Kenali Pentingnya Matching Principle Untuk Bisnis Anda
Harmony Blog
Accounting
Kenali Pentingnya Matching Principle Untuk Bisnis Anda
January 21, 2021
Berlangganan newsletter kami
Dapatkan Tips Seputar Akuntansi Dengan Berlangganan Newsletter Harmony, isi data berikut ini :

Dalam menjalankan bisnis, ada beberapa prinsip akuntansi yang harus dikedepankan untuk mencapai tujuan dari bisnis itu sendiri. Misalnya matching principle yang sangat penting supaya manajemen keuangan bisa menghindari kesalahan dalam menyajikan siklus akuntansi karena ada banyak debit dan kredit yang terjadi.

Selain itu, dengan matching principle, perusahaan bisa mengetahui secara akurat laba bersih untuk periode akuntansi. Matching principle sangat penting untuk mengetahui kecocokan atas beberapa transaksi yang mempengaruhi laba bersih dalam satu periode. Misalnya, premi asuransi dibayar dimuka, biaya gaji, persediaan, pembelian aset tetap, sewa prabayar untuk tahun-tahun mendatang, dan lain sebagainya.

Matching principle sangat penting untuk mengetahui kecocokan atas beberapa transaksi yang mempengaruhi laba bersih dalam satu periode.

Pengertian Matching Principle

Pengertian matching principle adalah prinsip akuntansi yang berupaya untuk menjelaskan bahwa suatu pengeluaran dapat diakui ketika pendapatan yang terkait telah diakui.

Dari pengertian matching principle tersebut, maka bisa dipastikan bahwa tujuan utama yang diharapkan adalah supaya bisa menyajikan laba bersih secara akurat untuk satu periode akuntansi sekaligus untuk menghindari salah saji pendapatan selama periode tersebut.

Contoh matching principle misalnya ketika perusahaan harus membayar upah dan bahan bangunan yang dibeli untuk membangun properti sewaan. Dalam periode tersebut terjadi terjadi penyusutan untuk menghasilkan pendapatan sewa.

Maka dari itu, perusahaan harus mengakui pendapatan ketika menyewakan properti. Sehingga, biaya yang terkait harus disusutkan pada saat yang sama. Contoh matching principle lainnya yaitu sebuah perusahaan yang membeli mesin baru seharga Rp100.000.000 pada tahun 2019.

Dari mesin tersebut, perusahaan memperkirakan manfaat ekonomis untuk 5 tahun ke depan. Karena itu, mesin akan menghasilkan produk untuk dijual dalam kurun 5 tahun ke depan dan perusahaan akan mendapatkan pemasukan dari penjualan produk.

Melalui matching principle, perusahaan mengakui bahwa biaya penyusutan mesin selama 5 tahun (selama menghasilkan produk) bukan pada pada tahun 2019 saja ketika memperoleh mesin.Biasanya, untuk mesin yang dibeli pada tahun berjalan dan tidak terjual pada akhir tahun, biayanya akan dikecualikan dari harga pokok penjualan saat melaporkan laba rugi untuk tahun tersebut. Sebagai gantinya, biaya penyusutan akan dikurangkan dari pendapatan pada periode berikutnya setelah mesin terjual.

Baca Juga : Pengertian Persamaan Dasar Akuntansi dan Contohnya

Pentingnya Matching Principle untuk Bisnis

Setiap kali perusahaan melakukan kegiatan bisnis, maka akan terjadi pengeluaran untuk beban-beban (expanse) dengan tujuan dapat memperoleh pendapatan. Perusahaan harus membuat laporan income statement yang akurat supaya beban-beban bisa dihitung dengan tepat.

Dengan demikian, beban-beban yang benar-benar terjadi atau digunakan dalam periode harus dicatat pada periode yang sama pada saat terjadi pendapatan tersebut.

Selain itu, dengan menggunakan matching principle perusahaan akan bisa mencocokkan pengeluaran dan pendapatan sehingga laporan keuangan yang dibuat dapat mewakili hasil operasi yang lebih akurat. Matching principle akan membantu dalam menghindari penyimpangan posisi keuangan dan meningkatkan kualitas laporan keuangan yang dibuat.

custom-form-newsletter

Dalam praktiknya, konsep matching principle memang hampir mirip dengan prinsip akrual, namun ada perbedaan yang menonjol. Prinsip akrual menyatakan bahwa perusahaan mengakui pendapatan dan pengeluaran saat terjadi, namun matching principle bisa untuk 2 periode yang berbeda.

Matching principle dan prinsip-prinsip lain dalam akuntansi merupakan dasar yang harus diaplikasikan ketika Anda melangsungkan sebuah bisnis. Tanpa prinsip-prinsip tersebut, maka dipastikan laporan keuangan Anda tidak akan memberikan informasi yang berbobot untuk mengambil keputusan dan kebijakan usaha. Maka dari itu, pastikan prinsip-prinsip akuntansi benar-benar Anda aplikasikan dengan baik dan menyeluruh.

Jika prinsip akuntansi sudah dilaksanakan, maka Anda perlu media untuk mendukung siklus keuangan usaha Anda. Software akuntansi Harmony penting untuk Anda gunakan karena menyajikan data-data dan informasi keuangan usaha secara real time. Laporan keuangan yang disajikan akan memberikan informasi yang aktual, real, dan dapat dipercaya. Dengan software akuntansi Harmony, maka Anda akan semakin mudah menerapkan prinsip-prinsip akuntansi dalam berbisnis. Mau coba semua fiturnya? Daftar di sini sekarang GRATIS 30 hari. Atau follow follow dan like akun Facebook, Instagram dan LinkedIn Harmony.

Ingin terima beres laporan keuangan perusahaan Anda? Jangan khawatir, Anda bisa menggunakan Harmony Accounting Service yaitu jasa pembuatan laporan keuangan dengan harga terjangkau yang dikerjakan oleh profesional berpengalaman dalam bidang akuntansi.

Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Subscribe Harmony Blog
Dapatkan laporan penuh ini dengan mencantumkan nama.
Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Apa tanggapan Anda mengenai artikel ini?
Email Anda tidak akan terpublikasikan
Terima kasih telah berlangganan.
Anda akan menerima informasi terbaru dan artikel menarik di email Anda.
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-up.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-down.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/main-features/