Laba Ditahan : Pengertian, Manfaat dan Cara Menghitungnya
Harmony Blog
Accounting
Laba Ditahan : Pengertian, Manfaat dan Cara Menghitungnya
April 8, 2020
Berlangganan newsletter kami
Dapatkan Tips Seputar Akuntansi Dengan Berlangganan Newsletter Harmony, isi data berikut ini :

Seorang pebisnis pasti sudah tidak asing dengan istilah laba, karena laba atau keuntungan merupakan tujuan dari menjalankan usaha. Dalam ilmu akuntansi, selain laba ada juga istilah laba ditahan. Lalu apa pengertian laba ditahan? Apa manfaatnya dan bagaimana cara menghitung laba ditahan? Kali ini kami akan mengulas hal itu. Yuk..disimak penjelasannya berikut ini.

Laba ditahan merupakan salah satu informasi penting dalam laporan keuangan yang harus diketahui para pemegang saham

Pengertian Laba Ditahan

Laba ditahan adalah istilah untuk laba yang tidak dibagi. Atau dengan kata lain, pengertian laba ditahan adalah keseluruhan atau sebagian laba perusahaan pada periode tertentu yang tidak dibagi kepada pemegang saham sebagai dividen mereka. Laba ditahan adalah istilah yang juga populer dalam neraca keuangan perusahaan.

Yang dimaksud dengan dividen adalah pembagian laba kepada pemegang saham perusahaan sesuai dengan persentase kepemilikan saham mereka. Keputusan tentang laba ditahan ini merupakan keputusan bersama dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Keputusan diambil dengan melihat kondisi keuangan perusahaan, strategi pemasaran dan kebutuhan dana operasional di periode berikutnya.

Besarnya nilai laba ditahan dipengaruhi oleh banyak hal misalnya perubahan pajak perusahaan, perubahan harga pokok produksi, perubahan harga pokok penjualan, perubahan harga pokok pesanan, perubahan penerimaan bersih, perubahan jumlah dividen yang akan dibayar kepada pemegang saham, serta perubahan biaya administrasi.

Baca juga : Mengenal Economic Order Quantity (EOQ) dan Cara Menghitungnya

Manfaat Laba Ditahan

Laba ditahan memiliki beberapa manfaat yang sangat signifikan untuk operasional perusahaan yaitu:

1. Untuk Membayar Hutang Perusahaan

Manfaat laba ditahan yang pertama yaitu agar perusahaan tetap berjalan dan nama baik perusahaan tetap dijaga maka kewajiban akan hutang harus dibayar. Oleh karena itu perusahaan bisa melakukan perencanaan pembayaran hutang dengan laba ditahan khususnya hutang yang akan segera jatuh tempo.

2. Untuk Membiayai Operasional Perusahaan

Dalam menjalankan operasionalnya, sebuah perusahaan harus memiliki dana yang cukup termasuk dana dalam kas besar dan kas kecil. Laba ditahan juga berguna untuk membiayai operasional perusahaan dengan tujuan agar perusahaan bisa tetap beroperasi dengan harapan bisa terus berkembang lebih besar.

Hal ini biasanya diambil sebagai keputusan apabila laba yang diperoleh perusahaan jumlahnya kecil jadi akan jauh lebih baik jika digunakan untuk membiayai operasional daripada dibagikan kepada pemegang saham.Tetapi tentu saja keputusan ini harus mendapat persetujuan dari para pemegang saham.

3. Sebagai Modal Cadangan

Manfaat laba ditahan lainnya yaitu sebagai cadangan modal apabila suatu saat perusahaan mengalami kendala finansial. Dengan adanya dana dari laba ditahan tersebut bisa menjadi tambahan dana agar perusahaan terus bisa berjalan dengan baik tanpa perlu meminjam uang dari pihak lain misalnya bank.

custom-form-newsletter

4. Untuk Perkembangan atau Investasi Perusahaan Di Masa Depan

Perusahaan tentu saja tidak boleh berjalan statis atau menurun tapi harus terus menanjak dan berinovasi agar terus bisa eksis dan berkembang. Laba ini bisa digunakan dalam pengembangan usaha atau investasi perusahaan, termasuk investasi di bisnis lain.

Faktor-Faktor yang Menjadi Latar Belakang Laba Tertahan

Ada beberapa faktor yang melatar belakangi terjadinya laba tertahan, yaitu:

1. Terjadi Perubahan Manajemen Perusahaan

Perubahan struktur organisasi dalam manajemen perusahaan bisa menjadi latar belakang terjadinya laporan laba ditahan. Tujuannya adalah agar manajemen baru mampu menyesuaikan diri dan menunjukkan kinerjanya dalam mengelola keuangan perusahaan. Penahanan laba karena faktor ini juga bertujuan untuk menjaga stabilitas kerja dan menekan tindakan kecurangan.

2. Terdapat Kesalahan dalam Laporan Keuangan Periode Sebelumnya

Faktor lainnya adalah terjadinya kesalahan dalam laporan keuangan periode sebelumnya. Dalam hal ini perusahaan harus memperbaiki dulu laporan keuangan tersebut sampai valid baru memperhitungkan kembali nilai laporan laba ditahan dengan benar.

3. Terjadi Penyesuaian Nilai Rupiah Dari Periode Sebelumnya

Faktor berikutnya yaitu karena adanya penyesuaian nilai rupiah yang sempat berubah. Nilai tukar rupiah yang naik dan turun sewaktu-waktu akan mempengaruhi hasil perhitungan laba perusahaan, sehingga akuntan memutuskan menahan laba yang ada.

4. Adanya Perubahan Metode Perhitungan

Faktor terjadinya perubahan metode perhitungan juga bisa menjadi penyebab laba tertahan. Misalnya metode perhitungan sebelumnya selalu menggunakan sistem bulanan kemudian tiba-tiba diubah menjadi per minggu maka itu akan membingungkan. Karena data atau hasil perhitungan yang membingungkan tersebut maka akuntan biasanya akan menahan hasil modal yang ada.

5. Perubahan Prinsip Akuntansi dari Periode Sebelumnya

Faktor yang juga bisa mempengaruhi laba ditahan adalah adanya perubahan prinsip akuntansi dari periode sebelumnya, dimana perubahan tersebut terjadi cukup signifikan dan mempengaruhi nilai laporan laba ditahan.

Cara Menghitung Laba Ditahan

Berikut tahapan – tahapan cara menghitung laba ditahan :

1. Hitung Laba Kotor Perusahaan

Rumus menghitung laba kotor adalah:
Laba Kotor = Angka Penjualan – Harga Pokok

2. Hitung Laba Operasional Perusahaan

Setelah menghitung laba kotor maka selanjutnya menghitung laba operasional dengan rumus:

Laba Operasional = Laba Kotor – Biaya Operasional

3. Selanjutnya, Hitung Laba Bersih Sebelum Pajak

Setelah laba operasional diperoleh maka langkah selanjutnya mengetahui laba bersih sebelum pajak yaitu laba operasional dikurangi dengan bunga, depresiasi dan amortisasi. Depresiasi dan amortisasi adalah penyusutan nilai aktiva (berwujud dan tidak berwujud) selama masa ekonomisnya.

4. Kemudian, Anda Menghitung Laba Bersih Setelah Pajak

Laba bersih setelah pajak didapat dari laba bersih sebelum pajak dikurangi dengan tarif pajak.

5. Terakhir, Hitung Nilai Laba Ditahan

Jika laba bersih setelah pajak didapat maka selanjutnya bisa dihitung dengan rumus:

Laba Ditahan = Laba Bersih Setelah Pajak – Dividen

Seperti bisa dilihat diatas, bahwa rumus laba ditahan sangat sederhana yaitu mengurangi laba bersih setelah pajak dengan dividen yang dibagikan kepada para pemegang saham.

Demikian penjelasan tentang laba ditahan, manfaat, cara menghitung dan rumus laba ditahan. Semoga berguna dan bisa Anda terapkan di bisnis Anda.

Menghitung laba ditahan secara manual akan membutuhkan waktu dan merepotkan serta ada kemungkinan salah angka karena human error, Anda bisa meminimalkan atau menghilangkan kesalahan tersebut dengan mengunakan software akuntansi. Saat ini banyak pilihan software akuntansi khususnya yang berbasis cloud, dari sekian pilihan tersebut salah satu yang terbaik adalah Harmony Accounting Software.

Harmony adalah software akuntansi online yang mudah dan praktis digunakan. Harmony memiliki 20 lebih laporan keuangan real time yang akan mempermudah Anda dalam menjalankan usaha. Harmony sudah membantu ribuan pemilik bisnis dalam merapikan pembukuan dan laporan keuangan mereka. Jadi, tunggu apalagi? Coba gunakan GRATIS Harmony 30 hari dengan mendaftar di sini.

Bagaimana jika Anda adalah pebisnis yang sibuk sehingga tidak sempat membuat laporan keuangan? Jangan khawatir, Anda bisa menggunakan Harmony Accounting Service yaitu jasa pembuatan laporan keuangan dengan harga terjangkau yang dikerjakan oleh profesional berpengalaman dalam bidang akuntansi

Anda juga bisa mendapatkan informasi tentang akuntansi, keuangan, pajak, bisnis dan marketing di media sosial Harmony. Follow akun FacebookInstagram dan LinkedIn Harmony.

Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Subscribe Harmony Blog
Dapatkan laporan penuh ini dengan mencantumkan nama.
Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Apa tanggapan Anda mengenai artikel ini?
Email Anda tidak akan terpublikasikan
Terima kasih telah berlangganan.
Anda akan menerima informasi terbaru dan artikel menarik di email Anda.
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-up.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-down.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/main-features/