Harmony Blog

Pelajari 4 Prinsip Keuangan Berkelanjutan dan Tujuannya Bagi Perusahaan

Diposting Mei 26th, 2021
0

SHARES

PEMBACA

Prinsip Keuangan BerkelanjutanPin

Saat ini setiap orang diharapkan mendukung prinsip keuangan berkelanjutan. Konsep baru mengenai prinsip keuangan berkelanjutan diterapkan oleh pemerintah melalui berbagai lembaga keuangan.

Tujuan keuangan berkelanjutan secara garis besar adalah pemerataan ekonomi nasional agar bisa terus kuat, stabil, dan berkelanjutan hingga masa mendatang.Click to Tweet

Dalam sistem ekonomi pancasila yang mendambakan keadilan ekonomi bagi seluruh masyarakat Indonesia, prinsip keuangan berkelanjutan juga memiliki visi yang sama.

Diatur dalam Peraturan OJK Nomor 51 (pojk 51) Tahun 2017 bahwa keuangan negara perlu didukung dengan adanya prinsip keuangan berkelanjutan. Nah, apa sih isi dari prinsip keuangan berkelanjutan? Dan apa tujuan keuangan berkelanjutan bagi keuangan negara? Mari kita bahas satu per satu, yuk.

Apa Tujuan Keuangan Berkelanjutan?

Jadi, tujuan keuangan berkelanjutan secara garis besar adalah pemerataan ekonomi nasional agar bisa terus kuat, stabil, dan berkelanjutan. Sehingga, seluruh rakyat Indonesia dapat merasakan kesejahteraan ekonomi dan sosial, sekaligus melestarikan lingkungan demi kehidupan yang lebih baik di masa depan.

Tujuan prinsip keuangan berkelanjutanPin

Tujuan keuangan berkelanjutan ini tentunya perlu didukung semua pihak, bukan hanya pemerintah. Maka itu, Otoritas Jasa Keuangan kemudian menyusun pjok 51 atau Peraturan OJK Nomor 51 Tahun 2017.

Apa Saja Isi Prinsip Keuangan Berkelanjutan?

  • Prinsip Keuangan Berkelanjutan #1: Sumber Dana Pembangunan

    Contoh paling mudah untuk menggambarkan tentang prinsip keuangan berkelanjutan yang pertama ini adalah sistem ekonomi di Eropa tentang pembangunan rumah berkelanjutan.

    Jadi, pemerintah bekerja sama dengan lembaga keuangan negara menyediakan diskon suku bunga Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) sebesar 1% bagi masyarakat yang membangun rumah selaras dengan lingkungan alam.

    Selain itu, misalnya Pemerintah menyediakan dana khusus deposito bagi pengembangan agrikultur yang selaras dengan prinsip keuangan berkelanjutan.

    Baca Juga: Seperti Apa Implementasi Sistem Ekonomi Pancasila Dalam Bisnis?

  • Prinsip Keuangan Berkelanjutan #2: Tata Kelola Usaha

    Selanjutnya, aturan POJK 51 juga mengharapkan penerapan prinsip keuangan ini biasanya melalui kompetisi perusahaan yang berwawasan tata kelola secara efektif dan efisien.

    Dari elastisitas pendapatan negara, pemerintah melalui OJK dapat mengidentifikasi seberapa banyak jumlah permintaan barang yang diperlukan di pasar.

    OJK juga menyatakan prinsip keuangan berkelanjutan yang sejalan dengan tata kelola untuk bank diterapkan atas dasar tanggung jawab, akuntabel, transparansi, profesional, wajar, setara, dan independen.

    Maka itu, setiap lembaga keuangan negara perlu menerapkan tata kelola dan prinsip keuangan berkelanjutan.

  • Prinsip Keuangan Berkelanjutan #3: Menghindari Kerusakan Alam

    Bagaimana cara menerapkan prinsip keuangan yang bebas dari kerusakan lingkungan? Hal ini bisa dilihat dari contoh ada beberapa jenis produk yang kemasannya ramah lingkungan dan mudah diuraikan oleh tanah.

    Kemudian, ada beberapa perusahaan di dunia yang memilih konsep paperless. Sehingga, mampu mengurangi pemakaian kertas yang dapat mengurangi penebangan pohon di hutan sebagai bahan baku kertas.

    Berlangganan newsletter kami
    Dapatkan Berbagai Tips & Update Artikel Menarik Lainnya dari Harmony, langsung di email Anda!
  • Prinsip Keuangan Berkelanjutan #4: Produk Dan Jasa Eco-Friendly

    Melalui POJK 51, OJK mendukung prinsip keuangan dalam hal pengembangangan Green Bonds atau Sustainability Bonds di Indonesia.

    Bahkan, lembaga keuangan negara seperti Bank Rakyat Indonesia juga telah merilis Global Sustainability Bonds.

    Contoh produk dan jasa yang ramah lingkungan lainnya seperti Green Credit Card, Blended Finance, Kredit Kendaraan Hijau, hingga Kredit Kepemilikan Rumah Hijau, dan masih banyak lainnya.

Bukan hanya prinsip keuangan berkelanjutan saja yang patut diterapkan. Bisnis Anda juga perlu menggunakan Software Akuntansi Harmony untuk membuat laporan keuangan dan menjalankan proses pembukuan modern.

Software Akuntansi Harmony terbukti membantu ribuan klien terdiri dari perusahaan, instansi pemerintah, lembaga keuangan, BUMN, hingga pelaku UMKM di seluruh tanah air.

Fitur-fitur akunting yang menyediakan lebih dari 20 jenis laporan keuangan, siap pakai secara instan, praktis, dan akurat. Sehingga, kinerja tim keuangan Anda bisa lebih fokus mengerjakan tugas inti mengembangkan perusahaan dan semakin produktif.

Selain itu, Software Akuntansi Harmony berbasis teknologi Cloud. Jadi, bisa diakses kapan saja dan di mana saja untuk mempercepat proses pembukuan dan pencatatan transaksi bisnis Anda. Jangan mau ketinggalan zaman, perusahaan lainnya sudah pakai Software Akuntansi Harmony. Sekarang, giliran Anda.

Daftarkan diri Anda melalui tautan ini untuk pakai GRATIS Software Akuntansi Harmony selama 30 hari. Ikuti juga update aktivitas dan info menarik lainnya melalui akun Facebook, Instagram dan LinkedIn Harmony setiap hari.

Pembukuan Lebih Mudah!
Coba Gratis 30 Hari dan Rasakan Perbedaannya!
Anda juga mungkin suka:
Harmony
Harmony
Harmony menyajikan artikel seputar bisnis, keuangan, perpajakan dan finansial untuk membantu para pemilik usaha kecil. Dapatkan cara mudah membereskan keuangan usaha Anda menggunakan Harmony dan coba gratis 30 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Follow Social Media Kami
Dapatkan konten terbaru dari Harmony
Gratis Tips & Trik Terbaru Harmony di Email Anda.
No spam, hanya Info terbaik kami kirimkan dan Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.
Artikel Popular Lainnya
Pembukuan Lebih Mudah!
Coba Gratis 30 Hari dan Rasakan Perbedaannya!
Daftar Isi
    Add a header to begin generating the table of contents
    Daftar Isi
      Add a header to begin generating the table of contents
      Daftar Isi
        Add a header to begin generating the table of contents
        Dapatkan Berbagai Tips & Update Artikel Menarik Lainnya dari Harmony, langsung di email Anda!

        Pembukuan Lebih Mudah

        Coba Gratis 30 Hari dan
        Rasakan Perbedaannya!

        Kontak Harmony