Mengenal Operating Profit Margin dan Cara Menghitungnya
Harmony Blog
Finance
Mengenal Operating Profit Margin dan Cara Menghitungnya
September 18, 2020
Berlangganan newsletter kami
Dapatkan Tips Keuangan Dengan Berlangganan Newsletter Harmony, isi data berikut ini :

Rasio operating profit margin merupakan salah satu bahasan penting dalam analisis rasio keuangan, khususnya dalam pembahasan rasio profitabilitas. Perusahaan bisa menggunakan rasio operating profit margin untuk mengukur kemampuan yang dimiliki untuk menghasilkan laba operasi dan penjualan bersih selama periode tertentu. Sedangkan laba operasi dalam operating profit margin adalah laba bersih sebelum pajak dan bunga.

Rasio profitabilitas adalah salah satu cara untuk menilai secara tepat atas tingkat pengembalian yang akan didapat dari kegiatan investasi perusahaan.

Rasio profitabilitas berguna untuk mengetahui kondisi perusahaan dalam periode tertentu untuk menghasilkan laba. Jika kondisi perusahaan yang ditinjau dari tingkatan profitabilitas dikategorikan menguntungkan dan menjanjikan laba, maka akan mudah untuk menarik banyak investor dan harga saham akan terdorong menjadi lebih tinggi.

Gross Profit Margin dan Net Profit Margin

Selain operating profit margin, ada beberapa pengukuran tingkat profitabilitas yaitu Gross profit margin dan net profit margin. Gross profit margin adalah persentase dan laba kotor berbanding dengan penjualan. Semakin besar gross profit margin, maka akan semakin baik pula keadaan operasi perusahaan untuk satu periode ke depan. Sementara, Net profit margin adalah rasio antara laba bersih penjualan sesudah dikurangi dengan seluruh expenses termasuk pajak dibandingkan dengan penjualan. Jika persentase net profit margin yang didapatkan semakin tinggi, maka perusahaan dinilai semakin baik dalam operasionalnya.

Selain itu, ada juga ROA (Return On Asset) yang bisa berpengaruh negatif terhadap harga saham. Return on asset adalah adalah bagian dari rasio profitabilitas yang berguna untuk mengetahui tingkat kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba dari penggunaan maksimal seluruh aset yang dimilikinya. ROA juga berguna untuk menilai kualitas dan kinerja perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari pemanfaatan sumber daya yang ada.

Pengertian Operating Profit Margin

Operating profit adalah ukuran kemampuan perusahaan untuk meningkatkan laba sebelum bunga dan pajak dibandingkan dengan penjualan yang dicapai perusahaan. Rasio Operating Profit Margin dapat menggambarkan pure profit (keuntungan yang murni) yang diterima atas setiap penjualan yang dilakukan. Operating profIt disebut murni jika jumlah yang diterima benar-benar didapat dan hasil operasi perusahaan dengan mengabaikan kewajiban-kewajiban finansial seperti bunga dan pajak. Seperti halnya gross profit margin dan net profit margin, jika persentase OPM semakin tinggi, maka perusahaan dinilai akan dalam menjalankan operasionalnya.

Untuk mengetahui nilai dari rasio ini dapat menggunakan rumus operating profit margin yaitu :

Baca Juga : Definisi Current Ratio Lancar dan Cara Menghitungnya

Contoh Perhitungan Rasio Operating Profit Margin

Sebagai contoh, sebuah perusahaan mempunyai laba operasi sebesar Rp 7.000.000.000,00. Perusahaan juga memperoleh penjualan bersih sebesar Rp 36.000.000.000,00.

Dari contoh tersebut, dapat dihitung rasio operating profit margin yaitu:

OPM = Laba Operasi / Penjualan Bersih x 100%

= Rp 7.000.000,00 / Rp 36.000.000.00,00 x 100%

= 19,44%

Jadi, Operating profit margin perusahaan tersebut adalah sebesar 19,44%.

custom-form-newsletter

Rasio Operating Profit Margin Yang Baik

Untuk menentukan nilai OPM baik atau tidak, maka perlu dilakukan perbandingan dengan OPM periode sebelumnya. Jika OPM terus naik, maka bisa dinilai perusahaan memiliki pure profit yang baik pula. Demikian pula jika terjadi sebaliknya atau OPM justru menurun dari periode sebelumnya, maka perusahaan perlu hati-hati dalam memaksimalkan aset untuk periode bisnis yang akan berjalan.

Perusahaan Membahas mengenai rasio keuangan tidak akan lengkap bagi usaha Anda tanpa menggunakan software akuntansi untuk membuat laporan keuangan. Informasi laporan keuangan tersebut nantinya akan digunakan untuk menentukan rasio OPM itu sendiri.

Maka dari itu, sudah saatnya bagi Anda menggunakan software akuntansi harmony yang mudah digunakan untuk bermacam bentuk laporan keuangan. Bahkan, software yang satu ini sangat user friendly untuk semua kalangan meski tanpa skill akuntan. Untuk menikmati layanan Gratis 30 Hari Software Harmony, Anda bisa segera melakukan pendaftaran di sini.

Harmony juga memiliki layanan untuk Anda yang tidak ingin repot mengurus pembukuan laporan keuangan sendiri. Gunakan Harmony Accounting Service, untuk Anda yang ingin tinggal duduk manis. Monitor laporan keuangan setiap harinya tanpa repot.

Untuk mengetahui lebih detail mengenai Harmony dan update seputar akunting, bisnis, keuangan, pemasaran dan pajak, silahkan kunjungi sosial media kami seperti FacebookInstagram, dan LinkedIn Harmony.

Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Subscribe Harmony Blog
Dapatkan laporan penuh ini dengan mencantumkan nama.
Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Apa tanggapan Anda mengenai artikel ini?
Email Anda tidak akan terpublikasikan
Terima kasih telah berlangganan.
Anda akan menerima informasi terbaru dan artikel menarik di email Anda.
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-up.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-down.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/main-features/