Piutang Tak Tertagih: Apa itu, Metode Penghapusan dan Contoh Jurnalnya
Harmony Blog
Accounting
Piutang Tak Tertagih: Apa itu, Metode Penghapusan dan Contoh Jurnalnya
January 13, 2021
Berlangganan newsletter kami
Dapatkan Tips Seputar Akuntansi Dengan Berlangganan Newsletter Harmony, isi data berikut ini :

Pada prinsipnya komponen piutang tak tertagih ada di dalam laporan laba rugi perusahaan, biasanya piutang tak tertagih ini juga termasuk ke dalam perhitungan baik secara dasar akuntansi ataupun secara fiskal.

Secara umum piutang tak tertagih adalah piutang yang dianggap sebagai utang konsumen atas transaksi bisnis yang wajar, akan tetapi piutang tersebut tidak dapat ditagih walaupun sudah dilakukan upaya penagihan oleh perusahaan.

Adanya piutang tak tertagih adalah kerugian yang sudah terjadi karena kurangnya pengendalian piutang yang dilakukan oleh perusahaan.

Biasanya perusahaan yang menjual produk akan mengambil kebijakan penjualan kredit, agar produknya terjual lebih banyak dengan tujuan meraih keuntungan sebanyak mungkin.

Namun hal ini justru berbanding terbalik, bahwa perusahaan justru mengalami piutang tak tertagih karena konsumen tidak dapat membayar utang.

Sehingga dengan demikian resiko piutang tak tertagih ini menjadi resiko yang merugikan perusahaan, di mana piutang tak tertagih diartikan bahwa pihak yang berhutang mengalami kendala sehingga tidak dapat membayar utang tersebut.

Memahami Apa Itu Piutang Tak Tertagih?

Munculnya piutang tak tertagih adalah karena adanya sesorang yang berhutang uang atau barang kepada perusahaan namun tidak dapat menagihnya, akibatnya utang tersebut dihapus dan menjadi tidak tertagih.

Dalam ilmu akuntansi piutang tak tertagih biasanya dianggap sebagai piutang pendapatan, namun juga dapat dikatakan sebagai beban jika perusahaan mengalami kerugian.

Sehingga kerugian ini mempengaruhi laba bersih di dalam laporan laba rugi perusahaan, seperti contoh, biaya penjualan, biaya umum, atau biaya administrasi. Beban piutang tak tertagih ini juga mengurangi laba bersih perusahaan sehingga dapat mempengaruhi pada laporan laba rugi.

Contohnya perusahaan memberikan penjualan secara kredit sebesar Rp1.000.000 kepada konsumen, biasanya konsumen menggunakan kredit toko dan akan menerima produk di awal pembelian.

Namun setelah melakukan penjualan produk secara kredit dan menagih ke konsumen berkali-kali bahkan hasilnya tidak mendapat keuntungan, maka akibatnya perusahaan mengalami kerugian dan beban piutang tak tertagih.

Alasan terjadinya piutang tak tertagih ini dikarenakan adanya beberapa kendala, sehingga konsumen tersebut mungkin tidak dapat membayar utang tersebut.

Bahkan bisa saja konsumen tidak terlalu senang dengan produk atau layanan yang sudah diberikan, sehingga konsumen bisa saja melakukan retur pembelian atau menolak membayar dan menimbulkan beban piutang tak tertagih.

Baca Juga : Bagaimana Cara Mengelola Perputaran Piutang?

Apa Saja Metode Piutang Tak Tertagih?

Dalam prinsip akuntansi ada beberapa yang termasuk ke dalam metode piutang tak tertagih yaitu metode penghapusan piutang dan metode penyisihan sebagai berikut:

1. Metode Penghapusan Piutang tak Tertagih (Direct Write-Off Method)

Pada metode penghapusan piutang ini secara langsung akan menghapus ke akun piutang, sehingga perusahaan perlu mempertimbangkan syarat penghapusan piutang tak tertagih kepada konsumen.

Dengan demikian beban piutang tak tertagih menjadi kerugian perusahaan, sehingga secara langsung piutang tak tertagih tersebut pada akhirnya tidak menghasilkan pendapatan dan menurunkan laba.

Dalam syarat penghapusan piutang tak tertagih tersebut misalnya, ada suatu perusahaan yang seharusnya mengalami peningkatan laba yang besar pada akun piutangnya.

Namun pada periode selanjutnya, konsumen tersebut mengalami gagal membayar, sehingga perusahaan mengalami penurunan laba bersih dan harus mempertimbangkan syarat penghapusan piutang tak tertagih kepada konsumen.

2. Metode Penyisihan Piutang Tak Tertagih (Allowance Method)

Kebanyakan metode ini lebih disukai dari pada dengan metode penghapusan piutang, namun banyak perusahaan justru masih memakai metode penghapusan piutang langsung pada jumlah yang kecil.

Tujuan metode ini dikarenakan melibatkan akun aset yang bertentangan dengan akun piutang, bahkan akun kontra aset ini pada dasarnya akun saldo yang berlawanan dengan piutang yang dicatat pada neraca.

Penyebab akun kontra ini sangat penting dikarenakan tidak adanya pengaruh pada laporan laba rugi. Sehingga metode ini merupakan beban piutang tak tertagih yang menjadi kerugian secara langsung yang berlawanan dengan pendapatan.

Adapun tiga komponen utama dari metode penyisihan, yaitu meliputi :

• Memperkirakan piutang tak tertagih.

• Mencatat jurnal umum dengan mendebet beban piutang tak tertagih dan penyisihan kredit atas piutang tak tertagih.

• Menghapus akun piutang tak tertagih yaitu pada akun debet penyisihan piutang ragu-ragu dan akun kredit piutang yang sesuai.

Sebagai pebisnis yang sibuk tentunya juga membutuhkan pembuatan laporan keuangan yang menghitung piutang dengan pendapatannya tanpa perlu pusing mengerjakannya sendiri bukan?

Solusinya untuk Anda yaitu menggunakan jasa pembukuan Harmony. Dapat membantu Anda mendapatkan laporan keuangan secara realtime, buat invoice, mengurus unsur-unsur perhitungan pajak, serta payroll.

Bagaimana Jurnal Piutang Tak Tertagih Pada Akuntansi?

Biasanya pada jumlah piutang tak tertagih ini memang tidak bisa diperkirakan, karena perusahaan tidak dapat mengatur bagaimana konsumen dapat membayar utang tersebut.

Maka dari itu tidak ada jaminan nilai yang spesifik atas beban piutang tak tertagih, sehingga ada perkiraan untu perhitungan dengan parameter yang wajar dengan cara dua metode perhitungan yaitu :

1. Perhitungan Persentase Penjualan

Pada perhitungan persentase penjualan ini meliputi penjualan kredit bersih maupun total penjualan kredit yang tidak tertagih. Setelah itu bagian manajemen akan menghitung persentase dalam menentukan biaya kredit macet, dengan mengalikan penjualan kredit bersih serta atau total penjualan kredit.

Contoh Soal Piutang Tak Tertagih – Perhitungan Persentase Penjualan

Tanggal 31 April 2020, PT Cahaya memberikan informasi bawah penjualan kredit bersihnya sebesar Rp2.000.000, dengan cara perhitungan persentase penjualan yang diperkirakan 1% dari penjualan kredit tak tertagih.

Dengan cara perhitungan (Rp2.000.000 x 1%) = Rp20.000, sehingga dapat dikatakan bahwa perhitungan ini untuk mencatat beban piutang tak tertagih. Dengan contoh jurnal piutang tak tertagih yaitu :



Baca Juga : Apa Itu Pendapatan Diterima Dimuka? Simak Penjelasannya

2. Perhitungan Persentase Piutang

Secara umum metode persentase ini diestimasikan ke dalam beban piutang tak tertagih, sehingga perusahaan harus menyiapkan daftar umur piutang dengan informasi dibawah ini yaitu :



Perhitungan persentase ini didapat dari informasi data masa lalu, yang merupakan bagian penting dari daftar umur piutang. Data ini juga mewakili jumlah penyisihan piutang tak tertagih, dengan saldo kredit penyisihan piutang ragu-ragu.

custom-form-newsletter

Contoh Soal Piutang Tak Tertagih – Perhitungan Persentase Piutang

Perusahaan menganggap kredit Rp1.000.000 pada akun penyisihan, dan pencatatan penyesuaian dari total estimasi sebesar Rp348.000 yang akan dikurangi kredit piutang. Sehingga hasilnya sebesar Rp652.000, dengan catatan jurnal piutang tak tertagih yaitu :



Selain itu jika ada saldo kredit dalam akun penyisihan piutang, maka saldo debit sebelum penyesuaian tersebut dapat ditambahkan.

Seperti contoh soal piutang tak tertagih pada penyisihan yaitu anggap di debit penyisihan sebesar Rp200.000, total estimasi piutang tak tertagih Rp348.000 ditambah dengan Rp200.000 yaitu sebesar Rp548.000 dengan jurnal piutang tak tertagih sebagai berikut :

Piutang Tak Tertagih Perhitungan Penyesuaian Piutang

Dalam perusahaan yang menyiapkan laporan fiskal atau kuartal, tentunya juga akan menyiapkan laporan keuangannya, dimana laporan ini berguna untuk dilihat oleh kepentingan perusahaan baik itu investor atau calon investor.

Adanya beban piutang tidak tertagih juga dapat membantu perusahaan dalam mengetahui konsumen atau pelanggan mana yang lebih sering gagal bayar dibandingkan dengan yang sering membayar. Adanya komponen piutang tak tertagih ini merupakan salah satu yang harus dicatat dan harus dipertanggungjawabkan oleh perusahaan.

Sehingga nantinya dalam menyusun laporan keuangan tidak dapat dilebih-lebihkan pada laporan laba bersih dan menunjukkan apakah perusahaan mengalami resiko kerugian atau kenaikan omset. Dengan adanya perhitungan piutang tak tertagih, perusahaan menjadi lebih mudah mengetahui piutang yang susah ditagih.

Selain itu dengan adanya perhitungan beban piutang, dapat menjaga nilai pendapatan agar nantinya tidak menimbulkan kerugian yang besar. Maka dari itu dalam menghitung piutang, pendapatan hingga laba bersih, bisa Anda gunakan melalui software pembukuan Harmony.

Harmony yang dapat dengan mudah melakukan pemantauan stok, pembuatan invoice otomatis, rekonsiliasi bank transaksi secara otomatis, penghitungan aset, dan keuangan usaha yang mudah dikelola karena terdapat 20 lebih laporan keuangan secara real time. Gunakan Harmony sekarang juga GRATIS 30 hari di sini.

Dapatkan update informasi dari Harmony dengan mengikuti media sosialnya di Facebook, Instagram dan LinkedIn.

Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Subscribe Harmony Blog
Dapatkan laporan penuh ini dengan mencantumkan nama.
Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Apa tanggapan Anda mengenai artikel ini?
Email Anda tidak akan terpublikasikan
Terima kasih telah berlangganan.
Anda akan menerima informasi terbaru dan artikel menarik di email Anda.
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-up.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-down.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/main-features/