Harmony » Blog » 

Purchasing: Ketahui Tugas, Proses dan Bedanya Dengan E-Purchasing

Fina Pratiwi
/
Diupdate 
Mei 29, 2021

Perusahaan umumnya melakukan tindakan purchasing untuk memesan produk ke supplier barang/ jasa. Namun tentunya, agar tindakan pembelian bisa terlaksana dengan baik, dibutuhkan komitmen agar sesuai prinsip akuntabilitas, transparan, dan kontrak perjanjian yang jelas.

Di era teknologi, pembelian bisa dilakukan secara online atau yang dikenal dengan istilah e-purchasing. Secara singkat, pembelian artinya pemesanan atas barang atau jasa dari perusahaan maupun individu ke supplier/ pemasok. Dalam hal ini, purchasing artinya mengalami digitalisasi seiring kemajuan zaman dan menjadi e-purchasing.

E-Purchasing adalah metode atau cara membeli produk berupa barang atau jasa dengan sistem elektronik.Click to Tweet

Bahkan, di dunia akuntansi retail, e-purchasing dan purchasing sudah menjadi istilah yang lumrah. Nantinya, dokumen pembelian dipakai untuk melengkapi laporan keuangan. Termasuk membuat pencatatan debit dan kredit, serta lebih mudah mengidentifikasi biaya produksi lainnya berdasarkan perilaku biaya,  seperti biaya tetap dan biaya variabel produk yang dijual.

Baca juga: Perbedaan PO dan PR

Apa Bedanya Dengan E-Purchasing?

Bedanya purchasing dengan e-purchasing ada dalam mekanisme atau tata cara pemesanan barang/ jasa. Hal ini diatur dalam Peraturan Presiden No. 54/ 2010 mengenai pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Ketahui Purchasing

Disebutkan bahwa e-purchasing adalah metode atau cara membeli produk berupa barang atau jasa dengan sistem elektronik. Misalnya, memakai platform aplikasi atau website, sehingga e-purchasing lebih mengandalkan sebuah sistem elektronik otomatis, ketimbang cara-cara pemesanan manual.

Apa Saja Tugas Purchasing?

Agar proses produksi berjalan lancar dan memenuhi kebutuhan perusahaan, tugas pembelian harus dilaksanakan dengan baik. Berikut di antara tugas pembelian:

  1. Membuat Data Analisis Kebutuhan Produksi Perusahaan

    Tugas pembelian yang pertama adalah membuat analisis apa saja kebutuhan perusahaan. Hal ini penting agar bisa meningkatkan efisiensi biaya perusahaan dan memesan barang/ jasa yang benar-benar penting bagi usaha.

    Baca Juga: Mengenali Perilaku Biaya (Cost Behavior), Sifat Dan Cara Menghitungnya

  2. Memilih Vendor Dan Supplier Yang Tepat

    Tak hanya menganalisis kebutuhan produksi, tugas pembelian juga memilih vendor atau supplier yang mendukung kinerja operasional. Dari sekian banyak supplier, tugas pembelian menentukan manakah yang terbaik dari segi harga, layanan, dan kualitas barang/ jasa dari pihak supplier/ vendor.

  3. Membuat Pemesanan Barang/ Jasa

    Selanjutnya, tugas pembelian juga membuat pesanan dan mengisi faktur atau formulir pembelian dengan spesifik. Faktur ini bisa dijadikan arsip dan bukti pembelian.

  4. Melunasi Pembayaran Faktur Purchasing

    Setelah produk barang atau jasa yang dipesan dari supplier/ vendor datang, maka faktur harus dibayar oleh tim pembelian sesuai kesepakatan. Ada yang dilakukan dengan cara mengangsur atau sesuai perjanjian. Dalam hal ini, pembelian artinya aktivitas pembayaran masih dibuat secara manual. Misalnya melalui email, telepon, Whatsapp, dan sebagainya.

[elementor-template id="26379"]

Proses Purchasing

Secara sederhana, proses pembelian sama seperti pemesanan barang atau jasa pada umumnya. Setelah memilih supplier atau vendor, kemudian dibuat faktur pembelian atau surat pemesanan barang/ jasa. Faktur ini dikirim ke supplier oleh tim pembelian untuk segera ditindaklanjuti.

Jika barang atau jasa tersedia, tim pembelian kemudian akan menerima barang yang dipesan dan selanjutnya melakukan pembayaran faktur tagihan.

Tidak terbayangkan betapa rumit dan ribetnya jika perusahaan masih mengandalkan pemesanan secara manual. Tim pembelian membutuhkan banyak waktu dan tenaga untuk mengetik dan mencetak faktur tagihan, mengirimkan satu persatu, ditambah lagi harus membuat laporan pembukuan.

Maka itu, pakai Software Akuntansi Harmony untuk mendukung kinerja tim pembelian dan keuangan perusahaan Anda. Software Akuntansi Harmony adalah solusi bisnis untuk menjalankan tugas akuntansi secara lebih cepat, modern, dan real-time. Anda bisa membuat faktur tagihan secara instan, smart invoicing, hingga penagihan otomatis. Semuanya hanya membutuhkan beberapa kali klik.

Faktur pemesanan juga lebih mudah diintegrasikan dengan anggaran perusahaan, sehingga mengelola keuangan bisnis jadi lebih gampang, deh. Tertarik meningkatkan sistem pemesanan dan pembukuan Anda dengan Software Akuntansi Harmony? Silakan daftarkan diri Anda sekarang melalui tautan ini. GRATIS pemakaian selama 30 hari, tanpa biaya tambahan apapun.

Lengkapi juga wawasan Anda dengan info-info finansial dan bisnis terupdate lainnya, dengan follow akun Facebook, Instagram dan LinkedIn Harmony hari ini.

trial harmony
Pembukuan Lebih Mudah!
Coba Gratis 30 Hari dan Rasakan Perbedaannya!
COBA GRATIS
Anda juga mungkin suka:
Fina Pratiwi
Fina Pratiwi adalah seorang ahli strategi keuangan dengan lebih dari 5 tahun pengalaman dalam industri keuangan. Dia memegang gelar dalam bidang Keuangan dan dikenal karena kemampuannya untuk menyederhanakan konsep keuangan yang kompleks menjadi sesuatu yang mudah dipahami. Fina percaya bahwa pemahaman yang baik tentang manajemen keuangan adalah kunci sukses bisnis. Dengan pengetahuannya yang luas, dia berdedikasi untuk membantu bisnis memahami dan memanfaatkan software Harmony untuk mencapai tujuan keuangan mereka.
chevron-down
Scan the code
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram