Harmony » Blog » 

Piutang : Definisi Lengkap dan Contohnya Dalam Perusahaan

Fina Pratiwi
/
Diupdate 
Maret 13, 2020

Piutang, Anda seringkali mendengar kata itu dalam bisnis, bukan? Piutang merupakan salah satu bagian dari aktiva lancar yang terdapat dalam laporan keuangan neraca. Untuk kondisi tertentu, piutang bisa menjadi pilihan menarik bagi perusahaan untuk mendapatkan keuntungan. Namun berhati-hatilah, karena piutang juga dapat mendatangkan kerugian bagi bisnis Anda. Berikut ini akan dibahas lengkap definisi serta contohnya yang perlu Anda ketahui sebagai pebisnis.

Piutang dapat dijadikan sebagai modal pinjaman untuk menjaga kelancaran bisnis Anda

Pengertian Piutang

Sebagai salah satu aktiva lancar dalam neraca perusahaan, piutang dapat timbul akibat adanya penjualan brand (berupa barang atau jasa) atau pemberian kredit terhadap debitur. Biasanya, pembayaran dilakukan pada tempo tertentu yaitu dalam tempo 30 hari sampai dengan 90 hari. 

Dalam arti luas dapat diartikan sebagai tuntutan terhadap pihak lain yang berupa uang, barang atau jasa yang dijual secara kredit. Jika ditinjau dalam bidang akuntansi, piutang memiliki definisi yang lebih spesifik, yaitu untuk menunjukkan tuntutan pada pihak luar perusahaan yang diharapkan akan segera diselesaikan dengan penerimaan sejumlah uang tunai.

Baca Juga : Pengertian Aktiva Tidak Berwujud dan Manfaatnya bagi Perusahaan

Pada umumnya, piutang suatu perusahaan dapat timbul karena adanya transaksi penjualan brand yang pembayarannya dilakukan oleh pihak yang lain setelah tanggal transaksi jual beli. Hal ini sangat penting bagi sebuah perusahaan karena berfungsi sebagai salah satu aset yang dimiliki oleh perusahaan. Maka dari itu, harus dilakukan dengan prosedur yang wajar dan cara-cara yang memuaskan para debitur. Untuk melakukannya juga sangat perlu dilakukan penyusunan suatu prosedur yang baik demi kemajuan perusahaan itu sendiri.

Ciri - Ciri Piutang

Ciri-cirinya dapat ditinjau dari lamanya tanggungan hutang yang harus dibayar sebelum waktu yang disepakati. Berikut ciri-ciri yang dapat dilihat dari tanggal jatuh tempo, nilai jatuh tempo, dan bunga yang berlaku.

1. Tanggal Jatuh Tempo

Tanggal jatuh tempo dapat diketahui dari lamanya jangka waktu piutang. Pada umumnya, penjual menggunakan dua jenis pengukuran waktu/tempo, yaitu bulan dan hari. Baik tempo harian maupun tempo bulanan menggunakan mekanisme dan kebijakan sendiri dalam penerapannya.

2. Nilai Jatuh Tempo

Nilai jatuh tempo digunakan sebagai istilah yang lazim digunakan untuk menjelaskan penjumlahan dari nilai transaksi utama ditambah dengan nilai bunga yang dibebankan untuk segera dibayarkan pada tanggal/tempo yang telah disepakati (jatuh tempo). Seorang debitur (pembeli/konsumen) yang melakukan transaksi dengan cara kredit bukan hanya membayar sejumlah nilai barang yang telah dibeli saja, melainkan harus membayar bunga yang dibebankan perusahaan.

3. Bunga yang Berlaku

Bunga merupakan konsekuensi bagi pembeli karena memutuskan untuk melakukan transaksi secara kredit atau karena meminta waktu pembayaran tertentu. Bunga merupakan salah satu keuntungan bagi perusahaan karena sudah bersabar dalam menunggu pelunasan kredit dari konsumen. Untuk besaran bunga atau tingkat bunga yang dipakai, akan disesuaikan atas kebijakan dari perusahaan.

Contoh Piutang

Salah satu yang digunakan sebagai sebuah aset dalam mendapatkan profit oleh sebuah perusahaan adalah Piutang Usaha atau Account Receivable, yaitu merupakan suatu jumlah pembelian kredit dari pelanggan yang timbul sebagai akibat dari penjualan barang atau jasa. Jenis ini biasanya akan tertagih dalam waktu atau tempo 30 hari hingga 60 hari. Secara umum, jenis piutang usaha merupakan hal terbesar yang memberikan keuntungan perusahaan dan banyak dimiliki oleh perusahaan tersebut.

Selain itu, terdapat jenis Wesel Tagih, yaitu surat formal yang diterbitkan sebagai bentuk pengukuran utang. Wesel tagih biasanya memiliki waktu tagih atau tempo antara 60 hari sampai dengan 90 hari, bahkan dalam satu keadaan bisa lebih lama dari itu. Pihak yang berhutang wajib untuk membayar bunga yang dibebankan sesuai dengan kesepakatan dengan pihak perusahaan. Wesel tagih dan piutang usaha merupakan contoh yang paling banyak dimiliki oleh sebuah perusahaan.

Itulah pengertian dan contoh dari piutang usaha yang dapat Anda aplikasikan dalam sistem akuntansi perusahaan Anda. Untuk mendapatkan perhitungan piutang dan pengelolaan akuntansi perusahaan dengan cepat, mudah, dan akurat, Anda dapat menggunakan software akuntansi seperti Harmony. Semua pencatatan keuangan bisnis Anda akan dapat dengan mudah Anda monitor dimanapun dan kapanpun.

Gunakan teknologi jaman now untuk mempermudah Anda dalam merapihkan pembukuan bisnis Anda. Saksikan bagaimana Harmony membantu ribuan pebisnis dan UMKM. Harmony akan membantu Anda walaupun tidak memiliki background akuntansi. Tunggu apalagi? Yuk, daftarkan akun Anda dan dapatkan software GRATIS 30 Hari disini.

trial harmony
Pembukuan Lebih Mudah!
Coba Gratis 30 Hari dan Rasakan Perbedaannya!
COBA GRATIS
Anda juga mungkin suka:
Fina Pratiwi
Fina Pratiwi adalah seorang ahli strategi keuangan dengan lebih dari 5 tahun pengalaman dalam industri keuangan. Dia memegang gelar dalam bidang Keuangan dan dikenal karena kemampuannya untuk menyederhanakan konsep keuangan yang kompleks menjadi sesuatu yang mudah dipahami. Fina percaya bahwa pemahaman yang baik tentang manajemen keuangan adalah kunci sukses bisnis. Dengan pengetahuannya yang luas, dia berdedikasi untuk membantu bisnis memahami dan memanfaatkan software Harmony untuk mencapai tujuan keuangan mereka.
chevron-down
Scan the code
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram