Klasifikasi Produk: Cara Menentukan Suatu Jenis Produk untuk Bisnis Anda!
Harmony Blog
Business
Klasifikasi Produk: Cara Menentukan Suatu Jenis Produk untuk Bisnis Anda!
October 16, 2020
Berlangganan newsletter kami
Dapatkan Tips Seputar Bisnis Dengan Berlangganan Newsletter Harmony, isi data berikut ini :

Bagi Anda yang akan memulai bisnis, hal paling dasar yang perlu diketahui adalah bisnis apa yang akan dijalankan serta apa yang ingin dijual nantinya. Hal yang paling mendasar dalam suatu bisnis adalah produk yang ingin Anda tawarkan kepada pembeli. Penting bagi Anda untuk mengetahui jenis produknya, bagaimana klasifikasi dan juga biaya produksi tersebut yang harus diperhitungkan secara teliti.

Memahami klasifikasi produk juga dapat membantu Anda memahami perilaku konsumen yang membantu Anda memasarkan produk lebih efektif dan efesien.

Melakukan klasifikasi produk sangat penting bagi Anda dalam memisahkan produk apa saja yang ingin Anda jual nantinya, dan yang disukai oleh para konsumen pada saat ini.

Jika klasifikasi produk ini tidak diperhatikan dengan baik, Anda akan kehilangan banyak modal yang seharusnya dapat digunakan untuk keperluan lainnya yang dapat mendorong pertumbuhan bisnis lebih cepat, seperti untuk marketing ataupun penambahan karyawan.

Maka salah satu yang perlu Anda pelajari pada tahap awal pembentukan sebuah bisnis adalah mempelajari cara menentukan klasifikasi produk atau jenis produk untuk bisnis Anda.

Baca Juga : Bisnis Model Canvas: Pahami Konsep Praktis dan Manfaatnya

Tentukan Klasifikasi Produk Anda

Ahli ekonom pertama yang mengemukakan pendapatnya mengenai produk adalah Fandy Tjiptono yang mengatakan bahwa produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan produsen.

Selain itu Fandy Tjiptono mengemukakan bahwa ada beberapa kategori tingkatan produk yang terdapat dalam klasifikasi produk, yaitu

– Produk utama (Core Benefit) merupakan produk yang memiliki manfaat paling penting dan tentunya akan dikonsumsi oleh konsumen pada produk yang dibeli.

– Produk genetik yang merupakan fungsi mendasar yang harus dimiliki suatu produk

– Produk harapan yang merupakan produk yang ditawarkan kepada konsumen dan memenuhi harapan konsumen untuk dibeli.

– Produk perlengkapan, merupakan produk yang melengkapi atau jenis produk yang menambah manfaat kepada konsumen, sehingga kepuasan konsumen terpenuhi.

– Produk potensial, yang merupakan produk yang mungkin saja mendapatkan pengembangan di masa depan.

Dapat di artikan bahwa klasifikasi produk adalah suatu  pembagian produk yang dibagi berdasarkan kriteria-kriteria produk tersebut, di mana klasifikasi produk ini dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai macam sudut pandang. Berdasarkan sudut pandang berwujud atau tidak, klasifikasi produk dapat dibedakan menjadi 2 kelompok utama, yaitu:

1. Klasifikasi Berdasarkan Sifat (Berwujud atau Tidak)

• Barang

Barang merupakan produk perusahaan yang berbentuk wujud fisik, sehingga dapat dilihat, disentuh, disimpan, dipindahkan, dan apabila kita meninjau dari segi daya tahan barang tersebut maka terdapat dua macam barang, yaitu:

 Jenis Barang Tidak Tahan Lama

Yang dimaksud dengan barang tidak tahan lama adalah jenis barang berwujud yang biasanya akan habis apabila terus menerus di konsumsi dalam beberapa kali pemakaian. Dapat dikatakan jenis barang yang tidak tahan lama seperti sabun, pasta gigi, shampo, gula, dan masih banyak lagi.

Hal ini dikarenakan barang jenis ini biasanya dikonsumsi dengan cepat dan frekuensi pembeliannya juga sering, maka strategi yang paling tepat untuk menjualnya adalah dengan menyediakan produk tersebut di banyak lokasi dengan menetapkan markup yang kecil, serta menciptakan referensi bagi konsumen untuk mencoba dan membeli melalui marketing atau kegiatan pemasaran.

Jenis Barang Tahan Lama

Jenis barang ini bukan jenis produk tidak laku atau tidak laris di pasaran. Melainkan jenis barang ini merupakan salah satu barang yang pada umumnya dapat bertahan lama walaupun jumlah pemakaian yang dipakai berkali-kali atau sering untuk digunakan. Dapat dihitung, umur ekonomis dari barang tahan lama ini apabila digunakan dengan pemakaian yang normal maka dapat berkisar antara satu tahun atau bahkan lebih.

Salah satu contoh barang tahan lama yang sering Anda temui dalam kehidupan sehari-hari Anda adalah TV, mobil, handphone, laptop, dan lain sebagainya. Jenis barang ini dapat Anda gunakan berulang kali dalam jangka waktu yang lama tanpa perlu membeli barang yang baru.

Namun jenis barang tahan lama ini membutuhkan pelayanan yang lebih banyak dibandingkan dengan jenis barang tidak tahan lama,  sebab barang tahan lama memerlukan personal selling, agar dapat memberikan keuntungan yang lebih besar serta membutuhkan jaminan atau garansi tertentu dari setiap penjualan jenis barang tahan lama tersebut.

• Jasa

Jenis ini berbeda dengan barang, jasa merupakan suatu layanan, aktivitas, manfaat atau kepuasan yang ditawarkan sebagai sesuatu untuk dijual. Contohnya seperti hotel, bengkel, salon kecantikan, lembaga pendidikan, dan lain sebagainya.

custom-form-newsletter

2. Klasifikasi Produk Konsumen

Yang dimaksud dengan barang konsumen adalah barang yang dikonsumsi oleh konsumen akhir seperti rumah tangga dan individu, dan bukan untuk tujuan bisnis. Biasanya barang konsumen dapat diklasifikasikan menjadi 4 jenis, yaitu

• Convenience Goods (Barang Sehari-hari)

Convenience goods adalah barang yang umumnya memiliki frekuensi pembelian yang tinggi (sering dibeli).  Seperti contoh shampo, sabun, pasta gigi dan lainnya.

• Shopping Goods (Barang Toko)

Barang Toko (shopping goods) adalah barang yang biasanya dibeli oleh konsumen, dimana dalam proses pembelian dan pemilihannya dibandingkan berdasarkan kesesuaian, kualitas, harga jual produk, dan gaya dalam proses pemilihan dan pembeliannya. Contohnya seperti perabotan, pakaian, mobil bekas, dan lain-lain.

• Specialty Goods (Barang Khusus)

Specialty goods merupakan barang-barang yang mempunyai karakteristik produk dan identifikasi merk yang unik sehingga dalam sekelompok konsumen ingin mendapatkan produk tersebut dan membelinya.

Biasanya barang-barang seperti ini merupakan barang-barang mewah dengan merk dan model yang spesifik. Sebagai contoh adalah mobil lamborghini, pakaian dengan perancang terkenal, dan masih banyak lagi barang-barang mewah lainnya.

• Unsought Goods (Barang yang Belum Dibeli)

Unsought goods adalah barang-barang yang belum dikenal ataupun belum diketahui oleh konsumen (pembeli) ataupun sudah diketahui oleh konsumen namun belum terpikirkan oleh konsumen untuk membelinya.

3. Klasifikasi Barang Industri

Adapun terdapat beberapa barang industri yang diklasifikasikan berdasarkan bagaimana cara barang tersebut memasuki proses produksi dan relatifnya, barang industri dapat dibedakan menjadi :

• Bahan Baku dan Suku Cadang

Bahan Baku dan Suku Cadang (materials and parts) adalah barang yang seluruhnya masuk ke produk produsen tersebut. Barang ini terbagi lagi dalam dua kelompok, yaitu bahan mentah serta bahan baku dan suku cadang yang di produksi.

Bahan mentah terdiri dari dua kelompok yaitu produk pertanian dan produk alam. Bahan baku dan suku cadang yang diproduksi dibagi menjadi dua kategori yaitu bahan baku komponen (besi, benang, semen) dan suku cadang komponen(mesin kecil, ban, cetakan). Bahan baku komponen (component materials).

• Barang Modal

Barang Modal (Capital item) adalah barang tahan lama yang memudahkan pengembangan atau pengelolaan produk jadi. Barang modal meliputi dua kelompok, instalasi (pabrik, kantor) dan peralatan (generator, bor, elevator).

• Perlengkapan dan layanan bisnis

Perlengkapan dan layanan bisnis (supplies and business service) adalah barang dan jasa berumur pendek yang memudahkan pengembangan dan pengelolaan produk jadi. Perlengkapan ada dua jenis : barang pemeliharaan dan perbaikan(cat, paku, sapu) dan perlengkapan operasional (pelumas, batu bara, buku, pensil).

Dalam penyusunan pengelompokkan produk atau klasifikasi produk, yang paling utama untuk diperhatikan adalah jenis produk apa saja yang terdapat dalam bisnis Anda. Anda juga perlu memperhatikan sisi estetika dari menampilkan barang yang dijual agar mudah ditemukan oleh konsumen dan terlihat menarik.

Sebelum memulai sebuah bisnis, Anda terlebih dahulu harus melakukan klasifikasi produk terhadap usaha Anda, setelah melakukan klasifikasi produk yang harus Anda perhatikan selanjutnya adalah pembukuan usaha bisnis Anda.

Apakah Anda sudah memiliki sistem pembukuan secara otomatis, atau masih menggunakan pembukuan secara manual. Bagi Anda yang tidak ingin repot melakukan pembukuan usaha, Anda dapat mengunakan software akuntansi Harmony.

Dalam menggunakan software akuntansi Harmony, Anda akan didukung dengan fitur-fitur yang super lengkap dan mudah dalam menyelesaikan segala jenis pembukuan usaha Anda. Maka dari itu, Anda bisa segera registrasi disini untuk menggunakan software akuntansi Harmony secara free trial selama 30 hari.

Harmony juga memiliki layanan jasa akuntansi untuk Anda yang tidak ingin repot untuk mengurus pembukuan sendiri, Anda dapat menggunakan Harmony Accounting Service.

Untuk mengenal Harmony lebih lanjut, kunjungi halaman sosial media Harmony agar Anda tidak ketinggalan berita terbaru seputar keuangan, bisnis dan lainnya. Jangan lupa untuk sukai dan ikuti updatenya melalui Facebook, Instagram, dan LinkedIn Harmony.

Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Subscribe Harmony Blog
Dapatkan laporan penuh ini dengan mencantumkan nama.
Pembukuan Lebih Mudah!
Mengatur keuangan bukan lagi mimpi buruk
Apa tanggapan Anda mengenai artikel ini?
Email Anda tidak akan terpublikasikan
Terima kasih telah berlangganan.
Anda akan menerima informasi terbaru dan artikel menarik di email Anda.
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-up.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/arrow-down.png
https://www.harmony.co.id/wp-content/themes/harmonytheme/images/main-features/