Harmony » Blog » 

Mengenal Loan to Deposit Ratio (LDR) Untuk Menilai Likuiditas Bank

Fina Pratiwi
/
Diupdate 
April 12, 2021

Loan to deposit ratio adalah perbandingan jumlah kredit dengan total dana yang diterima. Istilah umumnya loan to deposit ratio adalah rasio pinjaman terhadap simpanan dana untuk menilai likuiditas bank.

Likuiditas bank merupakan kemampuan suatu bank untuk membayar kewajibannya saat jatuh tempo. Jika kemampuan likuiditas bank tinggi, maka rasa kepercayaan masyarakat dapat dengan mudah diperhatikan.

Singkatnya loan to deposit ratio adalah alat ukur penilaian suatu bank yang dinyatakan dalam persentase. Apabila rasio perbandingannya terlalu tinggi, artinya likuiditas bank rendah atau tidak likuid. Sebaliknya bila rasionya terlalu rendah, artinya penghasilan bank tidak mencapai target.

LDR membantu investor untuk mengamati kondisi sebuah bank, apakah layak beroperasi, bagaimana kondisi finansialnya, apakah penerimaan dananya meningkat atau justru menurun.Click to Tweet

Umumnya rasio loan to deposit ratio yang ideal adalah sebesar 80%-90%. Jika rasio LDR menunjukkan nilai 100% artinya bank berada dalam kemampuan finansial yang cukup untuk menghadapi kondisi tak terduga di masa datang.

Menghitung LDR Bank

Rasio LDR bank dapat dihitung dengan membadingkan jumlah pinjaman bank dengan jumlah deposito dalam periode yang sama. Hasilnya akan terlihat bagaimana tingkat kemampuan bank tersebut dalam melayani dan mengelola dana nasabahnya.

LDR= (total pinjaman/kredit/aset) / (total deposito/penerimaan dana)

Pinjaman atau hutang termasuk dalam aset sedangkan deposito atau simpanan nasabah masuk dalam liabilitas. Untuk mengetahui indeks rasio LDR, dapat ditelusuri dalam neraca bank.

mengenal loan to deposit ratio

Perhitungan LDR Dalam Perusahaan

Dalam lingkup perusahaan, loan to deposit ratio dikenal sebagai debt to assets ratio. Fungsi dan tujuannya mirip seperti loan to deposit ratio, hanya saja debt to assets ratio digunakan untuk mengukur jumlah aset yang dapat digunakan untuk menutup hutang perusahaan.

Untuk mengetahui efektivitas pengelolaan aset perusahaan untuk menghasilkan pendapatan maka digunakan rasio aktivitas. Sedangkan, rasio lancar digunakan untuk mengindikasikan kemampuan perusahaan dalam membayar hutang jangka pendek. Keduanya termasuk dalam indikasi debt to assets ratio.

Tujuan Dan Fungsi Menghitung LDR Bank

LDR membantu investor untuk mengamati kondisi sebuah bank, apakah layak beroperasi, bagaimana kondisi finansialnya, apakah penerimaan dananya meningkat atau justru menurun.

Pada beberapa kasus, bank akan meminjam dana untuk meningkatkan bunga. Tetapi, apabila dana tersebut digunakan untuk mendanai pengelolaan kredit, maka bank akan memiliki tanggungan biaya pembayaran atas bunga hutang.

Di samping itu, loan to deposit ratio menunjukkan kualitas bank dalam mempertahankan dan melayani nasabahnya. Apabila simpanan dana meningkat, maka nasabah juga ikut meningkat. Di sisi lain bank akan meminjamkan banyak dana kepada para nasabah, sehingga memperkecil tingkat pendapatan.

Bank yang meminjamkan dana pada nasabahnya akan menghasilkan margin keuntungan yang rendah. Namun loan to deposit ratio yang seimbang merupakan jalan terbaik untuk bank. Jika terlalu banyak deposito yang dipinjamkan, dimungkinkan terjadi penurunan tingkat ekonomi. Jika terlalu sedikit deposito yang dipinjamkan maka aset cenderung stabil dan tidak meningkat

[elementor-template id="26379"]

Faktor Pengaruh Rasio LDR

Beberapa faktor sangat berpengaruh terhadap loan to deposit ratio, terutama faktor ekonomi. Apabila terjadi krisis ekonomi, nasabah akan berlomba-lomba meminjam kredit pada bank untuk memenuhi kebutuhan hidupnya selama masih menganggur. Sementara itu aset akan menurun seiring dengan penurunan pendapatan masyarakat.

Faktor lain yang mempengaruhi loan to deposit ratio adalah suku bunga yang ditetapkan oleh bank sentral, atau Bank Indonesia. Apabila BI menetapkan suku bunga yang rendah, maka pinjaman dana akan meningkat seiring dengan kondisi perekonomian daerah tersebut. Faktor lain seperti stabilitas keamanan juga sangat berpengaruh pada besarnya LDR.

Bagi Anda yang mencari kemudahan mengurus laporan pembukuan perusahaan, Anda dapat menggunakan Software Akuntansi Harmony. Analisa rasio aktivitas melalui Executive Summary Report serta kebutuhan pembukuan keuangan lainnya bisa dikerjakan secara cepat, tepat, dan modern. Software Akuntansi Harmony merupakan sistem akuntansi berbasis cloud yang hadir dengan fungsi dan fitur menarik agar pencatatan pembukuan menjadi lebih mudah dan rapi. Ada pun bisa menggunakan di mana saja dan kapan saja sesuai kebutuhan bisnis Anda.

Dilengkapi fitur rekonsiliasi bank otomatis, pengelolaan aset, manajemen pencatatan hutang-piutang, hingga perhitungan unsur pajak. Membuat laporan keuangan menjadi lebih rapi, sistematis, dan otomatis. Coba sekarang Software Akuntansi Harmony, GRATIS (30 hari) daftar di sini. Nikmati juga info dan penawaran spesial lainnya lewat akun Facebook, Instagram dan LinkedIn Harmony.

trial harmony
Pembukuan Lebih Mudah!
Coba Gratis 30 Hari dan Rasakan Perbedaannya!
COBA GRATIS
Anda juga mungkin suka:
Fina Pratiwi
Fina Pratiwi adalah seorang ahli strategi keuangan dengan lebih dari 5 tahun pengalaman dalam industri keuangan. Dia memegang gelar dalam bidang Keuangan dan dikenal karena kemampuannya untuk menyederhanakan konsep keuangan yang kompleks menjadi sesuatu yang mudah dipahami. Fina percaya bahwa pemahaman yang baik tentang manajemen keuangan adalah kunci sukses bisnis. Dengan pengetahuannya yang luas, dia berdedikasi untuk membantu bisnis memahami dan memanfaatkan software Harmony untuk mencapai tujuan keuangan mereka.
chevron-down
Scan the code
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram