Harmony Blog

Perbedaan Current Ratio dan Quick Ratio, Simak Selengkapnya

Diupdate Feb 24th, 2021
0

SHARES

PEMBACA

perbedaan current ratio dan quick ratio.Pin

Dalam bisnis, likuiditas menjadi sebuah ukuran bagi perusahaan untuk mengukur kemampuan keuangan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya. Selain itu, perusahaan juga harus tahu cara mengkonversi aset ke dalam uang dengan cepat demi melunasi kewajibannya. Dalam hal ini, sangat dibutuhkan analisa mengenai perbedaan current ratio dan quick ratio.

Analisis rasio keuangan diperlukan bagi perusahaan tidak sekedar untuk mengukur keberhasilan menerima profit, namun juga untuk mengukur kemampuan menunaikan kewajiban hutangnya.

Saat melakukan analisis rasio likuiditas, perlu bagi Anda untuk mengetahui perbedaan current ratio dan quick ratio.

Di dunia akuntansi, likuiditas biasa didefinisikan sebagai kemampuan aset yang dimiliki untuk membayar kewajiban perusahaan. Selain itu, dunia investasi menafsirkan likuiditas sebagai kemampuan untuk menukarkan portofolio investasi menjadi uang tanpa mengurangi nilai portofolio saham yang ditukarkan.

Untuk mengetahui kemampuan tersebut maka diperlukan rasio keuangan seperti rasio likuiditas yang berguna untuk menganalisis kemampuan perusahaan membayar kewajibannya tanpa perlu mengandalkan sumber eksternal, misalnya pinjaman bank.

Baca Juga : Memahami Rasio Solvabilitas untuk Pengembangan Perusahaan

Apa itu Current Ratio?

Sebelum mengetahui perbedaan current ratio dan quick ratio, Anda harus tahu terlebih dahulu mengenai kedua jenis rasio likuiditas tersebut. Current ratio atau biasa disebut dengan rasio lancar merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajibannya dalam jangka waktu satu tahun.

Current ratio sangat mudah dimengerti karena dalam aplikasinya menggunakan semua aset dan kewajiban yang ada pada sebuah perusahaan.

Current ratio digunakan dalam jangka waktu pelunasan kewajiban paling lama hanya satu tahun. Caranya hanya dengan menghitung perbandingan aset lancar (current assets) dengan kewajiban lancar (current liabilities).

Rumus untuk menghitung current ratio yaitu:

Current ratio (rasio lancar) = aset lancar  : kewajiban lancar

Rasio yang sangat rendah menunjukkan tingginya risiko perusahaan dalam melunasi kewajibannya. Artinya, ada indikasi kemungkinan perusahaan akan mengalami kebangkrutan.

Sedangkan jika current ratio perusahaan tinggi, maka menunjukkan pengelolaan aset yang tidak efisien oleh manajemen perusahaan, meskipun perusahaan dinilai sangat mampu menunaikan kewajibannya.

Perbandingan yang baik adalah pada nilai mendekati 1. Dengan nilai tersebut, maka dipastikan perusahaan dapat melunasi hutangnya dalam kurun waktu satu tahun atau bahkan kurang.

Pembahasan Quick Ratio

Quick ratio atau biasa disebut dengan rasio cepat adalah kemampuan perusahaan untuk menunaikan kewajibannya dengan aset yang memiliki tingkat likuiditas tinggi.

Untuk mengetahui rasio cepat ini, maka dapat dihitung dengan membandingkan jumlah kas, surat berharga, dan piutang dagang dengan kewajiban lancar perusahaan (current liabilities).

Dikatakan cepat, karena umumnya umur liabilitas yang digunakan maksimal 3 bulan atau 30 hari saja.

Rumus quick ratio yaitu:

Quick Ratio = (Kas + Surat Berharga + Piutang Dagang) : Current Liabilities

Sama halnya seperti current ratio, quick ratio yang memiliki nilai 1 mengindikasikan bahwa kemampuan perusahaan melunasi kewajibannya secara cepat. Namun, nilai quick ratio kurang dari 1 mengindikasikan bahwa perusahaan tidak mampu melunasi kewajiban jangka pendeknya.

Sedangkan, rasio dengan nilai lebih dari 1 menunjukkan bahwa kemampuan perusahaan sanggup menunaikan kewajibannya, namun tidak efisien dalam memanfaatkan asetnya.

Berlangganan newsletter kami
Dapatkan Berbagai Tips & Update Artikel Menarik Lainnya dari Harmony, langsung di email Anda!

Perbedaan Current Ratio dan Quick Ratio

Setelah mengetahui definisi dari kedua rasio likuiditas tersebut, sekarang dapat diketahui perbedaan antara dua jenis rasio likuiditas tersebut yang pertama terletak pada jenis aset yang digunakan dalam melunasi kewajiban perusahaan.

Selanjutnya, perbedaan current ratio dan quick ratio dapat dilihat dari umur liabilitas, yaitu current ratio maksimal adalah satu tahun, sedangkan pada rasio cepat hanya 90 hari kerja.

Perbedaan analisa current ratio dan quick ratio tidak menunjukkan bahwa current ratio untuk menilai kemampuan melunasi hutang perusahaan dalam waktu maksimal 1 tahun, sedangkan quick ratio untuk mengukur kemampuan perusahaan melunasi hutang kurang dari 90 hari.

Perbedaan current ratio dan quick ratio pada intinya melibatkan aset dan umur liabilitas yang digunakan. Dengan mengetahui perbedaan keduanya, tentu Anda akan mempertimbangkan likuiditas bisnis Anda saat ini dan di masa depan.

Terlepas dari perbedaan current ratio dan quick ratio, tentu perusahaan Anda membutuhkan media untuk menilai rasio likuiditas, profitabilitas, dan laporan keuangan lainnya.

Maka dari itu, Anda bisa menggunakan software akuntansi Harmony yang hadir dengan fitur-fitur yang mudah. Dengan melakukan pendaftaran online di link ini, maka Anda berhak menggunakan Software Harmony FREE selama 30 hari.

Pembukuan Lebih Mudah!
Coba Gratis 30 Hari dan Rasakan Perbedaannya!
Anda juga mungkin suka:
Harmony
Harmony
Harmony menyajikan artikel seputar bisnis, keuangan, perpajakan dan finansial untuk membantu para pemilik usaha kecil. Dapatkan cara mudah membereskan keuangan usaha Anda menggunakan Harmony dan coba gratis 30 hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Follow Social Media Kami
Dapatkan konten terbaru dari Harmony
Gratis Tips & Trik Terbaru Harmony di Email Anda.
No spam, hanya Info terbaik kami kirimkan dan Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.
Artikel Popular Lainnya
  • Weekly
  • Monthly
  • All-Time

Memahami Tahapan Siklus Bisnis dan PenerapannyaMemahami Tahapan Siklus Bisnis dan Penerapannya Siklus bisnis tentu sangat berpengaruh pada fase naik dan turun output ekonomi secara berkala namun tidak teratur. Dalam fase nya dapat dilacak melalui indikator aktivitas…Pentingnya Mempelajari Ilmu Manajemen Untuk Mengembangkan Bisnis AndaPentingnya Mempelajari Ilmu Manajemen Untuk Mengembangkan Bisnis Anda Sebagian dari Anda mungkin pernah merasa tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengerjakan sesuatu. Sehingga beban tugas dan pekerjaaan bisa menumpuk walaupun mendekati deadline. Penyebabnya…Bukti Potong PPh 23, Cara Mudah Membuatnya Dengan e-BupotBukti Potong PPh 23, Cara Mudah Membuatnya Dengan e-Bupot Dalam sebuah perpajakan bukti potong PPh 23 adalah suatu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan bagi pengusaha kena pajak. PPh pasal 23 ini merupakan pajak penghasilan…10 Tips Meningkatkan Repeat Order Untuk Pelanggan Produk Anda10 Tips Meningkatkan Repeat Order Untuk Pelanggan Produk Anda Dalam dunia bisnis, tentu Anda pasti tahu mengenai apa itu repeat order. Namun bagi Anda yang belum memahami jelas mengenai apa itu repeat order, berikut…Penghasilan Kena Pajak (PKP), Ketahui Tarif dan Perhitungan LengkapnyaPenghasilan Kena Pajak (PKP), Ketahui Tarif dan Perhitungan Lengkapnya Yang dimaksud dengan penghasilan kena pajak adalah penghasilan yang digunakan untuk menghitung pajak penghasilan Pasal 23 dan juga Pasal 25. Untuk penghasilan kena pajak ini…

Memahami Tahapan Siklus Bisnis dan PenerapannyaMemahami Tahapan Siklus Bisnis dan Penerapannya Siklus bisnis tentu sangat berpengaruh pada fase naik dan turun output ekonomi secara berkala namun tidak teratur. Dalam fase nya dapat dilacak melalui indikator aktivitas…Pentingnya Mempelajari Ilmu Manajemen Untuk Mengembangkan Bisnis AndaPentingnya Mempelajari Ilmu Manajemen Untuk Mengembangkan Bisnis Anda Sebagian dari Anda mungkin pernah merasa tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengerjakan sesuatu. Sehingga beban tugas dan pekerjaaan bisa menumpuk walaupun mendekati deadline. Penyebabnya…Bukti Potong PPh 23, Cara Mudah Membuatnya Dengan e-BupotBukti Potong PPh 23, Cara Mudah Membuatnya Dengan e-Bupot Dalam sebuah perpajakan bukti potong PPh 23 adalah suatu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan bagi pengusaha kena pajak. PPh pasal 23 ini merupakan pajak penghasilan…10 Tips Meningkatkan Repeat Order Untuk Pelanggan Produk Anda10 Tips Meningkatkan Repeat Order Untuk Pelanggan Produk Anda Dalam dunia bisnis, tentu Anda pasti tahu mengenai apa itu repeat order. Namun bagi Anda yang belum memahami jelas mengenai apa itu repeat order, berikut…Penghasilan Kena Pajak (PKP), Ketahui Tarif dan Perhitungan LengkapnyaPenghasilan Kena Pajak (PKP), Ketahui Tarif dan Perhitungan Lengkapnya Yang dimaksud dengan penghasilan kena pajak adalah penghasilan yang digunakan untuk menghitung pajak penghasilan Pasal 23 dan juga Pasal 25. Untuk penghasilan kena pajak ini…

Memahami Tahapan Siklus Bisnis dan PenerapannyaMemahami Tahapan Siklus Bisnis dan Penerapannya Siklus bisnis tentu sangat berpengaruh pada fase naik dan turun output ekonomi secara berkala namun tidak teratur. Dalam fase nya dapat dilacak melalui indikator aktivitas…Pentingnya Mempelajari Ilmu Manajemen Untuk Mengembangkan Bisnis AndaPentingnya Mempelajari Ilmu Manajemen Untuk Mengembangkan Bisnis Anda Sebagian dari Anda mungkin pernah merasa tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengerjakan sesuatu. Sehingga beban tugas dan pekerjaaan bisa menumpuk walaupun mendekati deadline. Penyebabnya…Bukti Potong PPh 23, Cara Mudah Membuatnya Dengan e-BupotBukti Potong PPh 23, Cara Mudah Membuatnya Dengan e-Bupot Dalam sebuah perpajakan bukti potong PPh 23 adalah suatu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan bagi pengusaha kena pajak. PPh pasal 23 ini merupakan pajak penghasilan…10 Tips Meningkatkan Repeat Order Untuk Pelanggan Produk Anda10 Tips Meningkatkan Repeat Order Untuk Pelanggan Produk Anda Dalam dunia bisnis, tentu Anda pasti tahu mengenai apa itu repeat order. Namun bagi Anda yang belum memahami jelas mengenai apa itu repeat order, berikut…Penghasilan Kena Pajak (PKP), Ketahui Tarif dan Perhitungan LengkapnyaPenghasilan Kena Pajak (PKP), Ketahui Tarif dan Perhitungan Lengkapnya Yang dimaksud dengan penghasilan kena pajak adalah penghasilan yang digunakan untuk menghitung pajak penghasilan Pasal 23 dan juga Pasal 25. Untuk penghasilan kena pajak ini…

Pembukuan Lebih Mudah!
Coba Gratis 30 Hari dan Rasakan Perbedaannya!
Daftar Isi
    Add a header to begin generating the table of contents
    Daftar Isi
      Add a header to begin generating the table of contents
      Daftar Isi
        Add a header to begin generating the table of contents
        Dapatkan Berbagai Tips & Update Artikel Menarik Lainnya dari Harmony, langsung di email Anda!

        Pembukuan Lebih Mudah

        Coba Gratis 30 Hari dan
        Rasakan Perbedaannya!

        Contact Harmony