Harmony » Blog » 

Cara Menghitung Ekuitas Pemilik dan Meningkatkannya Dalam Bisnis

Fina Pratiwi
/
Diupdate 
September 8, 2021

Ekuitas pemilik atau modal pemilik usaha bisa diketahui dengan melihat laporan keuangan yang dimiliki organisasi bisnis. Seiring waktu berjalannya bisnis, laporan ekuitas pemilik bisa menjawab, apakah pemilik usaha sudah melunasi hutang-hutang atau justru, belum sama sekali?

Bagi pebisnis, laporan ekuitas pemilik menjadi sebuah materi penting memahami lebih dalam tentang usahanya. Terutama dari segi profitabilitas. Perusahaan mendapatkan aset baru, atau malah kehilangan aset untuk ekuitas atau modal usaha.

Laporan ekuitas pemilik adalah suatu laporan keuangan yang menginformasikan tentang kekayaan atau aset bersih yang diperoleh perusahaan.Click to Tweet

Nantinya, laporan ekuitas pemilik bisa membantu dalam mengambil kebijakan penting terkait penjualan aset untuk sumber modal usaha tambahan.

Pengertian Dari Laporan Ekuitas Pemilik Adalah

Perlu dipahami, bahwa laporan ekuitas pemilik adalah suatu laporan keuangan yang menginformasikan tentang kekayaan atau aset bersih yang diperoleh perusahaan. Apabila nilai aset bisnis berjumlah negatif, berarti kekayaannya ada yang hilang (loss) alias merugi.

Sedangkan, jika nilai kekayaan berjumlah positif, berarti aset perusahaan semakin bertambah selama periode akuntansi tertentu.

Jika jumlah aset berkurang pada laporan ekuitas pemilik, maka pemilik bisnis dapat mencari cara atau strategi lainnya agar perusahaan bisa meningkatkan keuntungan dan melunasi kewajiban seperti hutang, tagihan, pembiayaan, dll.

Bagaimana Cara Menghitung Ekuitas Pemilik?

Laporan ekuitas pemilik dapat menghadirkan informasi penting bagi pemilik usaha dalam mencari dana atau modal usaha tambahan. Misalnya, apakah ia harus meminjam uang ke kreditur/ bank? Angel investor? Atau, melakukan merger perusahaan.

Cara Menghitung Ekuitas Pemilik

Berikut adalah cara menghitung ekuitas untuk mengetahui kondisi kesehatan keuangan bisnis Anda.

Rumus Cara Menghitung Ekuitas: Aset – Kewajiban

Secara singkat, cara menghitung ekuitas adalah total keseluruhan nilai aset dikurangi nilai total kewajiban (hutang, dll).

Katakanlah, Viona memiliki kekayaan berupa mobil mewah seharga Rp 600 juta. Sayangnya, Viona juga memiliki hutang pada bank sebesar Rp 300 juta. Maka, cara menghitung ekuitas dari kasus Viona tersebut adalah:

Rp 600 juta – Rp 300 juta = Rp 300 juta. Jadi, nilai ekuitasnya adalah Rp 300 juta. Nantinya, apabila suatu hari kekayaan Viona meningkat, maka nilai ekuitasnya juga akan bertambah.

Baca Juga: Sistem Informasi Manajemen : Definisi, Fungsi, Dan Tujuannya

Bagaimana Contoh-Contoh Dari Ekuitas Pemilik

Agar semakin memahami cara menghitung ekuitas pemilik, mari simak contoh ekuitas pemilik berikut:

  • Contoh 1.

    Rudi memiliki tanah seharga Rp 30 juta. Akan tetapi, ia berhutang ke saudaranya Rp 10 juta. Maka, ekuitas Rudi adalah Rp 20 juta.

  • Contoh 2.

    Contoh ekuitas yang kedua, misalnya Bimo memiliki ruko seharga Rp 300 juta. Ia meminjam uang ke bank atau berhutang ke bank Rp 100 juta. Maka, cara menghitung ekuitasnya adalah mencari selisih aset dan kewajiban. Yaitu Rp 300 juta – Rp 100 juta, adalah Rp 200 juta.

  • Contoh 3.

    Contoh ekuitas pemilik selanjutnya, katakanlah Bayu memiliki aset kekayaan berupa rumah kos-kosan Rp 2 miliar. Sedangkan, hutang yang dimilikinya di bank berjumlah total Rp 1 miliar. Maka, cara menghitung ekuitas pemiliknya adalah Rp 2 miliar – Rp 1 miliar = Rp 1 miliar.

Cara Meningkatkan Ekuitas Pemilik

Semakin banyak kekayaan atau aset pemilik, maka ekuitas pemilik juga akan bertambah, benar? Karena itu, agar aset semakin bertambah, maka bisa dilakukan beberapa tips berikut:

  1. Lakukan Pemeliharaan Properti/ Aset

    Agar aset seperti mobil atau rumah tetap bernilai tinggi, lakukan pemeliharaan untuk memikat pembeli. Misalnya, rumah bisa dicat ulang, dilakukan renovasi atap, service kendaraan, dan lainnya.

    Lakukan pemeliharaan aset secara berkala, termasuk melunasi pajak dan mematuhi hukum yang berlaku.

    [elementor-template id="26379"]

  2. Prioritaskan Melunasi Hutang

    Semakin sedikit hutang, maka ekuitas pemilik juga semakin besar. Karena itu, sebisa mungkin hindari hutang. Bila ada kelebihan uang atau keuntungan, kelola dengan baik agar bisa segera melunasi hutang.

    Dengan melunasi hutang, Anda bisa mengurangi jumlah kewajiban. Sehingga, total nilai aset juga tetap tinggi.

  3. Meminimalisir Biaya Produksi

    Apabila bisnis ingin sukses, usahakan untuk meminimalisir biaya produksi. Biaya produksi ini bisa berupa mengurangi bahan baku, mengurangi jumlah pegawai, atau mengurangi pengeluaran yang tidak perlu/ tidak mendesak.

    Sederhanakan, kegiatan operasional usaha agar sebisa mungkin biaya produksi dan pengeluaran (overhead) lainnya bisa semakin efisien biaya.

Merampingkan atau menyederhanakan biaya-biaya operasional bisnis, bukan perkara mudah. Terlebih lagi, jika semua pencatatan transaksi usaha masih dilakukan berbasis manual dan kertas.

Ini saatnya, mendukung kelancaran pembukuan usaha dengan memanfaatkan software akuntansi online dari Harmony. Aplikasi Harmony adalah solusi pembukuan bebas ribet yang telah diakui dapat membantu ribuan klien dan mitra bisnis di seluruh Indonesia.

Hal ini karena Aplikasi Harmony didukung fitur dan modul accounting lengkap, berbasis Cloud. Sehingga, sistem informasi manajemen keuangan bisa dilakukan secara real time, kapan saja, dan di mana saja.

Pantau dan lacak pengelolaan pembukuan usaha tanpa ribet, melalui smartphone, tablet, atau desktop. Kepoin fitur-fitur canggihnya, dengan InstagramLinkedIn, dan  Facebook Harmony, sekarang, ya.

Atau, bila ingin langsung membuktikan efektivitas Harmony untuk bisnis Anda, daftar FREE Trial 30 hari melalui tautan ini.

trial harmony
Pembukuan Lebih Mudah!
Coba Gratis 30 Hari dan Rasakan Perbedaannya!
COBA GRATIS
Anda juga mungkin suka:
Fina Pratiwi
Fina Pratiwi adalah seorang ahli strategi keuangan dengan lebih dari 5 tahun pengalaman dalam industri keuangan. Dia memegang gelar dalam bidang Keuangan dan dikenal karena kemampuannya untuk menyederhanakan konsep keuangan yang kompleks menjadi sesuatu yang mudah dipahami. Fina percaya bahwa pemahaman yang baik tentang manajemen keuangan adalah kunci sukses bisnis. Dengan pengetahuannya yang luas, dia berdedikasi untuk membantu bisnis memahami dan memanfaatkan software Harmony untuk mencapai tujuan keuangan mereka.
chevron-down
Scan the code
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram