Harmony Blog

Kenali Komponen yang Paling Utama Dalam Laporan Keuangan

Diupdate Feb 24th, 2021
3

SHARES

PEMBACA

komponen laporan keuanganPin

Sebagai perusahaan yang berkembang dan menguntungkan, tentu akan mendukung komponen laporan keuangan menurut PSAK yang sesuai prinsip standar akuntansi yang ada di Indonesia. Setiap komponen laporan keuangan ada beberapa kategori yang juga disebut sebagai komponen laporan keuangan syariah dan komponen laporan keuangan bank.

Namun kali ini akan dibahas bagaimana perusahaan dapat memberikan komponen laporan keuangan penting secara lengkap. Sehingga akan semakin bagus bagi perusahaan dan memberikan dampak positif kepada perusahaan dan masyarakat.

Namun sangat disayangkan sekali, ketika masih banyak pebisnis diluar sana belum mengetahui apa saja komponen laporan keuangan yang penting dalam menunjang informasi perusahaan. Sehingga sebagai pebisnis tidak dapat lari dari keadaan dimana komponen laporan keuangan sangat penting dan dibuat selengkap mungkin.

Untuk mengetahui apa saja informasi mengenai pentingnya komponen laporan keuangan akan dijelaskan pada artikel ini. Semakin Anda mengetahui informasi tersebut, semakin juga Anda dapat memperbaiki pembukuan laporan keuangan perusahaan Anda dan dimasa yang datang dan Anda tidak perlu repot lagi dalam membereskan laporan keuangan.

Adanya komponen laporan keuangan tentu akan menambah informasi bagi perusahaan dan berguna juga bagi pihak manajamen perusahaan dalam mengambil keputusan.

Komponen Laporan Keuangan Paling Utama

Berikut ini beberapa komponen laporan keuangan yang paling utama bagi perusahaan sehingga dapat membuat pembukuan sederhana dan mudah bagi perkembangan perusahaan yaitu sebagai berikut :

1. Komponen Pertama Laporan Laba Rugi

Biasanya hal pertama yang harus disiapkan perusahaan sebagai contoh laporan keuangan, yaitu laporan laba rugi yang dilakukan setiap periodenya. Komponen laporan keuangan laba rugi ini berisi tentang informasi kinerja keuangan kegiatan bisnis setiap waktunya. Sehingga komponen laporan keuangan ini yaitu :

Laporan Laba Rugi Pada Pendapatan

Komponen penting pada kolom pertama didalam sebuah laporan laba rugi yaitu pendapatan. Pada jumlah pendapatan perusahaan terdiri dari berbagai aktivitas penjualan barang maupun jasa yang menghasilkan pendapatan kotor, namun pendapatan kotor bukanlah didapat dari pendapatan bersih. Akan tetapi pada pendapatan bersih didapat dari pendapatan kotor mengurangi diskon, retur penjualan dan sebagainya.

Laporan Laba Rugi Pada Beban Atau Biaya

Komponen penting lainnya pada laba rugi yaitu pada bagian beban atau biaya yang biasanya disebut sebagai pengeluaran perusahaan. Biasanya aktivitas pengeluaran operasional bisnis ini merupakan hal yang sudah biasa dilakukan oleh setiap perusahaan.

Biaya dari kegiatan operasional bisnis yaitu biaya gaji, upah, biaya administrasi, biaya penjualan, biaya depresiasi aset, dan biaya bunga yang dibayarkan atas pinjaman. Namun biaya yang termasuk pada laporan laba rugi juga dapat disebut harga pokok penjualan atau HPP yaitu terdiri dari biaya angkut pembelian, retur pembelian dan sebagainya.

Laporan Laba Rugi Pada Pendapatan Lainnya di Luar Aktivitas Operasional Bisnis

Komponen penting lainnya pada kolom bawah laporan laba rugi yaitu berkaitan dengan pendapatan atau keuntungan yang diperoleh dari luar aktivitas operasional bisnis. Sehingga dapat diartikan pendapatan lainnya yaitu sebagai kesempatan pebisnis dalam menerima keuntungan yang bukan berasal dari transaksi biasa ataupun kegiatan berulang.

Seperti contoh laporan keuangan laba rugi pada komponennya, yaitu disebut sebagai pendapatan lainnya atau pendapatan non operasional. Dapat dikategorikan sebagai keuntungan atas penjualan tanah, dan pendapatan atas perubahan harga pasar saham yang terjadi.

Laporan Laba Rugi Pada Beban Lainnya di Luar Aktivitas Operasional Bisnis

Setelah pada pendapatan lainnya, komponen selanjutnya pada laporan laba rugi yaitu beban lainnya atau beban non operasional dari luar aktivitas operasional bisnis. Biaya lainnya terjadi ketika adanya penurunan nilai aset atau tuntutan hukum, yang dapat berpengaruh pada arus kas sehingga menimbulkan kerugian.

Untuk memiliki laporan keuangan yang baik sesuai dengan prinsip standar akuntansi di Indonesia, manfaatkan layanan profesional untuk pakai jasa pembukuan Anda walaupun tidak memiliki akuntan sekalipun. Dengan menggunakan jasa pembukuan, juga dapat membantu perhitungan dan pelaporan pajak untuk membantu para pengusaha yang sibuk setiap harinya.

2. Komponen Kedua Laporan Neraca

Komponen laporan keuangan yang penting pada tahap kedua bagi perusahaan yaitu laporan neraca. Berbeda dengan neraca saldo tujuannya laporan neraca ini dapat menyajikan informasi kesehatan dan kekuatan finansial pada perusahaan.

Pada komponen laporan neraca akan memberikan informasi berupa aset-aset yang dimiliki dan digunakan oleh perusahaan, namun pada sisi lainnya akan memberikan informasi berupa modal dan hutang atau sumber daya untuk mendanai kepemilikan aset yaitu :

Laporan Neraca Pada Aset

Didalam neraca pada komponen aset terbagi dua yaitu aset berwujud dan aset tidak berwujud. Informasi aset berguna untuk memberikan manfaat pada perusahaan dimasa yang akan datang.

Pada jenis aset berwujud dibagi menjadi aset lancar dan aset tetap, didalam aset lancar terdiri dari piutang, persediaan, perlengkapan, dan investasi jangka pendek. Namun pada aset tetap terdiri pada peralatan, bangunan, kendaraan dan bentuk fisik lainnya.

Pada jenis aset tidak berwujud terdiri dari sumber daya non fisik seperti goodwill, paten, hak cipta dan sebagainya, yang memberikan nilai keuntungan bagi perusahaan.

Laporan Neraca Pada Kewajiban atau Liabilitas

Didalam laporan neraca memiliki komponen kewajiban atau liabilitas yang disebut sebagai utang atau kewajiban perusahaan yang biasanya dipakai selama aktivitas operasional bisnis berjalan. Utang perusahaan berfungsi sebagai pelunasan utang jatuh tempo yang berlaku melalui transfer manfaat ekonomi seperti uang kas, barang atau jasa.

Pada kategori kewajiban terdiri dari utang lancar, utang jangka panjang, gaji, bunga, simpanan pelanggan dan kewajiban lain kepada pihak ketiga. Biasanya kewajiban dilihat pada jangka waktu jatuh tempo, yang terbagi dari dua jenis kewajiban yaitu kewajiban jangka pendek dan kewajiban jangka panjang.

Pada kewajiban jangka pendek biasanya dalam waktu satu tahun, dan kewajiban jangka panjang biasanya pelunasan tersebut berjangka waktu lebih dari satu tahun. Jenis kewajiban jangka panjang terdiri dari obligasi, wesel bayar, sewa guna usaha, kewajiban pensiun, dan jaminan produk jangka panjang.

Laporan Neraca Pada Ekuitas

Didalam neraca juga terdiri dari komponen ekuitas yang memberikan informasi kepada pemegang saham. Kegunaan nilai ekuitas didapat dari pengurangan jumlah aset yang didapat dari suatu entitas setelah dikurangi kewajiban.  Seperti contoh PT. Sukses Kemilau memiliki Total Aset sejumlah Rp6.000.000 dan Total Kewajiban sejumlah Rp2.000.000, sehingga nilai Ekuitas PT Sukses Kemilau akan menjadi Rp4.000.000 (Rp 6.000.000 – Rp2.000.000).

Pada jenis kategori ekuitas terdiri dari modal yang disumbangkan oleh pemilik perusahaan dan pemegang saham, cadangan dan laba ditahan setelah dikurangi pembayaran dividen. Sehingga salah satunya cara dalam meningkatkan jumlah ekuitas yaitu diharapkan untuk mendapatkan lebih banyak dana dari investor atau dengan meningkatkan laba perusahaan.

Baca Juga : 3 Contoh Standar Audit Laporan Keuangan dan Penjelasannya

Berlangganan newsletter kami
Dapatkan Berbagai Tips & Update Artikel Menarik Lainnya dari Harmony, langsung di email Anda!

3. Komponen Ketiga Laporan Arus Kas

Pada komponen laporan keuangan arus kas atau cash flow memberikan informasi mengenai arus masuk dan keluar kas perusahaan. Sumber informasi dari laporan arus kas bisa disajikan pada akhir bulan, kuartal atau tahun, dan informasi likuiditas perusahaan akan memberikan gambaran pada laporan arus kas yaitu :

Laporan Arus Kas dari Aktivitas Operasi

Didalam komponen arus kas aktivitas operasi bisnis biasanya terdiri dari kegiatan produksi, penjualan, pengiriman produk, dan pengumpulan pembayaran dari pelanggan.

Didalam arus kas terbagi dari arus kas keluar yang mencakup pembelian bahan baku, iklan, biaya pengiriman produk, serta pembayaran kepada pemasok, karyawan, pembayaran bunga, depresiasi dan amortisasi juga termasuk dalam arus kas keluar. Namun pada arus kas masuk terdiri dari penjualan barang dan jasa, penerimaan kas dari royalti, asuransi, penyewaan aset, dan sebagainya.

Laporan Arus Kas dari Aktivitas Investasi

Didalam arus kas aktivitas investasi yang terbagi dari arus kas masuk maupun keluar, akan memberikan informasi terkait investasi seperti pembelian, penjualan aset tetap, instrument utang dan ekuitas di pasar modal, dan pos sebagainya.

Laporan Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Pada arus kas aktivitas pendanaan, berfungsi memberikan informasi kegiatan yang membantu perusahaan dalam meningkatkan modal dan membayar return investor. Biasanya informasi arus kas berguna menunjukan seberapa kuat finansial perusahaan ini, dalam menyajikan informasi tentang pembayaran dividen tunai, penerimaan kas dari penerbitan saham atau obligasi, pelunasan obligasi, dan sebagainya.

Dari tiga komponen laporan keuangan tersebut merupakan yang paling sering digunakan dalam publik serta keputusan perusahaan dan menjadi paling efesien dalam penggunannya.

Meskipun ada dua lagi komponen Laporan Keuangan yang tersisa seperti Laporan Perubahan Modal dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK). Adanya informasi komponen laporan keuangan tersebut. diharapkan Anda sebagai manajemen, pemasok, kreditur, dan investor bisa menerapkan rencana bisnis yang sehat dan mencari strategi dalam memberikan kekuatan finansial perusahaan.

Salah satu kegagalan Anda dalam berbisnis yaitu dalam menyajikan laporan keuangan yang tidak sesuai standar dan bagaimana Anda dapat memantau arus kas Anda ketika sedang sibuk tanpa perlu menggunakan laporan keuangan.

Gunakan harmony software yang sudah dipakai banyak entitas bisnis di Indonesia seperti Harmony yang terintegrasi dengan kegiatan bisnis Anda atas transksi hingga pembukuan laporan keuangan secara akurat dan mudah walaupun Anda tidak memiliki background akuntan sekalipun buat akun Anda dan dapatkan pemakaian Gratis 30 Hari.

Jangan lupa untuk kunjungi sosial media Harmony supaya tidak ketinggalan berita terbaru seputar keuangan, bisnis dan lainnya? sukai dan ikuti updatenya melalui Facebook, Instagram, dan LinkedIn Harmony.

Pembukuan Lebih Mudah!
Coba Gratis 30 Hari dan Rasakan Perbedaannya!
Anda juga mungkin suka:
Harmony
Harmony
Harmony menyajikan artikel seputar bisnis, keuangan, perpajakan dan finansial untuk membantu para pemilik usaha kecil. Dapatkan cara mudah membereskan keuangan usaha Anda menggunakan Harmony dan coba gratis 30 hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Follow Social Media Kami
Dapatkan konten terbaru dari Harmony
Gratis Tips & Trik Terbaru Harmony di Email Anda.
No spam, hanya Info terbaik kami kirimkan dan Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.
Artikel Popular Lainnya
  • Weekly
  • Monthly
  • All-Time

Memahami Tahapan Siklus Bisnis dan PenerapannyaMemahami Tahapan Siklus Bisnis dan Penerapannya Siklus bisnis tentu sangat berpengaruh pada fase naik dan turun output ekonomi secara berkala namun tidak teratur. Dalam fase nya dapat dilacak melalui indikator aktivitas…Pentingnya Mempelajari Ilmu Manajemen Untuk Mengembangkan Bisnis AndaPentingnya Mempelajari Ilmu Manajemen Untuk Mengembangkan Bisnis Anda Sebagian dari Anda mungkin pernah merasa tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengerjakan sesuatu. Sehingga beban tugas dan pekerjaaan bisa menumpuk walaupun mendekati deadline. Penyebabnya…Bukti Potong PPh 23, Cara Mudah Membuatnya Dengan e-BupotBukti Potong PPh 23, Cara Mudah Membuatnya Dengan e-Bupot Dalam sebuah perpajakan bukti potong PPh 23 adalah suatu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan bagi pengusaha kena pajak. PPh pasal 23 ini merupakan pajak penghasilan…10 Tips Meningkatkan Repeat Order Untuk Pelanggan Produk Anda10 Tips Meningkatkan Repeat Order Untuk Pelanggan Produk Anda Dalam dunia bisnis, tentu Anda pasti tahu mengenai apa itu repeat order. Namun bagi Anda yang belum memahami jelas mengenai apa itu repeat order, berikut…Penghasilan Kena Pajak (PKP), Ketahui Tarif dan Perhitungan LengkapnyaPenghasilan Kena Pajak (PKP), Ketahui Tarif dan Perhitungan Lengkapnya Yang dimaksud dengan penghasilan kena pajak adalah penghasilan yang digunakan untuk menghitung pajak penghasilan Pasal 23 dan juga Pasal 25. Untuk penghasilan kena pajak ini…

Memahami Tahapan Siklus Bisnis dan PenerapannyaMemahami Tahapan Siklus Bisnis dan Penerapannya Siklus bisnis tentu sangat berpengaruh pada fase naik dan turun output ekonomi secara berkala namun tidak teratur. Dalam fase nya dapat dilacak melalui indikator aktivitas…Pentingnya Mempelajari Ilmu Manajemen Untuk Mengembangkan Bisnis AndaPentingnya Mempelajari Ilmu Manajemen Untuk Mengembangkan Bisnis Anda Sebagian dari Anda mungkin pernah merasa tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengerjakan sesuatu. Sehingga beban tugas dan pekerjaaan bisa menumpuk walaupun mendekati deadline. Penyebabnya…Bukti Potong PPh 23, Cara Mudah Membuatnya Dengan e-BupotBukti Potong PPh 23, Cara Mudah Membuatnya Dengan e-Bupot Dalam sebuah perpajakan bukti potong PPh 23 adalah suatu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan bagi pengusaha kena pajak. PPh pasal 23 ini merupakan pajak penghasilan…10 Tips Meningkatkan Repeat Order Untuk Pelanggan Produk Anda10 Tips Meningkatkan Repeat Order Untuk Pelanggan Produk Anda Dalam dunia bisnis, tentu Anda pasti tahu mengenai apa itu repeat order. Namun bagi Anda yang belum memahami jelas mengenai apa itu repeat order, berikut…Penghasilan Kena Pajak (PKP), Ketahui Tarif dan Perhitungan LengkapnyaPenghasilan Kena Pajak (PKP), Ketahui Tarif dan Perhitungan Lengkapnya Yang dimaksud dengan penghasilan kena pajak adalah penghasilan yang digunakan untuk menghitung pajak penghasilan Pasal 23 dan juga Pasal 25. Untuk penghasilan kena pajak ini…

Memahami Tahapan Siklus Bisnis dan PenerapannyaMemahami Tahapan Siklus Bisnis dan Penerapannya Siklus bisnis tentu sangat berpengaruh pada fase naik dan turun output ekonomi secara berkala namun tidak teratur. Dalam fase nya dapat dilacak melalui indikator aktivitas…Pentingnya Mempelajari Ilmu Manajemen Untuk Mengembangkan Bisnis AndaPentingnya Mempelajari Ilmu Manajemen Untuk Mengembangkan Bisnis Anda Sebagian dari Anda mungkin pernah merasa tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengerjakan sesuatu. Sehingga beban tugas dan pekerjaaan bisa menumpuk walaupun mendekati deadline. Penyebabnya…Bukti Potong PPh 23, Cara Mudah Membuatnya Dengan e-BupotBukti Potong PPh 23, Cara Mudah Membuatnya Dengan e-Bupot Dalam sebuah perpajakan bukti potong PPh 23 adalah suatu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan bagi pengusaha kena pajak. PPh pasal 23 ini merupakan pajak penghasilan…10 Tips Meningkatkan Repeat Order Untuk Pelanggan Produk Anda10 Tips Meningkatkan Repeat Order Untuk Pelanggan Produk Anda Dalam dunia bisnis, tentu Anda pasti tahu mengenai apa itu repeat order. Namun bagi Anda yang belum memahami jelas mengenai apa itu repeat order, berikut…Penghasilan Kena Pajak (PKP), Ketahui Tarif dan Perhitungan LengkapnyaPenghasilan Kena Pajak (PKP), Ketahui Tarif dan Perhitungan Lengkapnya Yang dimaksud dengan penghasilan kena pajak adalah penghasilan yang digunakan untuk menghitung pajak penghasilan Pasal 23 dan juga Pasal 25. Untuk penghasilan kena pajak ini…

Pembukuan Lebih Mudah!
Coba Gratis 30 Hari dan Rasakan Perbedaannya!
Daftar Isi
    Add a header to begin generating the table of contents
    Daftar Isi
      Add a header to begin generating the table of contents
      Daftar Isi
        Add a header to begin generating the table of contents
        Dapatkan Berbagai Tips & Update Artikel Menarik Lainnya dari Harmony, langsung di email Anda!

        Pembukuan Lebih Mudah

        Coba Gratis 30 Hari dan
        Rasakan Perbedaannya!

        Contact Harmony