Harmony » Blog » 

Full Costing dan Variable Costing, Simak Kelebihan dan Perbedaannya

Fina Pratiwi
/
Diupdate 
April 28, 2021

Memiliki bisnis produksi tentu akan membutuhkan perhitungan biaya yang detail bukan? Nah, diantaranya full costing dan variable costing. Lalu apa sih perbedaan full costing dan variable costing yang berkaitan dengan aktivitas produksi.

Secara umum dalam akuntansi biaya bahwa full costing adalah metode yang tidak membedakan antara biaya produksi variabel dan tetap, karena seluruh biaya akan dimasukkan ke dalam harga pokok produksinya.

Sedangkan pada variable costing adalah sebuah metode untuk menentukan harga pokok produksinya, yang bersifat varibel dan dimasukkan ke dalam harga pokok produksi.

Di mana biaya produksi tetapnya sendiri dianggap sebagai periode cost, sehingga seluruh biaya tetap tersebut dibebankan ke dalam periode tersebut. Sebagai kesimpulan bahwa bagi perusahaan dagang dan jasa metode full costing dan variable costing ini jarang dilakukan.

Dari segi perbedaannya full costing adalah metode yang menerapkan biaya tetap dan variabel dalam posisi yang sama, sedangkan variable costing kebalikannya.Click to Tweet

Mengenal Istilah Full Costing dan Variable Costing

Kedua metode tersebut masuk dalam akuntansi biaya, adapun pembahasannya mengenai full costing dan variable costing lebih lengkap

Full Costing

Pada ilmu akuntansi biaya dalam metode full costing adalah semua biaya yang telah dikeluarkan sebagai proses produksi. Maka melibatkan semua biaya yaitu seperti biaya variabel, biaya tetap, langsung, tidak langsung, investasi, dan seluruh biaya yang digunakan dalam proses produksi.

Sehingga metode inilah dijadikan sebagai tolak ukur dalam menghitung total biaya per unit maupun harga pokok produksi pada sebuah perusahaan.

Variable Costing

Untuk suatu metode ini menggunakan perhitungan biaya-biaya variabel dalam membuat suatu produk, yang mana biaya ini akan memiliki hasil jumlahnya berubah-ubah sesuai dengan volume kegiatan usaha.

Dengan makna lainnya adalah biaya tersebut bisa menghasilkan jumlah yang fluktuatif yaitu naik-turun secara porposional melalui kuantitas output bahkan volume produksi.

Apa Saja Kelebihan Full Cost dan Variable Cost?

Adapun kelebihannya dari kedua metode tersebut yang bisa Anda pertimbangkan, metode mana yang baik untuk diterapkan ke dalam bisnis Anda.

Laporan Full Costing

  • Metode Full Costing

    Adapun kelebihan yang Anda terima apabila memakai metode full costing adalah:

    • Dapat menunjukkan seluruh jumlah biaya overhead dengan sangat detail atau komprehensif. Karena memiliki dua jenis biaya, yaitu overhead tetap serta variable.
    • Memberikan penundaan biaya ke dalam beban biaya overhead apabila produk tersebut belum laku terjual di pasaran.
    • Jika beban biaya overhead untuk barang yang belum terjual, maka bisa dialihkan dengan cara mengurangi atau menambah harga pokok.
  • Metode Variable Costing

    Di sisi lain adapun penggunaan metode variable costing. Ketahui kelebihannya di sini.

    • Apabila Anda ingin mendapatkan laba dalam jangka waktu yang pendek, maka metode ini cocok untuk bisnis Anda.
    • Metode ini juga biasa dipakai dalam mengendalikan biaya. Karena variable costing bisa membagi biaya tetap yang terdiri dari dua golongan, yaitu discretionary committed fixed cost dan fixed cost.
    • Bisa dijadikan sebagai bahan untuk pengambilan keputusan atau pertimbangan bagi order pesanan yang bersifat khusus, bahkan yang terpenting yaitu tidak membutuhkan banyak pesanan seperti pada metode full costing.

Baca Juga: Pengertian Chart Of Account Dan Jenis-Jenisnya Dalam Perusahaan

Apa Sih Perbedaan Full Costing dan Variable Costing?

Untuk menghitung harga pokok produksi memang sama-sama digunakan oleh kedua metode tersebut. Namun apa saja perbedaan full costing dan variable costing.

  • Biaya Per Periode

    Untuk metode full costing adanya biaya per periode akan dianggap sebagai biaya yang tidak berhubungan dengan biaya produksi, namun tetap akan mengurangi laba perusahaan. Sedangkan dalam metode variable cost ikut membebankan biaya dalam produksi.

  • Memiliki Perbedaan Perhitungan Harga Pokok Produksi

    Dari perbedaan full costing dan variable costing untuk menghitung pokok produksinya bahwa terlihat metode full cost memakai beban overhead pabrik tetap serta variable.

    Di sisi lain pada perhitungan variable cost hanya menggunakan beban overhead variable saja. Namun dalam biaya overhead pabrik itu sendiri adalah biaya produksi yang tidak berkaitan dengan bahan baku serta bahan tenaga kerja langsung.

    Sedangkan dalam biaya overhead pabrik tetap merupakan biaya yang tidak berubah walaupun adanya perubahan pada volume produksi. Maka dari itu contoh biaya tetap ini adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan yang bertujuan untuk membeli peralatan baru.

    Di samping itu biaya overhead variable adalah biaya pabrik yang suka berubah dan tidak sebanding dengan volume kegiatannya, seperti contohnya yaitu biaya yang dikeluarkan untuk tujuan pengemasan produk.

  • Pengaruh Laporan Keuangan Dalam Laporan Laba Rugi

    Bagaimana pengaruh pada laporan keuangan? Untuk menggunakan metode full cost biasanya biaya overhead akan dilaporkan ketika produk sudah terjual. Namun untuk metode variable costing akan dicatat baik itu produk terjual atau tidak, maka biaya overhead tetap dilaporkan. Sehingga jumlah pendapatan perusahaan terhitung tetap berkurang.

[elementor-template id="26379"]

Bagaimana Laporan Keuangan Full Cost dan Variable Cost?

Adapun laporan keuangan yang termasuk ke dalam metode full costing dan variable costing yaitu diantaranya adalah:

Apa Itu Full Costing

Laporan Keuangan Metode Full Costing

Perhitungan harga pokok produksi pada metode full costing dilakukan dengan membuat sebuah laporan keuangan yang terdiri dari hal-hal berikut ini:

  • Harga Pokok Produksi (Penjualan) - Didapat dari harga dasar per unit dari produksi ataupun penjualan suatu barang
  • Hasil Penjualan - Untuk perolehan sebesar jumlah uang yang berhasil didapatkan bagi perusahaan dengan aktivitas penjualan produk perusahaan.
  • Laba Kotor - Untuk perusahaan akan mendapatkan laba kotor yang didapat dari keuntungan penjualan, tetapi belum dikurangi dengan biaya ataupun beban perusahaan. Dengan memiliki laba kotor, Anda bisa menghitung selisih antara hasil penjualan dan harga pokok produksi.
  • Laba Bersih - Untuk menghitung laba bersih dapat melalui cara selisih antara laba kotor yang telah didapatkan sebelumnya. Kemudian perolehan dari jumlah total atas biaya pemasaran variabel dan dikalikan dengan unit produk yang terjual, ditambah biaya pemasaran tetap, biaya administrasi dan umum variabel, hingga biaya administrasi dan umum tetap.
  • Biaya Pemasaran Tetap - Mencari jumlah biaya ini didapat dari pengeluaran uang atas pemasaran suatu produk dengan jumlah yang tetap bahkan tidak berubah-ubah.
  • Biaya Pemasaran Variabel - Biaya ini dikeluarkan dengan tujuan melakukan pemasaran dari biaya variabel suatu produk oleh perusahaan.
  • Biaya Administrasi dan Umum Tetap - Sejumlah uang dalam mendukung proses produksi perusahaan yang dikeluarkan oleh perusahaan.
  • Biaya Administrasi dan Umum Variabel - Nominal uang yang dikeluarkan melalui perusahaan dalam mendukung proses produksi.

Laporan Keuangan Metode Variabel Costing

Adanya perhitungan harga pokok produksi bagi metode ini bertujuan untuk membuat sebuah laporan keuangan yang terdiri dari hal-hal berikut ini:

  • Biaya Bahan Baku - Seluruh pengeluaran yang dilakukan perusahaan dalam kegiatan untuk membeli bahan baku suatu produk
  • Biaya Tenaga Kerja - Adanya biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam membayar gaji para karyawan perusahaan
  • Biaya Overhead Pabrik Variabel - Adanya kelebihan biaya yang tidak terduga dan terjadi dalam sebuah perusahaan, sehingga tidak dapat diperhitungkan sebelumnya
  • Biaya Pokok Produksi - Menghasilkan nominal biaya pokok produksi dalam membuat barang yang dihitung per unit.

Dilihat dari ilmu akuntansi biaya yang Anda dapatkan hingga mengetahui kelebihan serta laporan keuangannya dari kedua metode ini akan menambah pengetahuan Anda.

Apalagi ketika Anda bingung memilih metode mana yang baik untuk perusahaan Anda, nah bagaimana jika Anda juga membutuhkan pembukuan laporan keuangan?

Harmony menjadi solusinya, dengan mendapatkan laporan keuangan yang mudah dan tidak menyita waktu dan kinerja bisnis Anda. Di mana Harmony adalah software accounting berbasis cloud yang dapat membantu membereskan pembukuan bisnis.

Memiliki 400+ fitur yang telah kami develop mulai dari rekonsiliasi bank otomatis, inventory, smart invoicing dan masih banyak lagi. Bahkan ada sekitar 20+ laporan keuangan yang kami sediakan secara realtime.

Coba pakai Software Akuntansi Harmony secara GRATIS untuk 30 Hari pemakaian, daftar di sini. Update juga penawaran spesial lainnya melalui akun Facebook, Instagram dan LinkedIn Harmony di kanal medsos kami, ya.

trial harmony
Pembukuan Lebih Mudah!
Coba Gratis 30 Hari dan Rasakan Perbedaannya!
COBA GRATIS
Anda juga mungkin suka:
Fina Pratiwi
Fina Pratiwi adalah seorang ahli strategi keuangan dengan lebih dari 5 tahun pengalaman dalam industri keuangan. Dia memegang gelar dalam bidang Keuangan dan dikenal karena kemampuannya untuk menyederhanakan konsep keuangan yang kompleks menjadi sesuatu yang mudah dipahami. Fina percaya bahwa pemahaman yang baik tentang manajemen keuangan adalah kunci sukses bisnis. Dengan pengetahuannya yang luas, dia berdedikasi untuk membantu bisnis memahami dan memanfaatkan software Harmony untuk mencapai tujuan keuangan mereka.
chevron-down
Scan the code
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram