Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) : Pengertian, Tahapan & Contoh
Harmony Blog
Business
Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) : Pengertian, Tahapan & Contoh
February 8, 2021
Berlangganan newsletter kami
Dapatkan Tips Seputar Bisnis Dengan Berlangganan Newsletter Harmony, isi data berikut ini :

Pengertian siklus hidup produk atau product life cycle adalah suatu hal penting yang harus diperhatikan terutama para produsen, mengapa demikian? Karena dalam konsep siklus hidup produk menggambarkan tentang proses suatu produk yang dipasarkan kepada masyarakat, sampai produk tersebut hilang dari pemasaran dikarenakan kurangnya inovasi serta strategi pemasaran yang dilakukan oleh produsen.

Agar memiliki sebuah siklus hidup produk yang baik, maka pastikan Anda selalu mengenalkan produk dan memasarkan nya secara maksimal.

Dalam suatu produk tentu ada yang memiliki siklus hidup yang relatif lama dan pendek. Di mana akan ada masanya suatu produk akan mengalami puncak penjualan yang tinggi bahkan juga ada yang mengalami penurunan.

Maka dari itu, sangat penting untuk diperhatikan oleh produsen dalam membuat suatu inovasi atau perubahan mengenai produk dan perencanaan produksi guna menghindari titik jenuh konsumen akan produk tersebut.

Namun kejenuhan dalam suatu produk juga bukan hanya berfokus pada produk itu saja, melainkan ada faktor lain seperti distribusi, masalah dalam penjualan, dan lainnya. 

Sebagai pebisnis, banyak yang harus perlu Anda tahu tentang siklus hidup suatu produk. Jadi Anda harus terlebih dahulu mengetahui pengertian, tahap dan contoh siklus hidup produk. Agar lebih memahaminya, berikut akan di jelaskan dalam artikel ini.

Pengertian Siklus Hidup Produk?

Pengertian siklus hidup produk atau disebut sebagai product life cycle adalah suatu siklus yang sering dialami oleh setiap produk. Baik itu siklus produk yang singkat, maupun siklus hidup yang lama.

Namun dapat diartikan secara sederhana, product life cycle adalah suatu produk yang dibuat oleh produsen dan diperkenalkan kepada pasaran hingga pada akhirnya produk yang dipasarkan tersebut mulai hilang dari pasaran.

Siklus hidup produk ini juga dilihat dari bermacam-macam produk, seperti makanan, minuman, barang elektronik, dan lainnya. Dengan adanya pemahaman mengenai siklus produk, maka produsen dapat melihat serta mengetahui strategi apa yang harus dilakukan pada saat memasarkan produknya.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan produsen untuk memperpanjang umur produknya, produsen dapat melakukan peningkatan kualitas, peningkatan produk yang akan digunakan serta melakukan berbagai strategi yang tentunya akan menjadi cara khas produsen dalam menentukan umur produknya menjadi lebih lama dari umur produk sebelumnya.

Apa saja Tahap Siklus Hidup Produk?

Adapun 4 tahap yang terdapat dalam siklus hidup produk, tentunya dari setiap tahap ini wajib untuk diketahui oleh setiap produsen. Untuk dapat memahaminya, berikut di bawah ini akan dijelaskan:

1. Tahap Perkenalan (Introduction)

Tahap pertama yang dilakukan dalam siklus hidup produk adalah tahap perkenalan. Dalam tahap ini, perusahaan manufaktur akan memproduksi barang mentah atau bahan baku dan bahan setengah jadi, kemudian barang tersebut dikelola menjadi suatu produk untuk memenuhi permintaan pasar.

Tentunya, dalam tahap ini barang yang di pasaran merupakan barang yang benar-benar baru, lalu semua produk tersebut akan dipasarkan dalam jumlah yang lebih besar. Biasanya pada saat melakukan promosi pada suatu barang tersebut harus dilakukan dengan promosi yang agresif serta memiliki kualitas pemasaran yang menunjang di mata konsumen.

Pada saat promosi dilakukan, targetnya lebih berfokus ke arah merek penjualan. Tahap ini tentu proses pendistribusian serta keuntungan yang di dapat juga masih rendah.

Adapun strategi siklus hidup produk pada tahap perkenalan yaitu:

• Mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk melakukan promosi agar menciptakan kesadaran pada produk serta memberitahu produk kepada masyarakat.

• Menggunakan strategi siklus hidup produk dengan menerapkan harga peluncuran (skimming) atau harga penetrasi (penetration).

• Mendorong adopsi pelanggan.

• Melakukan distribusi yang hanya berfokus pada wilayah yang terbatas.

Baca Juga: Cara Mudah Perhitungan Cost of Good Sold (COGS) Perusahaan Manufaktur

2. Tahap Pertumbuhan (Growth)

Pada tahap pertumbuhan ini merupakan tahap siklus hidup produk yang menentukan suatu produk menjadi lebih berkembang atau tidak mengalami kemajuan.

Namun jika pada tahap ini suatu produk mengalami perkembangan dan minat para konsumen semakin banyak, maka dalam tahap ini laba usaha Anda akan meningkat dan tentu Anda akan mendapatkan keuntungan.

Namun dalam tahap ini, tentu Anda akan dihadapkan dengan persaingan produksi lainnya. Sehingga persaingan bisnis Anda tentu akan menjadi lebih banyak.

Berikut strategi siklus hidup produk pada tahap pertumbuhan yaitu:

• Membuat iklan mengenai produk Anda agar menciptakan kesadaran akan pemilihan suatu produk dan memperkuat merek (branding).

• Memperluas cakupan distribusi dan memperbanyak saluran distirbusi.

• Meningkatkan kualitas akan sebuah produk yang dipasarkan, dan memperbanyak fitur, model, ataupun varian pada sebuah produk.

• Menurunkan harga produk agar dapat menarik minat pembeli.

• Terus mempromosikan produk dan mereknya.

3. Tahap Kedewasaan (Maturity Process)

Pada tahap pendewasaan ini di mana produsen serta semua pihak yang terkait dapat merasakan bahwa penjualan yang dilakukan lebih meningkat jauh dari sebelumnya dan untuk kedepannya juga masih terlihat tetap.

Yang harus diperhatikan dalam tahap ini adalah, laba yang akan diperoleh tentu akan mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan adanya persaingan harga yang cukup ketat dari tahap sebelumnya.

Untuk itu, ada beberapa strategi yang perlu Anda lakukan dalam tahap ini yaitu:

• Melakukan perbaikan dan memodifikasi produk serta memperbanyak pilihan baik itu dari model, warna, rasa, dan lainnya.

• Beranjak dari produk yang sudah lama dan sudah tidak memiliki peminat yang cukup banyak di pasaran.

• Memasuki segmen pasar yang baru.

• Menarik para pelanggan baru.

• Repositioning.

4. Tahap Kemunduran (Decline)

Pada tahap yang satu ini, tentu setiap siklus hidup produk akan mengalami penurunan agresitivitas atau dapat disebut sebagai tahapan kuno suatu produk. Maka untuk itu perlu memiliki strategi baru yang tentu saja wajib untuk dilakukan dalam mengembangkan produk baru yang diminati oleh masyarakat.

Tentu dalam cara ini digunakan sebagai langkah yang tepat untuk mengganti produk yang sudah lama atau yang telah kuno. Meskipun jumlah pesaing mulai berkurang, tentunya akan ada masalah lainnya seperti kurangnnya permintaan barang produksi.

Untuk mengurangi kejadian tersebut, Anda harus melakukan strategi seperti:

• Terus melakukan promosi untuk mempertahankan pelanggan yang setia atau pelanggan yang sudah lama.

• Mempersempit saluran distirbusi.

• Menurunkan harga uang menjaga daya saingnya.

Baca Juga: Contoh Praktis Laporan Laba Rugi Perusahaan Manufaktur

custom-form-newsletter

Contoh Siklus Hidup Produk

Salah satu contoh siklus hidup produk yang dapat diambil dari produk yang mungkin tidak asing lagi untuk Anda kenal adalah produk minuman coca-cola. Produk ini sudah mulai di kenal sejak tahun 1886, salah satu minuman berkarbonasi.

Tentu saja dalam tahap perkenalan produk ini mulai banyak dikenal dan diminati oleh para konsumen. Dengan strategi yang tepat dalam memasarkannya, maka produk ini menjadi salah satu produk minuman unggulan.

Kemudian pada tahap pertumbuhan, produk coca-cola ini mulai mendirikan sebuah perusahaan ternama untuk semakin dikenal oleh para konsumennya. Lalu beralih pada tahap pendewasaan, coca-cola mengalami kestabilan dalam produk serta laba yang di dapat.

Namun adapun pesaing-pesaing baru yang memproduksi minuman berkarbonasi dengan label yang berbeda dan juga lebih menyempurnakan. Dengan adanya pesaing serta harga yang mulai bervariasi tentu membuat produk ini mendapatkan pesaingan yang cukup ketat.

Sehingga pada tahap penurunan, perusahaan tersebut mengalami penurunan laba. Hal tersebut tentu menjadikan perusahaan untuk kembali mengoptimalkan strategi pemasarannya dengan cara yang lebih efektif dari sebelumnya.

Siklus hidup produk tentu menjadi kunci utama bagi para produsen dalam mengambil langkah selanjutnya. Jika produsen dapat teliti dalam mengamati siklus hidup suatu produk, tentu keberhasilannya bisa bertambah dengan pesat dan membuat produsen mendapat benefit serta keuntungan yang cukup maksimal.

Akan tetapi, untuk sukses dalam menjalankan usaha, tidak boleh hanya berfokus pada keuntungan dan siklus hidup produk usaha Anda saja. Anda juga harus bisa mengelola keuangan dan membuat anggaran yang optimal pada setiap pemasaran yang Anda lakukan. Anda bisa membuatnya dengan lebih mudah dan cepat dengan software akuntansi. Salah satu software akuntansi canggih yang sudah terintegrasi dan dapat diandalkan untuk perusahaan Anda adalah Harmony Accounting Software.

Harmony adalah software akuntansi online yang mudah dan praktis digunakan. Harmony memiliki 20 lebih laporan keuangan real time yang akan mempermudah Anda dalam menjalankan usaha. Jadi, tunggu apalagi? Coba gunakan GRATIS Harmony 30 hari dengan mendaftar di sini.

Bagaimana jika Anda adalah pebisnis yang sibuk sehingga tidak sempat membuat laporan keuangan? Anda bisa menggunakan Harmony Accounting Service yaitu jasa pembuatan laporan keuangan dengan harga terjangkau yang dikerjakan oleh profesional berpengalaman dalam bidang akuntansi

Anda juga bisa mendapatkan informasi tentang akuntansi, keuangan, pajak, bisnis dan marketing di media sosial Harmony. Follow akun Facebook, Instagram dan LinkedIn Harmony.

Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Subscribe Harmony Blog
Dapatkan laporan penuh ini dengan mencantumkan nama.
Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Apa tanggapan Anda mengenai artikel ini?
Email Anda tidak akan terpublikasikan
Terima kasih telah berlangganan.
Anda akan menerima informasi terbaru dan artikel menarik di email Anda.
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-up.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-down.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/main-features/