Audit Siklus Pengeluaran, Ketahui Jenis, Tujuan dan Prosesnya Dalam Perusahaan
Harmony Blog
Accounting
Audit Siklus Pengeluaran, Ketahui Jenis, Tujuan dan Prosesnya Dalam Perusahaan
January 9, 2021
Berlangganan newsletter kami
Dapatkan Tips Seputar Akuntansi Dengan Berlangganan Newsletter Harmony, isi data berikut ini :

Audit siklus pengeluaran merupakan tindakan yang harus dilakukan oleh perusahaan atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan akuisisi dan pembiayaan beban usaha. Pemahaman atas audit siklus pengeluaran sangat penting memicu ekonomi suatu perusahaan, baik manufaktur, pedagang besar, dan pengecer. Audit siklus pengeluaran menjadi inti bagi banyak perusahaan karena bisa mencerminkan jumlah serta volume transaksi dalam siklus ini ketika resiko terjadinya salah saji material sedang tinggi.

Tujuan utama audit siklus pengeluaran adalah perusahaan bisa memverifikasi pengeluaran perusahaan dalam jangka waktu tertentu.

Kondisi yang penting namun rumit ini, menuntut perusahaan untuk menugaskan masalah audit siklus pengeluaran terhadap seorang auditor yang ahli dalam auditing. Berikut ini hal-hal penting mengenai audit siklus penjualan yang perlu Anda ketahui.

Tujuan Audit

Audit adalah pengertian dari aktivitas pemeriksaan yang sering digunakan dalam ilmu ekonomi dan akuntansi. Laporan audit bisa melibatkan neraca, laporan laba rugi, dan hal-hal lain yang berkenaan dengan budget manajemen perusahaan selama terjadi pemasukan atau pengeluaran. Tujuan utama dari audit siklus pengeluaran adalah manajerial perusahaan bisa memverifikasi pengeluaran yang telah terjadi di dalam perusahaan dalam jangka waktu tertentu.

Baca Juga : Penjelasan Lengkap Mengenai Kinerja Keuangan Perusahaan

Beberapa perusahaan bisa saja melakukan pengeluaran-pengeluaran yang tidak memiliki dasar, tujuan, dan pertanggungjawabannya. Untuk memastikan semua kemungkinan tersebut, diperlukan audit siklus pengeluaran supaya pihak-pihak yang berkaitan dengan siklus pengeluaran perusahaan seperti operasional atau sejenisnya.

Selanjutnya, diharapkan agar setiap pihak yang terkait dengan pelaporan keuangan lebih disiplin dan tidak meremehkan administrasi terkait pengeluaran yang bisa berdampak terhadap risiko keuangan nantinya. Contoh kasus audit siklus pengeluaran yang perlu diaudit antara lain pengeluaran kas, pembelian, aktiva tetap, aktiva tidak tetap, dan pembayaran hutang.

Proses audit siklus perusahaan dapat dilakukan bersamaan dengan divisi yang saling bertanggung jawab atas aktivitas terjadi pengeluaran. Salah satu divisi yang pasti akan selalu ikut dalam proses audit adalah bagian keuangan dan accounting.

Untuk verifikasi data, biasanya divisi penjualan atau pengadaan bisa dihadirkan dalam proses audit ini. Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan audit ini sangat bervariasi, tergantung pada kompleksitas atau durasi dari siklus pengeluaran.

Jika perusahaan yang memiliki standar yang bagus, maka biasanya melakukan audit siklus pengeluaran perusahaan dengan rutin setiap tahunnya sehingga bisa tampak kondisi kesehatan keuangan perusahaan.

Jenis-Jenis Audit

Audit yang biasa dilakukan oleh perusahaan terdiri dari 2 jenis, yaitu audit internal dan audit eksternal. Biasanya, perusahaan yang ingin memiliki standar ISO akan membentuk sebuah divisi khusus untuk melaksanakan kegiatan audit secara internal.

Jenis audit ini juga sering dilakukan oleh perusahaan yang sudah besar dan memiliki banyak divisi dengan ragam fungsi yang berbeda sesuai SOP untuk menjalankan fungsinya.

Dalam melakukan audit internal, setiap divisi harus bersedia untuk diaudit oleh divisi lain agar proses audit dapat berjalan dengan benar. Audit secara internal bisa memberikan hasil yang lebih obyektif dan sangat positif bagi perusahaan.

Berbeda jika audit internal dilakukan oleh divisi sendiri, maka kekurangan administrasi pada siklus pengeluaran divisi tersebut akan diabaikan. Mungkin hasilnya cenderung terlihat rapi, bagus, dan sempurna. Namun hal yang disadari adalah hasil audit tidak akan bisa sempurna karena setiap auditor akan mencari celah atas setiap siklus yang terjadi saat itu.

Sementara itu, audit eksternal biasa dilakukan oleh instansi independen untuk tujuan tertentu. Salah satu contoh kasus audit siklus pengeluaran secara eksternal yaitu upaya untuk mendapatkan sertifikasi seperti ISO 9000. Sebelum dilakukan audit eksternal, biasanya perusahaan akan melakukan audit internal dengan benar supaya audit eksternal bisa berlangsung lebih lancar dan tidak banyak celah yang dijadikan pengurangan nilai sertifikasi perusahaan.

custom-form-newsletter

Proses Audit Siklus Pengeluaran

Proses audit siklus pengeluaran biasanya dilakukan pada akhir tahun, tepatnya proses sertifikasi perusahaan. Proses audit juga dilakukan secara berkala, yaitu setiap periode atau setiap akhir tahun. Namun, cara yang paling ideal untuk melakukan laporan audit adalah sedini mungkin, secara berkala, dan konsisten. Hanya dengan cara demikian siklus pengeluaran akan lebih mudah ditelusuri.

Dalam proses audit, beberapa stakeholder akan dipanggil untuk memverifikasi data-data pengeluaran perusahaan atau pengeluaran yang terjadi pada setiap divisi. Pengeluaran yang tidak memiliki bukti lengkap akan dipertanyakan.

Sebaliknya, pengeluaran yang memiliki bukti administrasi lengkap dan rapi tidak akan banyak pertanyaan yang menghambat proses audit. Untuk memiliki bukti administrasi yang rapi dan lengkap, maka dibutuhkan karena para karyawan untuk taat terhadap SOP masing-masing. Jika bukti administrasi lengkap dan rapi, maka akan membuahkan hasil positif saat audit dilaksanakan.

Proses audit eksternal biasanya dilaksanakan oleh seorang konsultan auditor, yaitu orang yang ahli dalam bidang auditing yang sudah memiliki sertifikat serta berpengalaman dalam hal auditing. Persiapan yang harus dilakukan untuk audit eksternal cukup rumit, membutuhkan banyak waktu, dan harus melakukan pekerjaan yang ekstra.

Proses Audit siklus pengeluaran akan berjalan lancar jika bukti-bukti administrasi lengkap, rapi, dan sesuai dengan laporan keuangan. Maka dari itu, untuk merekam setiap transaksi, Anda sangat memerlukan Software Akuntansi Harmony.

Kegiatan audit siklus pengeluaran akan berjalan lancar, karena Software Akuntansi Harmony membantu perusahaan Anda menyediakan laporan keuangan yang akurat, rapi, mudah dibaca, dan terarah. Untuk menikmati fitur-fitur Software Harmony yang fungsional bagi divisi keuangan dan accounting, klik disini sekarang untuk mendapatkan GRATIS 30 hari.

Bagi Anda yang sibuk dan membutuhkan jasa pembuatan laporan keuangan beserta analisanya bisa menggunakan Harmony Accounting Service. Follow akun Facebook, Instagram dan LinkedIn Harmony untuk info penawaran dan info finansial terupdate kami.

Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Subscribe Harmony Blog
Dapatkan laporan penuh ini dengan mencantumkan nama.
Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Apa tanggapan Anda mengenai artikel ini?
Email Anda tidak akan terpublikasikan
Terima kasih telah berlangganan.
Anda akan menerima informasi terbaru dan artikel menarik di email Anda.
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-up.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-down.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/main-features/