Harmony » Blog » 

Defisit Anggaran: Inilah Penyebab dan Cara Mengatasinya

Fina Pratiwi
/
Diupdate 
April 8, 2021

Anda pernah mengalami defisit anggaran keuangan? Bukan hanya kalangan pebisnis, defisit anggaran adalah hal yang bisa saja terjadi pada kalangan masyarakat umum. Jika tidak mampu membatasi pengeluaran atau terlalu boros, siapapun akan berisiko menghadapi defisit anggaran.

Bahkan, negara juga bisa mengalami defisit apbn. Defisit anggaran adalah pangkal dari pemborosan maupun sunk cost dalam sebuah bisnis. Terkadang, defisit bisa terjadi karena berbagai faktor, misalnya perusahaan harus mengeluarkan biaya implisit untuk mesin-mesin pabrik, atau membayar hutang jangka pendek yang sudah jatuh tempo dalam jumlah besar. Apapun penyebabnya perlu dipahami agar bisa diketahui cara mengatasi defisit anggaran di masa mendatang.

Defisit anggaran adalah istilah jumlah pemasukan lebih kecil daripada jumlah pengeluaran.Click to Tweet

Apa Itu Defisit Anggaran?

Secara pengertian bebas, defisit anggaran adalah istilah jumlah pemasukan lebih kecil daripada pengeluaran. Defisit dapat dialami oleh institusi pemerintah, perusahaan, organisasi, bahkan suatu negara.

Jika defisit tidak segera diatasi atau dilunasi, maka akan dianggap sebagai hutang. Parahnya lagi, jumlahnya akan semakin berlipat-lipat. Sebab, hutang juga harus dibayarkan sekalian dengan bunga per tahun. Selain itu, apabila jumlah nominal defisit atau hutang semakin tinggi, akan lebih sulit lagi untuk melunasinya.

Seringkali, hal ini berdampak pada faktor kredibilitas atau tingkat kepercayaan pemberi pinjaman kepada perusahaan atau individu. Bahkan, tidak jarang si pemberi pinjaman seperti bank atau kreditur akan mematok suku bunga yang berlipat ganda untuk mengurangi risiko peminjam tidak mampu mengembalikan atau melunasi hutangnya.

Penyebab Terjadinya Budget Defisit

Selanjutnya, apa sih penyebab defisit anggaran? Banyak hal yang membuat orang akhirnya mengeluarkan lebih banyak uang ketimbang menabung pendapatan alias boros. Misalnya, gaya hidup yang hedonis atau suka berfoya-foya.

Pengeluaran mendadak secara besar-besaran akibat bencana atau terkena musibah sakit parah, dan lainnya.

Sementara, negara juga bisa mengalami defisit apbn. Penyebabnya suatu negara bermacam-macam, namun pada dasarnya sama. Yaitu pengeluaran lebih besar daripada pemasukan yang diperoleh.

Defisit apbn yang paling fenomenal terjadi pada pemerintahan Presiden Filipina, Ferdinand Marcos. Penyebab defisit Filipina pada masa itu juga tergolong fantastis. Karena, sang ibu negara, Imelda Marcos hobi mengoleksi sepatu dan item fashion branded Eropa. Diketahui, setidaknya istri presiden sudah membeli lebih dari 1.000 pasang sepatu branded yang harganya selangit.

Cara Mengatasi Defisit Anggaran

Pasti tidak ada seorang pun yang mau menghadapi defisit. Lalu, bagaimana cara mengatasi defisit anggaran? Simak tips-tipsnya, yuk!

Cara Mengatasi Defisit Anggaran

  • Mencatat Transaksi

    Agar bisa terus memantau pengeluaran dan pemasukan, selalu catat transaksi Anda. Gunakan aplikasi pengelola keuangan yang bisa diinstal di HP agar lebih mudah dan praktis. Jika Anda mencatat pengeluaran, setidaknya Anda sudah tahu, berapa maksimal budget yang dikeluarkan.

    Direkomendasikan sebaiknya memprioritaskan tagihan wajib bulanan seperti biaya listrik, air, pendidikan, dan kebutuhan hidup sehari-hari. Atau, bagi perusahaan dapat memprioritaskan pengeluaran seperti penggajian karyawan, biaya marketing, dan sebagainya.

    [elementor-template id="26379"]

  • Melejitkan Omzet

    Bagaimana pun juga budget deficit harus segera diatasi atau dibayarkan. Terapkan strategi marketing yang efektif untuk mendongkrak penghasilan bisnis dan meningkatkan penjualan.

    Diskusikan bersama tim untuk mengambil keputusan yang terukur dan benar-benar memanfaatkan budget yang terbatas namun hasilnya tetap maksimal. Dengan begitu, perusahaan mampu mengumpulkan uang sebagai cara mengatasi defisit anggaran.

  • Sediakan Dana Darurat

    Sebagai pebisnis handal, sangat penting memiliki dana darurat sebagai salah satu cara mengatasi defisit anggaran. Mengapa begitu? Sebab, dalam membangun dan mengembangkan bisnis akan membutuhkan biaya operasional. Jika sampai perusahaan mengalami defisit, akan lebih sulit menemukan investor yang mau bermitra.

    Dana darurat bisa diperoleh dari budget pribadi atau menyisihkan keuntungan bisnis sedikit demi sedikit setiap bulan. Hal ini akan sangat membantu menutupi kekurangan anggaran atau budget deficit yang bisa berdampak negatif bagi keuangan perusahaan.

Nah, hindari defisit pada anggaran keuangan dengan menyediakan pembukuan yang modern, rapi, dan sistematis. Hanya dengan memakai Software Akuntansi Harmony, Anda bisa mengelola keuangan dengan lebih mudah, cepat, dan praktis.

Menu dan fiturnya mudah dipahami bahkan untuk pemula di bidang akuntansi sekalipun. Harmony merupakan sistem pembukuan berbasis online yang menghadirkan solusi dalam mencatat transaksi, pengelolaan biaya, rekonsiliasi bank otomatis, manajemen stok bisnis, hingga laporan keuangan realtime untuk Anda.

Ayo, jangan tunda lagi, segera nikmati kemudahan Software Akuntansi Harmony secara Gratis dalam 30 hari masa trial melalui link di sini. Mau info menarik lainnya seputar finansial dan bisnis? Follow juga akun akun Facebook, Instagram dan LinkedIn Harmony.

trial harmony
Pembukuan Lebih Mudah!
Coba Gratis 30 Hari dan Rasakan Perbedaannya!
COBA GRATIS
Anda juga mungkin suka:
Fina Pratiwi
Fina Pratiwi adalah seorang ahli strategi keuangan dengan lebih dari 5 tahun pengalaman dalam industri keuangan. Dia memegang gelar dalam bidang Keuangan dan dikenal karena kemampuannya untuk menyederhanakan konsep keuangan yang kompleks menjadi sesuatu yang mudah dipahami. Fina percaya bahwa pemahaman yang baik tentang manajemen keuangan adalah kunci sukses bisnis. Dengan pengetahuannya yang luas, dia berdedikasi untuk membantu bisnis memahami dan memanfaatkan software Harmony untuk mencapai tujuan keuangan mereka.
chevron-down
Scan the code
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram