Contoh Studi Kasus Jurnal Akuntansi Keuangan dan Penjelasannya
Harmony Blog
Accounting
Contoh Studi Kasus Jurnal Akuntansi Keuangan dan Penjelasannya
June 2, 2020
Berlangganan newsletter kami
Dapatkan Tips Seputar Akuntansi Dengan Berlangganan Newsletter Harmony, isi data berikut ini :

Di dalam suatu organisasi baik itu pengusaha ataupun pebisnis tentunya pasti memiliki sebuah contoh jurnal akuntansi keuangan. Dalam akuntansi, istilah jurnal bukanlah suatu hal yang sudah tidak asing lagi untuk kita dengar.

Dengan adanya jurnal akuntansi keuangan, Anda dapat dengan lebih mudah dalam menghitung setiap laporan keuangan yang dimiliki dalam bisnis Anda

Memahami contoh jurnal akuntansi keuangan adalah menjadi hal yang penting jika Anda berkecimpung di dalam dunia akuntansi, sebab dengan Anda memahaminya Anda juga dapat dengan mudah melakukan jurnal laporan keuangan pada usaha Anda.

Tentu dalam sebuah usaha, jurnal transaksi adalah hal yang sangat penting untuk Anda miliki. Selain itu dalam membuat laporan keuangan,  Anda juga harus lebih teliti dalam menjumlahkan setiap angka dalam laporan keuangan usaha.

Maka untuk itu, bagi Anda yang  ingin menerima laporan keuangan beres tanpa repot setiap bulannya, Anda dapat menggunakan jasa pembukuan Harmony Accounting Service  yang memiliki spesialis jasa pembukuan, akuntansi online, perhitungan dan pelaporan pajak sebagai pengusaha yang sibuk.

Selanjutnya, agar Anda lebih memahami lagi mengenai jurnal akuntansi keuangan, dalam artikel kali ini akan diberikan studi kasus contoh jurnal akuntansi keuangan, berikut penjelasannya.

Pengertian Jurnal Akuntansi Keuangan

Jurnal akuntansi keuangan adalah akun terperinci dari semua transaksi keuangan suatu bisnis. Ini juga dikenal sebagai buku entri asli karena tempat pertama di mana transaksi dicatat seperti transaksi keuangan pemasukan ataupun pengeluaran dalam sebuah perusahaan.

Entri dalam jurnal akuntansi digunakan untuk membuat buku besar yang kemudian digunakan untuk membuat laporan keuangan bisnis. Ketika Anda ingin membuat contoh jurnal akuntansi keuangan, terlebih dahulu Anda memahami dasar dari akuntansi atau siklus akuntansi.

Sebab dalam siklus akuntansi tersebut, Anda dapat mengetahui proses penyusunan laporan keuangan, siklus akuntansi ini juga sangat penting ketika Anda ingin membuat sebuah jurnal.

Ketika Anda sudah menyusun laporan keuangan sesuai siklus akuntansi, dengan begitu Anda dapat dengan mudah dalam membuat contoh jurnal akuntansi keuangan untuk menghasilkan laporan keuangan yang ingin Anda inginkan dan hasilkan.

Untuk memudahkan Anda dalam menghasilkan laporan keuangan usaha, Anda juga dapat menggunakan jurnal lainnya, contoh jurnal khusus. Contoh jurnal khusus ini diperlukan agar perusahaan dapat melakukan pencatatan sesuai urutan, tanggal, serta jumlah nominalnya dengan benar.

Jenis – Jenis Jurnal Akuntansi

Adapun terdapat jenis-jenis dalam contoh jurnal akuntansi keuangan yaitu:

• Jurnal umum

Jurnal umum adalah sebuah jurnal sederhana yang hanya mempengaruhi dua akun, satu akun terkait dengan debit dan akun lainnya terkait dengan kredit. Selain itu jurnal umum adalah jurnal yang sering digunakan dalam setiap transaksi keuangan.

• Jurnal Penyesuaian

Jurnal ini dibuat pada akhir periode akuntansi, fungsi jurnal penyesuaian untuk membandingkan jumlah yang dicatat apakah sudah sama dengan periode pengakuan yang sama.

• Jurnal Khusus

Jurnal khusus adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang berhubungan dengan penjualan dan pembelian. Adapun contoh jurnal khusus yaitu jurnal pembelian, jurnal penjualan, dan lainnya.

• Jurnal Pembalik

Merupakan jurnal yang berfungsi untuk membalikkan jurnal penyesuaian demi tujuan untuk membentuk akun neraca.

• Jurnal Penutup

Jurnal penutup adalah jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi untuk menutup akun-akun nominal sementara.

Bagaimana Cara Membuatnya?

Sebelum membuat contoh jurnal akuntansi keuangan , Anda terlebih dahulu harus mengetahui bagaimana cara membuatnya, dan apa saja yang harus dilakukan dalam membuat jurnal tersebut:

1. Memahami Karakteristik Setiap Akun

Ada beberapa nama akun yang digunakan untuk membuat sebuah jurnal akuntansi. Maka Anda harus dapat memahami setiap karakteristik dari masing-masing akun tersebut. Secara garis besar, akun akan bertambah pada saat berada di posisi normal atau sering disebut dengan istilah saldo normal.

Sebagai contoh, perusahaan Anda berhutang mobil kepada pihak lain, maka otomatis utang Anda akan bertambah. Pencatatannya harus berada di posisi kanan atau kredit. Namun, ketika Anda melunasi hutang mobil, pencatatan utang harus diletakan di sebelah kiri atau debit.

2. Mengumpulkan Bukti Transaksi

Bukti transaksi adalah bukti yang kuat untuk menghindari kecurangan pada jurnal akuntansi. Bentuknya bisa beragam, mulai dari nota, faktur, kwitansi, dan lain sebagainya.

Selain itu hanya transaksi yang mengakibatkan perubahan posisi keuangan saja yang boleh dicatat dalam jurnal. Dalam satu transaksi, minimal ada dua akun yang pasti terpengaruh.

custom-form-newsletter

3. Mengidentifikasi Setiap Transaksi

Dalam jurnal akuntansi, mengidentifikasi setiap transaksi perlu bersama orang yang sudah menguasai ilmu pembukuan dikarenakan tidak semua orang bisa memahami berbagai bentuk transaksi yang ada. Membutuhkan analisa serta identifikasi yang detail dan mendalam agar menghindari terjadi kesalahan pada contoh jurnal akuntansi keuangan.

Apabila sudah terkumpul semua bukti transaksi dan telah dilakukan identifikasi, langkah selanjutnya adalah membuat jurnal transaksi. Istilah yang biasa digunakan untuk aktivitas membuat jurnal umum adalah penjurnalan. Sistem mencatat dalam jurnal transaksi adalah bersifat double entry.

Baca Juga: Bagaimana Cara Membuat Jurnal Khusus Perusahaan Dagang?

Studi Kasus – Contoh Jurnal Akuntansi Keuangan

Di bawah ini akan dijelaskan contoh jurnal akuntansi keuangan, nantinya Anda dapat mengerti bagaimana cara menghitung jurnal keuangan pada bisnis Anda.

1. Tanggal 15 April 2008, Bapak Andi membuka usaha toko bangunan dengan menggunakan nama “ Toko Sinar Bangun”. Sebagai Modal awal Bapak Andi menyetorkan uang tunai sebesar 18.000.000,-

2. Tanggal 17 April 2008, Toko Sinar Bangun membeli perlengkapan untuk usahanya sebesar Rp 5.000.000,- secara kredit.

3. Tanggal 20 April 2008, Toko Sinar Bangun membayar beban listrik, dan beban telpon dengan total sebesar Rp 500.000

Sebelum Anda menjawabnya, sebaiknya kita pindahkan terlebih dahulu dalam bentuk jurnal sebagai berikut :

contoh jurnal akuntansi

Adanya tujuan akuntansi, jurnal akuntansi keuangan merupakan suatu catatan fisik atau dokumen digital yang disimpan sebagai buku, spreadsheet, atau data dalam perangkat lunak akuntansi. Ketika transaksi bisnis dilakukan, seorang pembukuan memasuki transaksi keuangan sebagai entri jurnal.

Jika pengeluaran atau pendapatan mempengaruhi satu atau lebih akun bisnis, entri jurnal akan merinci itu juga.

Jurnal transaksi adalah bagian penting dari pencatatan objektif dan memungkinkan untuk tinjauan singkat dan transfer catatan nanti dalam proses akuntansi. Jurnal sering ditinjau sebagai bagian dari proses perdagangan audit, bersama dengan buku besar umum.

Saat ini tidak perlu lagi cara manual, jurnal akuntansi keuangan bisa Anda dapatkan dengan otomatis melalui software akuntansi Harmony.

Cukup fokus kepada transaksi harian yang terjadi dengan menggunakan fitur pembelian, penjualan dan lainnya. Sehingga sistem Harmony akan memproduksi semua jurnal akuntansi yang dibutuhkan sesuai transaksi yang terjadi. Tentu di akhir Anda akan mendapatkan 20 lebih jenis laporan keuangan secara real-time untuk membantu Anda dalam menganalisa, memeriksa dan mengembangkan bisnis Anda.

Harmony merupakan software akuntansi praktis dan mudah digunakan, yang merupakan pilihan utama bagi ribuan pemilik bisnis yang ingin memiliki laporan keuangan lengkap walau tidak memiliki background sebagai keuangan atau akuntan. Coba GRATIS selama 30 hari Software Harmony di sini.

Selain itu jika Anda Ingin mengenal kami lebih lanjut, pastikan follow dan like akun Facebook, Instagram dan LinkedIn Harmony.

Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Subscribe Harmony Blog
Dapatkan laporan penuh ini dengan mencantumkan nama.
Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Apa tanggapan Anda mengenai artikel ini?
Email Anda tidak akan terpublikasikan
Terima kasih telah berlangganan.
Anda akan menerima informasi terbaru dan artikel menarik di email Anda.
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-up.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-down.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/main-features/