Harmony » Blog » 

Surat Bukti Terjadinya Transaksi Pembelian atau Penjualan Secara Kredit Disebut: Pengertian dan Contohnya

Fina Pratiwi
/
Diupdate 
Oktober 9, 2023

Surat bukti terjadinya transaksi pembelian atau penjualan secara kredit disebut sebagai salah satu dokumen penting dalam proses bisnis. Dokumen ini berfungsi sebagai bukti bahwa suatu transaksi telah terjadi dan sebagai dasar untuk pencatatan dan pelaporan keuangan. Oleh karena itu, pemahaman mengenai pengertian, jenis, fungsi, manfaat, proses transaksi kredit, serta dokumen pendukung transaksi kredit menjadi penting bagi pelaku bisnis.

Surat bukti terjadinya transaksi pembelian atau penjualan secara kredit merupakan dokumen yang diterbitkan oleh penjual atau pemberi kredit kepada pembeli atau penerima kredit sebagai bukti bahwa transaksi tersebut telah terjadi. Jenis-jenis surat bukti transaksi kredit antara lain faktur penjualan, nota kredit, dan surat pernyataan hutang. Setiap jenis surat bukti transaksi kredit memiliki ciri khas dan kegunaannya masing-masing.

Surat bukti terjadinya transaksi pembelian atau penjualan secara kredit memiliki beberapa fungsi dan manfaat, antara lain sebagai bukti transaksi, sebagai dasar pencatatan dan pelaporan keuangan, sebagai alat pembukuan, dan sebagai alat pengendalian bisnis. Dengan adanya surat bukti transaksi kredit, pelaku bisnis dapat meminimalisir risiko kehilangan uang dan mengoptimalkan pengelolaan keuangan bisnis.

Pengertian dan Jenis Bukti Transaksi

Fungsi dan Manfaat Bukti Transaksi

Bukti transaksi adalah dokumen yang digunakan untuk membuktikan terjadinya transaksi pembelian atau penjualan. Dokumen ini berisi informasi penting seperti tanggal transaksi, jumlah uang yang terlibat, dan rincian barang atau jasa yang diperoleh atau diberikan. Bukti transaksi sangat penting dalam proses akuntansi karena digunakan untuk mencatat transaksi ke dalam buku besar.

Bukti Transaksi Intern

Bukti transaksi intern adalah dokumen yang dibuat oleh perusahaan sendiri sebagai bukti terjadinya transaksi. Contoh dari bukti transaksi intern adalah faktur penjualan, nota retur, dan kwitansi pembayaran. Dokumen ini digunakan untuk mencatat transaksi ke dalam buku besar dan sebagai bukti pembayaran kepada pelanggan.

Bukti Transaksi Ekstern

Bukti transaksi ekstern adalah dokumen yang diterima dari pihak luar sebagai bukti terjadinya transaksi. Contoh dari bukti transaksi ekstern adalah faktur pembelian, nota retur pembelian, dan surat jalan. Dokumen ini digunakan untuk mencatat transaksi ke dalam buku besar dan sebagai bukti pembayaran kepada pemasok.

Dalam bisnis, penting untuk memastikan bahwa setiap transaksi didukung oleh bukti transaksi yang sah dan akurat. Hal ini akan memudahkan proses pencatatan keuangan dan membantu mencegah kesalahan dan fraud. Oleh karena itu, perusahaan harus memastikan bahwa mereka memiliki sistem pencatatan dan pengarsipan bukti transaksi yang baik dan teratur.

Fungsi dan Manfaat Bukti Transaksi

Bukti transaksi adalah dokumen yang digunakan untuk membuktikan terjadinya transaksi pembelian atau penjualan secara kredit. Fungsi utama dari bukti transaksi adalah untuk memperlihatkan bahwa suatu transaksi telah terjadi dan memberikan informasi mengenai detail transaksi tersebut.

Manfaat dari bukti transaksi adalah sebagai berikut:

  • Membantu dalam proses akuntansi: Bukti transaksi digunakan untuk mencatat transaksi ke dalam buku besar dan membantu dalam proses penyusunan laporan keuangan.
  • Membantu dalam proses audit: Bukti transaksi menjadi bukti yang penting dalam proses audit internal dan eksternal.
  • Memperlihatkan kredibilitas: Bukti transaksi dapat memberikan bukti yang kuat mengenai kredibilitas transaksi yang terjadi.
  • Memperlihatkan kewajiban: Bukti transaksi dapat digunakan untuk memperlihatkan kewajiban yang harus dipenuhi oleh pihak yang terlibat dalam transaksi.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewajibkan penggunaan bukti transaksi dalam setiap transaksi keuangan yang dilakukan oleh perusahaan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap transaksi yang terjadi dapat dipertanggungjawabkan dan terdokumentasi dengan baik.

Proses Transaksi Kredit

Proses transaksi kredit adalah proses pembelian atau penjualan barang atau jasa dengan menggunakan sistem pembayaran secara kredit. Dalam proses ini, pembeli atau penjual dapat melakukan transaksi tanpa harus membayar secara tunai pada saat transaksi dilakukan.

Transaksi Pembelian

Dalam transaksi pembelian secara kredit, pembeli akan menerima barang atau jasa terlebih dahulu dan melakukan pembayaran pada waktu yang telah ditentukan. Setelah pembayaran dilakukan, penjual akan memberikan surat bukti terjadinya transaksi pembelian secara kredit kepada pembeli.

Surat bukti terjadinya transaksi pembelian atau penjualan secara kredit disebut juga dengan nota kredit. Nota kredit ini berisi informasi mengenai nomor faktur, tanggal transaksi, total harga, dan jangka waktu pembayaran.

Transaksi Penjualan

Dalam transaksi penjualan secara kredit, penjual akan memberikan barang atau jasa terlebih dahulu dan menunggu pembayaran dari pembeli pada waktu yang telah ditentukan. Setelah pembayaran dilakukan, penjual akan memberikan surat bukti terjadinya transaksi penjualan secara kredit kepada pembeli.

Dalam proses transaksi penjualan secara kredit, penjual harus memastikan bahwa pembeli memiliki rekam jejak kredit yang baik dan mampu memenuhi kewajibannya untuk melakukan pelunasan pada waktu yang telah ditentukan.

Dalam kedua jenis transaksi kredit, baik pembeli maupun penjual harus memahami dan mematuhi ketentuan dan persyaratan yang terkait dengan proses transaksi kredit. Dalam hal ini, surat bukti terjadinya transaksi pembelian atau penjualan secara kredit sangat penting sebagai bukti sah dari transaksi yang dilakukan.

Dokumen Pendukung Transaksi Kredit

Dalam transaksi pembelian atau penjualan secara kredit, terdapat beberapa dokumen pendukung yang harus disiapkan oleh pihak penjual dan pembeli. Dokumen-dokumen ini berfungsi untuk memastikan terjadinya transaksi dan sebagai bukti pembayaran yang sah. Berikut adalah beberapa dokumen pendukung transaksi kredit yang umum digunakan:

Nota

Nota adalah dokumen yang berisi rincian barang atau jasa yang dibeli atau dijual. Nota ini harus mencantumkan jumlah barang atau jasa, harga satuan, dan total harga yang harus dibayar. Nota ini biasanya dibuat oleh pihak penjual dan diberikan kepada pembeli sebagai bukti pembelian.

Faktur

Faktur adalah dokumen yang dibuat oleh pihak penjual sebagai bukti penjualan. Faktur ini berisi rincian barang atau jasa yang dijual, jumlah barang atau jasa, harga satuan, total harga, dan tanggal pembayaran yang harus dilakukan oleh pembeli. Faktur ini biasanya diberikan kepada pembeli setelah barang atau jasa sudah diterima.

Kwitansi

Kwitansi adalah dokumen yang dibuat oleh pihak penjual sebagai bukti pembayaran yang diterima dari pembeli. Kwitansi ini berisi rincian jumlah pembayaran, tanggal pembayaran, dan nama pembeli. Kwitansi ini biasanya diberikan kepada pembeli setelah pembayaran dilakukan.

Dalam pembuatan dokumen-dokumen ini, penting untuk mencantumkan nama perusahaan dan alamat yang jelas untuk memudahkan identifikasi pihak yang terlibat dalam transaksi. Selain itu, dokumen-dokumen ini juga harus disimpan dengan baik untuk memudahkan proses audit dan verifikasi transaksi di kemudian hari.

Baca Juga: Kode Faktur Pajak, Pelajari Jenis dan Kegunaannya

Pencatatan dan Laporan Keuangan

Akuntansi Transaksi Kredit

Pencatatan transaksi kredit sangat penting dalam akuntansi keuangan suatu perusahaan. Transaksi kredit diartikan sebagai pembelian atau penjualan barang atau jasa dengan pembayaran yang dilakukan secara kredit. Akuntan harus mencatat setiap transaksi kredit secara akurat dan tepat waktu untuk memastikan laporan keuangan yang dihasilkan akurat.

Dalam pencatatan transaksi kredit, akuntan harus memperhatikan dokumen resmi seperti nota debit, nota kredit, bukti setoran bank, rekening koran, bilyet giro, dan lain-lain. Setiap dokumen harus dicatat dengan benar dan disimpan dengan baik untuk memudahkan proses pengumpulan data keuangan.

Selain itu, akuntan juga harus mencatat kas masuk dan kas keluar yang terkait dengan transaksi kredit. Bukti kas masuk dan bukti kas keluar harus disimpan dengan baik dan dicatat dengan benar untuk memastikan akurasi laporan keuangan.

Laporan Keuangan

Laporan keuangan adalah laporan yang berisi informasi keuangan suatu perusahaan. Laporan keuangan mencakup neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas. Laporan keuangan harus disusun dengan benar dan akurat untuk memastikan informasi keuangan yang diberikan dapat dipercaya.

Dalam penyusunan laporan keuangan, akuntan harus memperhatikan transaksi kredit yang terjadi. Setiap transaksi kredit harus dicatat dengan benar dan dijurnal ke dalam buku besar. Selain itu, akuntan juga harus memperhatikan kas kecil dan duplikasi pada pengumpulan data keuangan untuk memastikan akurasi laporan keuangan.

Dalam kesimpulannya, pencatatan transaksi kredit dan penyusunan laporan keuangan sangat penting dalam akuntansi keuangan suatu perusahaan. Akuntan harus memperhatikan setiap transaksi kredit dengan baik dan mencatatnya dengan benar untuk memastikan laporan keuangan yang dihasilkan akurat dan dapat dipercaya.

trial harmony
Pembukuan Lebih Mudah!
Coba Gratis 30 Hari dan Rasakan Perbedaannya!
COBA GRATIS
Anda juga mungkin suka:
Fina Pratiwi
Fina Pratiwi adalah seorang ahli strategi keuangan dengan lebih dari 5 tahun pengalaman dalam industri keuangan. Dia memegang gelar dalam bidang Keuangan dan dikenal karena kemampuannya untuk menyederhanakan konsep keuangan yang kompleks menjadi sesuatu yang mudah dipahami. Fina percaya bahwa pemahaman yang baik tentang manajemen keuangan adalah kunci sukses bisnis. Dengan pengetahuannya yang luas, dia berdedikasi untuk membantu bisnis memahami dan memanfaatkan software Harmony untuk mencapai tujuan keuangan mereka.
chevron-down
Scan the code
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram