Cara Mengelola Uang Kas Perusahaan Agar Selalu Efektif
Harmony Blog
Finance
Cara Mengelola Uang Kas Perusahaan Agar Selalu Efektif
October 2, 2020
Berlangganan newsletter kami
Dapatkan Tips Keuangan Dengan Berlangganan Newsletter Harmony, isi data berikut ini :

Anda sebagai pemilik bisnis pastinya akan membutuhkan dana atau modal sebagai uang kas kekayaan perusahaan, dengan mengelola uang kas baik kas kecil dan kas bank merupakan harta kekayaan perusahaan yang paling likuid.

Karena itu uang kas dapat muncul di seluruh transaksi setiap harinya. Ini juga dapat mempengaruhi kinerja keuangan lebih baik di perusahaan tersebut melalui uang kas itu sendiri atau pembiayaan operasional.

Pada spesifikasinya uang kas (kas bank) dapat berupa sejumlah uang tunai yang berbentuk uang kertas, uang logam, cek, wesel pos serta simpanan di dalam bank. Sehingga dapat disimpulkan bahwa uang kas juga merupakan alat pembayaran untuk membiayai seluruh kegiatan perusahaan. Dengan mengetahui pengertian uang kas, kas bank serta bagaimana cara menyusun anggaran kas, berikut artikel ini akan disajikan untuk Anda.

Uang kas sebagai alat transaksi atau pembayaran dan memiliki perhitungan serta pengukuran. Hal ini juga bisa diartikan sebagai media penyimpanan kekayaan di masa depan, membayar pengeluaran atau pemasukan perusahaan.

Apa Itu Uang Kas (Kas Bank)?

Menurut Rizal Effendi (2013:191)

Pengertian uang kas adalah segala sesuatu (baik yang berbentuk uang atau bukan) yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran atau alat pelunasan kewajiban.

Beberapa yang termasuk kas adalah rekening giro di bank (cash in bank), dan uang kas yang ada di perusahaan (cash on hand). Kas dalam perusahaan merupakan harta yang paling lancar, sehingga dalam neraca menjadi kelompok paling atas.

Menurut Standar Akuntansi Keuangan (SAK, 2002)

Uang kas ialah alat pembayaran berupa uang tunai yang selalu siap digunakan untuk membiayai kegiatan umum perusahaan. Di sisi lain, kas bank adalah sisa rekening giro perusahaan yang dapat digunakan secara bebas untuk membiayai berbagai transaksi.

Sebagai kesimpulannya menurut ilmu ekonomi, kas adalah alat pembayaran segala transaksi bisnis. Jika di lihat dari sudut pandang pencatatan akuntansinya biasa dikenal dengan rekonsiliasi bank. Sehingga dalam penerimaan kas dicatat pada sisi debet dan pengeluaran kas pada sisi kredit. Di dalam rekonsiliasi bank juga bisa dikatakan sebagai proses penyesuaian atas informasi dan pencatatan keuangan di bank dalam kegiatan transaksi.

Baca Juga : Pengertian Perantara Keuangan Serta Kelebihan dan Kekurangannya

Fungsi Administrasi Uang Kas

Administrasi uang kas (kas bank) kegiatannya harus dilakukan sebaik mungkin dan benar, supaya bukti transaksi dan dokumen tersebut lebih rapi dan siap untuk di audit. Kegiatan ini juga akan mempermudah akuntan dalam membuat laporan keuangan setiap periodenya :

• Dapat memudahkan akuntan dan auditor dalam melacak transaksi secara tunai sehingga tidak ada penipuan atau rekayasa transaksi.

• Bisa merupakan kegiatan mengelola kas kecil seperti mengatur jumlah kas kecil (petty cash) dalam batas cukup dan wajar.

• Administrasi kas bank akan membantu laporan kas bank dapat dipantau dengan baik, sehingga pemasukan dan pengeluaran bisa terus diketahui dengan baik.

• Membuat pencatatan dengan bukti penerimaan kas dan harus disetorkan ke bank sehingga semua transaksi tercatat lengkap.

• Mencatat pengeluaran dengan berbagai bukti transaksi sehingga nantinya bagi akuntan tidak akan sulit saat pembuatan laporan keuangan bulanan dan  tahunan.

• Melalui administrasi kas bank dapat membuat segala transaksi menjadi transparan. Misalnya untuk transaksi secara transfer atau langsung melalui teller akan selalu tercatat dengan baik.

Akuntan perusahaan harus menyesuaikan pembukuan kas administrasi dengan laporan keuangannya apakah sudah benar dan sesuai transaksi atau tidak. Untuk itu sebagai bukti pencatatan buku kas akan dianggap sah apabila penyesuaian dengan buku kas sudah benar, dan dapat disajikan ke dalam laporan keuangan perusahaan.

Bagi Anda yang memiliki banyak transaksi kas serta membutuhkan pencatatan yang akurat namun masih terkendala dengan kesibukan bisnis yang padat. Mungkin Anda dapat memanfaatkan dengan memakai jasa sewa ahli pembukuan untuk Anda.

Walaupun tidak memiliki akuntan sekalipun, dengan menggunakan jasa pembukuan, juga dapat membantu perhitungan dan pelaporan pajak untuk membantu para pengusaha yang sibuk setiap harinya.

Mengelola Buku Kas

Kas biasanya berfungsi untuk langsung digunakan atau disimpan, kemudian kas juga dimanfaatkan untuk memenuhi transaksi kegiatan operasional perusahaan. Mengelola buku kas Anda dapat melakukannya seperti cara buku kas dua halaman (scontro), juga bisa dengan satu halaman (camera) dan tabel yang memiliki setiap golongan (tabelaris) yaitu sebagai berikut :

1. Buku Uang Kas Dua Halaman (Scontro)

Buku kas dua halaman ini terdiri dari 2 buah muka halaman, yaitu yang membedakan sisi debet dan kredit yang dijelaskan sebagai berikut seperti contoh:

A. Halaman sisi debet, digunakan dalam mencatat pemasukan bahkan penerimaan uang, dengan cara menuliskan keterangan sumber dari mana uang itu didapat. Berikut ciri-ciri kolom tersebut adalah :

• Pencatatan tanggal pemasukan uang.

• Pencatatan keterangan tentang orang atau tempat dari mana uang didapat secara singkat dan jelas.

• Pencatatan nomor urut dari bukti penerimaan uang.

• Pencatatan jumlah uang yang diterima pada kas pada tanggal itu.

B. Halaman kredit, biasanya digunakan dalam mencatat pengeluaran uang dengan menuliskan kejadian atau alasan mengenai pengeluaran uang. Berikut ciri-ciri kolom tersebut adalah :

• Pencatatan tanggal pengeluaran uang.

• Pencatatan segala keterangan untuk apa dan kepada siapa saja uang dikeluarkan.

• Pencatatan nomor urut dari buku pengeluaran uang.

• Pencatatan jumlah uang yang dikeluarkan pada tanggal transaksi.

B.  Buku Kas Satu Halaman (Camera)

Buka kas satu halaman merupakan pembukuan dan pencatatan uang masuk dan keluar, biasanya pembukuan ini digunakan oleh kantor kantor kecil. Berikut ciri-ciri dan contoh kolom buku kas ini terdiri :

• Kolom 1, berguna dalam mencatat tanggal penerimaan maupun pengeluaran keuangan.

• Kolom 2, berguna dalam mencatat dan menuliskan penerimaan uang beserta sumber dan tujuan atau keperluan pengeluaran uang.

• Kolom 3, berguna dalam mencatat nomor urut pada bukti kas penerimaan dan atau  pengeluaran.

• Kolom 4, berguna dalam mencatat dan menulis jumlah penerimaan uang.

• Kolom 5, berguna dalam mencatat dan menulis jumlah pengeluaran uang.

C. Buku Kas Bergolongan (Tabelaris)

Buku kas yang bergolongan atau berlajur biasanya disebut sebagai tabelaris, karena pembukuan ini berisi beberapa kolom atau lajur yang sesuai dengan keperluan setiap perusahaan. Pembukuan kas ini juga memiliki ciri yaitu halaman disisi kiri disebut halaman debet, sedangkan halaman disisi kanan disebut kredit seperti contoh dibawah ini :

Susun Anggaran Kas Yang Lebih Efektif

Sebagai pebisnis perlu untuk menyusun anggaran kas, yang dimana penyusunan ini bisa Anda terapkan dalam mengelola keuangan kas Anda secara tersusun dengan baik. Berikut ini cara menyusun anggaran kas bagi pebisnis secara efektif :

1. Menganalisis Arus Kas Masuk Dalam Sebulan

Dalam memastikan arus kas masuk, sebaiknya lakukan persiapan untuk anggaran kas dengan menganalisis kas jangka pendek perusahaan Anda. Gunakan penentuan jumlah kas yang mengalir dalam sebulan, untuk itu Anda juga harus memiliki saldo awal dalam bentuk uang tunai setiap bulannya.

Anda juga perlu menentukan jumlah penjualan yang akan Anda miliki selama bulan pertama, mencakup penjualan tunai dan penjualan secara kredit.

2. Menganalisis Arus Kas Keluar Dalam Sebulan

Sebagai pebisnis tentunya Anda juga memiliki pengeluaran setiap bulannya. Seperti contoh pembelian alat tulis atau perlengkapan kantor, membayar perawatan atas penyusutan, listrik, dan membayar gaji karyawan.

Untuk pengeluaran lainnya juga dapat berupa biaya iklan dan juga pajak. Tetapi ada juga pengeluaran sesekali seperti pembelian alat komputer, kendaraan, dan pengeluaran lain yang lebih besar.

custom-form-newsletter

3. Menentukan Arus Kas Masuk Lebih Besar Dari Arus Kas Keluar

Tentunya bagi pebisnis akan menginginkan aliran uang kas masuk ke perusahaan lebih besar dari pada uang keluar. Tentunya Anda menginginkan aliran uang kas masuk lebih besar dari pada uang keluar. Maka buatlah anggaran kas lebih berhati-hati, alokasikan arus kas yang keluar seminimal mungkin.

Sehingga Anda dapat memiliki saldo sisa uang kas yang cukup untuk menjalankan usaha Anda. Anda harus lebih berhati-hati untuk mengalokasi arus kas yang keluar seminimal mungkin. Sehingga Anda dapat memiliki saldo sisa uang kas dalam menjalankan usaha Anda.

4. Gabungkan Saldo Akhir Bulan Pertama

Dengan menyusun anggaran kas, salah satu hal penting yaitu dengan memasukkan saldo akhir di bulan pertama dan digabung menjadi saldo awal bulan kedua. Bagi setiap pemasukan kas Anda sebaiknya harus lebih mengetahui uang apa saja yang masuk saat bisnis Anda menguntungkan. Sehingga pada setiap akhir bulan Anda dapat mengetahui setiap klasifikasi jenis pemasukan uang tersebut agar dapat berjalan dengan baik dan dapat dipertanggung jawabkan.

5. Cobalah Meminjam Uang Ketika Arus Kas Minus

Untuk menjalankan bisnis istilah piutang bahkan pinjaman bukanlah hal yang baru, sangat perlu bagi Anda dalam memahami apa yg harus dilakukan ketika kas berubah menjadi negatif, bahkan defisit. Sehingga cobalah untuk meminjam uang untuk menutupi kekurangan kas perusahaan di bulan itu.

Meminjam uang dapat diperoleh dari keluarga, teman, investor atau dari bank dan lembaga keuangan. Sehingga ketika arus kas bisnis positif untuk di bulan berikutnya, Anda bisa membayar kembali pinjaman sebelumnya.

6. Tetap Konsisten Dengan Anggaran Kas Anda

Sebagai pebisnis usahakan untuk melakukan anggaran setiap bulannya secara konsisten. Adanya pinjaman sebisa mungkin arus kas masuk lebih besar dari arus kas keluar, yang perlu Anda ingat bahwa anggaran kas adalah suatu pencatatan dan perencanaan keuangan bisnis Anda.

Adanya kas sangat berperan penting bagi perusahaan baik skala kecil maupun besar. Perusahaan besar memiliki pemasukan dan pengeluaran kas yang besar sehingga pengelolaannya harus lebih sistematis dan teliti.

Akan tetapi, perusahaan kecil bukan berarti tidak harus dikelola dengan teliti dan rapi. Namun perusahaan kecil biasanya lebih mengandalkan kas berupa uang tunai daripada transaksi bank, sehingga pencatatannya harus lebih teliti agar transaksi tidak lupa dicatat.

Semua transaksi bisa berjalan dengan lancar dan tidak luput dari pencatatan jika kas sudah dikelola secara sistematis. Selanjutnya kas dapat dikelola dengan baik maka proses rekonsiliasi bank menjadi lancar dan lebih mudah untuk dilakukan. Kemudian, kesalahan dalam pencatatan dan pencocokkan laporan keuangan bisa diminimalisasi.

Dengan menyajikan laporan keuangan yang cepat, akurat dan tepat Anda dapat menggunakan pembukuan seperti software Harmony merupakan sebuah solusi untuk kemudahan pengelolaan keuangan bisnis Anda. Mudah digunakan dan memiliki fitur lengkap dan harga terjangkau secara Gratis 30 Hari.

Untuk mengenal Harmony lebih lanjut, kunjungi halaman sosial media harmony supaya tidak ketinggalan berita terbaru seputar keuangan, bisnis dan lainnya. Dengan mengklik sukai dan ikuti updatenya melalui Facebook, Instagram, dan Linked In Harmony.

Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Subscribe Harmony Blog
Dapatkan laporan penuh ini dengan mencantumkan nama.
Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Apa tanggapan Anda mengenai artikel ini?
Email Anda tidak akan terpublikasikan
Terima kasih telah berlangganan.
Anda akan menerima informasi terbaru dan artikel menarik di email Anda.
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-up.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-down.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/main-features/