Harmony » Blog » 

5 Komponen Biaya Produksi Yang Sering Digunakan Perusahaan Manufaktur

Fina Pratiwi
/
Diupdate 
Maret 10, 2021

Menjalankan sebuah perusahaan manufaktur tentu membutuhkan banyak perhitungan, salah satunya perhitungan komponen biaya produksi. Biaya produksi merupakan biaya atau harga yang dikeluarkan selama proses produksi hingga menghasilkan suatu produk atau yang biasa juga dikenal dengan work in process. Harga pokok produksi inilah yang akan menentukan harga jual.

Biaya produksi juga dapat diartikan sebagai keluarnya modal usaha untuk penyediaan produk.Click to Tweet

Maka, perhitungan harga pokok produksi penting dilakukan untuk mengetahui laba ruginya perusahaan manufaktur Anda. Dengan begitu Anda dapat menentukan langkah yang akan diambil untuk memaksimalkan laba perusahaan.

Yang termasuk komponen biaya produksi diantaranya bahan baku, upah tenaga kerja, serta operasional pabrik. Apalagi sebagai perusahaan manufaktur kegiatan operasional yang dijalankan sangat kompleks, sehingga dibutuhkan rincian harga pokok produksi. Dengan perhitungan harga pokok produksi yang benar, maka biaya produksi yang keluar dapat dikendalikan, mengatur stok barang, serta respon proses distribusi.

Komponen Biaya Produksi

Untuk perusahaan manufaktur, ada lima komponen biaya produksi diantaranya,

  1. Biaya Bahan Baku Juga Bahan Setengah Jadi

    Salah satu komponen biaya produksi yang penting adalah bahan baku atau bahan setengah jadi. Nantinya bahan baku diolah menjadi barang jadi melalui proses yang jelas dan rinci, supaya jelas asal-usul harga pokok produksinya.
  2. Biaya Bahan Pembantu / Penolong

    Bahan pembantu atau penolong merupakan bahan yang tidak dapat diperhitungkan jumlah pemakaiannya. Walaupun begitu bahan pembantu dibutuhkan untuk membantu membereskan proses produksi.
  3. Biaya Tenaga Kerja Langsung Dan Tak Langsung

    Untuk memproses bahan baku menjadi bahan jadi membutuhkan peran tenaga kerja, maka kegiatan produksi termasuk dalam komponen biaya produksi. Adapun tenaga kerja tak langsung yaitu orang yang berpengaruh dalam proses produksi, namun tidak terlibat langsung.
  4. Biaya Penyusutan Alat Produksi

    Untuk memelihara serta menjaga performa mesin, maka biaya penyusutan alat masuk dalam komponen biaya produksi. Pada perusahaan manufaktur mesin produksi memegang peranan yang sama pentingnya dengan tenaga kerja langsung, sehingga perlu perawatan khusus.
  5. Pajak Perusahaan Manufaktur

    Pajak yang dipungut oleh Ditjen Pajak juga merupakan salah satu komponen biaya produksi.

Jenis-Jenis Biaya Produksi

Selain komponen biaya produksi, perusahaan manufaktur juga perlu menghitung jenis-jenis biaya produksi.

jenis-jenis biaya produksi

Fixed Cost

Fixed cost (biaya tetap) merupakan biaya yang terlibat pada aset perusahaan seperti properti, pajak, administrasi, listrik, dan komponen lainnya. Fixed cost memiliki nilai yang tetap setiap periodenya, tidak seperti jenis-jenis biaya produksi lain yang nilainya berubah-ubah.

Baca juga: cara menghitung fixed cost dan variable cost

Variable Cost

Variable cost (biaya variabel) tergantung pada jumlah produksi, dan berkaitan langsung dengan pasar. Apabila trend pasar mengalami peningkatan maka biaya variabel juga akan meningkat, begitupun sebaliknya.

Total Cost

Total cost (biaya total) merupakan total seluruh biaya variabel dan biaya tetap.

[elementor-template id="26379"]

Average Cost

Average cost (biaya rata-rata tiap periode) dihitung dari total cost dibagi total produk yang diproduksi. Average cost dapat digunakan untuk menentukan harga jual produk.

Marginal Cost

Marginal cost (biaya marginal) merupakan biaya tambahan ketika Anda melakukan perluasan usaha dan proses produksi yang mengeluarkan biaya.

Cara Menghitung HPP

Pada umumnya cara menghitung hpp dilakukan pada seluruh komponen biaya produksi. Setiap pengeluaran harus dicatat baik jumlah atau biayanya. Setelah ditotalkan berdasarkan unit produksinya, maka biaya produksi total sudah mulai terlihat. Contoh di bawah ini merupakan simple manufacturing yang diterapkan.

Berikutnya cara menghitung hpp mengikuti seperti pada average cost. Contohnya biaya produksi untuk 1000 kg produk totalnya Rp 20 juta. Maka, biaya produksinya Rp 20.000.000 / 1000 kg menjadi Rp 20.000/kg

Sebagai pebisnis, tentunya memahami komponen biaya produksi menjadi hal yang sangat perlu diperhatikan detail. Karena jika Anda salah dalam merumuskan harga produksi dan harga jual, maka profit tidak akan tercapai dengan baik. Untuk membantu mengatasi perhitungan komponen biaya, maka Anda perlu menggunakan software akuntansi seperti Harmony.

Sistem pembukuan ini sangat membantu Anda menangani segala transaksi baik penjualan dan pembelian dengan cepat dan modern. Harmony berbasis cloud juga hadir dengan kemudahan seperti rekonsiliasi bank otomatis, catat stok barang, konversi stok bisnis, hingga lacak pengeluaran bisnis.

Tak hanya itu, laporan keuangan secara realtime diberikan oleh Harmony. Buktikan membuat laporan keuangan lebih cepat dan mudah dengan Software Akuntansi Harmony GRATIS 30 Hari di sini. Update insight dan wawasan Anda setiap hari dengan follow akun Facebook, Instagram dan LinkedIn Harmony.

trial harmony
Pembukuan Lebih Mudah!
Coba Gratis 30 Hari dan Rasakan Perbedaannya!
COBA GRATIS
Anda juga mungkin suka:
Fina Pratiwi
Fina Pratiwi adalah seorang ahli strategi keuangan dengan lebih dari 5 tahun pengalaman dalam industri keuangan. Dia memegang gelar dalam bidang Keuangan dan dikenal karena kemampuannya untuk menyederhanakan konsep keuangan yang kompleks menjadi sesuatu yang mudah dipahami. Fina percaya bahwa pemahaman yang baik tentang manajemen keuangan adalah kunci sukses bisnis. Dengan pengetahuannya yang luas, dia berdedikasi untuk membantu bisnis memahami dan memanfaatkan software Harmony untuk mencapai tujuan keuangan mereka.
chevron-down
Scan the code
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram