Harmony » Blog » 

Laporan Cash Flow: Pengertian dan Cara Membuatnya

Fina Pratiwi
/
Diupdate 
Agustus 11, 2023
Pengertian dan Fungsi Laporan Cash Flow

Laporan Cash Flow adalah laporan keuangan yang berisi informasi mengenai arus kas masuk dan keluar pada perusahaan selama periode tertentu. Laporan ini sangat penting bagi perusahaan karena memberikan gambaran tentang kondisi keuangan perusahaan secara keseluruhan. Dalam laporan ini, terdapat tiga jenis aktivitas utama yang dicantumkan, yaitu aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.

Komponen laporan Cash Flow terdiri dari tiga bagian yaitu arus kas dari aktivitas operasi, arus kas dari aktivitas investasi, dan arus kas dari aktivitas pendanaan. Dalam membuat laporan Cash Flow, terdapat beberapa metode yang dapat digunakan, seperti metode langsung dan metode tidak langsung. Selain itu, laporan Cash Flow juga dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan, mengetahui sumber dan penggunaan kas, serta membantu dalam pengambilan keputusan bisnis.

Key Takeaways

  • Laporan Cash Flow berisi informasi mengenai arus kas masuk dan keluar pada perusahaan selama periode tertentu dan sangat penting bagi perusahaan karena memberikan gambaran tentang kondisi keuangan perusahaan secara keseluruhan.
  • Komponen laporan Cash Flow terdiri dari arus kas dari aktivitas operasi, arus kas dari aktivitas investasi, dan arus kas dari aktivitas pendanaan. Terdapat beberapa metode dalam membuat laporan Cash Flow, seperti metode langsung dan tidak langsung.
  • Laporan Cash Flow dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan, mengetahui sumber dan penggunaan kas, serta membantu dalam pengambilan keputusan bisnis.

Baca Juga : Transformasi Bisnis dengan Laporan Laba Rugi Digital yang Efektif

Pengertian dan Fungsi Laporan Cash Flow

Pengertian Laporan Cash Flow

Laporan Cash Flow atau Arus Kas adalah laporan keuangan yang mencatat penerimaan dan pengeluaran kas dalam sebuah perusahaan pada periode waktu tertentu. Laporan ini mencatat arus kas masuk dan keluar dalam tiga jenis aktivitas yaitu operasi, investasi, dan pendanaan.

Laporan Cash Flow memberikan informasi yang sangat penting bagi perusahaan dan para investor. Dalam laporan ini, terdapat informasi mengenai sumber-sumber kas yang digunakan oleh perusahaan dan bagaimana kas tersebut digunakan.

Fungsi Laporan Cash Flow

Laporan Cash Flow memiliki beberapa fungsi yang sangat penting bagi perusahaan, di antaranya:

  1. Sebagai alat untuk mengukur kesehatan keuangan perusahaan. Dengan mengetahui arus kas masuk dan keluar, perusahaan dapat mengetahui apakah keuangan perusahaan sehat atau tidak.
  2. Sebagai alat untuk memantau penggunaan kas. Dalam laporan ini, terdapat informasi mengenai sumber-sumber kas yang digunakan oleh perusahaan dan bagaimana kas tersebut digunakan. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk memantau penggunaan kas dan mengambil tindakan jika diperlukan.
  3. Sebagai alat untuk memprediksi arus kas di masa depan. Dengan mengetahui arus kas masuk dan keluar di masa lalu, perusahaan dapat memprediksi arus kas di masa depan dan mengambil tindakan yang diperlukan.
  4. Sebagai alat untuk mengevaluasi kinerja perusahaan. Dalam laporan ini, terdapat informasi mengenai sumber-sumber kas yang digunakan oleh perusahaan dan bagaimana kas tersebut digunakan. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk mengevaluasi kinerjanya dan mengambil tindakan yang diperlukan.

Komponen Laporan Cash Flow

Laporan Cash Flow (Statement of Cash Flows) adalah jenis laporan keuangan yang menyajikan aliran kas dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Laporan ini sangat penting bagi perusahaan karena memberikan gambaran tentang kesehatan keuangan perusahaan.

Aktivitas Operasi

Aktivitas operasi adalah aktivitas yang berkaitan dengan operasi inti perusahaan. Dalam laporan cash flow, aktivitas operasi mencakup arus kas operasi yang dihasilkan dari penjualan produk atau jasa, pembayaran hutang dagang, pembayaran gaji karyawan, dan sebagainya.

Aktivitas Investasi

Aktivitas investasi adalah aktivitas yang berkaitan dengan investasi jangka panjang perusahaan, seperti pembelian aset tetap, investasi pada perusahaan lain, dan sebagainya. Dalam laporan cash flow, aktivitas investasi mencakup arus kas dari kegiatan investasi yang dihasilkan dari pembelian atau penjualan aset tetap atau investasi pada perusahaan lain.

Aktivitas Pendanaan

Aktivitas pendanaan adalah aktivitas yang berkaitan dengan pendanaan perusahaan, seperti penerbitan saham atau obligasi, pembayaran dividen, dan sebagainya. Dalam laporan cash flow, aktivitas pendanaan mencakup arus kas dari kegiatan pendanaan yang dihasilkan dari penerbitan saham atau obligasi atau pembayaran dividen kepada pemegang saham.

Metode dalam Laporan Cash Flow

Laporan arus kas atau cash flow adalah laporan keuangan yang memberikan informasi tentang arus kas masuk dan keluar dari suatu perusahaan selama periode tertentu. Ada dua metode yang dapat digunakan dalam menyusun laporan arus kas, yaitu metode langsung dan metode tidak langsung.

Metode Langsung

Metode langsung atau direct method adalah metode yang menghitung arus kas masuk dan keluar secara langsung dari operasi perusahaan. Metode ini memerlukan informasi yang lebih detail dan akurat dari perusahaan untuk membuat laporan arus kas yang lebih terperinci.

Dalam metode langsung, arus kas masuk dan keluar dari operasi perusahaan dicatat secara terpisah. Kemudian, jumlah arus kas masuk dan keluar tersebut dijumlahkan untuk mendapatkan jumlah arus kas bersih. Metode langsung umumnya lebih sulit dan memerlukan lebih banyak waktu untuk disusun, tetapi memberikan informasi yang lebih akurat tentang arus kas perusahaan.

Metode Tidak Langsung

Metode tidak langsung atau indirect method adalah metode yang menghitung arus kas masuk dan keluar dari operasi perusahaan secara tidak langsung. Metode ini lebih sederhana dan lebih cepat dalam menyusun laporan arus kas, tetapi memberikan informasi yang kurang terperinci.

Dalam metode tidak langsung, arus kas masuk dan keluar dari operasi perusahaan dihitung dengan menggunakan informasi dari laporan laba rugi dan neraca. Metode ini memerlukan lebih sedikit informasi dari perusahaan dan lebih mudah untuk disusun, tetapi memberikan informasi yang kurang terperinci tentang arus kas perusahaan.

Metode Cash Flow Langsung dan Tidak Langsung

Metode langsung dan metode tidak langsung juga dapat disebut sebagai metode cash flow langsung dan tidak langsung. Metode cash flow langsung menghitung arus kas masuk dan keluar dari operasi perusahaan secara langsung, sedangkan metode cash flow tidak langsung menghitung arus kas masuk dan keluar dari operasi perusahaan secara tidak langsung.

Cara Membuat Laporan Cash Flow

Laporan cash flow adalah laporan keuangan yang memperlihatkan arus kas masuk dan keluar pada suatu periode tertentu. Laporan ini sangat penting bagi perusahaan karena dapat membantu dalam pengambilan keputusan finansial. Berikut adalah beberapa langkah penting dalam membuat laporan cash flow:

Pembukuan

Sebelum membuat laporan cash flow, penting untuk memastikan bahwa pembukuan kas perusahaan telah dilakukan dengan benar. Hal ini meliputi pencatatan semua transaksi kas masuk dan keluar pada buku kas bank, buku kas kecil, dan rekening koran.

Pemeriksaan Silang

Setelah pembukuan selesai, langkah selanjutnya adalah melakukan pemeriksaan silang antara buku kas bank, buku kas kecil, dan rekening koran. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua transaksi kas telah tercatat dengan benar dan tidak terjadi kesalahan pencatatan.

Rekonsiliasi

Setelah pemeriksaan silang selesai, langkah selanjutnya adalah melakukan rekonsiliasi pada semua transaksi kas. Hal ini meliputi eliminasi semua transaksi silang antar buku kas dan pengklasifikasian semua jenis pengeluaran dan pemasukan kas ke dalam elemen laporan cash flow.

Baca Juga : Fungsi Nota Debit Dalam Usaha, Contoh dan Cara Praktis Membuatnya

Analisis Laporan Cash Flow

Laporan cash flow adalah laporan keuangan yang berisi tentang arus kas masuk dan keluar dari perusahaan dalam periode tertentu. Analisis laporan cash flow dapat membantu pemilik perusahaan untuk memahami kondisi keuangan perusahaan dan membuat keputusan bisnis yang lebih baik.

Analisis Laba Bersih

Salah satu cara untuk menganalisis laporan cash flow adalah dengan menganalisis laba bersih. Laba bersih adalah selisih antara pendapatan dan biaya dalam periode tertentu. Jika laba bersih positif, berarti perusahaan menghasilkan keuntungan, sedangkan jika laba bersih negatif, berarti perusahaan mengalami kerugian.

Dalam analisis laporan cash flow, laba bersih dapat digunakan untuk menilai kinerja keuangan perusahaan. Jika laba bersih positif, tetapi arus kas negatif, maka perusahaan mungkin mengalami masalah likuiditas. Sebaliknya, jika laba bersih negatif tetapi arus kas positif, maka perusahaan mungkin masih dapat memenuhi kewajiban keuangannya.

Analisis Arus Kas Positif dan Negatif

Analisis arus kas positif dan negatif juga penting dalam menganalisis laporan cash flow. Arus kas positif terjadi ketika arus kas masuk lebih besar dari arus kas keluar. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki lebih banyak uang tunai yang tersedia.

Sebaliknya, arus kas negatif terjadi ketika arus kas keluar lebih besar dari arus kas masuk. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mengeluarkan lebih banyak uang daripada yang diterima. Jika arus kas negatif terus berlanjut, maka perusahaan mungkin mengalami masalah likuiditas.

Dalam analisis laporan cash flow, perusahaan harus memperhatikan arus kas positif dan negatif. Jika perusahaan memiliki arus kas positif yang cukup, maka perusahaan dapat menggunakan uang tunai tersebut untuk mengembangkan bisnisnya. Namun, jika perusahaan memiliki arus kas negatif, maka perusahaan harus mencari cara untuk meningkatkan arus kas masuk atau mengurangi arus kas keluar.

Dengan melakukan analisis laporan cash flow secara berkala, perusahaan dapat memahami kondisi keuangan mereka dan membuat keputusan bisnis yang lebih baik.

Laporan Cash Flow dan Laporan Keuangan Lainnya

Laporan cash flow adalah salah satu jenis laporan keuangan yang penting untuk membantu perusahaan dalam mengelola arus kas. Selain laporan cash flow, terdapat dua jenis laporan keuangan lainnya yang sering digunakan oleh perusahaan, yaitu laporan laba rugi dan laporan neraca.

Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang menyajikan informasi tentang pendapatan dan biaya selama periode tertentu. Laporan ini mencatat semua pendapatan dan biaya yang terkait dengan operasi perusahaan. Dalam laporan laba rugi, terdapat beberapa komponen, seperti pendapatan, biaya, laba kotor, dan laba bersih.

Laporan Neraca

Laporan neraca adalah laporan keuangan yang menyajikan informasi tentang posisi keuangan perusahaan pada akhir periode tertentu. Laporan ini mencatat aset, kewajiban, dan ekuitas perusahaan. Dalam laporan neraca, terdapat beberapa komponen, seperti aset lancar, aset tetap, kewajiban jangka pendek, kewajiban jangka panjang, dan ekuitas.

Hubungan Laporan Cash Flow dengan Laporan Keuangan Lainnya

Laporan cash flow memiliki hubungan yang erat dengan laporan keuangan lainnya, seperti laporan laba rugi dan laporan neraca. Dalam laporan cash flow, terdapat tiga jenis arus kas, yaitu arus kas dari aktivitas operasi, arus kas dari aktivitas investasi, dan arus kas dari aktivitas pendanaan.

Arus kas dari aktivitas operasi mencakup arus kas yang terkait dengan aktivitas utama perusahaan, seperti penjualan dan pembelian barang atau jasa. Arus kas dari aktivitas investasi mencakup arus kas yang terkait dengan investasi perusahaan, seperti pembelian aset tetap atau investasi ke perusahaan lain. Arus kas dari aktivitas pendanaan mencakup arus kas yang terkait dengan pendanaan perusahaan, seperti penerbitan saham atau pembayaran utang.

Laporan cash flow dapat membantu perusahaan dalam memantau arus kas dan memperkirakan kebutuhan kas di masa depan. Selain itu, laporan cash flow juga dapat membantu perusahaan dalam membuat keputusan investasi dan pendanaan yang lebih baik.

Dalam hal ini, laporan cash flow, laporan laba rugi, dan laporan neraca saling melengkapi dan memberikan informasi yang penting bagi perusahaan dalam mengelola keuangan mereka dengan lebih baik.

"Laporan Cash Flow" adalah alat penting dalam aliran kas sebuah perusahaan. 

Melalui laporan ini, manajemen dan pemangku kepentingan dapat memahami sumber dan penggunaan kas yang mendalam, membantu dalam perencanaan keuangan dan pengambilan keputusan yang bijaksana. Sebagai perusahaan akuntansi Harmony, kami memahami pentingnya laporan cash flow yang akurat dalam menjaga stabilitas finansial dan transparansi bisnis. Dengan menyajikan laporan cash flow yang tepat waktu dan terpercaya, kami berkomitmen untuk membantu klien kami meraih kredibilitas yang kuat dan mencapai kesuksesan jangka panjang di pasar yang kompetitif.

trial harmony
Pembukuan Lebih Mudah!
Coba Gratis 30 Hari dan Rasakan Perbedaannya!
COBA GRATIS
Anda juga mungkin suka:
Fina Pratiwi
Fina Pratiwi adalah seorang ahli strategi keuangan dengan lebih dari 5 tahun pengalaman dalam industri keuangan. Dia memegang gelar dalam bidang Keuangan dan dikenal karena kemampuannya untuk menyederhanakan konsep keuangan yang kompleks menjadi sesuatu yang mudah dipahami. Fina percaya bahwa pemahaman yang baik tentang manajemen keuangan adalah kunci sukses bisnis. Dengan pengetahuannya yang luas, dia berdedikasi untuk membantu bisnis memahami dan memanfaatkan software Harmony untuk mencapai tujuan keuangan mereka.
chevron-down
Scan the code
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram