Pengertian Laporan Audit Keuangan, Fungsi dan Contohnya
Harmony Blog
Finance
Pengertian Laporan Audit Keuangan, Fungsi dan Contohnya
September 21, 2020
Berlangganan newsletter kami
Dapatkan Tips Keuangan Dengan Berlangganan Newsletter Harmony, isi data berikut ini :

Mungkin Anda sering mendengar kata audit di laporan keuangan. Umumnya audit adalah proses dalam memperoleh bukti dan mengevaluasi bukti secara objektif. Laporan audit juga merupakan salah satu jenis laporan keuangan dasar yang digunakan para pebisnis untuk menganalisa perusahaannya.

Biasanya para auditor akan menanyakan beberapa hal seperti kegiatan operasional, transaksi kejadian keuangan, serta menyesuaikan dari laporan tersebut yang sudah sesuai kriteria dilapangan atau tidak. Hasil audit laporan keuangan berguna agar dapat dipakai oleh pihak berkepentingan seperti pemberi dana, kreditor, stakeholder dan sebagainya.

Itu sebabnya, pemeriksaan terhadap audit laporan keuangan penting dilakukan, supaya Anda dapat menyajikan laporangan keuangan sesuai dengan prinsip dan standar Akuntansi yang berlaku di Indonesia. Untuk mencari tahu lebih jelas tentang pengertian laporan audit keuangan, fungsi serta contohnya berikut penjelasannya.

Audit laporan keuangan berguna sebagai evaluasi kinerja dan kondisi keuangan perusahaan pada periode tertentu. Menghasilkan informasi secara akurat, lengkap, relevan serta sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku.

Pengertian Audit Laporan Keuangan

Menurut William F. Meisser, Jr (Auditing and Assurance Service, A Systematic Approach, 2003:8)

Pada pengertian audit yaitu proses yang sistematik dengan tujuan mengevaluasi bukti mengenai tindakan dan kejadian ekonomi untuk memastikan tingkat kesesuaian antara penugasan dan kriteria yang telah ditetapkan, hasil dari penugasan tersebut dikomunikasikan kepada pihak pengguna yang berkepentingan.

Sehingga pada kesimpulannya, audit laporan keuangan merupakan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh akuntan publik. Sebagai auditor yang memiliki keahlian berhak dalam memeriksa dan menyatakan laporan keuangan yang sudah disajikan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Biasanya perusahaan sangat membutuhkan seseorang yang kompeten untuk melakukan audit atau jasa audit. Sebelum dilakukan audit, Anda juga perlu memiliki laporan keuangan yang rapih dan layak untuk dilakukan pemeriksaan.

Oleh karena itu, kami dapat membantu Anda menyediakan jasa pembukuan yang bertanggungjawab untuk membereskan laporan keuangan dan memastikan adanya kesalahan sebelum dilakukan pemeriksaan audit.

Fungsi Audit Laporan Keuangan

Fungsi audit laporan keuangan dilakukan tentunya memiliki tujuan tertentu. Berkaitan dengan pengertian audit di atas, berikut beberapa fungsi audit adalah sebagai berikut:

1. Memastikan Kelengkapan Laporan Keuangan

Fungsi audit berguna dalam memastikan kelengkapan laporan keuangan yang terjadi, dari berbagai transaksi dan telah dicatat atau dimasukkan ke dalam jurnal dengan segala kelengkapannya.

2. Untuk Memastikan Ketepatan

Kegiatan audit bertujuan untuk memastikan adanya ketepatan dalam semua transaksi dan saldo perkiraan akun yang ada. Biasanya didapat dari setelah perhitungan yang benar, jumlahnya tepat, didokumentasikan dengan baik, dan diklasifikasikan berdasarkan jenis transaksi.

3. Meyakinkan Eksistensi

Adanya auditor dalam meyakinkan pencatatan semua harta dan kewajiban memiliki eksistensi tersendiri, pada setiap jenis transaksi yang sesuai dengan tanggal tertentu. Oleh karena itu, semua transaksi yang dicatat harus sesuai dengan kejadian yang sebenarnya.

4. Menyajikan Penilaian

Auditor dapat menyajikan penilaian sebagai fungsi untuk memastikan bahwa semua prinsip akuntansi yang berlaku di Indonesia telah diaplikasikan dengan benar.

5. Menyajikan Klasifikasi

Kegiatan ini bermaksud untuk menyajikan semua transaksi yang dicatat dalam jurnal, sesuai yang sudah diklasifikasikan berdasarkan jenis transaksinya.

6. Melakukan Pemisahan Batas

Fungsi audit berguna melakukan pemisahaan batas atas semua transaksi yang dekat tanggal neraca, dan dicatat dalam periode yang sesuai. Seringkali catatan pada akhir periode mengalami kemungkinan salah penyajian.

7. Menyajikan Pengungkapan

Kegiatan audit berguna menyajikan pengukapan laporan keuangan yang memastikan saldo akun dan persyaratan. Sehingga pada tahap pelaporan keuangan sudah disajikan dengan baik, serta terdapat penjelasan yang wajar pada isi dan catatan kaki laporan yang dibuat.

Baca Juga : Cash Flow: Kenali Metode Yang Digunakan & Cara Praktis Membuatnya

custom-form-newsletter

Tahapan Audit Laporan Keuangan

Seperti pada pembahasan pengertian audit, auditor akan melakukan kegiatan audit yang sesuai dengan tahapan audit laporan keuangan secara tersistematis. Sehingga dalam melakukan audit perlu melakukan beberapa tahapan audit laporan keuangan sebagai berikut :

1. Kesepakatan Kerja Sama Auditor

Dalam hal ini perlu diadakan kesepakatan kedua belah pihak. Pada pengauditan dikedua belah pihak ini dikatakan sebagai pihak auditor dan perusahaan yang biasanya diwakili oleh pihak manajemen. Selanjutnya pada kesepakatan tersebut, manajemen atau klien menyerahkan audit laporan keuangan kepada auditor dan auditor menyanggupi audit laporan keuangan sesuai dengan standarisasinya.

Kegiatan pertama yang dilakukan auditor dalam mengaudit suatu laporan keuangan, yaitu dengan menentukan apakah akan menolak atau menerima pekerjaan audit tersebut. Biasanya dalam menentukan, auditor juga mempertimbangkan.

Termasuk bagian auditor dalam memeriksa hal integritas manajemen, mengidentifikasi risiko, menilai independensi, menentukan kompetensi dan kemampuan profesionalnya dalam mengaudit. Hingga pada akhirnya audit menentukan untuk mengaudit atau tidak, hal ini memerlukan pertimbangan yang banyak bukan semata-mata mendapatkan klien saja atau mengambil keuntungan.

2. Buat Perencanaan Proses Audit

Tahap kedua ini yaitu merencanakan proses audit. Dengan membuat perencanaan audit, seorang auditor harus melakukan beberapa kegiatan seperti memahami bisnis dan industri klien. Pemeriksaan audit akan memastikan informasi prosedur analitik, menentukan materialitas, menetapkan risiko audit dan risiko bawaan, memahami struktur pengendalian intern dan menetapkan risiko pengendalian, serta mengembangkan rencana audit dan program auditor.

Kegiatan auditor pada perencanaan proses audit, juga akan memiliki bagian lain yang harus dikerjakan lagi. Sehingga rencana audit laporan keuangan pun dibuat dengan benar dan tepat.

3. Melaksanakan Pengujian Audit

Pada tahap ketiga, setelah membuat perencanaan audit. Sudah saatnya melaksanakan pengujian audit, sehingga auditor akan melakukan pengujian analitik, pengujian pengendalian dan pengujian substantif.

Untuk melakukan uji analitik auditor akan mempelajari data-data dan informasi bisnis klien dan membandingkan dengan data dan informasi lain. Dalam pengujian pengendalian juga bagian prosedur audit untuk melakukan verifikasi efektivitas pengendalian internal klien. Selain itu, pengujian substantif merupakan prosedur audit untuk menemukan kesalahan yang langsung memberikan pengaruh pada laporan keuangan.

4. Melaporkan Audit

Tahap terakhir ini adanya pelaporan audit. Auditor akan melaporkan informasi audit yang merupakan hasil dari pekerjaan sudah dikerjakan, dan laporan audit ini juga hasil dari bentuk komunikasi auditor dengan rekan pihak lainnya. Untuk membuat laporan audit tidak boleh dibuat secara sembarangan.

Informasi tentang laporan audit biasanya mencakup jenis atau jasa yang diberikan seperti objek yang diaudit, lingkup audit, tujuan audit, hasil audit dan rekomendasi yang diberikan jika ada kekurangan, serta berbagai informasi lainnya.

Untuk menyajikan laporan keuangan audit sudah menjadi tanggung jawab auditor yang lebih besar, sehingga dengan memutuskan dan membuat laporan ini harus hati-hati supaya nama kantor akuntan publik tidak akan kena hukum dan tercemar.

Contoh Laporan Audit Keuangan

Berikut ini beberapa contoh standar audit laporan keuangan, yang sudah diaudit oleh auditor dari setiap periodenya. Seperti contoh perusahaan PT. Astra Agro Lestari yang secara singkat akan dibahas dibawah ini :

Pada PT. Astra Agro Lestari Tbk adalah perusahaan publik yang memiliki perusahaan perkebunan kelapa sawit dan pabrik perusahaan berlokasi di kalimantan selatan, jawa, sumatera dan sulawesi. ruang lingkup kegiatan usahanya seperti :

• Industri Perkebunan

• Industri Perdagangan Umum

• Perindustrian

• Pengangkutan

• Perusahaan konsultan dan

• Perusahaan Jasa

Berikut 2 contoh Laporan Audit Keuangan

1. Audit Pada Laporan Posisi Keuangan, PT. Astra Agro Lestari Tbk

Sebagai kesimpulan laporan posisi keuangan neraca yang diaudit, berbeda dengan neraca saldo pada perusahaan PT. Astra Agro Lestari Tbk. Periode 5 tahun pada tahun 2012-2016 adalah sebagai berikut:

contoh neraca perusahaan tbk 5

Pada data diatas akan diambil informasi dari neraca perusahaan, yaitu pada akhir tahun periode 2012, 2013, 2014, 2015 dan 2016. Kemudian laporan keuangan perusahaan secara 5 tahun terakhir, Anda bisa melihat bahwa semua komponen laporan keuangan neraca perusahaan tbk, sebagai berikut :

• Jumlah total aset, yang mengalami kenaikan.

• Jumlah total liabilities, yang mengalami penurunan.

• Jumlah total equity, yang mengalami kenaikan.

2. Audit Pada Laporan Laba Rugi, PT. Astra Agro Lestari Tbk

Silahkan pahami ringkasan laporan laba rugi pada laporan keuangan perusahaan tbk yang sudah diaudit 5 tahun terakhir berikut ini:

Contoh laporan laba rugi perusahaan tbk

Pada tahun 2012, 2013, 2014, 2015 dan 2015 khususnya menyangkut komponen laporan laba rugi perusahaan (Profit & Loss statement). Selanjutnya pada periode 5 tahun tersebut laba perusahaan turun naik, sebagaimana terlihat tahun 2013 yang mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.

Pada tahun periode 2014 naik lagi, kemudian turun lagi di tahun 2015 dan akhirnya naik lagi di tahun 2016. Untuk memiliki data-data lengkap Laporan Keuangan PT Astra Agro Lestari Tbk, dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2016. Laporan Keuangan tersebut sudah diaudit oleh KAP, dan bisa Anda peroleh dengan men-download laporan keuangan perusahaan Tbk melalui website : https://www.idx.co.id/perusahaan-tercatat/laporan-keuangan-dan-tahunan

Dengan melakukan pemeriksaan laporan keuangan atau mengaudit laporan keuangan menjadi sebuah keharusan bagi setiap bisnis yang beroperasi di Indonesia. Sehingga meminimalisir kesalahan data pada saat auditor melakukan pemeriksaan, untuk itu Anda bisa melakukan pembukuan sederhana secara terperinci untuk setiap usaha yang Anda jalani. Penting untuk menyajikan pembukuan yang baik jika Anda ingin proses pemeriksaan keuangan berjalan tanpa masalah.

Jika Anda merupakan pemilik usaha kecil, mungkin Anda bisa menggunakan pembukuan manual, namun perlu Anda ingat pembukuan manual memiliki risiko human error yang cukup besar. Dapatkan sistem pembukuan Harmony sebagai sebuah solusi untuk kemudahan pengelolaan keuangan bisnis Anda mudah digunakan, memiliki fitur lengkap dan harga terjangkau secara Gratis 30 Hari disini.

Jangan lupa untuk kunjungi sosial media Harmony supaya tidak ketinggalan berita terbaru seputar keuangan, bisnis dan lainnya? sukai dan ikuti updatenya melalui Facebook, Instagram, dan Linked In Harmony.

Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Subscribe Harmony Blog
Dapatkan laporan penuh ini dengan mencantumkan nama.
Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Apa tanggapan Anda mengenai artikel ini?
Email Anda tidak akan terpublikasikan
Terima kasih telah berlangganan.
Anda akan menerima informasi terbaru dan artikel menarik di email Anda.
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-up.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-down.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/main-features/