Likuidasi : Apa itu, Jenis dan Contoh Kasusnya
Harmony Blog
Business
Likuidasi : Apa itu, Jenis dan Contoh Kasusnya
January 4, 2021
Berlangganan newsletter kami
Dapatkan Tips Seputar Bisnis Dengan Berlangganan Newsletter Harmony, isi data berikut ini :

Likuidasi? Mungkin Anda pernah mendengar informasi ini, bahwa ada perusahaan yang bangkrut dikarenakan masalah finansial seperti terlilit hutang, dan lain sebagainya. Itulah yang dinamakan likuidasi.

Likuidasi adalah istilah di bidang keuangan yang merujuk pada proses mengakhiri bisnis dan mendistribusikan asetnya kepada penuntut.

Tujuan likuidasi ini sendiri adalah untuk melakukan pengurusan dan pemberesan atas harta perusahaan yang dibubarkan tersebut.

Kata likuidasi sendiri juga merupakan efek dari kata likuiditas. Lalu apa sih perbedaan likuiditas dan likuidasi? Ini singkatnya, likuiditas adalah kemampuan suatu perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek yang dimilikinya pada saat jatuh tempo.

Sedangkan likuidasi adalah istilah yang merujuk pada proses untuk mengakhiri bisnis dan mendistribusikan asetnya kepada penuntut.

Istilah likuidasi ini bisa terjadi saat perusahaan sedang mengalami bangkrut akibat tidak bisa melakukan manajemen keuangannya dengan baik.

Biasanya perusahaan tidak bisa membayar kewajibannya saat jatuh tempo. Jenis kewajiban tersebut berupa membayar kreditor dan pemegang saham.

Untuk lebih memahami istilah dari likuidasi ini. Dalam artikel ini akan di jelaskan apa yang dimaksud dengan likuidasi dan apa saja jenis serta contoh likuidasi.

Apa itu Likuidasi?

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pengertian likuidasi adalah pembubaran suatu perusahaan sebagai badan hukum yang meliputi pembayaran kewajiban kepada para kreditor dan pembagian harta yang tersisa kepada para pemegang saham (Persero).

Pengertian likuidasi ini juga suatu tindakan pemberesan terhadap semua harta kekayaan atau aset dan kewajiban yang dimiliki suatu perusahaan sebagai salah satu tindak lanjut bubarnya perusahaan sebagai badan hukum.

Maka dapat diartikan secara umum bahwa likuidasi adalah sebagai tindakan pembubaran suatu perusahaan sebagai badan hukum dan sekaligus pemberesan harta kekayaan dengan cara melakukan penjualan aset, penagihan, dan lainnya.

Di dalam istilah ekonomi, likuidasi ini bisa terjadi di berbagai jenis perusahaan, dan likuidasi ini juga tentu sangat berkaitan erat dengan masalah finansial. Di mana perusahaan yang dilikuidasi umumnya memiliki suatu likuidasi yang rendah.

Artinya perusahaan tidak memiliki kemampuan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek maupun jangka panjangnya.

Maka perusahaan yang dinyatakan likuidasi cenderung memiliki total kewajiban atau utang yang lebih besar dibandingkan dengan total asetnya. Namun selain itu, perusahaan yang dilikuidasi juga cenderung tidak mampu menghasilkan aliran kas yang cukup.

Jenis-Jenis Likuidasi dan Contoh Khasusnya

Adapun beberapa jenis yang terdapat dalam likuidasi, berikut jenis-jenis yaitu:

• Likuidasi Wajib

Jenis likuidasi wajib ini sering dilakukan pada saat pembubaran sebuah perseroan, di mana perseroan yang telah dilakukan pembubaran tidak bisa melakukan perbuatan hukum kecuali dibutuhkan untuk melakukan proses likuidasi.

Ketika ingin melakukan likuidasi wajib ini harus dilakukan oleh pihak-pihak yang mempunyai hak atas perusahaan yang ingin melakukan petisi pembubaran perusahaan ke pengadilan.

Maka dengan adanya petisi ini maka proses dari likuidasi dapat dengan mudah untuk dilakukan. Pihak yang melakukan likuidasi wajib ialah perusahaan itu sendiri, kreditor, pemegang saham dan juga penerima resmi.

Contohnya, apabila perusahaan sudah tidak bisa membayar beban hutang baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek, maka pihak yang memiliki wewenang terhadap perusahaan tersebut berhak untuk mengajukan sebuah petisi untuk perusahaan agar melakukan likuidasi.

• Likuidasi Sementara

Pada saat perusahaan dihadapkan pada situasi di mana perusahaan telah melakukan pelanggaran-pelanggaran atau aset perusahaan dalam bahaya, maka sangat dimungkinkan untuk menempatkan sebuah perusahaan tersebut ke dalam kondisi likuidasi sementara.

Ketika perusahaan berada dalam kondisi yang berbahaya, maka jenis likuidator sementara ditunjuk untuk melindungi posisi perusahaan sembari menunggu sidang petisi.

Tugas likuidator sementara adalah melindungi aset perusahaan dan mempertahankan status quo sambil menunggu sidang petisi.

Likuidator sementara tidak bertugas untuk menilai klaim terhadap perusahaan atau mendistribusikan aset perusahaan kepada kreditor.

Seperti contoh, pada saat sebuah perusahaan sedang mengalami masalah yang berkaitan dengan pelanggaran hukum, walaupun perusahaan tersebut masih bisa berjalan serta mampu menyelesaikan tanggung jawabnya.

Maka jenis likuidasi sementara ini dapat menjadi pilihan agar bisa dilakukan untuk menyelamatkan aset perusahaan agar tidak hilang sehingga manajamen operasi pada perusahaan Anda juga dapat berjalan dengan baik.

• Likuidasi Sukarela

Jenis likuidasi sukarela ini berbeda dari likuidasi wajib, di mana likuidasi sukarela ini dilakukan dengan sukarela dan telah disepakati dengan setiap kreditor.

Namun tidak semua kreditor setuju, tetapi 75% suara mayoritas harus dapat menyetujui likuidasi agar proses dari likuidasi sukarela dapat dilakukan dengan lancar.

Mengambil keputusan sukarela ini juga harus disetujui oleh dewan perusahaan. Namun dalam keputusan dewan perusahaan terdapat juga campur tangan dari direktur perusahaan serta pemegang saham yang menyetujui apakah likuidasi sukarela perlu untuk dilakukan atau tidak.

Contohnya ketika perusahaan ingin mengakhiri usahanya karena sudah dianggap tidak mampu lagi dalam melakukan proses produksi pada usaha nya dan tidak mampu bersaing dengan kompetitor ataupun pasar lain.

Maka jenis likuidasi sukarela dapat menjadi sebuah pilihan dalam mengambil sebuah keputusan sebelum perusahaan mengalami kerugian yang lebih besar.

custom-form-newsletter

Faktor-Faktor Penyebab Likuidasi

Lalu apa saja faktor yang menyebabkan terjadinya suatu perusahaan mengalami likuidasi? Berikut faktor-faktor penyebabnya:

a. Pengelolaan Utang yang Tidak Baik

Pengelolaan utang yang tidak baik akan menimbulkan suatu masalah bagi perusahaan. Apabila utang tidak dikelola atau tidak digunakan dalam kegiatan yang produktif, maka hal tersebut tidak akan memberikan manfaat finansial yang baik pada perusahaan.

Selain itu perusahaan juga akan mengalami beban hutang yang begitu besar, di mana total hutang justru lebih besar dibandingkan dengan total aset yang dimiliki perusahaan tersebut. Tentu hal ini sangat membahayakan posisi perusahaan, dikarenakan perusahaan tidak mampu untuk membayar utang pada saat masa jatuh tempo tiba.

b. Mengelola Finansial yang Salah

Semua perusahaan tentu ingin memiliki usaha yang berkembang dan maju, namun dibalik kesuksesan tersebut harus terdapat strategi yang tepat.

Apabila penerapan strategi finansial yang dilakukan salah, maka justru akan menyebabkan kerugian besar bagi perusahaan tersebut.

Seperti contoh ketika perusahaan melakukan ekspansi namun dalam kondisi finansial yang tidak mendukung atau perusahaan perbankan memberikan suatu kredit yang salah sehingga menyebabkan kredit tidak berjalan dengan lancar.

Sehingga ketika Anda melakukan cara tersebut jelas akan berdampak pada kesehatan finansial perusahaan Anda. Maka oleh karena itu diperlukan adanya manajemen resiko dalam mengatasi setiap keuangan perusahaan Anda.

c. Masa Perizinan Kegiatan Usaha Tidak Diperpanjang

Ketika Anda menjalankan suatu kegiatan usaha, tentunya Anda harus memiliki izin usaha dari pihak yang berwenang, seperti dari pihak  Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk izin usaha, Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) untuk status badan hukum, dan lainnya.

Jenis perizinan tersebut memiliki batas waktu yang harus diperbarui atau diperpanjang setiap 5 tahun sekali. Apabila perizinan tersebut tidak diperpanjang maka bisa terjadinya faktor penyebab dilakukannya likuidasi.

Namun selain itu pencabutan izin usaha oleh pihak berwenang dikarenakan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan juga bisa menjadi penyebab dilakukannya likuidasi terhadap suatu perusahaan.

Pengertian likuidasi dapat terjadi pada perusahaan yang mempunyai masalah keuangan.

Agar dapat terhindar dari proses likuidasi, Anda harus mengelola serta memantau kinerja keuangan perusahaan dengan baik. Dalam hal ini, Anda membutuhkan software akuntansi online untuk menjadi solusi untuk membantu Anda dalam proses pengelolaan keuangan perusahaan.

Harmony adalah aplikasi akuntansi online yang praktis dan mudah digunakan. Anda dapat membuat laporan keuangan dimanapun dan kapanpun dengan mudah walau tidak memiliki latar belakang sebagai akuntan sekalipun. Harmony sudah digunakan ribuan pebisnis untuk membantu merapikan pembukuan usaha mereka.

Harmony memiliki 20 lebih laporan keuangan real time yang bisa membantu Anda dalam mengelolah dan mengontrol keuangan bisnis sehingga Anda bisa lebih fokus untuk mengembangkan bisnis tersebut. Jadi tunggu apalagi? Yuk, coba aplikasi Harmony GRATIS 30 hari disini.

Namun bagi Anda yang tidak ingin repot Anda dapat menggunakan layanan dari Harmony Accounting Service, Anda akan terima beres laporan keuangan Anda setiap bulannya.

Jangan lupa, Anda juga bisa update info dan penawaran terbaru kami melalui akun Facebook, Instagram dan LinkedIn Harmony.

Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Subscribe Harmony Blog
Dapatkan laporan penuh ini dengan mencantumkan nama.
Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Apa tanggapan Anda mengenai artikel ini?
Email Anda tidak akan terpublikasikan
Terima kasih telah berlangganan.
Anda akan menerima informasi terbaru dan artikel menarik di email Anda.
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-up.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-down.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/main-features/