Harmony » Blog » 

7 Faktor Pengaruh Daya Beli Konsumen Terhadap Produk Anda

Fina Pratiwi
/
Diupdate 
Juli 14, 2021

Produk atau jasa tidak akan berarti tanpa ada yang membeli. Maka itu, daya beli konsumen sangat berpengaruh terhadap penjualan. Daya beli konsumen mengukur kemampuan para calon pelanggan di pasar untuk bersedia membayar produk atau jasa Anda.

Daya beli konsumen adalah kemampuan individu atau perusahaan membeli sejumlah barang atau jasa yang dinyatakan dalam satuan unit uang.Click to Tweet

Hal ini berkaitan dengan elastisitas pendapatan dan elastisitas permintaan. Pada intinya, apabila rata-rata konsumen memiliki pendapatan yang baik, serta mampu mengatasi berbagai permasalahan ekonomi, maka daya beli konsumen juga tinggi.

Apa Itu Daya Beli Konsumen?

Jadi, apa itu daya beli konsumen? Secara umum, daya beli adalah kemampuan individu dan perusahaan yang dinyatakan dalam jumlah barang atau jasa yang dapat dibeli oleh satu unit uang.

Dapat dikatakan, daya beli adalah ukuran relatif dan paling relevan ketika dianalisis untuk perubahan dari waktu ke waktu.

Baca Juga: 10 Permasalahan Ekonomi Yang Biasa Terjadi Dalam Bisnis

Apa Saja Faktor Pengaruh Daya Beli Konsumen Terhadap Produk?

Untuk lebih memahami pengaruh daya beli konsumen, yuk simak beberapa faktor pengaruhnya sebagai berikut:

  1. Perubahan Inflasi Dan Deflasi

    Inflasi adalah musuh dari daya beli masyarakat. Jika inflasi tinggi, maka harga meningkat, dan daya beli konsumen menurun. Sebaliknya, kalau periode deflasi menurunkan harga, maka daya beli masyarakat meningkat.

    Perubahan Inflasi Dan Deflasi

  2. Pekerjaan Dan Pendapatan

    Daya beli masyarakat atau daya beli konsumen juga berpengaruh pada pendapatan atau penghasilan. Semakin banyak uang yang diperoleh, maka daya beli konsumen juga meningkat. Pekerjaan tidak berdampak pada nilai mata uang, tetapi menempatkan lebih banyak peredaran uang di masyarakat.

  3. Nilai Tukar Mata Uang

    Selanjutnya, contoh daya beli konsumen adalah nilai tukar mata uang. Apabila satu mata uang mengalami devaluasi terhadap mata uang negara lain, harga barang juga melonjak. Secara tidak langsung akan mempengaruhi daya beli dalam negeri.

    Baca Juga: Sistem Ekonomi Liberal: Apa Saja Ciri, Tujuan Dan Dampaknya Bagi Bisnis

  4. Ketersediaan Suku Bunga

    Jika daya beli masyarakat menurun, mereka akan mencari bantuan pinjaman ke bank. Jadi, ketersediaan suku bunga juga mempengaruhi daya beli masyarakat. Jika lebih banyak uang yang diperoleh, daya beli masyarakat meningkat dan bisa belanja lebih banyak.

    Suku bunga yang dikenakan oleh pemberi pinjaman mempengaruhi daya beli. Ketika suku bunga naik, konsumen cenderung tidak meminjam uang.

    [elementor-template id="26379"]

  5. Harga

    Harga barang dan jasa juga menjadi salah satu contoh daya beli masyarakat yang cukup penting. Ketika harga turun, daya beli masyarakat bertambah. Sedangkan, saat harga naik, daya beli menurun.

    Harga berubah dari waktu ke waktu dan biasanya dihitung memakai indeks harga konsumen (IHK). Misalnya, dengan menganalisis harga barang konsumsi atau kebutuhan pokok, seperti: makanan, pakaian, bahan bakar, atau sembako.

  6. Tarif Pajak

    Pajak secara efektif menurunkan pendapatan individu. Jadi, pajak yang tinggi menyisakan sedikit uang bagi individu yang membuat daya beli ikut menurun.

  7. Penawaran Dan Permintaan

    Contoh daya beli konsumen yang berpengaruh terhadap produk atau jasa adalah penawaran dan permintaan. Pasokan akan bertambah, ketika produsen membuat banyak barang, ketimbang permintaan konsumen. Sehingga, membuat harga barang atau jasa menurun.

    Harga yang murah, berarti daya beli masyarakat ikut naik. Sebaliknya, kalau permintaan konsumen banyak, tapi barangnya habis atau langka, maka harga akan meningkat dan membuat daya beli rendah.

Terlihat jelas kan, bahwa daya beli konsumen menjadi salah satu dasar sistem ekonomi liberal yang perlu dipahami oleh bisnis.

Kenapa? Sebab, dengan memahami seberapa besar daya beli masyarakat, Anda juga bisa memberikan harga produk atau jasa dengan tepat. Sehingga, pelanggan mampu membelinya.

Pada gilirannya, daya beli konsumen yang bagus juga akan meningkatkan profit atau keuntungan bisnis Anda. Selanjutnya, untuk mempermudah dalam mengelola keuntungan bisnis, pastikan Anda sudah melengkapi sistem pembukuan usaha dengan Software Akuntansi Harmony.

Software Akuntansi Harmony dilengkapi fitur lengkap untuk mengelola anggaran keuangan bisnis serta pembukuan tanpa ribet. Mulai dari pencatatan transaksi bisnis, perhitungan stok, aset bisnis, laporan keuangan, rekonsiliasi bank secara otomatis, smart invoicing, dan masih banyak lagi.

Buktikan sendiri kecanggihan fitur-fitur aplikasi Harmony, dengan mencoba AKUN GRATIS selama 30 hari. Daftar di tautan ini.

Jangan lupa, like dan share postingan terupdate aktivitas Harmony di media sosial akun Instagram, LinkedIn, dan Facebook Harmony.

trial harmony
Pembukuan Lebih Mudah!
Coba Gratis 30 Hari dan Rasakan Perbedaannya!
COBA GRATIS
Anda juga mungkin suka:
Fina Pratiwi
Fina Pratiwi adalah seorang ahli strategi keuangan dengan lebih dari 5 tahun pengalaman dalam industri keuangan. Dia memegang gelar dalam bidang Keuangan dan dikenal karena kemampuannya untuk menyederhanakan konsep keuangan yang kompleks menjadi sesuatu yang mudah dipahami. Fina percaya bahwa pemahaman yang baik tentang manajemen keuangan adalah kunci sukses bisnis. Dengan pengetahuannya yang luas, dia berdedikasi untuk membantu bisnis memahami dan memanfaatkan software Harmony untuk mencapai tujuan keuangan mereka.
chevron-down
Scan the code
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram