Tips Memperbaiki Pengeluaran Bisnis dan Pribadi Yang Sudah Tercampur
Harmony Blog
Finance
Tips Memperbaiki Pengeluaran Bisnis dan Pribadi Yang Sudah Tercampur
October 27, 2020
Berlangganan newsletter kami
Dapatkan Tips Keuangan Dengan Berlangganan Newsletter Harmony, isi data berikut ini :

Pengeluaran bisnis dan pribadi idealnya harus dipisahkan. Bukan tanpa alasan jika pengeluaran bisnis dan pribadi bercampur maka pelaku usaha akan kesulitan menjalankan bisnisnya. Kesulitan dari pengeluaran bisnis dan pribadi yang tercampur akan diidentifikasi dari pos-pos pengeluaran dapat menyebabkan tidak aktualnya laporan keuangan yang dibuat.

Pengeluaran bisnis dan pribadi yang tidak dipisah akan mempengaruhi kinerja internal perusahaan.

Laporan keuangan merupakan sebuah dokumen perusahaan dimana laporan atas keadaan keuangan perusahaan disajikan. Membaca laporan keuangan dengan baik harus didukung dengan data yang benar. Kesalahan membaca menyebabkan interpretasi dari keadaan keuangan perusahaan. 

Cara Mengelola Keuangan Usaha

Keuangan adalah hal yang sangat sensitif. Mudah sekali untuk berpindah dan jika tidak dilakukan perhitungan yang maksimal bisa menyebabkan kekacauan pada kegiatan usaha. Mengelola pengeluaran bisnis itu sebenarnya sangat mudah. Anda hanya perlu melakukan kegiatan-kegiatan di bawah ini.

a. Memisahkan Antara Pengeluaran Pribadi dan Usaha

Pengeluaran bisnis dan pribadi tidak boleh mengambil jatah dari keuangan usaha dan begitu pula sebaliknya. Pengeluaran bisnis dan pribadi yang bercampur bisa dilakukan dengan catatan bahwa hal tersebut merupakan piutang perusahaan terhadap pribadi. Namun diharapkan kegiatan peminjaman tidak berlangsung terus menerus.

Setiap transaksi pengeluaran bisnis dan pribadi yang terjadi harus dicatat secara kontinyu dan berurutan. Tujuannya agar tidak ada pencatatan yang terlewat. Setelah transaksi terkumpul, pelaku usaha dianjurkan untuk melakukan pelaporan keuangan rutin yang dilakukan pada periode tertentu.

b. Meminimalisir Terjadi Hutang

Cara menghemat pengeluaran bisnis selanjutnya adalah batasi hutang. Berhutang untuk kegiatan yang bukan produktif sangat tidak dianjurkan. Hal ini dikarenakan uang hasil berhutang tidak akan  berkembang dan malah membebani usaha.

Hutang yang bertumpuk pada usaha dapat menyebabkan aliran cash flow yang melambat bahkan macet. Keuangan yang tersendat menyebabkan kegiatan usaha tidak akan berjalan lancar dan maksimal.

c. Mulai Menyusun Laporan Keuangan

Laporan keuangan umumnya beragam. Ada banyak sekali jenisnya namun yang sering dijadikan rujukan adalah 4 laporan keuangan utama. Pengambilan keputusan umumnya merujuk pada laporan keuangan seperti balance sheet, income statement dan cash flow perusahaan. 

Pembuatan laporan keuangan memudahkan untuk melihat berapa banyak penjualan selama jangka waktu tertentu secara cepat. Jumlah Laba bersih yang diterima dan berapa banyak hutang yang harus dibayar tiap bulan serta beban-beban produksi juga bisa dengan mudah diperhitungkan.

Mengetahui seberapa besar resiko keuangan dapat menjamin imbal-balik maksimum dari investasi yang telah dikucurkan.

custom-form-newsletter

Mengatur Uang Hasil Jualan

Kebiasaan dari pelaku usaha Kecil dan Menengah (UMKM) beranggapan bahwa tidak perlu adanya pemisahan uang untuk pengeluaran bisnis dan pribadi. Pengeluaran bisnis dan pribadi biasanya berupa uang dari hasil jualan, modal, ataupun uang pribadi untuk kegiatan sehari-hari. Padahal kegiatan ini sangat beresiko menghambat kinerja keuangan usaha.

Kegiatan usaha yang berhubungan langsung dengan keuangan wajib dan perlu dipisah dengan keuangan pribadi. Jika sudah terlanjur tercampur maka Anda perlu melakukan kegiatan di bawah ini:

a. Mulai Membuat Rekening Berbeda

Para pelaku usaha diharapkan membuat rekening yang berbeda untuk kegiatan usahanya. Jenis pengeluaran pribadi dan transaksi usaha harus lewat rekening yang berbeda. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pengawasan dari aliran kas perusahaan.

Uang yang merupakan hasil jualan atau bertransaksi atas nama usaha harus lewat rekening yang perusahaan dan tidak boleh lewat rekening pribadi. Demi memudahkan pengawasan dalam melihat aliran kas pemisahan ini juga berkaitan dengan keamanan yang tersebut.

Ditakutkan jika lewat rekening pribadi bisa terjadi salah paham antara uang yang masuk, apakah untuk usaha atau untuk pribadi. Selain itu perbedaan rekening bisa memudahkan pencatatan oleh bagian akuntansi sebagai bukti transaksi yang dilakukan oleh perusahaan.

b. Mengerem Membeli Barang

Anggaran pengeluaran pribadi seperti membeli ponsel keluaran terbaru tidak boleh menggunakan uang hasil jualan. Uang jualan harus disisihkan dengan baik. Jika tidak dilakukan hal ini dapat memicu modal yang akan berkurang hari demi hari.

Bukan tidak mungkin jika owner menggunakan uang dari hasil penjualan untuk membeli barang-barang tanpa melihat anggaran yang telah disusun sebelumnya. Pembelian inventaris usaha harus dilakukan secara hati-hati.

Perlu anggaran dan proyeksi dari keuangan usaha sebelum memutuskan untuk membeli barang baru. Usahakan untuk melihat dulu laporan keuangan gunakan uang hasil penjualan untuk melunasi hutang dan belilah barang yang penting saja.

c. Membuat Anggaran

Jika pengeluaran pribadi dan usaha sudah tercampur sejak lama mungkin ini saatnya berubah. Salah satu caranya dengan memulai membuat budget management. Kegiatan ini menjadi salah satu kontrol dari uang hasil penjualan.

Membuat anggaran adalah salah satu kegiatan yang penting dan perlu dilakukan oleh pengusaha yang baik. Berbagai hal bisa saja terjadi  ketika uang sudah berada ditangan. Mulai dari keinginan dari pemilik untuk upgrade barang terbaru dan hal-hal lainnya yang mendadak.

Keinginan ini tidak boleh dituruti karena masih ada tanggungjawab yang perlu diselesaikan terlebih dahulu.  Hutang, gaji karyawan dan membayar supplier perlu untuk diselesaikan sebelum membeli sesuatu. Untuk itulah anggaran hadir demi memudahkan kinerja pos-pos keuangan usaha.

Menyusun Manajemen Keuangan

Secara bahasa kegiatan ini merupakan penganggaran, pengelolaan hingga pengawasan atas keuangan usaha. Hal ini termasuk juga atas kegiatan pemisahan keuangan pribadi dan usaha. Dunia bisnis tidak mengenal istilah pencampuran dua sumber pengeluaran ini.

Pengawasan dilakukan dengan mencatat secara tersendiri atas transaksi yang keluar. Pemilik usaha bisa mencatat pengeluaran pribadi dan admin mencatat pengeluaran usaha. Perbedaan pencatatan inilah yang dapat menjadikan transaksi pengeluaran keuangan menjadi tidak bercampur satu sama lain.

Tentunya saja jika manajemen keuangan yang dimiliki sangat bagus akan menghasilkan banyak keuntungan. Keuntungan tersebut seperti laporan keuangan yang lebih rapi, dan sistem keuangan dari usaha lebih stabil. Perusahaan akan terlihat lebih profesional dan juga tidak ada beban tanggung jawab atas pengeluaran pribadi.

Pengeluaran bisnis dan pribadi adalah ranah berbeda yang harus diperlakukan secara berbeda pula. Gunakan Harmony Accounting Software untuk mencatat transaksi Anda. Anda bahkan bisa menggunakan software akuntansi ini selama 30 hari penuh secara gratis dengan membuat akun disini.

Untuk Anda yang sibuk atau tidak memiliki SDM yang memadai untuk mengurus pembukuan perusahaan, Anda bisa menggunakan Harmony Accounting Service yaitu jasa pembuatan laporan keuangan menggunakan aplikasi Harmony dengan harga terjangkau. Dapatkan update informasi dari Harmony dengan mengikuti media sosialnya di FacebookInstagram dan LinkedIn.

Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Subscribe Harmony Blog
Dapatkan laporan penuh ini dengan mencantumkan nama.
Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Apa tanggapan Anda mengenai artikel ini?
Email Anda tidak akan terpublikasikan
Terima kasih telah berlangganan.
Anda akan menerima informasi terbaru dan artikel menarik di email Anda.
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-up.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-down.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/main-features/