Harmony » Blog » 

Bagaimana Membuat General Ledger yang Mudah Dipahami oleh Pebisnis?

Fina Pratiwi
/
Diupdate 
Agustus 19, 2020

Dalam siklus akuntansi, kita mengenal 3 tahapan utama yaitu proses pencatatan dan penggolongan, pembuatan ikhtisar laporan keuangan serta pembuatan dan penyajian laporan keuangan.

General Ledger atau biasa disebut buku besar merupakan proses lanjutan dari proses jurnal dalam pembukuan.

Tahapan pertama dan kedua ini memiliki satu koneksi yaitu general ledger atau dikenal dengan nama buku besar. General ledger adalah buku yang berisi sekumpulan data-data historis yang diambil dari jurnal umum dan jurnal khusus. Wajib hukumnya bagi Anda untuk membuat general ledger sebelum menyusun ke laporan keuangan.

Anda yang berkecimpung dalam dunia bisnis diharuskan memahami konsep, cara membuat dan juga membacanya. Karena buku besar merupakan proses lanjutan dari jurnal, maka pencatatan transaksi ke dalam bukuini lebih mudah. Dalam ulasan kali ini kita akan membahas mengenai cara membuat general ledger yang mudah dipahami oleh pebisnis.

Fungsi dan Bentuk General Ledger yang Perlu Anda Ketahui

Sebelum masuk ke cara pembuatan buku besar, Anda harus paham terlebih dahulu mengenai fungsi dan bentuknya. Pada dasarnya, buku besar memiliki fungsi utama untuk menggolongkan transaksi sesuai jenisnya. Dalam buku besar, akan ada beberapa komponen seperti nama rekening (akun), nomor kodenya dan saldo.

Fungsi lain dari general ledger adalah untuk menghitung saldo setiap akun yang digunakan dalam perusahaan. Perhitungan saldo ini akan sangat bermanfaat bagi penyusunan neraca saldo dalam laporan keuangan nantinya. Dalam akuntansi, Anda mungkin mendengar kegiatan posting ke buku besar. Ini adalah proses pemindahbukuan pencatatan jurnal ke setiap akun di buku besar.

Baca juga: 3 Contoh Standar Audit Laporan Keuangan dan Penjelasannya

[elementor-template id="26379"]


Ada 5 kategori akun yang dicatat dalam buku besar yaitu aset, kewajiban, ekuitas, penghasilan dan pengeluaran. Kelima kategori ini akan memiliki akun turunan masing-masing sesuai dengan kebutuhan perusahaan.semakin besar perusahaan, maka semakin banyak pula akun yang dibutuhkan.

Lalu bagaimana dengan bentuk general ledger itu sendiri?

Anda harus tahu, buku besar memiliki beberapa bentuk yaitu:

1.  Buku Besar Bentuk T

Saat ini, buku besar bentuk T sempurna menjadi jenis buku besar yang paling sering digunakan. Proses pembuatan dan pencatatannya sangat mudah. Buku besar ini memiliki bentuk seperti huruf T dengan kolom sisi kiri merupakan debet dan sisi kanan adalah kredit.

Ayo kita coba buat contoh soal buku besar bentuk t!

2.  Buku Besar Bentuk Skontro

Bentuk yang satu ini memiliki 2 kolom. Sesuai dengan namanya, skontro merupakan menyebelah menjadi dua kolom. Jadi kolom pertama debet dan kolom keduanya adalah kredit.

Bagaimana cara membuat buku besar bentuk skontro ini?

3.  Buku Besar Bentuk Staffle Berkolom Saldo Tunggal

Bentuk buku besar seperti ini tidak banyak digunakan karena punya fungsi tersendiri. Kolom tunggal pada buku besar ini seringkali digunakan jika perusahaan membutuhkan penjelasan panjang dari transaksi yang jumlahnya banyak. Bagaimana bentuk general ledger satu ini?

4.  Buku Besar Bentuk Staffle Berkolom Saldo Rangkap

Bentuk buku besar yang satu ini sekilas terlihat mirip dengan staffle kolom tunggal. Tapi Anda harus tahu, keduanya memiliki perbedaan yang terletak di kolom saldo. Untuk kolom saldo rangkap ini bagian kolom saldo dibagi dua yaitu debet dan kredit.

Contoh jelas dari buku besar bentuk ini bisa dilihat di bawah ini:

Dari keempat bentuk di atas, menurut Anda buku besar mana yang paling mudah untuk dibuat dan digunakan?

Meski bisa dibuat secara manual, di era modern saat ini perusahaan disarankan untuk beralih menggunakan software akuntansi. Penggunaan software ini akan membuat siklus akuntansi berjalan dengan lebih mudah.

Anda bisa menggunakan software canggih yang sudah terintegrasi seperti Harmony Accounting Software. Software akuntansi yang satu ini memiliki fitur lengkap dan canggih.

Semua langkah-langkah dalam siklus akuntansi, termasuk laporan keuangan seperti arus kas dan lain-lain bisa dibuat dengan mudah menggunakan software ini. Ayo konsultasikan kebutuhan Anda dengan kami melalui live chat Harmony. Segera daftarkan akun Anda dan Dapatkan Software Harmony GRATIS 30 Hari disini.

trial harmony
Pembukuan Lebih Mudah!
Coba Gratis 30 Hari dan Rasakan Perbedaannya!
COBA GRATIS
Anda juga mungkin suka:
Fina Pratiwi
Fina Pratiwi adalah seorang ahli strategi keuangan dengan lebih dari 5 tahun pengalaman dalam industri keuangan. Dia memegang gelar dalam bidang Keuangan dan dikenal karena kemampuannya untuk menyederhanakan konsep keuangan yang kompleks menjadi sesuatu yang mudah dipahami. Fina percaya bahwa pemahaman yang baik tentang manajemen keuangan adalah kunci sukses bisnis. Dengan pengetahuannya yang luas, dia berdedikasi untuk membantu bisnis memahami dan memanfaatkan software Harmony untuk mencapai tujuan keuangan mereka.
chevron-down
Scan the code
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram