4 Tahapan Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) Manufaktur
Harmony Blog
Accounting
4 Tahapan Menghitung HPP (Harga Pokok Penjualan) Perusahaan Manufaktur
January 7, 2020
Berlangganan newsletter kami
Dapatkan Tips Seputar Akuntansi Dengan Berlangganan Newsletter Harmony, isi data berikut ini :

Apakah perusahaan Anda bergerak di bidang manufaktur? Jika ya, apakah Anda tahu cara menghitung harga pokok penjualan (hpp) pada perusahaan manufaktur?

Perlu bagi Anda untuk memahami tentang hpp karena bisa mengetahui taksiran atas margin penjualan, prediksi laporan laba rugi, dan lain sebagainya. Simak penjelasan cara menghitung harga pokok penjualan (HPP) perusahaan manufaktur berikut ini.

Seorang pemilik bisnis harus mengetahui bagaimana cara menghitung hpp (harga pokok penjualan) produknya karena penentuan hpp berdampak pada keuntungan atau kerugian perusahaan.

Pengertian HPP (Harga Pokok Penjualan)

HPP adalah jumlah beban yang harus dikeluarkan, baik secara langsung maupun tidak langsung untuk bisa memproduksi suatu barang atau jasa.

Biaya tersebut terdiri dari biaya bahan baku, tenaga kerja, dan biaya lain hingga produk siap dipasarkan. Dengan kata lain, HPP artinya keseluruhan biaya produksi yang harus dikeluarkan oleh sebuah perusahaan.

Penghitungan ini merupakan sesuatu yang sangat penting, karena mempengaruhi penentuan harga jual barang dan menjadi dasar perhitungan laba rugi serta bisa membantu perencanaan produksi  sebuah perusahaan. Selain itu, HPP artinya juga bisa menjadi sarana evaluasi dari realistis atau tidaknya terhadap nilai biaya produksi.

Konsep Menghitung HPP (Harga Pokok Penjualan)

Jika membahas tentang cara menghitung hpp maka tidak terlepas dari cara menghitung harga pokok produksi. Karena hpp produksi merupakan salah satu komponen dalam rumus harga pokok penjualan.

Harga proses produksi merupakan harga atau nilai barang yang dijual. Umumnya cara menghitung harga pokok produksi ditentukan pada persediaan awal produk ditambah dengan jumlah harga produksi kemudian dikurangi dengan persediaan akhir produk.

Jadi, pada prinsipnya adalah jumlah saldo awal persediaan dan harga pokok barang-barang yang dibeli kemudian dikurangi jumlah persediaan akhir pada periode tertentu. HPP melibatkan seluruh semua upah baru langsung, biaya bahan-bahan tambahan, dan biaya-biaya tak diduga lainnya.

Namun, bagi perusahaan manufaktur cara menghitung HPP terdapat sedikit perbedaan dengan perusahaan jasa maupun dagang. Perusahaan manufaktur harus menentukan sendiri HPP tanpa membeli barang dari pihak lain.

Dengan perkembangan teknologi saat ini perhitungan HPP (Harga Pokok Penjualan) perusahaan dagang atau manufaktur bukanlah sesuatu yang sulit karena bisa menggunakan software.

Baca juga : Penjelasan Lengkap Sistem Informasi Manufaktur Serta Contohnya

custom-form-newsletter

Tahapan Cara Menghitung HPP (Harga Pokok Penjualan)

Secara umum, ada 4 tahapan cara menghitung harga pokok penjualan.

Tahap 1 : Cara Menghitung Biaya Bahan Baku

Bahan baku  adalah bahan yang dibeli dan digunakan untuk membuat produk akhir (barang jadi) yang akan dijual kepada konsumen. Sedangkan biaya bahan baku adalah seluruh biaya yang muncul dalam mendapatkan bahan baku. Biaya bahan baku meliputi harga bahan, ongkos angkut, biaya penyimpanan dan lain–lain.

Bahan baku dapat digolongkan menjadi dua macam yaitu:

1. Bahan baku langsung, yaitu bahan baku yang dapat ditelusuri ke produk akhir yang dihasilkan. Misalnya bahan baku kayu dalam produk furniture dan baja dalam produk mobil.

2. Bahan baku tidak langsung, yaitu bahan baku yang digunakan untuk menghasilkan produk akhir, tetapi tidak mudah diidentifikasi dan dialokasikan ke pusat biaya serta bukan bagian dari produk jadi. Contoh bahan tidak langsung adalah benang untuk pembuatan baju.

Secara formulasi rumus menghitung biaya bahan baku adalah :

Biaya Bahan Baku = Saldo Awal Bahan Baku + Pembelian Bahan Baku – Saldo Akhir Bahan Baku

Tahap 2 : Menghitung Biaya Produksi

Tahapan selanjutnya adalah menghitung biaya produksi. Biaya produksi merupakan biaya-biaya yang muncul pada proses produksi perusahaan. Biaya inilah yang sangat membedakan perusahaan manufaktur dengan perusahaan dagang. Biaya produksi dalam perusahaan manufaktur terdiri dari 3 komponen, yaitu :

1. Bahan Baku Langsung

Merupakan bahan utama dalam pembuatan barang jadi (produk) yang akan diproduksi dan dijual.

2. Tenaga Kerja Langsung

Tenaga kerja yang terlibat dalam proses pembuatan produk yaitu dari pengolahan bahan baku sampai selesai diproduksi.

3. Overhead Pabrik

Biaya yang timbul dari suatu proses produksi dalam pembuatan barang jadi.

Cara menghitung biaya produksi atau Cost of Good Sold (COGS) dilakukan dengan menjumlahkan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead. Secara formulasi rumusnya adalah :

Biaya Produksi = Biaya Bahan Baku + Biaya Tenaga Kerja Langsung + Biaya Overhead Produksi

Tahap 3 : Cara Menentukan Harga Pokok Produksi (HPP)

Tahap ketiga adalah cara menentukan harga pokok produksi. Biasanya cara menghitung harga pokok produksi adalah dengan menjumlahkan biaya produksi dan saldo awal persediaan barang kemudian dikurangi saldo akhir persedian barang. Secara formulasi rumus menentukan harga produksi adalah :

Harga Produksi = Total Biaya Produksi + Saldo Awal Persediaan Barang – Saldo Akhir Persediaan Barang

Tahap 4 : Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP)

Lalu tahap terakhir adalah cara menghitung harga pokok penjualan (hpp) itu sendiri. Cara menghitung harga pokok penjualan adalah dengan menjumlahkan harga pokok produksi dengan persediaan barang awal kemudian dikurangi persediaan barang akhir. Secara formulasi rumus harga pokok penjualan adalah :

Harga Pokok Penjualan (HPP) = Persediaan Barang Awal + Harga Pokok Produksi – Persediaan Barang Akhir

Demikianlah penjelasan 4 tahapan dalam menghitung HPP untuk perusahaan manufaktur. Bagaimana menurut Anda? Tidak terlalu sulit bukan?

Meskipun hanya terdapat 4 tahap saja,  akan terasa berat dan membutuhkan waktu lama jika perhitungannya dikerjakan secara manual. Tetapi tak perlu khawatir, karena Anda bisa menggunakan software akuntansi untuk menghitung hpp produk. Sebagai rekomendasi, gunakan Harmony yang merupakan salah satu software akuntansi online terbaik.

Dengan Harmony, keuangan usaha bisa dikelola dengan cepat dan tanpa repot. Harmony praktis dan mudah digunakan serta memiliki 20 lebih laporan keuangan real time yang akan mempermudah Anda dalam menjalankan usaha.

Harmony sudah membantu ribuan pemilik bisnis dalam merapikan pembukuan dan laporan keuangan mereka. Jadi, tunggu apalagi? Coba gunakan GRATIS Harmony 30 hari dengan mendaftar di sini.

Anda juga bisa mendapatkan informasi tentang akuntansi, keuangan, pajak, bisnis dan marketing di media sosial Harmony. Follow akun FacebookInstagram dan LinkedIn Harmony.

Bagaimana jika Anda adalah pebisnis yang sibuk sehingga tidak sempat membuat laporan keuangan? Jangan khawatir, Anda bisa menggunakan Harmony Accounting Service yaitu jasa pembuatan laporan keuangan dengan harga terjangkau yang dikerjakan oleh profesional berpengalaman dalam bidang akuntansi.

Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Subscribe Harmony Blog
Dapatkan laporan penuh ini dengan mencantumkan nama.
Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Apa tanggapan Anda mengenai artikel ini?
Email Anda tidak akan terpublikasikan
Terima kasih telah berlangganan.
Anda akan menerima informasi terbaru dan artikel menarik di email Anda.
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-up.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-down.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/main-features/