Harmony Blog

5 Perbedaan Aset Tetap Berwujud dan Tidak Berwujud

Diupdate Feb 24th, 2021
0

SHARES

PEMBACA

aset tetap berwujud dan tidak berwujudPin

Tahukah Anda tentang aset tetap berwujud dan tidak berwujud? Tentunya, istilah tersebut sudah tidak asing didengar oleh kalangan akuntansi. Namun, bagi orang awam, masih bingung apa itu pengertian aset tetap berwujud, contoh, serta penerapannya.

Bahkan, selain aset tetap berwujud  ada juga istilah aset tetap tidak berwujud. Jangan khawatir, yuk simak ulasan selengkapnya berikut!  

Setiap aset tetap mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun. Aset tetap ini terdiri dari dua macam, yaitu aset tetap berwujud dan aset tetap tidak berwujud.

Secara umum, proses akuntansi mencakup kegiatan untuk memperoleh pendapatan yang dimulai dari transaksi yang dicatat untuk pertama kali dalam jurnal hingga menjadi laporan keuangan.

Proses akuntansi di antaranya dimulai dengan bukti transaksi, jurnal (jurnal umum dan jurnal khusus), posting buku besar, serta neraca saldo.

Selain itu, terdapat jurnal penyesuaian, neraca lajur, laporan keuangan, jurnal penutup, neraca saldo setelah penutupan, dan jurnal balik.

Dari tahapan di atas, laporan keuangan neraca terdiri dari aset lancar, aset tetap, kewajiban dan modal.

Aset tetap adalah bagian dari aset tetap berwujud dan tidak berwujud. Untuk itu, perlu bagi pebisnis untuk mengetahui secara rinci tentang aset tetap berwujud dan contohnya dalam perusahaan.

Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia, pengertian aset tetap yaitu aset atau aktiva tetap yang didapat dalam bentuk siap pakai yang bisa segera digunakan dalam operasi perusahaan.

Namun, aset tetap bukan untuk dijual kembali karena fungsinya adalah untuk kegiatan normal perusahaan.

Baca Juga : Macam-Macam Aktiva Lancar dalam Perusahaan

Aset Tetap Berwujud

Aset tetap berwujud merupakan aset tetap yang bersifat relatif permanen yang digunakan dalam kegiatan perusahaan yang normal. Istilah relatif permanen menunjukan sifat aset yang bersangkutan dapat digunakan dalam jangka waktu yang relatif cukup lama.

Aset tetap berwujud yang dimiliki oleh suatu perusahaan bisa dalam berbagai bentuk. Seperti tanah, bangunan, mesin-mesin, kendaraan, mebel, dan lain sebagainya.

Klasifikasi aset tetap berwujud dapat dibagi ke dalam 4 kelompok, yaitu:

1. Tanah yang digunakan sebagai tempat berdirinya gedung-gedung perusahaan.

2. Perbaikan tanah seperti jalan-jalan di sekitar lokasi perusahaan yang dibangun untuk tempat parkir dan pagar.

3. Gedung seperti kantor, toko, pabrik, dan gudang.

4. Peralatan seperti peralatan kantor, peralatan pabrik, mesin-mesin, kendaraan, dan mebel.

Aset Tetap Tidak Berwujud

Selain aset tetap berwujud, ada pula aset tetap tidak berwujud yang sangat penting bagi perusahaan. Aset tidak berwujud merupakan jenis aset tetap perusahaan yang secara fisik tidak dapat dinyatakan.

Contoh aset tidak berwujud adalah hak paten, hak cipta, merek, biaya riset, legalitas, pengembangan biaya ditangguhkan, dan hak pengusahaan sumber alam. Aset tidak berwujud didapat pembelian, namun umumnya diperoleh karena dikembangkan sendiri oleh perusahaan.

Ciri- ciri aset tetap tidak berwujud antara lain:

1. Dapat dipisahkan, yaitu kemampuannya untuk menjadi terpisah atau terbagi dari BPR dan dapat dijual, dialihkan, dilisensikan, disewakan, atau ditukarkan melalui suatu kontrak terkait aset atau kewajiban secara individual maupun secara bersama.

2. Muncul dari hak kontraktual atau hak hukum lainnya, terlepas dari hak tersebut dapat dialihkan atau dapat dipisahkan dari BPR atau dari hak dan kewajiban lainnya.

3. Hanya dapat diakui apabila berasal dari eksternal.

Berlangganan newsletter kami
Dapatkan Berbagai Tips & Update Artikel Menarik Lainnya dari Harmony, langsung di email Anda!

Perbedaan Aset Tetap Berwujud dan Tidak Berwujud

Aset tetap berwujud dan tidak berwujud memiliki beberapa perbedaan. Namun, yang paling mencolok setidaknya terdapat 5 perbedaan dari keduanya, yaitu:

Dari segi wujud, aset tetap berwujud memiliki bentuk fisik yang dapat dimanfaatkan untuk usaha, sedangkan aset tetap tidak berwujud tidak memiliki bentuk fisik, namun hanya dapat disimbolkan.

Dari segi perolehan, aset tetap berwujud diperoleh dari pembelian tunai, kredit, maupun membangun sendiri, sedangkan aset tetap tidak berwujud diperoleh dari hak kontraktual atau dari pemerintah.

Dari segi depresiasi, penyusutan aset tetap berwujud tidak bisa dinilai dengan metode penyusutan. Sedangkan penyusutan aset tetap tidak berwujud dapat dilakukan dengan berbagai metode seperti straight line method, Double Declining Balance Method, um of The Year Digit Method, dan lain sebagainya.

Dari segi umur, aset tetap berwujud bisa jadi aset yang tidak terbatas, karena bisa digunakan secara terus menerus. Berbeda dengan aset tetap tidak berwujud yang memiliki batas umur untuk bisa digunakan.

Dari segi pencatatan, dasar aset tetap berwujud adalah harga perolehan sedangkan aset tetap tidak berwujud didasari oleh pembelian dan transaksi-transaksi perusahaan.

Sebagai pebisnis, perlu bagi Anda untuk mengetahui pemanfaatan dan perolehan dari aset tetap dalam laporan keuangan. Saat ini, laporan keuangan bisa dibuat dengan mudah melalui Software Akuntansi Harmony. Dengan demikian, setiap aset akan terkontrol baik dari tingkat depresiasi, amortisasi, maupun umur penggunaannya. Yuk, buat akun Free trial sekarang juga untuk menikmati pemakaian software GRATIS 30 hari klik di sini.

Pembukuan Lebih Mudah!
Coba Gratis 30 Hari dan Rasakan Perbedaannya!
Anda juga mungkin suka:
Harmony
Harmony
Harmony menyajikan artikel seputar bisnis, keuangan, perpajakan dan finansial untuk membantu para pemilik usaha kecil. Dapatkan cara mudah membereskan keuangan usaha Anda menggunakan Harmony dan coba gratis 30 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Follow Social Media Kami
Dapatkan konten terbaru dari Harmony
Gratis Tips & Trik Terbaru Harmony di Email Anda.
No spam, hanya Info terbaik kami kirimkan dan Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.
Artikel Popular Lainnya
Pembukuan Lebih Mudah!
Coba Gratis 30 Hari dan Rasakan Perbedaannya!
Daftar Isi
    Add a header to begin generating the table of contents
    Daftar Isi
      Add a header to begin generating the table of contents
      Daftar Isi
        Add a header to begin generating the table of contents
        Dapatkan Berbagai Tips & Update Artikel Menarik Lainnya dari Harmony, langsung di email Anda!
        Software Akuntansi Online Harmony

        Tingkatkan keahlian Anda bersama pakar kami, gratis!

        • 00HARI
        • 00JAM
        • 00MENIT
        • 00DETIK