Harmony Blog

Working Capital (Modal Kerja): Memaksimalkan Pembiayaan Operasional Perusahaan

Diupdate Feb 24th, 2021
0

SHARES

PEMBACA

working capitalPin

Dalam dunia usaha, banyak istilah yang dipakai untuk menjelaskan sesuatu agar mudah memahami suatu konteks atau hal yang dimaksud. Hampir semua pebinis mungkin pernah mendengar istilah working capital. Istilah ini cukup sering digunakan dalam ilmu ekonomi yang membahas tentang keuangan suatu usaha. Artikel kami kali ini menyajikan penjelasan working capital serta hubungannya dalam memaksimalkan pembiayaan operasional perusahaan.

Nilai working capital bisa menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar hutang jangka pendeknya serta menjadi indikasi kesehatan finansial perusahaan tersebut.

Pengertian Working Capital

Working capital adalah modal kerja bersih yang didapat dari selisih antara aset perusahaan dengan liabilitas perusahaan saat itu. Yang merupakan aset perusahaan antara lain uang tunai, uang yang tersimpan di rekening bank, aset lain yang bisa diuangkan dengan cepat, serta tagihan-tagihan yang belum dibayar oleh pelanggan. Sedangkan liabilitas adalah jumlah hutang yang dimiliki perusahaan dan harus dibayar dalam kurun waktu tahun tersebut.

Menurut pendapat ahli, Kasmir (penulis buku manajemen keuangan), modal kerja adalah modal yang digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan, modal kerja ini dapat diartikan sebagai investasi yang ditanamkan dalam aktiva lancar atau aktiva jangka pendek berupa kas, bank, surat-surat berharga, piutang, persediaan dan aktiva lancar.

Sedangkan menurut Jumingan (2011:66), modal kerja merupakan jumlah dari aktiva lancar, berupa modal kerja bruto (gross working capital). Pengertian dari Jumingan ini termasuk dalam sifat kuantitatif karena menunjukan sejumlah dana yang dapat digunakan untuk kegiatan operasi jangka pendek. Waktu tersedianya tergantung pada jenis serta tingkat likuiditas dari unsur – unsur aktiva lancar seperti kas, surat-surat berharga, piutang dan persediaan.

Secara sederhana hal ini bisa diartikan sebagai  uang yang tersedia untuk membiayai dana operasional perusahaan sehari-hari. Sebagai dana yang digunakan untuk operasional perusahaan tentu keberadaannya sangat penting. Semakin besar working capital yang dimiliki, maka bisa ditarik kesimpulan bahwa perusahaan itu memiliki kinerja keuangan yang baik.

Selain itu hal ini juga bisa menjadi indikasi untuk mengetahui kesehatan finansial sebuah perusahaan. Semakin besar selisih antara aset yang dimiliki dengan hutang jangka pendek yang harus dibayarkan, maka bisa disimpulkan keuangan perusahaan dalam kondisi sehat. Sebaliknya jika jumlah hutang jauh melebihi aset yang dimiliki dan menghasilkan nilai yang minus, maka kondisi keuangan perusahaan tersebut sangat tidak sehat bahkan bisa menuju kebangkrutan.

Baca juga : Financial Leverage: Pengertian, Fungsi, Manfaat dan Contohnya

Rumus Working Capital

Seperti penjelasan diatas, rumusnya adalah :

Working Capital = Current Assets – Current Liabilities

Umumnya working capital juga dihitung dalam bentuk rasio, dan untuk menentukan rasionya menggunakan rumus :

Working Capital Ratio = Current Assets / Current Liabilities

Contoh Perhitungan :

PT Alpha Cahaya Mandiri memiliki aset senilai Rp 400.000.000 dan total hutang jangka pendek senilai Rp 100.000.000. Maka nilai working capital PT Alpha Cahaya Mandiri adalah :

= Rp 400.000.000 – Rp 150.000.000

= Rp 250.000.000

Sedangkan working capital rationya adalah sebesar :

= 400.000.000 / 150.000.000

= 2.6

Melalui hasil perhitungan tersebut, bisa disimpulkan bahwa kondisi kesehatan PT Alpha Cahaya Mandiri terbilang baik. Hal itu karena mereka masih sanggup untuk membayar hutang dagang perusahaan. Jika ingin meningkatkan nilai rationya, PT Alpha Cahaya Mandiri harus meningkatkan keuntungan dan tidak memending pembayaran hutang. Secara teori, working capital ratio yang buruk bernilai di bawah 1.

Berlangganan newsletter kami
Dapatkan Berbagai Tips & Update Artikel Menarik Lainnya dari Harmony, langsung di email Anda!

Tujuan Working Capital Ratio

Adapun tujuan suatu perusahaan menghitung dan mengetahui nilai working capital ratio adalah :

1. Agar likuiditas perusahaan bisa tercukupi.

2. Perusahaan bisa memiliki budget management yang baik misalnya dengan mengalokasi dana darurat perusahaan dalam membiayai beban jangka pendek atau jangka panjang yang harus dibayarkan sebelum jatuh tempo.

3. Agar perusahaan mempunyai persediaan barang dagang yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

4. Working capital yang dimiliki perusahaan bisa diinvestasikan untuk memperoleh tambahan pemasukan dana. Misalnya, memanfaatkan dananya dengan menjadi perantara keuangan untuk pelanggan atau suppliernya, berinvestasi pada pasar modal berupa saham dan lain sebagainya.

5. Menggunakannya untuk memaksimalkan penggunaan aktiva lancar yang berkaitan dalam peningkatan penjualan serta laba perusahaan.

6. Menjaga nilai mata uang. Maksudnya adalah perusahaan dapat mengalokasikan dananya untuk meminimalisir terjadi inflasi besar – besaran atau penurunan nilai mata uang. Tindakan yang biasanya dilakukan yaitu menggunakan working capital perusahaan ke berbagai investasi yang terjamin.

Menurut Munawir (2010:116), manfaat working capital adalah sebagai berikut:

1. Untuk melindungi perusahaan terhadap krisis capital ratio yang disebabkan oleh turunnya nilai aktiva lancar.

2. Memungkinkan perusahaan untuk dapat membayar semua kewajiban (hutang) tepat pada waktunya.

3. Memungkinkan perusahaan untuk bisa beroperasi secara lebih efisien karena tidak ada kesulitan untuk mendapatkan barang atau jasa yang dibutuhkan.

Dari penjelasan di atas bisa disimpulkan bahwa semakin tinggi working capital yang dimiliki, maka semakin baik pula kondisi keuangan perusahaan tersebut. Akan tetapi, perlu diketahui juga bahwa tingginya hal ini juga memiliki kemungkinan dampak negatif. Jumlah yang sangat tinggi juga bisa merupakan indikasi bahwa perusahaan itu memiliki terlalu banyak inventaris tanpa menyediakan uang tunai yang cukup untuk biaya sehari-hari.

Nilai yang tinggi juga bisa berarti aset tidak bergerak lebih banyak dibandingkan dengan uang tunai. Hal ini bukan merupakan sesuatu yang baik untuk perusahaan dan bisa menimbulkan masalah. Beberapa kemungkinan penyebab hal itu adalah uang penjualan yang masuk dari konsumen terlalu lambat atau pembayaran hutang perusahaan terlalu cepat.

Demikian penjelasan tentang working capital yang perlu diketahui dan semoga berguna untuk usaha Anda. Hal ini juga berhubungan dengan bagaimana cara perusahaan mengelola keuangan dengan baik. Untuk bisa mengelola keuangan usaha dengan optimal sebaiknya Anda menggunakan software akuntansi berbasis cloud sehingga bisa dikerjakan di manapun dan kapanpun.

Harmony adalah software akuntansi online yang bisa membantu Anda mengelola keuangan usaha dengan cepat dan tanpa repot. Harmony praktis dan mudah digunakan serta memiliki 20 lebih laporan keuangan real time yang akan mempermudah Anda dalam menjalankan usaha. Harmony sudah membantu ribuan pemilik bisnis dalam merapikan pembukuan dan laporan keuangan mereka. Jadi, tunggu apalagi? Coba gunakan GRATIS Harmony 30 hari dengan mendaftar di sini.

Anda juga bisa mendapatkan informasi tentang akuntansi, keuangan, pajak, bisnis dan marketing di media sosial Harmony. Follow akun FacebookInstagram dan LinkedIn Harmony.

Bagaimana jika Anda adalah pebisnis yang sibuk sehingga tidak sempat membuat laporan keuangan? Jangan khawatir, Anda bisa menggunakan Harmony Accounting Service yaitu jasa pembuatan laporan keuangan dengan harga terjangkau yang dikerjakan oleh profesional berpengalaman dalam bidang akuntansi.

Pembukuan Lebih Mudah!
Coba Gratis 30 Hari dan Rasakan Perbedaannya!
Anda juga mungkin suka:
Harmony
Harmony
Harmony menyajikan artikel seputar bisnis, keuangan, perpajakan dan finansial untuk membantu para pemilik usaha kecil. Dapatkan cara mudah membereskan keuangan usaha Anda menggunakan Harmony dan coba gratis 30 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Follow Social Media Kami
Dapatkan konten terbaru dari Harmony
Gratis Tips & Trik Terbaru Harmony di Email Anda.
No spam, hanya Info terbaik kami kirimkan dan Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.
Artikel Popular Lainnya
Pembukuan Lebih Mudah!
Coba Gratis 30 Hari dan Rasakan Perbedaannya!
Daftar Isi
    Add a header to begin generating the table of contents
    Daftar Isi
      Add a header to begin generating the table of contents
      Daftar Isi
        Add a header to begin generating the table of contents
        Dapatkan Berbagai Tips & Update Artikel Menarik Lainnya dari Harmony, langsung di email Anda!

        Pembukuan Lebih Mudah

        Coba Gratis 30 Hari dan
        Rasakan Perbedaannya!

        Kontak Harmony