Biaya Operasional Perusahaan: Pengertian dan Cara Mengelolanya
Harmony Blog
Business
Biaya Operasional Perusahaan: Pengertian dan Cara Mengelolanya
August 5, 2020
Berlangganan newsletter kami
Dapatkan Tips Seputar Bisnis Dengan Berlangganan Newsletter Harmony, isi data berikut ini :

Dalam menjalankan aktivitasnya, perusahaan besar tentu membutuhkan biaya dan akan selalu mengeluarkan biaya operasional. Biaya operasional dapat dikatakan sebagai suatu pengorbanan yang harus dilakukan supaya proses produksi atau aktivitas perusahaan bisa berjalan. Pengorbanan ini dinyatakan dalam satuan uang, baik yang sudah terjadi maupun yang belum terjadi.

Biaya operasional sudah memiliki peran penting bagi suatu perusahaan dalam mencapai keberhasilannya, ialah memperoleh keuntungan atau laba usaha.

Pada bidang akuntansi sebagai pebisnis akan mencari cara bagaimana cara belajar akuntansi mudah dan menyenangkan. Seperti pada analisis jenis biaya biasanya dapat dikelompokkan beberapa jenis yaitu dua diantaranya adalah biaya operasional dan biaya non operasional.

Misalnya, dari kedua biaya tersebut bertujuan untuk mengetahui kegiatan operasional perusahaan atau tidak. Supaya Anda lebih memahami bagaimana tentang perbedaan keduanya terutama biaya operasional, berikut artikel ini membahas penjelasan lebih lengkapnya.

Pengertian Biaya Operasional (Operating Expenses)

Biaya operasional yaitu biaya yang sudah pasti dikeluarkan oleh perusahaan dalam melaksanakan kegiatan operasional perusahaan, misalnya berupa biaya penjualan, biaya administrasi dan sebagainya. Akan tetapi, biaya ini tidak termasuk pada pengeluaran yang sudah diperhitungkan untuk harga pokok penjualan dan biaya penyusutan.

Menurut Wikipedia Biaya Operasional

Yaitu biaya berkelanjutan untuk menjalankan suatu produk, bisnis, atau sistem. Biaya ini terkait dengan, belanja modal, sebuah biaya pengembangan atau penyediaan komponen yang tidak dapat dikonsumsi untuk sebuah produk atau sistem.

Misalnya, pembelian mesin fotokopi masuk ke dalam belanja modal; sedangkan dan biaya kertas, tinta, listrik, dan perawatan tahunan termasuk dalam biaya operasional.Untuk sistem yang lebih besar seperti bisnis, opex juga dapat mencakup biaya pekerja dan biaya fasilitas seperti sewa dan utilitas.

Namun jika pada sifatnya tersebut, biaya operasi tidak meliput pajak pendapatan, depresiasi, dan biaya bunga pinjaman. Ada juga beberpa pengertian biaya operasional menurut para ahli sebagai berikut:

Menurut Nafarin

Yaitu biaya usaha pokok perusahaan selain harga pokok penjualan. Biaya usaha terdiri dari biaya penjualan, biaya administrasi dan umum.

Menurut Jusuf

Yaitu biaya-biaya yang tidak berhubungan langsung dengan produk perusahaan tetapi berkaitan dengan aktivitas operasional perusahaan sehari-hari.

Pengertian Biaya Non Operasional (Non Operating Expenses)

Sedangkan jika pada pengertian biaya non operasional (Non Operating Expenses) ialah suatu biaya yang diluar kegiatan operasional perusahaan yang menjadi tanggungan perusahaan. Walaupun tidak terkait langsung dengan kegiatan pokok, tetapi biaya non operasional ini tetap harus dikeluarkan untuk terus mendukung keberlangsungan perusahaan.

Misalnya seperti contoh biaya non operasional yaitu antara lain :

• Biaya kerugian penjualan aktiva tetap.

• Biaya sumbangan perusahaan

• Biaya administrasi bank pada buku. Tabungan atau rekening koran.

• Biaya pajak penghasilan Pasal 4 ayat 2 atas bunga tabungan/jasa giro.

• Biaya kerugian karena bencana alam.

• Biaya kerugian selisih kurs.

Penjelasan Antara Perbedaan Biaya Operasional dan Biaya Non Operasional

Biasanya sebagai akuntan bingung dalam menentukan apakah biaya yang ada tergolong biaya operasional atau biaya non operasional. Sehingga apa yang bisa menjadi pembedanya? Apakah ada standar khusus untuk membedakan antara kedua biaya tersebut?

Dapat diketahui bahwa biasanya antara satu perusahaan dengan perusahaan lain bisa memiliki perbedaan dalam menentukan bagian mana yang tergolong biaya operasional dan bagian mana yang tergolong biaya non operasional. Namun, hal yang tergolong biaya operasional di satu perusahaan justru menjadi biaya non operasional di perusahaan lainnya.

Sebagai penentu biaya biasanya perusahaan melakukan pemisahan dalam membedakan antara biaya operasional dan biaya non operasional. Walaupun tidak selalu menjadi prioritas perusahaan, pada akhirnya biaya operasional biasanya dikeluarkan dalam kegiatan operasional normal dengan biaya relatif tetap.

Kecuali lain hal biasanya biaya non operasional lebih bersifat tidak fleksibel. Maka dari itu tidak ada kriteria khusus yang menjadi pembeda antara biaya operasional dan biaya non operasional, sebaiknya bagi Anda akan sangat penting bagi seorang akuntan dalam memahami pengertian dari masing-masing biaya.

Bukan hanya itu saja, sebagai akuntan harus mampu mencari cara dalam menyelesaikan pencatatannya dengan kegiatan perusahaan sehingga bisa diketahui jelas pembagian mana yang tergolong biaya operasional dan mana yang biaya non operasional.

Sehingga hal inilah mengapa penting untuk mengelompokkan biaya menjadi operasional dan non operasional? Dikarenakan sangat berkaitan dengan kemudahan untuk mengkoordinasikan arus masukan dan keluaran, bahkan penggunaan sumber daya dalam kegiatan operasional perusahaan.

Secara perbedaan biaya lainnya, pengelompokkan biaya bisa dijadikan rujukan bagi stakeholder untuk pengambilan keputusan atau strategi perusahaan di masa mendatang. Untuk sebuah bisnis atau perusahaan, biaya operasional (operating cost) adalah konsep yang harus dipahami.

Namun pada dasarnya biaya operasional dapat didefinisikan sebagai biaya-biaya yang berhubungan dengan kegiatan bisnis, pengoperasian alat, komponen, perlengkapan, atau fasilitas lainnya. Biaya operasional perlu dibayar oleh perusahaan yang bersangkutan supaya kegiatan tersebut dapat terus beroperasi.

Komponen Biaya Operasional dan Biaya Non Operasional

Pada komponen biaya operasional dan biaya non operasional sangat penting bagi perusahaan dalam menentukkan golongan biaya tersebut. Berikut ini komponen biaya operasional dan biaya non operasional yaitu :

1. Komponen Pada Biaya operasional

Biaya operasional atau biaya operasi adalah komponen utama dalam perhitungan pendapatan serta menjadi komponen penting dalam ukuran finansial perusahaan. Bisa dipahami pula bahwa hubungan antara biaya ini dan keuntungan adalah berbanding terbalik. Semakin kecil biaya operasionalnya, maka lebih menguntungkan bagi sebuah bisnis.

Setiap perusahaan memiliki penggolongan biaya operasional dan perhitungan angka masing-masing. Oleh karenanya, membandingkan biaya ini dan pendapatan hanya bisa dilakukan jika untuk perusahaan di bidang yang sama. Secara umum, dikenal pula dua komponen dari biaya ini, yaitu sebagai berikut.

Biaya Tetap

Biaya tetap merupakan biaya yang tidak berubah meskipun ada peningkatan penjualan dan produktivitas. Biaya ini wajib dibayarkan tanpa memperhatikan kondisi performa perusahaan apakah tengah baik atau buruk. Contoh dari biaya tetap ini adalah upah karyawan, sewa gudang, pemeliharaan mesin, dan biaya asuransi.

Biaya Variabel

Biaya variabel merupakan biaya-biaya yang sifatnya tergantung pada aktivitas produksi yang dilakukan. Biaya ini bisa meningkat jika terjadi peningkatan produksi. Begitupun sebaliknya, jika produksi menurun maka biaya variabel akan ikut turun. Contoh dari biaya variabel adalah seperti biaya bahan baku dan ongkos pengiriman.

Namun dari kedua kelompok di atas, sebenarnya ada dua kategori lain yang tergolong biaya operasional, yaitu biaya bunga dan biaya penyusutan. Biaya bunga merupakan biaya yang dikeluarkan atas adanya bunga yang harus dibayar rutin. Contoh dari biaya bunga adalah dari kartu kredit dan saldo belum dibayar. Oleh karena jumlahnya cenderung tetap setiap bulan, sebagian menganggap bahwa biaya bunga adalah bagian dari biaya tetap.

Sedangkan penyusutan merupakan nilai yang hilang setiap bulan karena pemakaian Contohnya adalah kendaraan, mesin, dan peralatan kantor yang mengalami penyusutan nilai karena digunakan.

Penyusutan dihitung sebagai biaya operasional dengan cara melakukan pembukuan yang rapih seperti 4 aplikasi pembukuan harmony dan dimasukkan ketika melakukan proses pembukuan setiap bulan.

2. Komponen Pada Biaya Non Operasional

Keberadaan biaya non operasional pada perusahaan merupakan bagian yang tidak boleh disepelekan. Angkanya mungkin kecil, tetapi dengan banyaknya elemen yang dimiliki biaya ini, maka jumlahnya juga cukup berpengaruh. Sebagai contoh adalah biaya transfer bank. Perusahaan harus melakukan pencatatan yang tepat terkait jurnal biaya administrasi bank (debit) dan rekening bank (kredit).

Terdapat tiga kelompok biaya yang tergolong biaya non operasional, yaitu sebagai berikut.

Biaya Bunga Pinjaman Pihak Lain Atau Bank

Biaya bunga (interest expenses) pinjaman merupakan bunga yang harus dibayarkan pada pihak lain atas jasa meminjamkan uang kepada perusahaan. Biaya bunga seperti ini tergolong non operasional karena tidak berlangsung tetap atau rutin.

Biaya Sewa Peminjaman Barang Bahkan Harta

Biaya sewa (rent expenses) merupakan uang sewa yang harus dibayarkan kepada pihak lain atas jasa meminjamkan suatu harta, baik barang atau properti kepada perusahaan. Biaya sewa peminjaman barang juga tergolong biaya non operasional karena tidak dilakukan setiap waktu.

Kerugian atas Penjualan Harta

Kerugian (loss) merupakan biaya yang ditanggung perusahaan karena penjualan harta (assets) selain barang-barang yang merupakan objek usaha pokok. Sebagai contoh adalah penjualan furnitur kantor yang tidak terpakai maka akan ada selisih dari biaya beli barang tersebut. Selisih itulah yang termasuk rugi atas penjualan harta. Hal ini berkaitan dengan yang lain juga bisa tergolong rugi yaitu selisih kurs mata uang, kehilangan, bencana alam, dan sebagainya.

Menghitung Biaya Operasional

Perusahaan dapat menghitung biaya operasional dengan menggunakan rumus biaya operasional berikut ini:

Biaya Operasional = Biaya produksi + Pengeluaran Operasional

Penjelasan :

• Pada laporan laba rugi perusahaan, pencatatan dapat diambil dari biaya produksi yang tertulis. Bisa juga disebut dengan biaya penjualan.

• Carilah dari total pengeluaran operasional, yang juga merupakan bagian dari laporan laba rugi tersebut.

• Setelah itu tambahkan total pengeluaran operasional pada periode penghitungan tersebut.

Baca Juga: Cara Mudah Menangani Neraca Saldo yang Tidak Seimbang

custom-form-newsletter


Pengaruh Peran Biaya Operasional Terhadap Laba Perusahaan

Pada dasarnya biaya operasional juga berpengaruh pada laba yang diperoleh perusahaan secara tidak langsung. Bagian penting dari salah satu strategi yang bisa diterapkan untuk meningkatkan laba perusahaan adalah dengan menekan biaya ini seminimal mungkin.

Untuk peran Laba perusahaan sangat ditentukan oleh pendapatan yang dihasilkan perusahaan dan jumlah dana yang dihabiskan perusahaan dalam produksi.

Hal inilah demikian untuk meningkatkan laba perusahaan, jumlah pendapatan harus ditingkatkan juga, sementara itu biaya operasional harus ditekan.

Memberikan penekanan biaya dan bahkan memangkas biaya adalah cara termudah untuk meningkatkan laba perusahaan. Oleh sebab itu menurunkan biaya operasional adalah hal yang sangat umum dilakukan oleh perusahaan seperti dua pengaruh pada perannya biaya operasional terhadap laba perusahaan yaitu sebagai berikut.

1. Pengaruh Biaya Operasional Terhadap Laba Perusahaan

Mengurangi biaya operasional memang menjadi “waktu tercepat” untuk memperoleh laba perusahaan. Namun bukan berarti metode ini tidak berdampak buruk. Berkurangnya biaya operasional perusahaan sama dengan menurunnya produktivitas, dan justru menimbulkan kerugian.

Mengurangi kegiatan tertentu demi efektivitas biaya operasional mungkin bisa mendatangkan keuntungan dalam jangka pendek saja. Namun untuk jangka panjangnya, pendapatan perusahaan akan terus menurun.

Contohnya ketika perusahaan memangkas biaya iklan dan promosi, dalam waktu singkat keuntungan perusahaan akan melesat karena pemotongan tersebut.

Namun dengan mengurangi kegiatan promosi, perusahaan akan kehilangan kesempatan untuk membuka bidang bisnis baru dan sumber pendapatan baru.

Untuk menghindari hal tersebut, perusahaan harus menjaga biaya operasional tetap rendah namun dalam waktu bersamaan harus mampu menjaga tren penjualan agar terus meningkat.

2. Peran Biaya Operasional dalam Perusahaan

Pencatatan biaya operasional harus dilakukan secara rutin oleh perusahaan, juga biaya-biaya yang tidak berkaitan secara langsung dengan kegiatan operasional, seperti biaya bunga dalam pinjaman perusahaan.

Dengan mencatatkan kedua jenis pengeluaran tersebut, analis perusahaan dapat menentukan bagaimana biaya tersebut berkaitan dengan kegiatan-kegiatan yang mendatangkan penghasilan bagi perusahaan.

Fungsi lain dari pencatatan biaya operasional adalah untuk melihat masa depan perusahaan, apakah bisnisnya masih dapat berjalan lancar atau tidak.

Komponen Biaya Operasional

Secara umu biaya operasional tidak selalu berkaitan dengan pembiayaan dari modal. Setiap komponen biaya operasional dapat meliputi banyak macam biaya pengeluaran operasional yaitu:

a. Dana akuntansi dan hukum

b. Denda perbankan

c. Pengeluaran pemasaran dan penjualan

d. Biaya perjalanan bisnis

e. Biaya hiburan

f. Biaya pengembangan dan riset non-modal

g. Biaya inventaris dan persediaan kantor

h. Biaya sewa

i. Biaya perbaikan dan perawatan

j. Biaya utilitas

k. Biaya gaji dan upah pegawai

Namun selain pengeluaran biaya operasional, biaya penjualan barang juga termasuk dalam biaya operasional harian. Sehingga biaya pengeluaran yang termasuk kedalam biaya penjualan barang berkaitan langsung dengan produksi barang dan jasa. Biaya-biaya tersebut meliputi seperti :

a. Biaya materiil langsung

b. Biaya tenaga kerja

c. Biaya sewa tempat atau fasilitas produksi

d. Insentif dan upah untuk pekerja produksi

e. Biaya perbaikan alat produksi

f. Biaya utilitas dan pajak dari fasilitas produksi

g. Manfaat Perhitungan Biaya Opersional untuk Bisnis

Manfaat Perhitungan Biaya Opersional untuk Bisnis

Setiap perusahaan membutuhkan data-data biaya operasional yang dikeluarkan setiap bulannya atau dalam periode satu tahun. Sebagai kebutuhan akan data biaya opersional ini bergantung pada kondisi yang ada, tujuan yang diharapkan, dan pihak yang memerlukan.

Biaya-biaya ini akan dikategorikan sesuai dengan yang diinginkan untuk kemudian disajikan dan dianalisa agar bermanfaat bagi manajemen perusahaan. Berikut ini beberapa manfaat penjelasannya yaitu :

Pemantauan Data Informasi

Untuk informasi data pada beban yang dikeluarkan oleh seorang akuntan biaya akan digunakan oleh bagian manajemen sebagai acuan dalam membuat perencanaan dan mengambil keputusan. Dalam hal ini, yang menjadi acuan atau patokan adalah anggaran. Setiap masing-masing biaya akan dicatat dan diakumulasikan. Selisih yang didapatkan dari anggaran dengan realisasi yang sebenarnya ini akan menunjukkan apakah pemakaian biaya opersional tersebut efisien atau tidak.

Pengendalian Biaya Pada Beban

Sebagai pengendalian biaya dalam hal ini merupakan pengendalian melalui fungsi akuntansi pertanggung jawaban. Akuntansi pertanggung jawaban ialah sebuah sistem akuntansi yang menghasilkan laporan keuangan untuk semua tingkatan dan bagian organisasi yang terdapat dalam sebuah perusahaan.

Maka dari itu, hasil laporan ini kemudian akan digunakan pimpinan perusahaan untuk mengendalikan kegiatan dan biaya operasi. Dengan begitu, seseorang harus bertanggung jawab atas tindakannya sesuai kedudukannya dalam organisasi.

Informasi data penilaian dari pimpinan ini berguna untuk mengendalikan bawahan serta mengetahui sejauh mana bagian tersebut melakukan penyimpangan biaya yang telah dianggarkan. Sehingga sebagai pimpinan akan mengetahui apakah terjadinya penyimpangan ini merupakan tanggung jawab sepenuhnya satu bagian organisasi atau penyimpangan yang terjadi itu merupakan hal yang memang tidak dapat dikendalikan oleh keputusan manajemen yang terlalu tinggi.

Pengambilan Hasil Keputusan

Sumber Data dari perhitungan biaya sangat dibutuhkan oleh seorang manajer untuk mempertimbangkan keputusan yang akan di ambil. Namun, ada beberapa hal yang harus terpenuhi sebelum seorang manajer mengambil keputusan, sehingga diperlukan data yang dapat diukur, analisis laporan keuangan yang tepat, serta kemungkinan apakah keputusan tersebut dapat dilaksanakan atau tidak.

Langkah-langkah Dalam Mengambil Keputusan Pada Biaya Operasional

Dalam keputusan yang akhirnya diputuskan oleh seorang manajer haruslah memiliki alasan dan penjelasan yang logis sehingga Anda sebagai pebisnis tepat menangani suatu langkah yang diambil pada biaya operasional yaitu sebagai berikut :

Penentuan Masalah

Tentunya harus ada masalah atau kendala yang dihadapi oleh perusahaan untuk diselesaikan jika akan membuat suatu keputusan. Misalnya, penggantian mesin lama yang sudah tidak berfungsi dengan baik untuk digantikan dengan mesin baru.

Mengurangi Biaya Dengan Mencari Pengganti Suatu Cadangan

Pada bagian ini harus Anda lakukan sebelum memantapkan pengambilan keputusan. Bisa saja sebenarnya tidak harus mengganti mesin, namun cukup mengganti beberapa bagian mesin saja.

Menetapkan Data Biaya Opersional Secara Relevan

Data yang menjadi acuan dalam pengambilan keputusan haruslah revelan dengan masalah yang sedang di atasi. Jangan sampai mesin yang merupakan biaya tetap menggunakan acuan data dari biaya variabel.

Mengevaluasi Data

Evaluasi data harus Anda lakukan dengan metode yang berkaitan dengan alternatif atau evaluasi sesuai dengan bagaimana seharusnya data itu dibuat.

Hasil Dari Alasan Keputusan

Sebagai suatu hasil keputusan manajer pastinya akan memiliki sebuah alasan mengapa memilih keputusan tersebut supaya perusahaan dapat mengambil keputusan yang terbaik dan logis. Sehingga hasil keputusan tersebut dapat memiliki dampak keuntungan yang baik bagi perusahaan.

Sama Seperti halnya masalah keuangan lainnya, Anda harus melakukan perbandingan selama beberapa periode pelaporan. Ini akan berguna bagi perusahaan karena terkadang dapat dilakukan pemangkasan biaya dalam kuartal tertentu yang dapat memperbesar pendapatan dalam kurun waktu tersebut.

Ini juga berguna untuk Anda yang berada diposisi investor. Ini akan membantu Anda dalam pengambilan keputusan melakukan investasi diperusahaan terkait atau tidak.

Setelah Anda tahu mengenai biaya operasional, manfaat beserta hasil suatu keputusan, saatnya bagi Anda untuk memanfaatkannya dalam mengembangkan bisnis Anda. Dalam menyusun dan mengelomokkan suatu biaya Anda tidak perlu melakukan secara manual, namun saat ini Anda dapat menggunakan software yang terintegrasi seperti sistem harmony.

Harmony dapat membantu Anda dalam mencatat, menganalisis, dan mengatur laporan komparatif keuangan dan laporan akuntansi bisnis lainnya dengan berbagai ratusan fitur dan layanan yang ditawarkan.

Dengan menggunakan Harmony Accounting Software, Anda dapat membuat dan menampilkan laporan keuangan secara lengkap, terperinci, dan terintegrasi dengan bagian akuntansi. Sangat mudah digunakan, oleh para pengguna yang masih pemula atau tidak memiliki keahlian Akunting sekalipun. konsultasikan dengan kami di live chat Harmony. Tunggu apalagi? Segera daftarkan akun Anda dan dapatkan software GRATIS 30 Hari disini.

Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Subscribe Harmony Blog
Dapatkan laporan penuh ini dengan mencantumkan nama.
Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Apa tanggapan Anda mengenai artikel ini?
Email Anda tidak akan terpublikasikan
Terima kasih telah berlangganan.
Anda akan menerima informasi terbaru dan artikel menarik di email Anda.
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-up.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-down.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/main-features/