Harmony Blog

5 Tips Mengatur Keuangan Usaha dan Pribadi

Diupdate Apr 8th, 2021
2

SHARES

PEMBACA

Mengatur Keuangan UsahaPin

Bingung cara mengatur keuangan usaha maupun pribadi? Memang tidak mudah untuk melakukannya, maka kami akan berikan tips praktis dalam mengatur keuangan usaha Anda.

Sayangnya kebanyakan pebisnis kurang menyadari bagaimana pentingnya mengatur keuangan usaha. Bahkan terkadang pebisnis kurang melakukan pemisahan keuangan pribadi dengan usahanya, sehingga pebisnis sulit untuk mengembangkan keuangannya dan inilah kesalahan fatal yang terjadi pada pemilik usaha.

Mengapa cara mengatur keuangan usaha dan pribadi harus dipisah? Karena keuangan antara pemilik pribadi dan usahanya adalah dua entitas yang berbeda.

Biaya kantor harus keluar dari uang perusahaan, sedangkan biaya pribadi juga tidak boleh dibayarkan oleh uang perusahaan. Maka dari itu cara mengatur keuangan pribadi dengan usaha ini juga harus dikelola dengan manajemen biaya yang baik supaya tidak tercampur aduk. Adapun 5 tips mengatur keuangan usaha dengan pribadi di bawah ini.

Megatur keuangan usaha merupakan faktor penting yang berguna untuk menjaga kestabilan bisnis serta pengembangan usaha.Click to Tweet

5 Tips Cara Mengatur Keuangan Usaha Dan Pribadi

Adapun berbagai tips cara mengatur keuangan pribadi dengan usaha dalam bisnis.

Tips mengatur keuanganPin

  1. Melakukan Budgeting Secara Rutin

    Tips untuk Anda yang sedang menghemat keuangan usaha yaitu dengan melakukan budgeting yang secara rutin. Mengapa demikian? Karena budgeting ini akan mengatur kinerja keuangan Anda dan membatasi pengeluaran yang berlebihan sehingga menjadi lebih efisien.

    Selain mengatur keuangan usaha Anda juga harus membatasi pengeluaran Anda untuk dapat mengestimasi biaya apa saja yang keluar sebelumnya. Sehingga nantinya Anda dapat menyusun anggaran di periode yang akan datang.

    Melalui budgeting ini Anda juga bisa menyesuaikan setiap modal tergantung pada kondisi perusahaan, dan cobalah untuk mencari budgeting usaha kecil melalui review pebisnis agar lebih baik dari sebelumnya.

  2. Melakukan Perencanaan Secara General

    Anda yang baru membangun bisnis dan mengatur keuangan usaha tentu harus melakukan perencanaan keuangan secara general. Nah untuk rencana tersebut sebaiknya dilakukan secara beberapa periode pendek yaitu bulanan, mingguan, atau triwulan.

    Jika sudah, kemudian lakukan perhitungan secara mendetail untuk kebutuhan dana yang akan menjalakan suatu kegiatan usaha, serta tentukan juga kapan kegiatan tersebut harus dijalankan.

  3. Mengontrol Arus Kas Keuangan

    Ketika Anda menjalankan sebuah usaha, tentu Anda perlu melakukan pengawasan serta mengatur keuangan usaha terhadap arus kas perusahaan Anda secara berkala.

    Namun terkadang arus kas menjadi suatu hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Dikarenakan harus memerlukan ketelitian yang sangat tinggi untuk menghitung dan mengontrolnya.

    Namun jika Anda kesulitan dalam melakukan pengontrolan terhadap arus kas perusahaan Anda. Kini Anda sudah tidak perlu khawatir lagi, Anda dapat menggunakan software akuntansi seperti Harmony untuk mengontrol aliran kas hingga membuat laporan arus kas Anda dengan mudah, cepat dan menyajikan data secara realtime.

  4. Mengembangkan Usaha Dengan Laba

    Pada dasarnya yang membedakan pengusaha sukses dan pengusaha yang kurang sukses terletak pada kemampuan mereka dalam menikmati hasil jerih payahnya. Memang Anda sangat berhak sekali untuk menikmati hasil dari kerja keras, namun ada baiknya jika Anda tidak menghabiskannya begitu saja.

    Langkah baik dalam hal ini ialah dengan cara menggunakan uang dari keuntungan untuk dikembangkan agar menjadi usaha yang lebih besar dan mengarahkan investasi ke bidang-bidang yang menguntungkan.

    Seperti menambah armada dagang atau penambahan barang-barang dagangan untuk dijual kembali. Jika Anda melakukan hal ini maka besar kemungkinan untuk cepat menjadi pengusaha yang sukses.

  5. Membuat Perencanaan Pendapatan

    Tips selanjutnya yaitu Anda sebaiknya membuat perencanaan pendapatan usaha, karena dengan memperkirakan pendapatan ini Anda harus dapat memenuhi kebutuhan modal yang sudah direncanakan.

    Caranya dengan mulailah untuk merencanakan bagaimana usaha Anda dapat mendatangkan pendapatan, setelah itu lakukan penjualan beberapa produk.

    Jika sudah cobalah untuk menghitung berapa target penjualan, apa saja strategi digunakan serta bagaimana mencapai target penjualan. Bahkan perencanaan ini juga dapat memastikan seberapa besar penjualan yang menghasilkan keuntungan.

Baca Juga: Financial Distress: Bagaimana Memahami Dan Cara Menanganinya

Berlangganan newsletter kami
Dapatkan Berbagai Tips & Update Artikel Menarik Lainnya dari Harmony, langsung di email Anda!

Bagaimana Pencatatan Keuangan Usaha Dengan Uang Pribadi?

Adapun pencatatan yang terjadi dalam berbagai cara mengelola keuangan usaha dengan uang pribadi.

Pencatatan mengatur keuangan usahaPin

  • Mencatat Biaya Operasional yang Dibayar Dengan Uang Pribadi

    Terkadang karena arus kas yang kurang lancar, saldo di rekening usaha tidak mencukupi untuk membayar biaya operasional sehingga mencampurkan keuangan pribadi dalam laporan keuangan perusahaan.

    Bahkan bisa juga di awal usaha berjalan, pembelian aset atau perlengkapan usaha masih menggunakan uang pribadi. Bila terjadi hal seperti ini, maka ada 2 cara mengatur keuangan pribadi.

    Jurnal Perlengkapan Kantor Dengan Uang Pribadi

    Pada saat kegiatan usaha masih di tahap awal dan terpaksa menggunakan uang pribadi, untuk membeli perlengkapan kantor atau mengurus izin usaha. Maka hal ini harus diperlakukan sebagai penambahan modal. Jadi jurnalnya seperti ini:

    Dr. Biaya Pembelian Perlengkapan Kantor Rp500.000

    Cr. Modal Usaha atau Modal Disetor Rp500.000

    Jurnal Biaya Dengan Uang Pribadi

    Uang pribadi yang terpakai bisa juga dianggap sebagai pemberian pinjaman kepada perusahaan. Misalnya, untuk mengelola keuangan usaha yang sudah berjalan cukup lama, adakalanya arus kas menjadi tidak lancar karena banyak piutang yang belum terbayarkan.

    Maka untuk membayarkan biaya operasional perusahaan yang terus berjalan terkadang harus menggunakan uang pribadi. Lalu, ketika piutangnya sudah dibayarkan oleh pembeli, maka uangnya akan digunakan untuk mengganti uang pribadi yang terpakai.

    Jika kasusnya seperti itu, maka jurnalnya bisa dibuat seperti berikut:

    Dr. Biaya Utilitas (Listrik, Air, dll) Rp2.000.000

    Cr. Hutang ke Pemilik Rp.2.000.000

    Dengan begini, maka mencampurkan keuangan pribadi dalam laporan keuangan di kemudian hari atas arus kas yang akan kembali lancar, sehingga uang pribadi yang pernah dipakai oleh perusahaan dapat dikembalikan.

    Karena uangnya keluar langsung dari rekening pribadi (tanpa masuk dulu ke rekening perusahaan), maka jurnalnya pun tidak menggunakan akun Bank.

    Lain halnya jika dari rekening pribadi menyetorkan uang ke rekening perusahaan terlebih dahulu, maka jurnalnya harus disesuaikan dengan mencatat hutang ke pemilik sebagai uang masuk, lalu mencatat uang keluar atas biaya.

  • Mencatat Uang Keluar untuk Pengeluaran Pribadi

    Selanjutnya, dalam mencampurkan keuangan pribadi dalam laporan keuangan yaitu mencatat uang keluar dari rekening perusahaan untuk membayar pengeluaran pribadi.

    Maka ada 2 cara untuk membukukannya, cara pertama adalah dengan menginputnya sebagai Piutang Pemilik (tipe akun Aset Lancar).

    Lalu, cara kedua adalah dengan memperlakukannya sebagai Prive atau Owner’s Drawing, kedua akun tersebut adalah contra account dari akun Modal Usaha atau Modal Disetor.

    Kedua cara ini akan membukukan pengeluaran pribadi ini di luar dari Laporan Laba Rugi karena sifatnya di luar dari kegiatan operasional usaha.

    Pada umumnya, memang mencampurkan keuangan pribadi dalam laporan keuangan perusahaan atas kebutuhan pribadi tidak dicatat sebagai beban. Namun melainkan nilainya akan mengurangi modal dari pemilik, atau jika akan dibayarkan di kemudian hari maka dicatat sebagai piutang.

    Untuk mencatat sebagai piutang, maka bisa terlebih dahulu membuat akun Piutang Pemilik dengan tipe Aset Lancar, lalu mencatatnya sebagai berikut:

    Dr. Piutang Pemilik Rp2.000.000

    Cr. Bank Account Rp2.000.000

    Lalu, jika nantinya dibayarkan kembali oleh Pemilik Usaha, maka jurnalnya akan dibalik.

    Namun jika tidak ingin dicatat sebagai piutang, karena belum diketahui jangka waktu pengembaliannya atau jumlahnya yang cukup besar. Maka alternatifnya adalah dicatat sebagai Prive atau Pengurang Modal. Selanjutnya, jurnalnya adalah sebagai berikut:

    Dr. Prive / Owner’s Drawing Rp50.000.000

    Cr. Bank Account Rp50.000.000

Melalui cara-cara di atas, maka mencampurkan keuangan pribadi dalam laporan keuangan atas setiap kegiatan pribadi dengan kegiatan perusahaan dapat dilacak lebih mudah sehingga membuat laporan keuangan lebih rapi dan dapat diandalkan.

Dengan mengetahui proses kondisi keuangan atas mencampurkan keuangan pribadi dalam laporan keuangan perusahaan, akan jauh lebih menyenangkan apabila laporan keuangan bisnis tersebut tertata dengan rapi dan mudah dimengerti. Sehingga jadikan bisnis Anda lebih mudah dengan Harmony software.

Dengan ratusan fitur yang saling berhubungan untuk mempercepat proses pembukuan, pengeluaran transaksi, pemasukan pendapatan, posting jurnal, pengelolaan stok opname, hingga laporan keuangan. Tertarik menggunakan Harmony software? Anda bisa mencobanya secara Gratis selama 30 Hari di sini.

Untuk mengenal Harmony lebih lanjut, kunjungi halaman sosial media Harmony agar Anda tidak ketinggalan berita terbaru seputar keuangan, bisnis dan lainnya. Jangan lupa untuk ikuti updatenya melalui Facebook, Instagram, dan Linked In Harmony.

Pembukuan Lebih Mudah!
Coba Gratis 30 Hari dan Rasakan Perbedaannya!
Anda juga mungkin suka:
Harmony
Harmony
Harmony menyajikan artikel seputar bisnis, keuangan, perpajakan dan finansial untuk membantu para pemilik usaha kecil. Dapatkan cara mudah membereskan keuangan usaha Anda menggunakan Harmony dan coba gratis 30 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Follow Social Media Kami
Dapatkan konten terbaru dari Harmony
Gratis Tips & Trik Terbaru Harmony di Email Anda.
No spam, hanya Info terbaik kami kirimkan dan Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.
Artikel Popular Lainnya
Pembukuan Lebih Mudah!
Coba Gratis 30 Hari dan Rasakan Perbedaannya!
Daftar Isi
    Add a header to begin generating the table of contents
    Daftar Isi
      Add a header to begin generating the table of contents
      Daftar Isi
        Add a header to begin generating the table of contents
        Dapatkan Berbagai Tips & Update Artikel Menarik Lainnya dari Harmony, langsung di email Anda!

        Pembukuan Lebih Mudah

        Coba Gratis 30 Hari dan
        Rasakan Perbedaannya!

        Kontak Harmony