5 Tantangan Perusahaan Manufaktur yang Sering Dihadapi
Harmony Blog
Business
5 Tantangan Perusahaan Manufaktur yang Sering Dihadapi
September 8, 2020
Berlangganan newsletter kami
Dapatkan Tips Seputar Bisnis Dengan Berlangganan Newsletter Harmony, isi data berikut ini :

Dalam dunia usaha perusahaan manufaktur  tidak bisa dilepaskan sebagai produsen produk fisik. Definisi manufaktur adalah suatu cabang industri yang mengaplikasikan peralatan dan tenaga kerja dan suatu medium proses untuk mengubah bahan mentah menjadi barang jadi yang memiliki nilai jual.

Tantangan perusahaan manufaktur sekarang berbeda dengan tantangan perusahaan manufaktur beberapa tahun lalu. Dengan kemajuan teknologi banyak juga tantangan yang akhirnya hilang karena teratasi.

Secara bisnis dan operasionalnya, ada beberapa tantangan perusahaan manufaktur yang harus dihadapi. Tantangan tersebut merupakan suatu kesatuan yang pasti ada dalam usaha manufaktur dan tidak bisa dipisahkan tapi harus dihadapi dan dicari solusinya.

Tantang perusahaan manufaktur berbeda dari jaman ke jaman. Tantangan perusahaan manufaktur sekarang berbeda dengan tantangan perusahaan manufaktur 10 tahun lalu. Dengan kemajuan teknologi banyak juga tantangan yang akhirnya hilang karena teratasi. Perusahaan harus mempunyai strategi pembangunan sektor industri secara jangka panjang agar keberhasilan dalam bisnis manufaktur jadi lebih mudah dicapai.

Sebelum lanjut ke penjelasan apa saja tantangan perusahaan manufaktur yang sering dihadapi, mari tonton video tentang perusahaan manufaktur dibidang minuman, PT Berkah Malindo Perkasa berikut ini :

1. Kesulitan Memprediksi Permintaan Produk

Masih banyak produsen di Indonesia yang kesulitan dalam memprediksi permintaan produk yang akan diproduksi untuk beberapa waktu ke depan. Hal ini terjadi karena produsen tidak memiliki alat atau aplikasi yang memungkinkan mereka untuk mengetahui berapa banyak produk yang harus mereka jual beberapa bulan atau beberapa tahun kedepan.

Apalagi pemintaan di masyarakat sangat dinamis tergantung daya beli dan juga pesaing. Ini menjadi kesulitan tersendiri dalam tantangan perusahaan manufaktur yang harus dihadapi.

2. Kesulitan Mengontrol Persediaan

Tantangan perusahaan manufaktur lainnya adalah kesulitan dalam mengontrol persediaan. Sebenarnya hal ini bisa diatasi dengan menggunakan software. Dengan menggunakan software infromasi tentang jumlah stok dan jumlah barang rusak bisa dilihat dengan mudah. Jangan anggap remeh mengenai stok karena bisa mempengaruhi laporan keuangan perusahaan.

Baca juga : Jenis dan Laporan Keuangan Perusahaan Industri

custom-form-newsletter


3. Sulit dalam Meningkatkan Efisiensi Pabrik

Sampai saat ini produsen masih mencari cara efektif untuk meningkatkan efisiensi di perusahaan manufaktur mereka. Karena ini merupakan tantangan klasik. Banyak produsen akhirnya mengorbankan kualitas produk untuk mengurangi biaya produksi mereka yang pastinya ini akan mempengaruhi perhitungan Harga Pokok Penjualan.

Akan tetapi dampak dari menurunkan kualitas adalah pelanggan menjadi tidak puas dan menurunkan penjualan sehingga mempengaruhi profitabilitas. Hal ini akan terlihat dari laporan keuangan perusahaan khususnya Laporan Laba Rugi. Ini adalah tantangan perusahaan manufaktur yang sangat umum terjadi.

4. Kekurangan Sumber Daya Manusia Berkualitas

Hal lain yang menjadi tantangan perusahaan manufaktur di Indonesia adalah sulit memiliki sumber daya manusia yang berkualitas. Penyebabnya adalah budaya generasi yang berbeda dari jaman era industri ke era tekhnologi dan informasi. Jaman dulu lebih banyak pekerja manufaktur yang berkualitas tinggi dan konsisten.

Apabila perusahaan Anda kekurangan sumber daya manusia dalam membuat laporan keuangan, Anda bisa menggunakan aplikasi dan jasa perusahaan yang menyediakan jasa tersebut. Lihat disini untuk informasi lebih detail. Kenalan juga dengan Harmony dengan mengikuti media sosialnya untuk mengikuti updatenya di Facebook, Instagram dan LinkedIn Harmony.

5. Kesulitan Meningkatkan ROI

Setiap produsen pasti mau meningkatkan ROI mereka dan mereka biasanya memilih untuk memperbanyak produksi atau meningkatkan harga produk mereka. Tetapi apabila ini dilakukan bisa menurunkan daya beli konsumen, khususnya ketika kondisi ekonomi sedang tidak menentu.

Peningkatan ROI bisa dilakukan dengan cara :

• Meningkatkan penjualan dengan strategi yang benar.

• Memperbarui strategi pemasaran.

• Mengurangi biaya.

Demikianlah penjelasan tentang 5 tantangan perusahaan manufaktur yang harus dihadapi. Untuk memudahkan dalam mencari solusi dari tantangan tersebut Anda memerlukan software akuntansi. Dengan menggunakan software akuntansi, siklus akuntansi perusahaan manufaktur lebih mudah dijalankan dan laporan yang berhubungan dengan penjualan, persediaan, ROI dan efisiensi bisa didapat dengan mudah dan cepat.

Gunakan software akuntansi yang berbasis cloud atau disebut juga software akuntansi online agar Anda bisa diakses dimanapun dan kapanpun.  Harmony adalah software akuntansi online yang praktis dan mudah digunakan. Anda dapat membuat laporan keuangan dengan mudah walau tidak memiliki latar belakang  akuntan sekalipun.

Harmony memiliki 20 lebih laporan keuangan real time yang bisa membantu Anda dalam mengelolah keuangan bisnis Anda. Laporan keuangan akan rapi, cepat tersedia dan bisa dilihat dimanapun dan kapanpun sesuai kemauan Anda. Jadi tunggu apalagi, Yuk coba Harmony GRATIS 30 hari disini.

Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Subscribe Harmony Blog
Dapatkan laporan penuh ini dengan mencantumkan nama.
Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Apa tanggapan Anda mengenai artikel ini?
Email Anda tidak akan terpublikasikan
Terima kasih telah berlangganan.
Anda akan menerima informasi terbaru dan artikel menarik di email Anda.
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-up.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-down.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/main-features/