Digitalisasi UMKM saat ini dianggap sebagai solusi populer untuk memulihkan ekonomi yang terpukul keras selama pandemi COVID-19. UMKM go digital harus dipercepat di berbagai sektor mengikuti perilaku konsumen milenial agar usaha kembali bangkit dan lebih mudah menjangkau pelanggan.
Sayangnya, di beberapa daerah masih terkendala infrastruktur jaringan internet, sehingga usaha lokal sulit go online atau melakukan bisnis online. Bahkan, menurut data statistik, saat pandemi COVID-19, 56,8% UMKM kondisinya buruk, dan hanya 14,1% UMKM yang masih bertahan baik-baik saja. Pemerintah berupaya mendorong digitalisasi UMKM dengan merilis berbagai aplikasi seperti cara daftar UMKM online yang mudah dan cepat.
Sekitar 82,9% UMKM kondisinya buruk terdampak pandemi COVID-19. Sedangkan, 5,9% pelaku UMKM masih mampu mempertahankan kelangsungan bisnis onlinenya.

Ada beberapa strategi UMKM yang dilakukan agar bisa bertahan dan memulihkan ekonomi. Antara lain:
Dilansir dari laman Katadata, digital UMKM perlahan mulai terwujud. Hal ini dibuktikan dengan survey dari sekitar 78,6% UMKM go digital atau mulai mencoba bisnis online.
Selain itu, dirangkum dari laman Indonesia.go.id, pemerintah memiliki target agar pada tahun 2024, sudah ada 30 juta digitalisasi UMKM atau 30 juta UMKM go digital.
Pemakaian media digital untuk mendorong dunia UMKM dan bisnis online, diperhatikan serius oleh Presiden Joko Widodo. Presiden Jokowi sangat mendorong digital UMKM di Indonesia setidaknya sampai tahun 2024 harus sudah lebih banyak bisnis online di seluruh tanah air.
Sependapat dengan Presiden, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Teten Masduki, menyatakan bahwa perlu strategi aktif agar target digitalisasi UMKM bisa terealisasi. Seperti kurasi produk, pendampingan UMKM, pembiayaan, hingga kualitas SDM agar bisnis online semakin cepat berkembang di tanah air.
Selain itu, pemerintah sedianya akan membentuk suatu prospek khusus lintas kementerian untuk mewujudkan digital UMKM tersebut. Sejak pandemi COVID-19 melanda, proses digitalisasi UMKM terus tumbuh pesat. Karena, sektor UMKM ingin menjangkau pelanggan dan bisnis yang lebih luas.
Menteri Perdagangan Muhammad Luthfi, digital UMKM akan terus melesat hingga tahun 2030 menjadi Rp 4,5 triliun dari bisnis online. Strategi digitalisasi UMKM yang akan difokuskan, di antaranya:
[elementor-template id="26379"]
UMKM yang paling rentan terhadap gundangan krisis pandemi COVID-19. Menargetkan bisnis-bisnis kecil dan pelaku UMKM agar bisa go online sangat penting. Karena, dapat mempertahankan likuiditas agar sehingga tetap bertahan di kompetisi pasar.
Untuk mendukung upaya digitalisasi UMKM, kebijakan pemerintah perlu mengembangkan dialog dan koordinasi, meliputi:
Langkah-langkah digitalisasi UMKM di atas, dapat mengatasi berbagai tantangan digitalisasi usaha. Termasuk dalam hal pengelolaan anggaran keuangan dan manajemen pembukuan bisnis.
Pengalaman pandemi COVID-19, menunjukkan bahwa kunci memulihkan ekonomi bisnis adalah melengkapi usaha dengan teknologi digital atau digitalisasi UMKM. Maka itu, pastikan dalam hal pembukuan bisnis, Software Akuntansi Online Harmony menjadi salah satu pendukung usaha Anda.
Software Akuntansi Harmony adalah perangkat lunak di bidang akuntansi untuk menyelesaikan urusan pembukuan. Mulai dari penagihan, persediaan, penjualan, penggajian karyawan, dan fitur-fitur yang lebih banyak lagi. Coba GRATIS 30 hari, Software Akuntansi Harmony, klik di tautan ini sekarang.
Mau mengenal Harmony lebih detail? Yuk, like dan follow Instagram, LinkedIn, dan Facebook di medsos untuk update aktivitas Harmony setiap hari.