Apa itu Strategi Brand Advocacy Marketing? Simak Selengkapnya
Harmony Blog
Marketing
Apa itu Strategi Brand Advocacy Marketing? Simak Selengkapnya
July 17, 2020
Berlangganan newsletter kami
Dapatkan Tips Seputar Bisnis dan Marketing Dengan Berlangganan Newsletter Harmony, isi data berikut ini :

Berbicara mengenai peningkatan profit dan keuntungan dari merek suatu produk itu tidak terlepas dari penerapan strategi pemasaran produk yang efektif dan efisien salah satu dengan melakukan strategi brand advocacy marketing. Dimana strategi brand advocacy marketing ini lebih difokuskan pada terciptanya promosi agresif dari produk Anda untuk bisa mendatangkan pelanggan baru.

Penerapan strategi brand advocacy marketing sangat membantu perusahaan yang ingin berkembang dengan keterbatasan dana dalam ekspansi usaha.

Seperti dilansir dari media online medium.com edisi 26 Oktober 2017 menerangkan penggunaan brand advocacy marketing yang dilakukan tiga perusahaan besar dunia seperti Starbucks, Tesla dan Apple sangat berpotensi meningkatkan rating penjualan.

Salah satunya contoh brand advocacy marketing yang dilakukan oleh Starbucks dengan konsumen hanya perlu mention @tweetacoffee dan orang yang akan menerima kartu hadiah tersebut. 100.000 orang pertama yang bergabung dengan program ini juga akan mendapatkan kartu hadiah masing-masing senilai $5.

Dengan strategi brand advocacy marketing ini Starbucks bisa menghasilkan sekitar $180.000 penjualan, cara ini juga memungkinkan Starbucks untuk mengidentifikasi para brand advocates dan pelanggan potensial (lebih dari 27.000 brand advocates berpartisipasi). Hal tersebut merupakan salah satu konsep pemasaran yang efektif yaitu konsep penjualan brand dan promosi yang agresif.

Kali ini akan dibahas mengenai strategi brand advocacy marketing. Simak selengkapnya artikel ini.

Pengertian Brand Advocacy Marketing

Adapun pengertiannya berdasarkan beberapa narasumber, diantaranya sebagai berikut:

Menurut Kemp et al (2014), pengertian brand advocacy marketing adalah pelanggan yang berbicara dalam mendukung produk dirasakan dan memberikan komentar atau pesan kepada pelanggan lain untuk harapan mereka akan bergabung dalam pembelian brand tertentu.

Menurut Fullerton (2003), ketika seseorang konsumen menjadi afektif berkomitmen untuk brand, sehingga terciptanya hubungan yang dapat menyebabkan brand advocacy.

Menurut Gobe (2005), pengertian brand advocacy marketing adalah kepercayan konsumen dapat membeli dan menggunakan produk atau merasakan jasa yang mereka percayai dan kemudian konsumen lain menjadi loyal.

Dari ketiga penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa strategi brand advocacy marketing adalah strategi pemasaran dengan menggunakan pembelaan atau testimoni pendapat dari pelanggan exist karena telah menggunakan dan membeli produk tertentu untuk harapan mendapatkan klien baru. Strategi ini merupakan salah satu strategi rahasia meningkatkan konversi penjualan produk.

Manfaat Strategi Brand Advocacy Marketing

Adapun beberapa manfaat dari strategi brand advocacy marketing, diantaranya sebagai berikut:

1. Mendongkrak Daya Tarik Brand

Salah satu fungsi pertama adalah mendongkrak daya tarik brand, dalam dunia persaingan bisnis ada banyak cara meningkatkan daya tarik suatu brand salah satunya dengan membuat program brand advocacy marketing semenarik mungkin seperti yang dilakukan oleh Starbuck dengan konsumen hanya perlu mention @tweetacoffee dan orang yang akan menerima kartu hadiah tersebut. 100.000 orang pertama yang bergabung dengan program brand advocacy marketing ini juga akan mendapatkan kartu hadiah masing-masing senilai $5.

Dalam mendongkrak daya tarik brand pentingnya dalam menentukan segmen pasar yang tepat, terutama target segmentasi pasar yang tepat untuk pelanggan exist. Sehingga dapat memberikan rekomendasi kepada pelanggan baru untuk menggunakan brand yang sama. Setelah segmentasi barulah Anda menentukan targeting dan positioning, hal tersebut merupakan bagian dari strategi pemasaran STP (Segmenting, Targeting, Positioning).

2. Memunculkan Keingintahuan Brand

Fungsi berikutnya adalah dapat menimbulkan rasa keingintahuan konsumen terhadap brand, maka dibutuhkan program brand advocacy marketing ialah content marketing yang menarik dan menumbuhkan curiosity cukup besar. Content marketing bisa dipromosikan melalui media sosial ataupun marketplace yang saat ini kian menjamur.

Content marketing juga dapat berupa sebuah artikel yang menggunakan search engine optimalization untuk dapat mempromosikan keunggulan dan manfaat dari program brand advocacy marketing tersebut. Content marketing haruslah relevan antara kebutuhan konsumen dilibatkan dengan kegunaaan manfaat menggunakan brand tersebut.

3. Memperkuat Komitmen Konsumen

Berawal dari ketertarikan dan kaingin-tahuan konsumen terhadap brand akan berlanjut pada komitmen untuk membeli dan bahkan meningkatkan loyalitas konsumen menggunakan brand dalam hubungan jangka panjang. Keputusan pembelian konsumen juga dapat dipengaruhi oleh akses keterjangkauan brand sehingga pemanfaatan media online dapat dilakukan dengan maksimal.

Dengan strategi brand advocacy marketing dapat meningkatkan kepercayaan konsumen yang biasanya mengecek fisik toko offline produk anda. Bahkan bisa memberikan pilihan yang tidak tersedia di toko online dan di toko offline malah lebih tersedia pilihan untuk menambah keyakinan untuk membeli produk.

4.Mendongkrak Afinitas

Fungsi terakhir adalah dapat mendongkrak afinitas atau ketertarikan sesama konsumen karena adanya kesamaan kepentingan. Hal tersebut juga dapat membangun customer engagement yang kuat yakni interaksi antara pelanggan dengan pelanggan lainnya baik melalu saluran offline atau saluran online.

custom-form-newsletter


Contoh Brand Advocacy Marketing

Adapun beberapa contoh brand advocacy marketing yang dilakukan oleh perusahaan besar dunia, diantaranya sebagai berikut:

1. Perusahaan Otomotif Tesla Inc

Perusahaan Tesla Inc adalah sebuah perusahaan otomotif dan penyimpanan energi asal Amerika Serikat yang didirikan oleh Elon Musk, Martin Ebenhard, Marc Tarpenning, JB Straubel dan Ian Wright di California tahun 2008 dimana perusahaan memproduksi mobil dengan tenaga listrik sebagai bahan bakarnya. Dalam perkembangannya Tesla Inc menemukan strategi brand advocacy marketing yang bagus dengan memobilisasi pelanggan exist untuk menarik para pelanggan baru.

Tesla Inc menerapkan paket referral yang memberikan diskon besar kepada existing customer dan orang yang diajak. Keduanya akan menerima diskon sebesar $1,000 untuk pembelian yang dilakukan.

Bukan hanya itu, Tesla Inc juga menawarkan sesuatu yang lebih menarik. Jika existing customers berhasil menarik 10 orang, mereka mendapatkan hak untuk membeli seri terbatas dari SUV Model X yang tidak dijual untuk umum. Terlebih lagi, orang pertama yang berhasil melakukan itu akan mendapatkan kendaraan secara gratis.

2. Perusahaan Apple Inc

Perusahaan Apple Inc adalah perusahaan teknologi multinasional yang berpusat di Cupertino California yang merancang, mengembangkan dan menjual barang elektronik konsumen, perangkat lunak komputer dan layanan daring. Adapun perangkat keras yang diproduksi seperti telepon pintar apple, computer pribadi mac, jam pinter apple watch, pemutar media digital apple TV dan masih banyak lagi.

Adapun contoh brand advocacy marketing yang dilakukan perusahaan Apple Inc yaitu dengan meminta penggunanya untuk berbagi foto yang mereka ambil dengan iPhone di media sosial dengan menggunakan hashtag khusus. Apple kemudian akan memilih foto yang banyak mendapatkan likes, dan memamerkannya di tempat publik seperti transportasi umum dan papan iklan.

Dari sekian banyak foto yang diposting penggunanya, Apple mengambil gambar dari 77 orang dari 24 negara untuk ditampilkan sebagai iklantanpa melalui proses editing. Ini bertujuan untuk menjaga orisinalitas dari foto tersebut dan sesuai dengan “Shot on iPhone”.

Berikut penjelasan mengenai strategi brand advocacy marketing sangat membantu perusahaan yang ingin berkembang dengan keterbatasan dana dalam ekspansi usaha agar tetap dapat bisa menghasilkan keuntungan dan profit perusahaan. Dalam menghitung keuntungan dan profit, Anda bisa menggunakan alat bantu seperti software akuntansi.

Software akuntansi ini dapat membantu segala keperluan keuangan bisnis dalam satu sistem aplikasi keuangan bisnis bernama “Harmony Smart Accounting Solution” yang mana menyediakan 20 lebih jenis laporan keuangan secara real-time yang bisa membantu dalam menganalisa, memeriksa dan mengembangkan bisnis.

Harmony merupakan software akuntansi praktis dan mudah, yang merupakan pilihan utama bagi ribuan pemilik bisnis yang ingin memiliki laporan keuangan lengkap walau tanpa memiliki background sebagai keuangan atau akuntan. Coba GRATIS selama 30 hari Software Harmony disini.

Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Subscribe Harmony Blog
Dapatkan laporan penuh ini dengan mencantumkan nama.
Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Apa tanggapan Anda mengenai artikel ini?
Email Anda tidak akan terpublikasikan
Terima kasih telah berlangganan.
Anda akan menerima informasi terbaru dan artikel menarik di email Anda.
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-up.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-down.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/main-features/