menjadi pengurangan nilai yaitu amortisasi pajak atau yang disebut sebagai amortisasi fiskal.

Karakteristik dalam metode amortisasi biasanya tidak akan memiliki nilai jual kembali atau nilai sisa.

Mengetahui Pengertian Amortisasi

Dalam pengertian amortisasi adalah sebuah cara untuk melunasi utang dalam jangka waktu tertentu secara bertahap. Biasanya contoh amortisasi ini merupakan tagihan bulanan seperti kredit kendaraan, pinjaman KPR, pinjaman kartu kredit, KPA dan sebagainya.

Amortisasi ini juga tentu memiliki pengaruh terhadap aset ataupun amortisasi pajak (amortisasi fiskal), dimana perhitungan ini dilakukan secara khusus ketika melakukan proses pembayaran.

Maka dari itu pembayaran ini disebut sebagai cicilan atau angsuran. Sehingga pembayaran tagihan tersebut bisa dikatan lebih besar dari pokok pinjaman serta bunga, yang dibebankan kepada pihak peminjam sehingga utang tersebut secara perlahan akan terlunasi.

Istilah lain dalam pengertian amortisasi adalah non notification loan yang merupakan sebuah kewajiban dalam melaksanakan utang secara bertahap yang mengurangi nilai biaya dan aset tidak berwujudnya.

Sehingga pengurangan nilai aset tidak berwujud ini dilakukan sesuai dengan umur ekonomisnya, yaitu dengan cara beban pengeluaran secara periodik pada nilai pendapatannya.

Dalam alokasi biaya aset tidak berwujud ini lebih berfokus pada pengurangan nilai kewajiban, maka dari itu pelunasan tersebut wajib dilakukan melalui pembayaran pokok pinjaman sekaligus dengan bunganya. Sehingga dalam meminjam harus diketahui berapa jumlah cicilan yang dibayarkan sampai masa pinjaman tersebut dapat terlunasi.

Fungsi amortisasi adalah sebuah gambaran untuk menjual kembali nilai dari aset tidak berwujud tersebut. Misalnya ketika melakukan pinjaman melalui cicilan dengan jumlah tertentu, maka amortisasinya yaitu sejumlah cicilan yang wajib dibayarkan.

Mengenal Perbedaan Penyusutan Dan Amortisasi

Sesuai pembahasan diatas, bahwa amortisasi akan berkaitan dengan depresiasi yang mempengaruhi nilai suatu aktiva. Di mana depresiasi adalah komponen yang berkaitan dengan aktiva tetap, sedangkan amortisasi yaitu berkaitan dengan aktiva tidak berwujud.

Secara umum dapat diketahui bahwa metode depresiasi dan amortisasi akan selalu berkaitan dan dapat merubah nilai aset perusahaan. Dilihat dari perbedaan penyusutan dan mortisasi, yaitu amortisasi merupakan pengurangan nilai aktiva tidak berwujud. Sedangkan depresiasi adalah perubahan nilai aset tetap berwujudnya.

Melalui fungsinya bahwa amortisasi merupakan cerminan dari nilai aset perusahaan ketika akan menjual aset tersebut kembali, berbeda dengan depresiasi adalah di mana perusahaan harus memelihara aset tersebut agar memiliki pendapatan di periode tertentu.

Dapat disimpulkan bahwa perbedaan penyusutan dan amortisasi secara bersamaan akan mempengaruhi nilai aset, dan keduanya juga tetap berkaitan ketika terjadinya pengeluaran biaya tersebut.

Memahami Apa Itu Dana Amortisasi

Untuk memahami apa itu dana amortisiasi atau yang biasa disebut amortization fund, merupakan suatu kumpulan kas atau dana yang secara bertahap berguna melunasi biaya amortisasi setiap periodenya.

Cara ini bertujuan supaya perusahaan dapat membayar tagihan dari biaya amortisasi yang berjalan, serta dapat mencerminkan nilai jual aset kembali. Dengan demikian perhitungan nilai jualnya untuk mendapatkan keuntungan melalui amortisasi tersebut.

Baca Juga : Metode Penyusutan Aset Tetap Bisnis dalam Perhitungan Akuntansi

Bagaimana Cara Menghitung Amortisasi?

Sudah semestinya perusahaan melakukan pembayaran utang atas amortisasi yang biasanya meliputi pembayaran pokok serta bunganya, Hal ini bertujuan supaya pokok pinjaman atas saldo utang tersebut harus dilunasi oleh perusahaan.

Sehingga ketika semakin banyak jumlah pokok yang dibayar, maka bunganya akan semakin menurun. Dalam menghitung amortisasi, terdapat dua cara yang biasanya dilakukan yaitu :

1. Cara Menghitung Amortisasi Pinjaman Pada Bulan Pertama

Dalam menghitung pokok pinjaman bulan pertama amortisasi dapat mengikuti 6 tahap yang harus dilakukan yaitu :

• Pertama mengumpulkan data perhitungan amortisasi di mana langkah ini didapat dari data suku bunga, pokok pinjaman, serta tenor pinjaman.

• Kedua yaitu menyiapkan spreadsheet supaya proses perhitungan lebih mudah dilakukan, dengan cara penggunaan tabel amortisasi Microsoft Excel. Biasanya isi tabel tersebut meliputi bunga, bulan, angsuran bunga, angsuran pokok, jumlah angsuran serta saldo pinjaman.

• Ketiga untuk menentukan pinjaman sebelumnya dengan cara menghitung angsuran dengan rumus sebagai berikut :

Rumus Jumlah Angsuran = P x (i/12) / 1 – (1+(i/12)-t)

Penjelasan :

P = Pokok Pinjaman

i  = Suku Bunga

t = Tenor Pinjaman

Seperti contoh jika pokok pinjamannya sebesar Rp10.000.000, suku bunga 6%, serta tenornya adalah 12 bulan. Maka total angsuran perhitungan yaitu:

Perhitungan Total Angsuran :

Total Angsuran = P x (i/12) / 1 – (1+(i/12)-t)

Total Angsuran = 10.000.000 x (6%/12) / 1 – (1+(6%/12)-12) = 860.664

• Keempat yaitu dengan menghitung angsuran bunganya, dengan menghitung angsuran bunga amortisasi :

Perhitungan Angsuran Bunga :

Rumus Angsuran Bunga = Saldo Pinjaman Sebelumnya x Suku Bunga x (30/360)

Angsuran Bunga = 10.000.000 x 6% x (30/360) = 50.000

• Kelima dengan cara menghitung angsuran pokok amortisasi dengan perhitungan rumus yaitu :

Perhitungan Angsuran Pokok :

Rumus Angsuran Pokok = Total Angsuran – Angsuran Biaya

Angsuran Pokok = 860.664 -50.000 = 810.664

• Keenam dengan cara menghitung saldo pinjaman bulan pertama amortisasi yaitu dengan perhitungan :

Perhitungan Saldo Pinjaman :

Rumus Saldo Pinjaman = Saldo Pinjaman Sebelumnya – Angsuran Pokok

Saldo Pinjaman Bulan Pertama = 10.000.000 – 810.664 = 9.189.336

2. Cara Menghitung Amortisasi Keseluruhan Periode Pinjaman

Dalam menghitung amortisasi pinjaman keseluruhan periode bisa didapatkan dari lembar kerja yang sudah disiapkan, melalui cara untuk menyusun tabel amortisasi. Maka dari itu dalam penghitungan amortisasi selama 12 bulan berdasarkan contoh tabel amortisasi yaitu :



Pada tabel amortasi lembar kerja tersebut, bisa dilihat ketika nilai angsuran pokoknya bertambah tiap bulan. Selain itu nilai angsuran bunganya menurun, sehingga pembayaran angsuran tersebut akhirnya terlunasi.

Baca Juga : Pengertian Aktiva Lancar dan Jenisnya Dalam Akuntansi

custom-form-newsletter

Pentingnya Amortisasi Dalam Laporan Keuangan Perusahaan

Adanya perhitungan amortisasi, baik itu amortisasi aset ataupun amortisasi pajak (amortisasi fiskal). Tetap akan menunjukkan kondisi laporan keuangan yang sebenarnya, sehingga cara perhitungannya juga harus melalui rumus. Dengan demikian amortisasi yang dimilki perusahaan bisa diketahui oleh seluruh pihak kepentingan di perusahaan tersebut.

Pada era teknologi seperti ini, Anda juga tidak perlu bingung dalam memilih metode perhitungan penyusutan atau amortisasi dalam aset Anda. Karena adanya software akuntansi ini Anda dapat dengan mudah menghitung penyusutan aset merupakan salah satu risiko kerugian bagi perusahaan.

Dengan adanya manajemen aset, perusahaan akan lebih mudah melakukan monitoring terhadap penyusutan aset bisnis. Selain itu dengan manajemen aset, perusahaan dapat menjaga nilai aset hingga menciptakan manajemen risiko yaitu dengan software pembukuan Harmony.

Cobalah untuk Anda gunakan software akuntansi seperti software Harmony yang dapat dengan mudah melakukan pemantauan stok, pembuatan invoice otomatis, rekonsiliasi bank transaksi secara otomatis, penghitungan aset, dan keuangan usaha yang mudah dikelola karena terdapat 20 lebih laporan keuangan secara real time. Gunakan Harmony sekarang juga GRATIS 30 hari disini.

Bagi Anda yang sibuk dan membutuhkan jasa pembuatan laporan keuangan beserta analisanya bisa menggunakan Harmony Accounting Service.

Dapatkan update informasi dari Harmony dengan mengikuti media sosialnya di Facebook, Instagram dan LinkedIn.

Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Subscribe Harmony Blog
Dapatkan laporan penuh ini dengan mencantumkan nama.
Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Apa tanggapan Anda mengenai artikel ini?
Email Anda tidak akan terpublikasikan
Terima kasih telah berlangganan.
Anda akan menerima informasi terbaru dan artikel menarik di email Anda.
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-up.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-down.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/main-features/