Harmony Â» Blog Â» 

Mengenal Average Cost (Biaya Rata Rata) Dalam Akuntansi, Simak Selengkapnya

Fina Pratiwi
/
Diupdate 
September 27, 2021

Dalam laporan laba-rugi perusahaan manufaktur, ada catatan tentang biaya rata rata yang berkaitan dengan biaya produksi. Istilah biaya rata rata juga dikenal sebagai average cost. Anda mungkin bertanya-tanya, apa itu average cost atau biaya rata rata? Dan bagaimana cara menghitung average cost?

Nah, di artikel berikut, kita akan membahas tentang apa itu average cost adalah, cara menghitung, serta kaitannya dengan biaya produksi.

Manfaat biaya rata rata atau average cost adalah mengukur seberapa banyak perusahaan perlu mengeluarkan biaya produksi untuk setiap unit barang yang dihasilkan.Click to Tweet

Pengertian Biaya Rata Rata Atau Average Cost

Menurut bahasa sederhana, biaya rata rata atau average cost adalah total jumlah dari keseluruhan komponen biaya produksi dibagi dengan jumlah output yang dihasilkan. Jumlah ini dikenal dengan istilah total biaya rata rata.

Manfaat biaya rata rata adalah mengukur seberapa banyak perusahaan perlu mengeluarkan biaya produksi untuk setiap unit barang yang dihasilkan.

Biaya Rata-Rata atau Average Cost

Langkah Menghitung Biaya Rata Rata

Agar tidak terlalu banyak atau sedikit menghasilkan barang dan lebih efisiensi biaya produksi, simak formula atau rumus total biaya rata rata/ average cost adalah sebagai berikut:

Rumus Biaya Rata Rata = Total Biaya Produksi / Jumlah Unit Yang Diproduksi

Kita bisa menghitung biaya rata rata atau average cost adalah dengan beberapa langkah ini:

  • Pertama, tentukan terlebih dulu biaya produksi tetap yang dihabiskan dalam satu periode. Misalnya: gaji karyawan, sewa gedung, biaya pemasaran, iklan, dan sebagainya. Biaya produksi ini jumlah sama atau tetap dari periode ke periode.
  • Selanjutnya, langkah kedua menghitung biaya rata rata adalah menentukan biaya produksi variabel yang dihabiskan dalam satu periode tertentu. Misalnya, biaya bahan baku, biaya upah tenaga kerja harian, tagihan listrik, dan lainnya. Biaya-biaya ini bisa berubah seiring volume produksi yang berbeda.
  • Kemudian, cara menghitung biaya rata rata adalah menentukan nilai total biaya produksi dengan menjumlahkan biaya produksi tetap dan biaya variabel. Yaitu: Total Biaya Produksi = Biaya Produksi Tetap + Biaya Produksi Variabel.
  • Lalu, hitung jumlah unit yang diproduksi selama periode tersebut.
  • Terakhir, hitung biaya produksi rata-rata dengan membagi total biaya produksi dengan jumlah unit yang diproduksi.

[elementor-template id="26379"]

Contoh Cara Menghitung Biaya Rata Rata

Katakanlah PT Elektro Jaya mencatat biaya produksi selama periode akuntansi kuartal pertama, sebagai berikut:

Tabel Average Cost

Selama periode akuntansi ini, perusahaan elektronik membeli 80 item dengan total biaya Rp47.000.000.

Biaya rata rata atau average cost = 47.000.000/ 80 = Rp 587.500

Dengan membagi biaya total Rp47.000.000 dengan jumlah total barang yang dibeli yaitu 80, Anda mendapatkan biaya rata rata per barang sebesar Rp 587.500.

Keuntungan Dan Kekurangan Metode Biaya Rata Rata

Keuntungan utama dari metode biaya rata rata atau average cost adalah kesederhanaannya. Terutama, bagi perusahaan yang menangani barang-barang yang sangat mirip dalam jumlah besar. Alih-alih repot melacak setiap item dan biaya individualnya, angka-angka ini dapat diambil rata-ratanya saja.

Perusahaan yang menangani biaya produksi perlu mengelola bahan baku dengan metode biaya rata rata. Pasalnya, biaya bahan baku akan fluktuatif mengikuti harga pasar yang berubah dari waktu ke waktu. Biaya rata rata atau average cost adalah solusi yang membantu perencanaan jangka panjang dan pembuatan anggaran keuangan usaha.

Akan tetapi, perlu diingat, bahwa metode biaya rata rata tidak akan berfungsi di semua bisnis. Misalnya, saat unit barang sangat berbeda, maka tidak mungkin bisa dibuat rata-rata secara identik. Apalagi, barang tersebut adalah jenis barang langka, mahal, atau unik, seperti perabot antik atau perhiasan khusus, maka nilai average cost adalah berbeda-beda.

Selain itu, penetapan biaya rata rata atau average cost tidak relevan saat biaya produksi cenderung naik atau turun. Laporan keuangan atau catatan keuangan menjadi kurang akurat karena biaya selama periode tersebut juga fluktuatif ketimbang rata-rata umumnya.

Mengelola Average Cost Dengan Software Akuntansi Modern

Biaya produksi maupun biaya rata rata akan lebih mudah ditangani dengan baik dan efisien, apabila perusahaan didukung software akuntansi modern berbasis Cloud. Kenapa begitu? Anda bisa fokus menyelesaikan tugas inti perusahaan, ketimbang mengurusi tugas-tugas administratif seperti pembukuan atau akuntansi.

Sudah saatnya, melengkapi bisnis Anda dengan Software Akuntansi Online dari Harmony untuk mengelola berbagai komponen laporan keuangan. Seperti penyusutan aset bisnis, transaksi jual beli, transaksi bank, biaya rata rata, biaya produksi, laporan laba rugi, penagihan, dan banyak lagi.

Follow Instagram, LinkedIn, dan Facebook Harmony untuk info fitur selengkapnya. Atau, silakan mencoba uji pakai GRATIS 30 hari Harmony.

trial harmony
Pembukuan Lebih Mudah!
Coba Gratis 30 Hari dan Rasakan Perbedaannya!
COBA GRATIS
Anda juga mungkin suka:
Fina Pratiwi
Fina Pratiwi adalah seorang ahli strategi keuangan dengan lebih dari 5 tahun pengalaman dalam industri keuangan. Dia memegang gelar dalam bidang Keuangan dan dikenal karena kemampuannya untuk menyederhanakan konsep keuangan yang kompleks menjadi sesuatu yang mudah dipahami. Fina percaya bahwa pemahaman yang baik tentang manajemen keuangan adalah kunci sukses bisnis. Dengan pengetahuannya yang luas, dia berdedikasi untuk membantu bisnis memahami dan memanfaatkan software Harmony untuk mencapai tujuan keuangan mereka.
chevron-down
Scan the code
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram