10 Asumsi Dasar Akuntansi Untuk Membantu Pembukuan Bisnis Anda
Harmony Blog
Accounting
10 Asumsi Dasar Akuntansi Untuk Membantu Pembukuan Bisnis Anda
January 26, 2021
Berlangganan newsletter kami
Dapatkan Tips Seputar Akuntansi Dengan Berlangganan Newsletter Harmony, isi data berikut ini :

Asumsi dasar akuntansi akan memastikan pembukuan usaha atau laporan keuangan yang dibuat menjadi valid dan akurat. Maka dari itu, para akuntan harus memastikan bahwa dalam menjalankan tugasnya telah mengedepankan asumsi dasar akuntansi dengan baik, benar, dan terstruktur.

Ketika akan membuat pembukuan dan laporan keuangan, ada banyak kriteria yang perlu diperhatikan. Misalnya, persamaan dasar akuntansiprinsip dasar akuntansi, konsep dasar akuntansi dan asumsi dasar akuntansi yang sejalan dengan tahap siklus akuntansi perusahaan.

Setiap perusahaan harus memproyeksikan asumsi dasar akuntansi untuk mendapatkan laporan keuangan yang valid dan akurat

Pada prinsip dasar akuntansi, laporan keuangan sangat bermanfaat bagi calon investor dalam menilai kinerja dan kondisi perusahaan secara objektif dan sangat penting sebagai bahan evaluasi. Dengan mengedepankan asumsi dasar akuntansi dalam konsep dasar akuntansi, maka proyeksi pengembangan usaha di masa mendatang bisa diketahui. Namun, harus tetap didukung pula dengan data-data keuangan yang akurat dalam setiap pengambilan kebijakan perusahaan.

Memahami Asumsi Dasar Akuntansi

Pengertian asumsi dasar akuntansi menurut SAK yaitu tentang cara atau mekanisme suatu pencatatan pembukuan bisnis diorganisasikan dan beroperasi. Jadi, asumsi dasar akuntansi berkaitan pula dengan struktur dasar tentang cara transaksi suatu bisnis agar selalu dicatat.

Jika salah satu dari asumsi ternyata tidak benar, maka diperlukan upaya untuk mengubah dan memperbaiki laporan keuangan sehingga laporan keuangan yang dibuat sesuai dengan prinsip dasar akuntansi.

Intinya, setiap perusahaan harus memproyeksikan asumsi dasar akuntansi untuk mendapatkan laporan keuangan yang valid dan akurat. Ada 10 asumsi dasar akuntansi yang perlu dipertimbangkan dalam pembukuan dan pencatatan keuangan. Berikut ini penjelasan mengenai 10 asumsi dasar akuntansi tersebut.

1. Asumsi Dasar Akuntansi : Periode Akuntansi

Periode akuntansi merupakan salah satu asumsi dasar akuntansi yang sangat penting untuk menunjukkan bahwa penilaian dan pelaporan keuangan perusahaan dilakukan pada periode tertentu yang sudah ditetapkan. Periode berkenaan dengan waktu dimulai dan diakhiri suatu siklus akuntansi. Tidak ada aturan baku untuk menentukan periode usaha. Biasanya, periode akuntansi dicatat berdasarkan bulanan atau tahunan.

2. Asumsi Dasar Akuntansi : Entitas Ekonomi

Entitas ekonomi merupakan asumsi dasar akuntansi yang sangat penting untuk menyatakan bahwa perusahaan adalah sebuah entitas mandiri atau suatu unit usaha. Artinya, perusahaan adalah entitas yang berdiri sendiri dan terpisah dari pemilik atau pemegang saham. Dengan demikian, setiap transaksi perusahaan terpisah dari pemilik perusahaan. Pencatatan juga terpisah, sehingga murni berasal dari siklus akuntansi perusahaan.

3. Asumsi Dasar Akuntansi : Kontinuitas Usaha

Kontinuitas usaha merupakan asumsi dasar akuntansi yang yang menjadi prinsip dalam menyatakan bahwa perusahaan akan abadi dan diharapkan tidak akan mengalami likuidasi di masa mendatang. Prinsip kontinuitas usaha akan berpengaruh terhadap prosedur akuntansi lainnya, seperti valuasi aset atas dasar arus kas mendatang dan penyusutan.

4. Asumsi Dasar Akuntansi : Satuan Moneter

Satuan Moneter merupakan asumsi dasar akuntansi yang sangat berguna untuk memastikan setiap transaksi di dalam perusahaan sudah memakai satuan uang tertentu. Penentuan satuan uang harus sesuai dengan lokasi berdirinya perusahaan tersebut. Misalnya, jika perusahaan berdiri di Indonesia, maka harus menggunakan satuan uang rupiah untuk pencatatan dan pembukuan. Hanya dengan cara demikian, maka segala sesuatu dalam siklus akuntansi dapat diukur dan dinilai. Pada akhir periode, perusahaan akan mengetahui ukuran dari laba rugi yang diperoleh dan menentukan kebijakan untuk periode yang akan berjalan.

5. Biaya Historis

Biaya historis merupakan asumsi dasar yang sangat penting sebagai prinsip yang mengharuskan perusahaan untuk mencatat semua biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan setiap barang atau jasa. Artinya, biaya-biaya yang keluar untuk operasional harus tercatat secara lengkap, berkenaan dengan kebutuhan, waktu, dan nominalnya. Selain itu, sangat diperlukan kejelasan pihak yang bertanggung jawab atas pembiayaan yang terjadi.

6. Akuntansi Akrual

Akuntansi akrual merupakan asumsi dasar akuntansi yang menjadi konsep untuk pendapatan dan biaya yang dilaporkan pada saat kejadian. Misalnya, perusahaan sudah menganggap sebagai pendapatan jika terdapat pembelian dari konsumen yang membayar dengan cara dicicil/angsur. Namun, bila perusahaan ternyata membeli barang dengan cara kredit, maka pengeluaran tersebut akan dianggap sebagai biaya.

Baca Juga : Pengertian Lengkap Debit dan Kredit dalam Akuntansi

custom-form-newsletter

7. Pengakuan Pendapatan

Pengukuran pendapatan merupakan asumsi yang sangat penting untuk menyatakan bahwa pendapatan harus segera diakui saat periode pendapatan terjadi. Pendapatan hanya bisa diakui pada saat terdapat kepastian jumlah atau nominal yang bisa diukur secara tepat. Misalnya dalam aktivitas pemanfaatan modal usaha untuk menghasilkan barang produksi.

8. Mempertemukan

Asumsi mempertemukan bisa mengandung arti bahwa biaya segala yang telah dipertemukan dengan pendapatan akan difungsikan untuk menentukan jumlah laba bersih perusahaan untuk setiap periode. Dalam hal ini, jika terjadi pembebanan pada biaya, maka tidak akan bisa dilakukan pengakuan terhadap pendapatan yang ditunda.

9. Konsistensi

Konsistensi merupakan asumsi yang menekankan bahwa laporan keuangan sebaiknya menggunakan metode dan prosedur yang sama. Jika perusahaan menerapkan sistem akrual, maka sebaiknya menggunakan metode tersebut secara terus-menerus. Terlalu sering mengganti sistem pelaporan keuangan sangat tidak disarankan karena dapat membingungkan para pengguna informasi, khususnya untuk keputusan dan kebijakan yang sangat penting.

10. Pengungkapan Penuh

Pengungkapan penuh merupakan asumsi yang mengedepankan prinsip bahwa laporan keuangan harus memasukkan semua informasi yang memadai dan lengkap. Asumsi ini melarang adanya hal-hal yang disembunyikan di dalam laporan keuangan. Dengan cara demikian, maka para pengguna laporan keuangan akan dengan mudah mengambil keputusan strategis.

Memberikan informasi dalam bentuk pembukuan atau laporan keuangan yang akurat adalah suatu keharusan untuk usaha Anda. Maka dari itu, Anda membutuhkan software akuntansi Harmony yang mendukung untuk setiap asumsi dasar akuntansi.

Software akuntansi Harmony hadir dengan fitur-fitur yang mudah untuk membuat laporan keuangan. Anda bisa memanfaatkan promo gratis selama 30 hari. Dapatkan promo dengan mendaftar di sini. Terus update insight dan informasi finansial Anda dengan  follow dan like akun Facebook, Instagram dan LinkedIn Harmony.

Ingin terima beres laporan keuangan perusahaan Anda? Jangan khawatir, Anda bisa menggunakan Harmony Accounting Service yaitu jasa pembuatan laporan keuangan dengan harga terjangkau yang dikerjakan oleh profesional berpengalaman dalam bidang akuntansi.

Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Subscribe Harmony Blog
Dapatkan laporan penuh ini dengan mencantumkan nama.
Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Apa tanggapan Anda mengenai artikel ini?
Email Anda tidak akan terpublikasikan
Terima kasih telah berlangganan.
Anda akan menerima informasi terbaru dan artikel menarik di email Anda.
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-up.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-down.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/main-features/