Harmony » Blog » 

Perbedaan Harga Pokok Penjualan dan Harga Pokok Produksi

Fina Pratiwi
/
Diupdate 
Mei 28, 2020

Di dalam dunia perdagangan dan perusahaan, tentunya sudah tidak asing  lagi mendengar tentang istilah harga pokok penjualan dan harga pokok produksi. Mungkin Anda sulit membedakannya, walaupun sekilas terlihat mirip, namun perbedaan harga pokok produksi dengan harga pokok penjualan memiliki masing masing memiliki pengertian yang berbeda.

Harga pokok produksi dan harga pokok barang mempunyai kaitan yang sangat penting dalam dunia perdagangan, apabila jika tidak terjadinya harga pokok produksi, maka harga pokok barang penjualan tidak dapat memperoleh barang untuk dijual kembali.

Perbedaan Antara Harga Pokok Penjualan dan Harga Pokok Produksi

Berikut penjelasan satu persatau mengenai Harga Pokok Penjualan dan Harga Pokok Produksi sebagai berikut :

Harga Pokok Penjualan

Harga pokok penjualan adalah total akumulasi dari semua biaya yang digunakan untuk membuat suatu produk atau jasa, yang dijual kepada konsumen.

Biaya-biaya ini jatuh ke dalam sub-kategori umum tenaga kerja langsung, bahan , dan overhead. Dalam bisnis jasa, harga pokok penjualan dianggap sebagai tenaga kerja, dan pajak gaji.

Dalam bisnis eceran atau grosir, harga pokok penjualan kemungkinan adalah barang dagangan yang dibeli dari produsen atau produksi. Dalam sistem persediaan periodik, harga pokok penjualan dihitung

 sebagai persediaan awal + pembelian - persediaan akhir. Asumsinya adalah bahwa hasilnya, yang merupakan biaya tidak lagi terletak di gudang, harus terkait dengan barang yang dijual. Sebenarnya, penurunan biaya ini juga termasuk inventaris yang dihapuskan, atau dinyatakan usang dan dihapus dari stok, atau inventaris yang dicuri. Dengan demikian, perhitungan cenderung menetapkan terlalu banyak pengeluaran untuk barang-barang yang dijual, dan mana sebenarnya biaya yang lebih terkait dengan periode saat ini. Dalam sistem persediaan abadi, harga pokok penjualan terus-menerus dikompilasi dari waktu ke waktu karena barang dijual kepada pelanggan. Pendekatan ini melibatkan pencatatan sejumlah besar transaksi terpisah, seperti untuk penjualan, memo , usang, dan sebagainya. Jika penghitungan siklus digunakan untuk mempertahankan tingkat akurasi catatan yang tinggi, pendekatan ini cenderung menghasilkan tingkat akurasi yang lebih tinggi daripada perhitungan harga pokok penjualan berdasarkan sistem persediaan periodik.

Harga Pokok Produksi

Sedangkan yang dimaksud dengan Harga pokok produksi adalah pengorbanan sumber ekonomi untuk memperolah aktiva atau jasa yang diserahkan dalam proses produksi, baik dalam bentuk proses bahan setengaj jadi, ataupun bahan jadi, sampai menjadi produk akhir yang siap untuk dijual.

Harga pokok produksi ini digunakan sebagai penentu harga penjual, maka dari itu sangatlah penting harga pokok produksi untuk dilakukan.

[elementor-template id="26379"]

Secara garis besar, terdapat tiga unsur-unsur harga pokok produksi, yaitu upah tenaga kerja, biaya bahan baku, dan biaya overhead pabrik. Berikut penjelasan mengenai 3 unsur harga pokok produksi tersebut :

1. Biaya Tenaga Kerja

Biaya tenaga kerja adalah jumlah semua upah yang dibayarkan kepada karyawan, serta biaya imbalan kerja dan pajak gaji yang dibayarkan oleh pemberi kerja. 

2. Biaya Bahan Baku

Elemen yang mempengaruhi dari biaya bahan baku yaitu :

a. Harga faktor termaksud biaya angkut dari setiap bahan satuan bahan yang dibeli

b. Biaya pemesanan, yaitu sebuah kegiatan dalam rangka melaksanakan pemesanan bahan baku.

c. Biaya overhead pabrik adalah biaya yang dikeluarkan selama proses pembuatan, tidak termasuk biaya tenaga kerja langsung dan bahan langsung. Overhead pabrik biasanya digabungkan ke dalam kumpulan biaya dan dialokasikan ke unit yang diproduksi selama periode tersebut.

Dari pengertian harga produksi dan harga penjualan, Anda sudah pasti bisa melihat antara perbedaan dari kedua pengertian di atas.
Kita sudah pasti tau bahwa harga pokok produksi tidak sama dengan harga pokok penjualan. Akan tetapi, harga pokok produksi termaksud komponen dari harga pokok penjualan, dimana jika kita tidak tahu biaya-biaya produksi, maka kita tidak dapat bisa menghitung harga pokok penjualan.

Namun, bagaimana agar Anda dapat menghitung setiap harga pokok penjualan Anda dengan simpel dan praktis ? Anda tidak perlu repot lagi dalam menghitung setiap pokok penjualan Anda dengan cara yang manual, yang bahkan semakin menyulitkan Anda untuk menghitung setiap pemasukan Anda. Anda dapat menggunakan bantuan software akuntansi online Harmony. Bukan hanya dengan dengan menghitung saja, tetapi bagaimana teknologi bantu bereskan pembukuan agar lebih rapih dan teratur. Gunakan Harmony sekarang juga dan dapatkan Gratis 30 Hari dengan mendaftar akun bisnis Anda disini.

trial harmony
Pembukuan Lebih Mudah!
Coba Gratis 30 Hari dan Rasakan Perbedaannya!
COBA GRATIS
Anda juga mungkin suka:
Fina Pratiwi
Fina Pratiwi adalah seorang ahli strategi keuangan dengan lebih dari 5 tahun pengalaman dalam industri keuangan. Dia memegang gelar dalam bidang Keuangan dan dikenal karena kemampuannya untuk menyederhanakan konsep keuangan yang kompleks menjadi sesuatu yang mudah dipahami. Fina percaya bahwa pemahaman yang baik tentang manajemen keuangan adalah kunci sukses bisnis. Dengan pengetahuannya yang luas, dia berdedikasi untuk membantu bisnis memahami dan memanfaatkan software Harmony untuk mencapai tujuan keuangan mereka.
chevron-down
Scan the code
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram